
Bab 126. Suku Kuno, Suku Es.
Peperangan di Pegunungan Lima Jari terhenti karena Kepala Suku Xi diperintahkan oleh Ratu Ular Surgawi untuk mundur. Penyebabnya tidak lain karena serangan dari Pasukan Kegelapan di seluruh Benua Timur.
Kerajaan Lentera dan Kerajaan Kelelawar saat ini bersiap-siap untuk menghadapi Pasukan Kegelapan yang baru masuk ke wilayah Pegunungan Lima Jari.
Berita serangan dari Pasukan Kegelapan dengan cepat tersebar di seluruh penjuru Benua Timur. Sudah banyak pemimpin setiap wilayah mempersiapkan diri untuk melawannya. Tidak terkecuali Akademi Merpati Putih kelas dua, yang telah memobilisasi murid dan guru untuk menjaga pintu masuk ke akademi.
Sedangkan Cao Tian Jun, ia berada di luar wilayah Ibu Kota Kekaisaran, tepatnya di wilayah Snow Field, sisi utara dari Sungai Kuning. Wilayah ini dijadikan pilihan oleh Cao Tian Jun karena dikarenakan suhu dinginnya yang ekstrim, kondisi yang cocok untuk menetralisir suhu panas Api Putih.
Saat ini, dia berada di tengah-tengah padang bersalju. Tubuhnya mengeluarkan api sehingga salju disekelilingnya mencari. Dia dalam proses penyatuan dengan Api Putih.
Di dalam dantian-nya, Cao Tian Jun bertarung dengan Api Putih yang tidak mau dijinakkan. Namun, karena dia memiliki Kekuatan Jiwa, lambat laun Api Putih semakin melemah.
Seandainya situasi di Benua Timur tidak dalam masa-masa mencekam, wilayah Snow Field akan menarik perhatian banyak orang dikarenakan Api Putih mencairkan salju yang telah ada selama jutaan tahun.
Namun, satu hal yang tidak diketahui oleh Cao Tian Jun, kehadirannya membuat suku kuno keluar dari persembunyiannya. Mereka adalah Suku Es.
Sejarah tentang Suku Es telah lama dilupakan karena setiap anggotanya dilarang keras untuk berinteraksi dengan orang luar, dengan alasan untuk menjaga garis keturunan agar tetap murni. Suku Es sudah ada sebelum jatuhnya Batu Keabadian di Benua Timur.
Walaupun mereka bersembunyi selama ini, bukan berarti tidak mengetahui apapun yang terjadi di Benua Timur, mereka selalu mengikuti perkembangannya.
500 meter dari lokasi Cao Tian Jun yang sedang duduk bersila, ada 20 anggota Suku Es yang sedang mengawasinya. Mereka tidak berani mendekat karena panasnya Api Putih.
"Tuan Muda, jika dia tidak berhasil menguasai Api Putih, akan berdampak buruk bagi kita. Apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasi hal buruk ini?" tanya salah satu dari anggota Suku Es.
Tuan muda itu adalah putra salah satu dari lima ketua Suku Es, namanya Xue Mu Zhuting, ketua ke-4 adalah ayahnya yang bernama Xue Mu Fai.
"Kita laporkan hal ini kepada Ketua pertama!" perintah Xue Mu Zhuting karena dia tidak tahu harus berbuat apa untuk menangani hal ini.
Mereka khawatir jika Cao Tian Jun tidak mampu menahan panasnya Api Putih saat penyatuan, maka akan terjadi ledakan energi. Ledakan energi panas jelas berdampak buruk terhadap Suku Es.
Xue Mu Zhuting dan beberapa anggotanya meninggalkan Cao Tian Jun untuk melapor. Tersisa dua orang yang bertugas mengawasi Cao Tian Jun...
Di hari berikutnya, Cao Tian Jun akhirnya sukses menyatu dengan Api Putih. Dia tersenyum puas karena keberhasilan ini juga berpengaruh terhadap profesinya sebagai ahli Alkemis dan Pandai Besi.
Dengan meramu pil atau menempa senjata, maka tingkat keberhasilannya lebih terjamin, dan sekaligus menaikkan peringkat profesinya.
Cao Tian Jun membuang nafas keruh yang dihasilkan dari proses penyatuan, lalu membuka matanya. Dia melihat sekelilingnya yang telah digenangi air, padahal sebelumnya disekitarnya adalah salju.
Kemudian, dia melihat tubuhnya yang telanjang karena pakaiannya terbakar. Segera mengeluarkan pakaian baru dan memakainya. Karena proses penyatuan, dia tidak lagi dalam penyamaran.
__ADS_1
"Waktunya untuk mengambil Solar Plexus," gumamnya sambil berdiri.
Cao Tian Jun terbang ke arah timur menuju ke Perguruan Hitam Kelam. Selama dua hari ini, dia tidak tahu perkembangan terkini. Yang dipikirkannya, dia harus secepat mungkin mendapatkan seluruh Batu Keabadian untuk menyelesaikan masalahnya...
"Li Xia, tugasmu untuk menjalin hubungan kerjasama dengan pria itu!" perintah Ketua pertama yang bernama Xue Chaoyang.
Dia lega karena Cao Tian Jun berhasil menyatu dengan Api Putih. Seandainya tidak berhasil, dia segera bertindak dengan memenjarakannya di dalam artefak khusus.
Li Xia nama lengkapnya adalah Xue Li Xia, seorang wanita muda yang pandai dalam bernegosiasi. Ayahnya adalah ketua ke-3 yang bernama Xue Li Wang. Kecantikannya tidak kalah dari Fang Yin dan Yin Meili, usianya 20 tahun, tinggi badan mencapai 176 cm. Basis kultivasinya berada di tingkat Golden God level 7.
Xue Li Xia segera naik ke punggung Serigala Salju yang menjadi tunggangannya, ia seorang diri dalam menjalankan misi ini. Ketua pertama ingin berhubungan baik dengan Cao Tian Jun karena membutuhkan seorang ahli Alkemis. Dan, Suku Es tidak memiliki seorang Alkemis, sebab semua anggota Suku Es ahli dalam elemen Es.
Untuk memenuhi kebutuhan yang terkait dengan pil dan senjata, mereka selalu mengandalkan koneksi pihak luar untuk mencukupi kebutuhan Suku Es. Koneksi mereka adalah keluarga besar dari Xue Yue, kekasih dari Cao Tian Jun.
"Aku ikut!" pinta Xue Mu Zhuting sebelum Xue Li Xia pergi.
"Jangan, kau hanya akan membuat keributan diluar!" cegah Ketua pertama yang tidak ingin Xue Mu Zhuting membuat masalah.
Xue Li Xia segera memacu tunggangannya tanpa peduli dengan Xue Mu Zhuting yang kesal. Ia tersenyum sinis karena bisa bebas dari kejaran Xue Mu Zhuting...
Karena sangat lapar, Cao Tian Jun berhenti di tepi Sungai Kuning. Dia segera melepaskan pakaiannya untuk mencari ikan. Sudah menjadi kebiasaannya yang tidak pernah lupa untuk makan, walaupun dia seorang kultivator yang mampu menahan lapar dalam beberapa hari.
Melihat Cao Tian Jun yang hanya mengenakan celana pendek, Xue Li Xia memalingkan wajahnya karena malu, wajahnya memerah seperti tomat.
"Siapa Anda?" selidik Cao Tian Jun yang waspada karena tidak kenal. Pengalamannya di Desa Bunga yang hampir merenggut nyawa, membuatnya selalu berhati-hati terhadap wanita.
"Bisakah Anda memakai pakaian dulu!" pinta Xue Li Xia tanpa berani melihatnya.
Cao Tian Jun segera memakai pakaiannya, lalu mengambil ikan yang masih menggelepar di tanah. Xue Li Xia melihatnya yang sedang mencari kayu bakar, ia tidak segera mengutarakan tujuannya.
Setelah membuat api unggun, Cao Tian Jun memanggang ikan. Dia melihat Xue Li Xia yang wajahnya mirip dengan Xue Yue.
"Perkenalkan, saya Li Xia. Siapa nama Anda?" tanyanya.
"Jun Tian!" jawab Cao Tian Jun singkat, dia membalikkan ikan yang dipanggang.
"Apakah Anda seorang Alkemis?" tanya Xue Li Xia yang mulai mengutarakan tujuannya menemui Cao Tian Jun.
Cao Tian Jun menatap wajah Xue Li Xia. Di dalam hatinya dia menduga jika wanita ini mengetahui Api Putih yang didapatkannya.
"Baru belajar. Apa tujuan Anda?" tanyanya sambil mengambil seekor ikan yang telah matang, lalu memberikan kepada Xue Li Xia.
__ADS_1
"Keluarga kami membutuhkan tenaga ahli Alkemis. Bisakah kita bekerjasama?" Xue Li Xia menerima pemberiannya walaupun tidak lapar, ia menerimanya sebagai bentuk penghormatan.
"Saya hanya bisa membuat pil setingkat pemula, apa untungnya bagi keluarga Anda!" penegasan Cao Tian Jun agar Xue Li Xia memikirkan tujuannya, dia mengambil ikan yang sudah matang dan memakannya.
"Kami tidak menilai seberapa besar peringkat seorang ahli Alkemis dan seberapa baik kualitasnya. Yang kami butuhkan adalah pil dan senjata jenis apapun. Kami akan membelinya dengan harga dua kali lipat dari harga normal!" jelas Xue Li Xia.
Cao Tian Jun kembali melihat Xue Li Xia, apakah ucapannya serius atau hanya membual. Dan yang dilihatnya, wanita ini terlihat serius. Karena membutuhkan koin emas untuk menunjang perjalanannya, kerjasama ini jelas menguntungkan.
"Baiklah jika Anda tidak menilai kualitas. Apakah kita perlu membuat perjanjian?" tanya Cao Tian Jun yang ingin segera menjual pil yang tidak digunakannya.
"Tidak perlu adanya perjanjian. Cukup Anda jual, kita pasti akan membelinya. Kami tidak mau ribet dengan perjanjian yang menjadi pembatas hubungan kita. Ada barang, kami akan membelinya!" terang Xue Li Xia dengan tegas.
Cao Tian Jun mengeluarkan 4 botol giok berisi Pil Kultivasi tingkat Beginner tahap rendah hingga tahap puncak, pil itu dibuat saat usianya 10 tahun. Xue Li Xia segera mendekatinya dengan hati senang, ia duduk di sampingnya dengan beralaskan rumput.
"Silakan diperiksa dulu!" pinta Cao Tian Jun yang sejujurnya tidak tahu harga.
Xue Li Xia mengeluarkan alat berbentuk persegi panjang dengan lebar 7 cm, dan panjang 20 cm. Terdapat 1 lubang bulat, dan 9 garis vertikal di atas lubang. Itu adalah alat untuk memeriksa kualitas pil.
Kemudian, Xue Li Xia mengambil satu botol giok secara acak, dan yang diambilnya adalah Pil Kultivasi tingkat Beginner tahap menengah. Lalu membuka penutupnya. Hidungnya mencium aroma wangi khas pil berkualitas tinggi. Ia menuangkan botol dan keluar satu butir pil berwarna putih tulang.
Cao Tian Jun melihat alat ukur pil sambil makan daging ikan. Setelah Xue Li Xia meletakkan pil kedalam lubang alat ukur, 5 garis vertikal menyala penuh. Tanda jika pil berkualitas tinggi.
"Walaupun ini pil setingkat Beginner tahap menengah, kualitasnya sangat tinggi. Harga normalnya senilai 500 koin emas, saya beli seharga 1.000 koin emas untuk setiap pil," kata Xue Li Xia dengan nada semangat, ia tidak menyangka bisa menemukan seorang ahli Alkemis yang memperhatikan kualitas daripada kuantitas.
Cao Tian Jun berhenti makan karena tidak menyangka harga pilnya bernilai tinggi. Dia pikir, Pil Kultivasi tingkat Beginner tahap menengah, seharga kurang dari 100 koin emas.
Sebenarnya, Cao Tian Jun ingin meminta daftar harga pil, tetapi diurungkan karena khawatir akan dipikir bodoh oleh Xue Li Xia. Dia tidak ingin dibodohi lagi seperti sebelumnya saat bertransaksi dengan She Shimo.
Wajah cantik Xue Li Xia semakin berseri-seri karena semua pil berkultivasi tinggi. Dia segera memberikan kantong kain yang berisi koin emas, jumlahnya mencapai 150 ribu. Dengan senang hati, Cao Tian Jun menerimanya.
"Apakah ada lagi?" tanya Xue Li Xia.
"Besok baru ada dan lebih baik dari ini. Besok, kita bertransaksi di tempat ini!" jawab Cao Tian Jun yang sebenarnya masih memiliki banyak pil yang lebih baik dari tingkat Beginner.
Dia ingin segera mengambil Solar Plexus karena lebih penting dari koin emas. Cao Tian Jun segera berdiri dan diikuti oleh Xue Li Xia.
"Besok saya akan tunggu di sini. Senang berbisnis dengan Anda!" ucap Xue Li Xia sambil menyodorkan tangan kanannya.
Cao Tian Jun menjabat tangannya yang terasa dingin dan halus. Lalu dia segera terbang dan meninggalkan Xue Li Xia.
"Aku tahu kamu bukan Alkemis tingkat pemula!" gumam Xue Li Xia, ia senang bertemu dengan Cao Tian Jun yang memiliki sifat rendah hati.
__ADS_1