
Bab 86. Tambang Utama.
Cao Tian Jun keluar dari ruangan meramu pil, dia menuju ke tempat latihan. Dia ingin membantu Ratu Juan dan Selir Yi agar memiliki elemen baru seperti Permaisuri Yuan.
Sebagai seorang pria dan suami, Cao Tian Jun harus membekali istrinya dengan kemampuan. Dengan begitu, bisa tenang jika sewaktu-waktu meninggalkan mereka.
Di ruang latihan, Ratu Juan dan Cao Tian Jun masuk terlebih dahulu, sedangkan Selir Yi menunggu di luar. Seperti Yuan Zhen, Ratu Juan juga sama, harus merubah struktur dantian dengan dukungan Pil Spiritual Root dan Pil Angkat Meridian.
Karena sudah pernah melihat, Ratu Juan segera menelan Pil Spiritual Root, dan Cao Tian Jun segera bertindak dengan meletakkan telapak tangan di punggungnya.
Ketika Ratu Juan merasakan sakit pada dantian-nya, ia segera mengambil Pil Angkat Meridian untuk melindungi jaringan syaraf struktur tubuh. Cao Tian Jun terus mengalikan energi spiritual untuk membantunya.
Selir Yi menunggu dengan sabar gilirannya, ia mengobrol dengan para pelayan. Salah satu pelayan istana menyeletuk, ia berkata, "apakah Putera Mahkota tidak membutuhkan selir baru?"
Selir Yi tidak marah, ia menjawab dengan ramah, katanya, semua tergantung Ratu Juan yang memutuskannya. Apapun yang menyangkut kepentingan Putera Mahkota, Ratu Juan harus tahu dan menyetujuinya.
Tetapi, sebelum ke Ratu Juan, harus melalui Selir Yi sebagai tangan kanannya. Mengetahui adanya kesempatan untuk menjadi selir, para pelayan meminta kepada Selir Yi agar direkomendasikan.
Sayangnya, syaratnya sangat tinggi. Pertama, harus memiliki kekuatan minimal Golden Core, tujuannya agar mampu melayani Putera Mahkota saat diranjang. Kedua, gadis yang masih suci, minimal usianya 17 tahun, tinggi badan minimal 168 cm, memiliki tubuh proporsional.
Semua pelayan istana memang masih gadis, hanya saja basis kultivasinya yang rendah. Namun, perkataan Selir Yi yang membuat para pelayan istana senang, di mana akan disediakan Pil Kultivasi, khusus untuk pelayan, pekerja, prajurit dan pejabat istana.
Karena keasikan mengobrol, pintu ruang latihan terbuka, lalu keluar Ratu Yi yang penampilannya lebih muda 10 tahun dari usia sebenarnya, semakin cantik dari sebelumnya.
Penampilan baru Ratu Juan, membuat para pelayan istana yang semua adalah wanita menjadi iri. Tetapi, jelas mereka tidak mungkin berani mengungkapkannya. Semua pelayan menunduk sambil memberikan ucapan salam.
"Sekarang giliranmu," kata Ratu Juan kepada Selir Yi.
"Terima kasih, Yang Mulia."
Setelah itu, Selir Yi masuk ke ruang latihan, dan menutup pintu rapat-rapat. Sedangkan Ratu Juan kembali ke ruang meramu pil dengan kawalan pelayan istana.
Apa yang dialami oleh Selir Yi, tidak jauh berbeda dengan Ao Zhen Juan dan Yuan Zhen, ia merasakan sakit ketika prosesnya, dan membutuhkan waktu lebih lama dari Ratu Juan.
Setelah berhasil memiliki elemen api dan kayu, dan sebagai bentuk rasa terima kasih, Selir Yi melayani Cao Tian Jun, ia ingin memuaskan suaminya. Sayangnya, justru ia yang dipuaskan oleh Cao Tian Jun, bahkan membuatnya sulit perjalanan karena organ intimnya terasa perih, seperti ada yang mengganjal di dalamnya.
Saat keluar dari ruang latihan, para pelayan melihat Selir Yi yang lebih muda dan cantik, mereka pun menjadi iri. Namun, saat melihatnya berjalan aneh dan terlihat ada yang mengganjal di antara kedua kakinya, para pelayan tersenyum karena tahu apa yang sudah dialami Selir Yi.
Sekarang mereka tahu, kenapa syarat menjadi selir sangatlah berat. Sekelas Selir Yi, sudah kewalahan menghadapi kehebatan Putera Mahkota, apalagi mereka yang memiliki basis kultivasi rendah sudah pasti akan mengalami hal yang lebih parah.
Setelah Selir Yi keluar, disusul Cao Tian Jun. Dia melihat para pelayan menatapnya dengan kekaguman. Selir Yi memeluk lengan kanan Cao Tian saat berjalan menuju ke ruang meramu pil.
Sedangkan Permaisuri Yuan telah berhasil untuk kedua kalinya. Kali ini, ia mencipta dua butir Pil Penyembuh. Tidak berselang lama, datang Cao Tian Jun dan Selir Yi.
Cao Tian Jun segera bekerja karena waktunya tidak banyak, dia membuat Pil Penyembuh, Pil Kultivasi pada tingkat yang sama - tingkat Grand Master tahap puncak. Sengaja tidak membuat pil yang lebih baik, dengan tujuan agar tidak menjadi rebutan dan menyulitkan Kerajaan Bintang Laut.
__ADS_1
Pada hari kelima sebelum Cao Tian kembali ke akademi, dia mendapatkan laporan dari Ratu Juan, di mana ada binatang mistik yang mendekati ibukota, dan diduga itu adalah utusan The King Of Dark Matter untuk memata-matai kerajaan.
Segera Cao Tian berhenti membuat pil, dia bergegas menuju ke Gerbang Utara. Selama meramu pil, dia telah membuat banyak dan menyerahkannya kepada Permaisuri Yuan...
Di menara pengawas, sudah ada Panglima Perang dan empat perwira baru. Mereka segera memberikan salam ketika kedatangan Ratu Juan, Putera Mahkota dan Permaisuri Yuan.
"Paman Sun, bagaimana situasinya?" tanya Cao Tian Jun kepada Panglima Perang.
"Awalnya hanya ada satu atau dua ekor binatang mistik yang datang. Namun, hari ini lebih banyak dan berkumpul di hutan. Selain itu, mata-mata kita memberikan laporan, bahwa pasukan Kerajaan Sembilan Surga bergerak menuju ke kerajaan kita!" jawab Panglima Perang.
Akhirnya, Jenderal Barat mendapatkan dukungan dari Jenderal Mata Elang, mereka menuju ke Kerajaan Bintang Laut melalui jalur yang sama. Saat ini, mereka telah berada di Kota Xian dan beberapa kali telah menyelidiki target utamanya.
Cao Tian Jun menuju ke jendela menara pengawas bersama kedua kekasihnya, lalu mengaktifkan Mata Surgawi dan memeriksa hutan tempat berkumpulnya binatang mistik.
Perkataan Panglima Perang memang benar, hanya saja dia tidak melihat The King Of Dark Matter. Entah binatang mistik datang dari mana, dia menghitung jumlah yang mencapai 10.000 ekor.
"Aktifkan Formasi Perlindungan!" pinta Cao Tian Jun.
Segera Ratu Juan mengeluarkan plat kendali Formasi, lalu mengalirkan energi spiritual untuk mengaktifkannya. Muncul cahaya yang berasal dari Batu Formasi, cahaya tersebut menyelimuti seluruh ibukota Kerajaan Bintang Laut.
Melihat itu, para penduduk kebingungan karena belum pernah melihatnya, namun segera dijelaskan oleh para prajurit jika itu adalah Formasi Perlindungan.
"Oh iya! Selama Formasi Perlindungan aktif, jangan ada penduduk keluar dari formasi. Jika ada yang mau masuk ke Ibu Kota, periksa dengan teliti dan tanyakan tujuannya!" perintah Cao Tian Jun.
Segera empat perwira keluar dari menara pengawas untuk melaksanakan perintah. Sedangkan Panglima Perang, menggunakan teropong yang berfungsi untuk membantu pengelihatan jarak jauh.
"Aku akan memeriksa Formasi Perlindungan." Pamit Cao Tian Jun yang ingin mengontrol Batu Formasi yang dipendam.
Ratu Juan dan Permaisuri Yuan mengikutinya yang mengelilingi tembok pertahanan Ibu Kota. Mereka dikawal oleh Panglima Perang dan puluhan prajurit.
"Sudah berapa banyak orang yang mendaftar sebagai prajurit?" tanya Cao Tian Jun.
Panglima Perang segera menjawab, "prajurit lama menjadi komandan dari prajurit baru. Total prajurit baru mencapai lebih dari 2.000 orang, Yang Mulia."
Cao Tian Jun menghela nafas panjang karena jumlah prajurit sangat kurang karena wilayah Kerajaan Bintang Laut sangat luas. 2.000 prajurit hanya bisa untuk berjaga di Ibu Kota dan angka yang tergolong minim.
"Kamu jangan khawatir, aku sudah upayakan untuk merekrut sebanyak mungkin prajurit!" ucap Ratu Juan yang tahu arti helaan nafas dari Cao Tian Jun.
"Bagaimana dengan sumber daya yang dimiliki kerajaan, apakah cukup untuk membiayai semuanya?" tanya Cao Tian Jun.
Ya, sumber daya merupakan faktor penting dalam keberlangsungan pemerintahan. Tanpa adanya sumber daya, tidak mungkin pemerintahan bisa berjalan dengan lancar.
"Cukup, selama sumber tambang kita aman!" jawab Ratu Yuan.
Cao Tian Jun langsung berhenti berjalan dan diikuti oleh semua orang, lalu dia bertanya kepada Ratu Juan dengan nada khawatir, "apakah di sana cukup keamanannya?"
__ADS_1
Seketika Ratu Juan terlihat gelisah karena tidak memikirkan hal ini, hal penting bagi keberlangsungan hidup kerajaannya.
"Tenang saja, Yang Mulia. Hamba telah menempatkan banyak prajurit untuk melindungi tambang!" jawab Panglima Perang dengan segera.
"Tanpa adanya Formasi Perlindungan, ini tidak bisa dibilang aman! Antar aku ke sana!" sahut Cao Tian Jun yang memiliki firasat buruk.
Cao Tian Jun jelas khawatir jika The King Of Dark Matter mengincar tambang milik kerajaan. Jika itu terjadi, maka akan melemahkan kekuatan kerajaan dalam segi keuangan dan yang lainnya.
"Yang Mulia Ratu, Anda tetap di sini, biarkan saya bersama Paman Sun memeriksa tambang!" Lanjutnya.
"Hati-hati!" pesan Ratu Juan yang tahu ini sangat penting, dan di anggukan oleh Cao Tian Jun.
"Aku ikut!" pinta Permaisuri Yuan.
"Tidak, kamu di sini menemani Yang Mulia Ratu!" tolak Cao Tian Jun karena basis kultivasi Permaisuri Yuan tidak banyak membantu jika ada hal-hal yang tidak terduga.
Tanpa menunggu respon Permaisuri Yuan, Cao Tian Jun segera mengajak Panglima Perang menuju ke tambang, hanya mereka berdua tanpa membawa prajurit. Mereka terbang dengan kecepatan tinggi.
Panglima Perang dan Cao Tian Jun menuju ke arah timur, arah wilayah Strom Heaven, tepatnya di Mount Heavens, di sanalah tempat tambang Kerajaan Bintang Laut.
Karena Mount Heavens dan seluruh wilayah Strom Heaven menyimpan sumber daya alam, maka Jenderal Mata Elang menginginkan wilayah tersebut.
Dengan terbang kecepatan tinggi, mereka terbang memakan waktu satu batang dupa. Sesampainya di tambang Mount Heavens, tepatnya di bawah kaki gunung, mereka melihat kobaran api dan mayat-mayat bergelimpangan. Dan kekhwatiran Cao Tian Jun telah terbukti
Segera Cao Tian Jun melepaskan pukulan berenergi ke arah binatang mistik yang bertarung dengan sisa prajurit yang bertahan, demikian juga dengan Panglima Perang.
Kedatangan Cao Tian Jun dan Panglima Perang membuat para prajurit bernafas lega, dan tetap membantu mengalahkan binatang mistik. Tidak butuh waktu lama, sekitar dua batang dupa lebih, semua binatang mistik berhasil dikalahkan dan sebagian kabur.
"Apakah hanya ini tempat tambang, apakah tidak ada yang lain?" tanya Cao Tian Jun sambil membersihkan tangannya dari darah binatang mistik.
"Masih ada yang lain, tambang utama!" jawab Panglima Perang yang juga membersihkan pedangnya.
Cao Tian Jun segera membuat Formasi Array untuk melindungi tambang, dia dibantu oleh Panglima Perang dan prajurit. Setelah beberapa waktu, akhirnya selesai dan bergegas ke tambang utama.
Sesampainya di tambang utama yang jaraknya kurang dari 345 meter, Cao Tian Jun terlambat datang dan tambang tersebut telah dikuasai oleh binatang mistik.
Seperti sebelumnya, Cao Tian Jun dan Panglima Perang membantai binatang mistik. Ternyata, The King Of Dark Matter berada di dalam tambang dan melihat musuh yang sedang melawan pasukannya.
"Akhirnya kamu datang!" gumam The King Of Dark Matter yang sengaja tidak segera menyerang.
Dia tidak menunggu Cao Tian Jun, melainkan menunggu Panglima Perang. Karena Cao Tian Jun tidak menyamar, Tian Sun berpikir jika Cao Tian Jun adalah orang yang baru direkrut oleh Panglima Perang.
Setelah anak buahnya tidak menemukan potongan tangannya, Tian Sun menduga jika Third Eye Stone diambil oleh Panglima Perang. Oleh sebab itu, dia mengincar tambang utama agar Panglima Perang Kerajaan Bintang Laut datang.
Setelah bergumam, Tian Sun masuk lebih dalam ke lorong tambang...
__ADS_1