8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Tsunami Kabut Hitam.


__ADS_3

Bab 136. Tsunami Kabut Hitam.


Dengan ganas Cao Tian Jun meledakkan tubuh Pasukan Kegelapan saat mendaratkan kakinya di tanah. Lalu disusul oleh Tim Phoenix dan Guru Junior Chu Chu Sying. Karena Cao Tian Jun yang berani keluar dari pertahanan, maka semua murid mengikutinya dengan semangat tinggi.


Yang mengejutkan semua orang, sambil meledakan tubuh Pasukan Kegelapan, Cao Tian Jun menyerap energi kabut hitam sehingga kemampuan musuhnya tidak lagi berguna.


Tim Phoenix dan Guru Junior Chu Chu Sying yang berada di belakangnya sambil menyerang Pasukan Kegelapan yang berdatangan. Di saat semua wanita itu mengalahkan musuh, Cao Tian Jun menyerap kabut hitam sehingga musuhnya tidak lagi mampu meregenerasi tubuh yang terluka.


Bai Guan, Chu Xing-fu dan para Guru Senior selalu mengucapkan kata, "gila, bocah itu gila!"


Mereka tahu konsekuensinya menyerap energi kabut hitam yang menjadi permasalahan muridnya ini. Tetap, justru muridnya ini malah menyerap kabut hitam. Namun, melihat Pasukan Kegelapan tidak mampu meregenerasi, dan tidak membuat muridnya mengalami hal buruk, mereka semakin keheranan.


"Jangan diam saja! Kita pikirkan masalah bocah itu nanti!" perintah Bai Guan yang tidak ingin berdiam diri melihat murid-muridnya bertarung dengan Pasukan Kegelapan.


Segera, semua guru keluar dari tembok perlindungan, mereka menyerang Pasukan Kegelapan. Pertempuran di luar tembok pertahanan akademi sangat sengit, tapi tidak seimbang.


Dengan adanya Cao Tian Jun yang terus-menerus menyerap kabut hitam, lambat laun Pasukan Kegelapan mulai berkurang. Bai Guan selalu mengamati kondisi murid andalannya yang tidak sedikit mengalami masalah setelah menyerap kabut hitam.


Pertempuran berlangsung hingga sore hari. Bertempur akhirnya berhenti ketika Pasukan Kegelapan telah dikalahkan. Saat ini, sudah tak terhitung jumlahnya mayat-mayat Pasukan Kegelapan di depan pintu gerbang akademi.


"Kita menang!!" sorakan salah satu murid setelah musuh terakhir ditumbangkan, lalu disusul sorakan semua murid dan guru.


Namun, melihat Cao Tian Jun yang melihat ke arah Pegunungan Lima Jari, sorakan mereka segera berhenti, sebab mereka melihat kabut hitam yang sangat tebal dan luas menuju ke arah akademi.


Bai Guan dan Chu Xing-fu mendekati Cao Tian Jun, berdiri di kanan dan kirinya. Mereka dengan jelas melihat kabut hitam itu seperti awan hitam yang luas dan berguling-guling menuju ke arahnya.


Semua orang melihat beberapa orang berlari dengan tergesa-gesa karena kabut hitam itu. Mereka adalah Guru Senior Teng Sien dan rombongannya. Mereka adalah orang yang bertugas di pos pengawas akademi.


"Apakah pertempuran belum berakhir?" tanya Chu Sying kepada ayahnya, ia tampak kelelahan namun masih bersemangat.


"Entahlah, kita tunggu Guru Senior Teng Sien tiba!" jawab Chu Xing-fu sambil melihat mereka.


Di kejauhan, Guru Senior Teng Sien berteriak keras kepada semua orang yang berada di depan pintu gerbang akademi, "semuanya, berlindung di ruang bawah tanah!"


Kecuali Cao Tian Jun, semua orang jelas kebingungan dengan perkataan Teng Sien. Mereka melihat guru itu dan rombongannya sangat panik karena dikejar oleh kabut hitam yang seperti tsunami.


"Semuanya, segera berlindung di bawah tanah!" perintah Bai Guan yang tahu jika kabut hitam skala besar itu sangat berbahaya.


Segera semua murid dan guru bergegas masuk ke dalam akademi. Mereka jelas tidak ingin tewas sia-sia untuk melawan kabut hitam. Namun, Cao Tian Jun tetap diam saja sambil melihat kabut hitam itu.

__ADS_1


"Kamu juga!" perintah Bai Guan yang tidak ingin murid andalannya ini mengalami sesuatu hal yang buruk.


"Percuma kita bersembunyi. Kabut hitam itu juga energi, Dark Matter Energy. Bagaimana mungkin bisa bersembunyi dari energi?" tolak Cao Tian Jun yang ingin menyerap kabut hitam, hanya ini satu-satunya solusi.


"Ruangan bawah tanah kedap udara. Jangan khawatir!" jelas Bai Guan yang berpikir jika muridnya ini tidak mengetahui kehebatan ruang bawah tanah yang tidak akan bisa ditembus oleh kekuatan apapun, bahkan udara dari luar tidak akan bisa masuk.


Ruangan bawah tanah di akademi adalah ruang rahasia yang dikhususkan untuk berlindung kepada musuh kuat dan bencana. Di dalamnya telah menyimpan salinan asli dari berbagai bidang ilmu, juga telah tersedia berbagai macam kebutuhan untuk bertahan hidup selama berlindung. Lokasinya tepat berada di bawah Gedung Kepemimpinan.


"Kita berlindung dari Dark Matter Energy... Mungkin kita selamat! Tetapi, bagaimana dengan keluarga mereka? Apakah mereka masih memiliki tempat berlindung?" Cao Tian Jun bersikukuh tidak akan bersembunyi dari kabut hitam itu.


Ucapannya didengarkan oleh murid dan guru yang akan masuk ke dalam akademi. Mereka segera berhenti berlari karena memiliki keluarga. Bai Guan menghela nafas panjang karena ucapan muridnya ini benar.


Seandainya mereka mampu bertahan hidup, belum tentu dengan keluarga murid dan gurunya. Jika hal ini benar-benar terjadi, maka murid dan para guru jelas terpukul mentalnya. Gangguan psikologis tidak baik bagi masa depan.


Tim Phoenix memikirkan perkataan Cao Tian Jun, mereka jelas tidak ingin kehilangan orang tua dan keluarganya. Tim Phoenix dan semua orang melihat Cao Tian Jun.


"Situasi ini tidak terduga! Entah sejak kapan kabut hitam yang mampu mengendalikan manusia dan binatang. Memang kita berkultivasi agar kuat demi melindungi keluarga dan orang-orang yang kita sayangi. Namun, dengan situasi seperti ini, siapapun orangnya tidak akan mengira ...," Bai Guan berhenti berbicara saat Guru Senior Teng Sien dan rombongannya telah tiba.


"Seandainya aku seorang Dewa, sudah pasti akan melindungi semua kehidupan. Untuk bertahan hidup, utamakan diri sendiri. Jika bertahan hidup, kita bisa melindungi keluarga. Seandainya kita menjadi korban, siapa yang akan melindungi mereka. Bertahan hidup demi kelangsungan hidup!" lanjutnya agar semua murid dan gurunya mengerti akan situasinya saat ini.


Guru Senior Teng Sien dan rombongannya terengah-engah karena berlarian tanpa henti dengan jarak yang jauh. Mereka melihat ke belakang yang mana kabut hitam dengan cepat mendekat.


Semua orang jelas terkejut mendengar berita ini, sebab tidak menyangka dua kerajaan itu yang sangat kuat mampu dikalahkan. Cao Tian Jun juga terkejut, pasalnya dia baru berada di tempat pertempuran itu dan mereka masih mampu menahan serangan Pasukan Kegelapan.


Yang tidak diketahui oleh Cao Tian Jun, gara-gara dia yang menyerap energi kabut hitam dan dilihat oleh Yan Houcun, Yan Denglong serta Raja Kelelawar, maka mereka mengikuti caranya dengan menyerap kabut hitam.


Awalnya mereka tidak mengalami hal yang buruk, justru dengan menyerap energi kabut hitam kekuatan mereka meningkat. Tindakan mereka diikuti oleh pasukannya, alhasil kekuatan juga meningkat. Namun, setelah meningkatkan kekuatannya, tubuh mereka dikendalikan oleh kabut hitam. Dan, kabut hitam seperti tsunami itu adalah mereka yang telah menjadi bagian dari Pasukan Kegelapan.


"Semuanya, cepat berlindung!" perintah Bai Guan dengan nada tegas saat suara gemuruh angin dari kabut hitam semakin terdengar.


Dengan panik semua orang segera kembali berlarian masuk ke dalam akademi, lalu terus berlari menuju ke Gedung Kepemimpinan.


"Ayo, kamu juga harus berlindung!" ajakan Guru Junior Chu Sying Chun dengan menarik pergelangan tangan kanan dari Cao Tian Jun.


Tim Phoenix tidak segera masuk karena Cao Tian Jun masih diam dengan melihat kabut hitam. Mereka akan selalu mengikuti kemanapun Cao Tian Jun pergi, sebab mereka adalah bagian dari keluarganya.


"Melindungi kehidupan tidak harus menjadi seorang Dewa, manusia biasa juga bisa melakukannya, walaupun harus mengorbankan diri sendiri. Guru, dan kalian kekasihku, percayalah! Lihatlah, aku bisa mengatasi kabut hitam itu!" ucap Cao Tian Jun dengan kepercayaan diri yang tinggi.


Setelah berbicara, dia mengeluarkan enam bayangan agar tidak dicegah oleh kekasihnya dan juga gurunya. Sontak tindakannya membuat Tim Phoenix dan para guru kaget, dan sekaligus sangat khawatir.

__ADS_1


Ketika mengalahkan Pasukan Kegelapan, kapasitas kabut hitam tidak sebesar saat ini. Tetapi kali ini kapasitasnya berkali-kali lipat dari sebelumnya. Hal inilah yang dikhawatirkan oleh Bai Guan, Tim Phoenix dan semua guru, mereka khawatir jika Cao Tian Jun dikendalikan oleh kabut hitam.


Mereka kebingungan melihat yang mana tubuh asli dari Cao Tian Jun. Namun, mereka syok melihat Cao Tian Jun sudah berada di depan gulungan tsunami kabut hitam.


"Cao Tian Jun...!!" panggilan Chu Sying dengan suara yang sangat keras, ia tidak ingin kekasihnya ini mengalami hal yang buruk.


"Bocah ini?!" kegeraman Bai Guan karena Cao Tian Jun sangat keras kepala.


Mereka melihat Cao Tian Jun merentangkan kedua tangannya ke kiri dan kanan, seakan-akan siap tergulung tsunami kabut hitam. Lalu mereka mendengar suaranya.


"Aku lawanmu!"


Tantangannya membuat gulungan tsunami kabut hitam yang luas itu menuju ke arahnya. Kabut hitam itu tiba-tiba berubah menjadi puluhan ribu kuda hitam. Mereka melesat ke arah Cao Tian Jun dengan sangat cepat.


Melihat itu, Cao Tian Jun merasakan hembusan angin kencang tetapi tidak sedikitpun membuatnya takut. Sebaliknya dengan Tim Phoenix dan semua guru, mereka jelas tercengang dan ketakutan.


"Kitab Delapan Hukum Jiwa, aktif!" gumam Cao Tian Jun saat kabut hitam yang berubah bentuk itu sangat dekat dengannya.


Gemuruh angin semakin kencang ketika menerjang tubuh Cao Tian Jun, kabut hitam itu menutupinya sehingga hilang dari pandangan mata semua orang yang melihatnya.


Seluruh pori-pori tubuh Cao Tian Jun dengan rakus menyerap energi kabut hitam. Namun kali ini, secara perlahan Cao Tian Jun merasakan organ dalam tubuhnya seperti tersayat pisau, perih dan sakit rasanya. Tetapi masih mampu menahan rasa sakitnya ini.


"Penguasa, kabut hitam kali ini sangat besar, kami tidak bisa menyerapnya secara langsung!" ungkap Crown Stone dengan tergesa-gesa karena kewalahan.


"Ohh tidak...!" gumam Cao Tian Jun yang terkejut. Pantas saja dia merasa organ dalam tubuhnya kesakitan.


Dengan panik, dia segera menonaktifkan Kitab Delapan Hukum Jiwa agar tidak lagi menyerap kabut hitam. Sayangnya, dia terlambat. Kabut hitam dengan brutal memasuki pori-pori tubuhnya.


"Apa yang harus aku lakukan, kabut hitam ini masih memasuki tubuhku?" tanya Cao Tian Jun kepada Batu Keabadian.


"Kami akan berusaha untuk melindungi jiwa Anda! Untuk saat ini, satu-satunya jalan membiarkan kabut hitam ini mengendalikan tubuh Anda untuk sesaat!" jawab Crown Stone dengan segera, mereka tahu kekhwatiran Cao Tian Jun.


"Arghh...!!"


Setelah Crown Stone menjawab, Cao Tian Jun berteriak kesakitan karena dantian-nya seperti akan meledak karena tidak mampu menampung energi kabut hitam. Teriakannya yang keras dengan jelas didengar oleh semua orang, mereka semakin khawatir.


Mereka ingin membantu Cao Tian Jun, tetapi apalah daya karena tidak mungkin bisa. Tim Phoenix meneteskan air mata karena tidak sanggup mendengar suara kesakitan kekasihnya. Bai Guan, Chu Xing-fu dan para guru mencegah Tim Phoenix yang akan menyusul Cao Tian Jun.


Kabut hitam itu membentuk gumpalan raksasa yang menyelimuti tubuh Cao Tian Jun. Setelah itu, semua orang tercengang melihat kabut hitam itu membentuk tubuh raksasa yang menyerupai Cao Tian Jun.

__ADS_1


__ADS_2