8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Terfokus Kepada Tian Jun.


__ADS_3

Bab 188. Terfokus Kepada Tian Jun.


Bersama dengan Tian Jun, Patriark Fang lebih nyaman saat berdiskusi tentang pergerakan musuh.


Rasa nyaman itu muncul karena melihat menantunya memiliki Dragon Spaceship dan banyak boneka wayang. Walaupun jumlahnya tidak sebanyak prajurit pihak lawan, tapi sangat membantu dalam memerangi lawannya.


"Menantu, apakah ada rencana untuk melawan mereka?" tanya Patriark Fang sambil melihat Tian Jun yang sedang mengalirkan energi spiritual pada boneka wayang.


"Berapa banyak jumlah pejuang di pihak kita?" tanya balik Tian Jun.


"Total ini termasuk para petinggi, guru, murid, prajurit dan kultivator bebas, jumlahnya mencapai 463 ribu orang...," Patriark Fang membeberkan semua kekuatan militer Kerajaan Sihir dan Klan Fang.


Jika dibandingkan dengan kekuatan militer pihak lawan yang bergabung, jelas jauh kalah jumlah. Dari informasi mata-mata, jumlah keseluruhan pihak lawan yang menuju ke Kerajaan Ming lebih dari 3 juta orang.


Sedangkan di pihak Kerajaan Ming, kemungkinan besar tidak memiliki banyak kekuatan militer karena baru berperang dengan Zong Lin. Perkiraan, jumlah kekuatan militernya kurang dari 25 ribu prajurit, itu sudah termasuk kultivator bebas.


Tian Jun menghela nafas berat karena pihaknya kalah dalam jumlah. Dengan dukungan dari Dragon Spaceship dan semua boneka wayangnya, belum tentu bisa memenangkan peperangan ini. Apalagi pihak lawan didukung oleh Pendekar Pedang dan para pemburu kepalanya.


"Selain jalur tebing Lembah Ular, apakah ada jalan lain?" tanya Tian Jun setelah Patriark Fang selesai berbicara.


"Ada, tapi tidak mungkin bisa dilalui oleh Pasukan Kegelapan. Jurang Neraka di perbatasan Kerajaan Li dan Kerajaan Ming...," jawab Patriark Fang dan menceritakan sejarah Benua Tengah dengan antusias.


Jurang Neraka memiliki kedalaman yang tidak diketahui oleh siapapun, lokasinya berada di bagian barat dari Kerajaan Ming. Jurang itu membentang sepanjang perbatasan dua negara, tembus ke Laut Besar bagian selatan dan jalur Lembah Ular.


Pintu masuknya berada di bawah jalur Lembah Ular yang berbentuk terowongan, jalur terowongan itu menjorok ke bawah, dan sepanjang jalurnya dipenuhi dengan gulma beracun yang mematikan.


Konon katanya, dulu Jurang Neraka tidak ada, dan kemunculannya dikarenakan Seven Calamities of Annihilation (Tujuh Bencana Pemusnahan) puluhan ribu tahun lalu. Bahkan geografis alam Benua Tengah dulu tidak seperti ini, tidak ada Lembah Ular yang berbentuk lingkaran.


Diberi nama Jurang Neraka karena banyak kultivator yang masuk tidak pernah kembali, lalu sering terdengar suara hembusan angin seperti teriakan orang kesakitan.


Rumor mengatakan, bahwa Jurang Neraka itu adalah bentuk lain dari pemakaman kuno. Karena rumor itu, banyak kultivator yang memasukinya.


Namun, bukan berarti tidak ada orang yang kembali hidup-hidup. Ada dua pasangan yang masuk dan kembali dengan selamat, justru kembali dengan membawa seorang wanita. Ketiga orang itu adalah kakek, nenek dan ibu dari Tian Sun.


"Kedua buyut dan nenekmu adalah orang yang hebat bisa keluar dari Jurang Neraka dengan keadaan sehat," kata Xia Junsu yang menambahkan cerita Patriark Fang.


"Benar. Saya sangat mengagumi mereka hingga saat ini...!" imbuh Patriark Fang yang tidak melanjutkan ucapannya karena tidak ingin menantunya teringat masa kelam Klan Tian yang dimusnahkan oleh Kaisar Xia.


Memiliki keluarga yang hebat, jelas Tian Jun bangga lalu dia berkata dengan semangat, "aku pasti akan menjelajahi Jurang Neraka!"


"Tidak boleh!" serempak Tim Phoenix dan Xia Junsu melarang Tian Jun.


Seketika rasa bangganya luntur karena tidak diizinkan oleh kekasihnya. Tian Jun tersenyum kecut dan tidak berani menatap kedua mata ibunya dan Tim Phoenix.


Agar tidak terintimidasi oleh Tim Phoenix, Tian Jun mengalihkan pembicaraan, melanjutkan pembahasan semula, "jalur tebing dan Lembah Ular adalah jalan satu-satunya, kan?"


"Benar. Walaupun hanya itu jalan ke tempat ini, sulit untuk membendung serangan mereka. Apakah ada rencana?" jawab Patriark Fang dengan segera agar menantunya tidak diintimidasi oleh putrinya dan Tim Phoenix.


"Kita hancur infrastruktur penting Kerajaan Li, Kerajaan Niao dan Kekaisaran Yao sebagai pengalihan. Jika pasukan mereka terbagi, kita bisa fokus untuk menahan gelombang serangan mereka di Jembatan Ming Yao!" rencana Tian Jun.


"Ide yang bagus! Dengan adanya Dragon Spaceship yang memiliki kecepatan tinggi, untuk merusak infrastruktur di tiga tempat akan lebih cepat dan mudah. Dengan begitu, fokus lawan menjadi terbagi. Sudah pasti Raja Li, Raja Niao dan Kaisar Yao akan kembali dengan membawa separuh pasukannya!" pujian Patriark Fang dan memerinci rencana menantunya.


"Kapan dilaksanakan?" Imbuhnya dengan bertanya.


"Malam ini!" jawab Tian Jun dan melihat Tim Phoenix, "persiapkan diri untuk nanti malam!" tutupnya, dan di anggukan oleh Tim Phoenix yang sudah pasti akan berpartisipasi.


"Jika begitu, aku akan persiapkan orang pilihan! Saya pergi dulu!" pamit Patriark Fang dengan semangat dan segera keluar dari hanggar Dragon Spaceship.


Setelah tidak ada orang di hanggar, kecuali Matriark Fang, Tian Jun berkata kepada Tim Phoenix, "aku butuh suplai Energi Yin!"


Karena memberikan energi spiritual dan Kekuatan Jiwa kepada tiga boneka wayang, dia kelelahan karena energinya hampir terkuras. Tim Phoenix menghela nafas berat karena tidak sanggup melayani Tian Jun terlalu sering, Energi Yang saja masih melimpah di rahimnya dan akan diisi lagi.


Jika terus-terusan diisi dengan Energi Yang, dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap kesehatan dan juga menghambat perkembangan basis kultivasinya.


Apalagi Tim Phoenix tidak memiliki Kitab Kultivasi Ganda untuk membantu proses penyerapan Energi Yang. Jika mereka memiliki Kitab Kultivasi Ganda, sudah pasti kekuatannya meningkat dratis dan tidak mungkin tertinggal jauh dari Tian Jun.


Oleh karena permasalahan kekasihnya ini, Tian Jun akan memberikan Kitab Pelangi Surga yang bisa membantu Tim Phoenix dalam menyerap Energi Yang. Walaupun kitab ini tidak sehebat Kitab Kultivasi Ganda, setidaknya masih sangat membantu.


Matriark Fang yang paham dengan ucapan menantunya, seketika pipinya menjadi memerah. Dia membayangkan kejadian semalam, dan juga putrinya saat melayani Tian Jun yang ganas di ranjang.


Xia Junsu memahami kendala yang dihadapi oleh Tim Phoenix, dia juga pernah mengalaminya walaupun hanya sekali. Bahkan karena mendapatkan Energi Yang waktu itu, kekuatannya meningkat dratis, apalagi ditambah dengan Esensi Naga Bumi.


"Banyak wanita muda dan dewasa yang kamu selamatkan. Karena mereka tidak lagi memiliki ayah dan suami, mereka siap untuk mengikutimu. Apapun perintahmu akan dipatuhi sebagai bentuk rasa terima kasihnya karena telah diselamatkan...," kata Xia Junsu


Dia memiliki ide gila, yaitu menjadikan mereka sebagai bantuan dalam menyuplai kebutuhan Tian Jun. Walaupun belum dikatakan secara langsung, Tim Phoenix dan Tian Jun sudah menebak arah pembicaraannya.


"Tidak. Aku masih mampu!" tolak Fang Yin dengan tegas, dia tidak mau berbagi kasih dengan wanita lain, dengan Tim Phoenix saat ini saja sudah membuatnya merasa kurang diperhatikan oleh Tian Jun.


"Saya juga masih sanggup!" dukungan Chu Sying yang memiliki pemikiran sama dengan Fang Yin.


Satu per satu Tim Phoenix menolak ide gila dari Xia Junsu. Matriark Fang menjadi bingung dengan penolakan Tim Phoenix, ia belum mengetahui jika Tian Jun telah menyelamatkan banyak anak-anak dan wanita korban kekejaman Leluhur Yao dan Niao Wushi.


"Kalian salah paham...! Aku tahu perasaan kalian karena kita sama-sama wanita. Siapa sih wanita yang mau berbagi kasih? Tentu tidak ada yang mau! Dan juga, apakah kalian masih mampu terus-menerus memberikan Energi Yin? Lihat situasinya dulu, Tian Jun membutuhkan Energi Yin juga tidak setiap hari. Khusus untuk situasi saat ini, tolong dipikirkan lagi!" penjelasan Xia Junsu.

__ADS_1


Sebagai seorang ibu dan kekasih, Xia Junsu memahami kebutuhan Tian Jun, dan apapun sudah pasti akan dilakukannnya. Jika Tim Phoenix tidak mampu memenuhi kebutuhan Tian Jun, dia bisa mencari solusi lain, dan saat ini dia tidak kekurangan wanita untuk membantu Tian Jun.


"Kita bicarakan hal ini di tempat biasa!" sela Tian Jun sebelum suasana menjadi tidak menyenangkan.


Tim Phoenix melihat Matriark Fang karena bukan bagian dari Tim Phoenix, jelas tidak tahu rahasia terbesar yang dimiliki oleh Tian Jun, rahasia itu adalah Dunia Jiwa.


Karena tatapan mata dari Tim Phoenix yang mengandung makna, Matriark Fang tahu diri, dia tanpa banyak bicara segera berjalan keluar.


Karena tidak nyaman dengan reaksi dari ibunya, Fang Yin melihat Tian Jun, dia berkata, "Ibuku bisa dipercayai!"


Tian Jun mengangguk sebagai jawaban. Buru-buru Fang Yin mengejar ibunya dengan hati gembira. Ia ingin tahu reaksi ibunya saat tahu Dunia Jiwa milik kekasihnya.


"Kapan kamu memberikan Kitab Pelangi Surga dan Kitab Tujuh Lapis Langit?" tanya Xia Junsu yang ingin mencairkan suasana hati Tim Phoenix.


"Sebentar lagi!" jawab Tian Jun singkat.


Seketika suasana hati Tim Phoenix berubah saat mendengar perkataan Xia Junsu. Sambil menunggu Fang Yin dan Matriark Yin, Tian Jun menjelaskan tentang Kitab Pelangi Surga yang bisa membantu menyerap energi jenis apapun, termasuk Energi Yang. Kecepatan penyerapannya lebih kuat dari teknik kultivasi yang digunakan oleh Tim Phoenix, 5 kali lipat.


Setelah penjelasan singkat, Fang Yin datang bersama dengan ibunya. Lalu, Tian Jun segera membawa semua wanita masuk ke dalam Dunia Jiwanya, termasuk membawa semua boneka wayangnya.


Sedangkan untuk Miao Miao, Dìyù Nuan, Meishin dan Lanying, mereka dimasukkan ke dalam cincin dimensi untuk menyiapkan makanan bagi para korban yang diselamatkan. Miao Miao dan Dìyù Nuan membawa banyak sayuran, beras dan daging yang berasal dari dalam Dunia Jiwa.


Seperti yang sudah-sudah, Matriark Fang melihat Dunia Jiwa yang sangat kaya akan sumber daya alamnya, jelas syok, bahkan hampir saja pingsan jika tidak ditenangkan oleh Fang Yin.


Kemudian, Xia Junsu dan Tim Phoenix membicarakan kebutuhan Tian Jun akan Energi Yin. Sedangkan Tian Jun, dia tidak ikut berdiskusi, melainkan memodifikasi binatang boneka wayang milik Niao Wushi.


Karena binatang boneka wayang tidak perlu memulai dari awal, dia tidak banyak mengeluarkan energinya. Dia meningkatkan kualitas boneka wayang dari tingkat Saint ke tingkat Peri Benua tahap puncak.


Walaupun hanya memodifikasi boneka wayang, tetap saja membutuhkan waktu. Tetapi, masalah waktu tidak menjadi kendala jika berada di dalam Dunia Jiwanya. Waktu di dunia luar lebih lambat daripada di Dunia Jiwa. Sedangkan di dalam cincin dimensi, waktu tetap sama seperti di dunia luar.


Setelah Tim Phoenix dan Xia Junsu berdiskusi, memutuskan beberapa poin penting bagi Tian Jun dan tugas Tim Phoenix yang berbeda-beda fungsi. Salah satunya adalah pembatasan Tian Jun memiliki jumlah istri.


Saat ini yang diketahui oleh Tim Phoenix, Tian Jun sudah memiliki 24 pasangan Dao berkultivasi ganda, dan batasnya sampai 30 istri. Hasil diskusi itu juga membuat jadwal berkultivasi ganda bagi Tim Phoenix.


Tim Phoenix segera memberitahukan hasil diskusinya kepada Tian Jun yang sibuk memodifikasi boneka wayang. Walaupun sibuk, dia masih menyempatkan diri untuk mendengarkan hasil diskusi tanpa menghentikan pekerjaannya.


Setelah itu, Tian Jun memberikan salinan Kitab Tujuh Lapis Langit dan Kitab Pelangi Surga kepada Tim Phoenix agar segera dipelajari. Tim Phoenix jelas senang, tetapi ditahan karena melihat wajah Tian Jun yang pucat karena kehabisan dua energi.


Dengan segera, Tim Phoenix minta untuk dimasukkan ke dalam cincin dimensi, tujuan mereka memilih wanita yang akan dijadikan sebagai prajurit khusus dan juga untuk memenuhi kebutuhan Tian Jun akan Energi Yin. Dan, Tian Jun segera memindahkan Tim Phoenix ke dalam cincin dimensinya.


"Istirahat dulu, jangan paksakan diri!" pinta Xia Junsu dengan nada lembut. Dia segera menarik paksa pergelangan tangan Tian Jun.


Tian Jun tersenyum melihat ibunya yang siap untuk sementara menggantikan Tim Phoenix dalam memenuhi kebutuhannya.


"Apa perlu nyawaku berikan!" sahut Xia Junsu dengan nada ketus sambil menarik tangan Tian Jun menuju ke kamar pribadinya.


Tian Jun segera memeluk Xia Junsu, lalu berkata, "lebih baik aku yang mati!"


Sebelum Tian Jun berbicara lagi, Xia Junsu mencium bibirnya dan disambut dengan hangat...


...****************...


Di Kerajaan Long.


Dua Putra Mahkota Kerajaan Niao yang membawa 20 ribu prajurit dan 200 ribu Pasukan Kegelapan. Mereka memblokir perbatasan dua negara, yaitu Hutan Bambu Kuning.


Dua pangeran itu tidak segera menyerang Kerajaan Long, sebab hanya ditugaskan untuk mengintimidasi rakyat, dan akan menyerang setelah Raja Niao ayahnya menguasai Kerajaan Ming.


Namun, muncul seorang wanita cantik yang kecantikannya melebihi Ratu Shima. Kecantikannya membuat dua pangeran itu terpesona, bahkan bertengkar sesama saudara untuk mendekati wanita itu.


Wanita itu adalah Long Yung dan telah menyatu dengan Guru Lao. Dan mengganti namanya menjadi Lao Yung. Lao Yung tidak sendirian, ia bersama dengan Selir Sha yang saat itu memutuskan untuk mendampingi guru dan putrinya.


"Jika kalian menginginkan diriku, bunuh dulu Cao Tian Jun dan semua wanitanya. Siapapun orang yang berhasil membunuhnya, aku bersedia menjadi istri!"


Lao Yung menggunakan kecantikan untuk mengendalikan semua pria di dunia ini. Ucapannya memicu reaksi kaum pria yang kebanyakan adalah prajurit, termasuk kedua pangeran Kerajaan Niao.


"Aku pegang ucapanmu!" ujar Pangeran Niao Yimin dengan tegas.


Dia adalah anak pertama dari Raja Niao, usianya 27 tahun. Adiknya bernama Niao Qi, usianya lebih muda 2 tahun. Karena mereka memiliki garis darah campuran dari Ras Angsa (Niao) dan manusia, penampilan mereka termasuk tampan.


"Aku di sini saja menemani Dewi Lao," kata Pangeran Qi yang tidak ingin jauh dari Lao Yung, dia memberikan sebutan Dewi karena memang sangat cantik.


"Enak saja! Kamu juga harus berpartisipasi membunuh pria itu?!" pekik Pangeran Yimin yang tidak ingin adiknya seenaknya sendiri.


"Hei, ingat tugas kita ada di sini?" balasan Pangeran Qi yang tidak mau diatur-atur.


"Bodoh! Dewi Lao dengan mudah mengalahkan pasukan kita. Lebih baik mengikuti keinginan Dewi kita, bodoh!" alasan Pangeran Yimin.


Dengan berat hati, Pangeran Qi mengikuti kakaknya. Mereka segera membawa semua prajuritnya menyusul Raja Niao...


"Pria-pria bodoh!" ejekan Lao Yung yang suaranya terdengar dua orang berbicara, dia dan Selir Sha melihat kepergian mereka.


"Guru, apa langkah selanjutnya?" tanya Selir Sha yang ditujukan kepada Guru Lao.

__ADS_1


"Melihat kekacauan yang akan segera terjadi. Kita tinggal menunggu waktu dan memanfaatkan situasi!" jawab Guru Lao.


"Guru, aku ingin menyiksa Cao Tian Jun terlebih dahulu sebelum membunuhnya!" pinta Long Yung yang terdengar di benak Guru Lao.


Guru Lao tidak segera menjawab, sebab dirinya memikirkan musuh terberat, yaitu Ratu Ular Surgawi. Dia bisa saja dengan mudah membunuh Tian Jun, tetapi setelah itu dia harus berurusan dengan Ratu Ular Surgawi. Oleh karena itu, dia menggunakan kecantikan untuk memerintah semua pria agar membunuh Tian Jun.


"Kita lihat situasinya nanti!" jawab Guru Lao yang hanya bisa didengar oleh Long Yung karena menjadi satu tubuh.


"Ayo, kita lihat mereka!" ajakan Guru Lao yang ingin melihat situasi di Kerajaan Sihir, dia juga ingin Kerajaan Sihir menjadi kacau.


Dia memegang tangan Selir Sha, lalu menghilang. Hutan Bambu Kuning menjadi hening setelah kepergian Pasukan Kegelapan.


Jauh di belakang tempat terakhir Selir Sha dan Lao Yung berdiri. Raja Long dan beberapa orang penting terpesona dengan kecantikan Lao Yung. Mereka mendengar ucapan Lao Yung yang membuat sayembara.


"Ayo, kita berpartisipasi untuk membunuh Kepala Emas (Tian Jun)!" ajakan Raja Long dan di anggukan kepala oleh bawahannya.


Oleh Raja Long dan pejabat istana, Tian Jun dijuluki sebagai Kepala Emas, sebab kepalanya sangatlah berharga dan juga kaya raya setelah menjarah Mystical Beast Mountain. Selain itu, Stempel Giok Maharaja juga diincar oleh Raja Long.


Raja Long segera kembali ke istana untuk mempersiapkan pasukan terbaik dalam membunuh Tian Jun. Saat ini, situasi Tian Jun telah tersudut karena banyak orang di Benua Tengah memburunya.


...****************...


Pasangan Dao Tian Jun;



Ratu Ular Surgawi / Ratu Shima.


Xia Junsu.


Yan Yan.


Fang Yin.


Chu Sying.


Chu Sying Chun.


Xue Yue.


Xiao Yu.


Mu Bingyun.


Zhou Qinglin.


Li Jiancheng.


Wang Mei.


Ao Zhen Juan.


14 Juan Zhen.


15 Yi Panyun.


Yin Meili.


Yin Jiazhen.


Yin Cang.


Yin Fen.


20 Yin Yenih.


Xue Li Xia.


Matriark Yin An.


Miao Miao.


Dìyu Nuan.






__ADS_1


__ADS_2