8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Wang Liang Vs Wang Wen.


__ADS_3

Bab 134. Wang Liang Vs Wang Wen.


Cao Tian Jun memang sudah melihat keberadaan Suka Es yang menutupi diri dari dunia luar, tetapi dia tidak tahu sejarah tentang Suku Es. Dan masih banyak hal-hal di Benua Timur yang belum diketahuinya, sebab semasa kecilnya selalu berada di Lembah Naga Hitam.


Gurunya hanya memberikan pengetahuan yang dibutuhkannya dan tidak pernah sekalipun bercerita tentang dunia luar. Wajar jika Cao Tian Jun begitu polos, di saat keluar dari Lembah Naga Hitam, dia selalu ingin memiliki apapun yang dilihatnya, yang menarik hati, dan membuatnya puas. Dia seperti burung yang semenjak menetas berada di kurungan, setelah dilepaskan menjadi liar dengan rasa keingintahuannya.


Xue Li Xia yang ingin mengikutinya, jelas membuat Cao Tian Jun senang, tetapi juga membuatnya berpikir sejenak. Jika wanita itu terus mengikutinya tanpa adanya hubungan yang jelas, dia khawatir rahasianya diketahui.


"Bukankah tujuan awal kita hanya bertransaksi? Aku sudah membawa banyak pil dari tingkat Disciple hingga tingkat Grandmaster tahap puncak. Kita transaksi di sini saja tanpa kamu perlu mengikutiku," kata Cao Tian Jun yang tidak ingin Xue Li Xia mengikutinya.


Xue Li Xia semakin kagum dihatinya karena dugaannya benar jika Cao Tian Jun bukan seorang ahli Alkemis tingkat Beginner. Dia paham dengan perkataannya. Tetapi ia berpura-pura terkejut dengan ucapannya.


"Aku tidak membawa banyak koin emas. Aku kira kamu akan menjual pil tingkat Beginner lagi...!" alasan Xue Li Xia.


Sebelum Cao Tian Jun berbicara, dia melanjutkan ucapannya, "aku akan bantu kamu menyelesaikan masalahmu. Dengan begitu semua urusanmu cepat terselesaikan. Setelah selesai, kita sama-sama menemui keluargaku!"


Cao Tian Jun melihat Xue Li Xia mendekatinya. Setiap langkah kakinya mengeluarkan elemen es yang membekukan rerumputan. Xue Li Xia menepuk-nepuk bahu Cao Tian Jun yang seakan-akan membersihkan kotoran.


Namun yang tidak diketahui oleh Cao Tian Jun, Xue Li Xia memberikan tanda di tubuhnya agar mudah dilacak.


"Bagaimana?" tanyanya kepada Cao Tian Jun yang diam saja.


"Siapapun orangnya yang ingin mengikutiku, dia harus menjadi bagian dari keluargaku. Apakah kamu mau menjadi pasangan Dao?" jawab Cao Tian Jun.


Xue Li Xia jelas terkejut karena tidak menyangka Cao Tian Jun akan bertanya hal seperti ini. Dia jelas kebingungan harus menjawab apa. Dihatinya memang kagum, tetapi tidak lebih dari itu.


Dia sedikit menjauhinya, memperhatikan Cao Tian Jun dari ujung rambut hingga ujung kaki. Memang tampan, tinggi besar dan kekar, memiliki kemampuan yang mumpuni.


"Memang layak menjadi kekasihku!" batin Xue Li Xia, tetapi karena aturan ketat di Suku Es yang melarang pernikahan di luar ras, maka membuatnya berpikir.


"Kita baru berkenalan, bagaimana bisa tiba-tiba menjadi pasangan Dao? Rasa cinta itu butuh proses untuk menyelami hati masing-masing...," ucap Xue Li Xia yang panjang lebar sambil berjalan memutari tubuh Cao Tian Jun.


Cao Tian Jun sampai dibuat tidak betah mendengar ocehan mengenai perasaan, hal yang sangat menjenuhkan baginya. Dia membelai lembut kepala Serigala Salju sambil berpura-pura mendengar ocehannya.


"Apakah Tuanmu cerewet seperti ini?" tanya Cao Tian Jun kepada Serigala Salju dengan komunikasi telepati.


"Iya, jika bersama dengan orang yang menarik hatinya. Dia jaim!" jawab Serigala Salju.


"Ada aturan di Suku Es, yang mana semua anggotanya dilarang menikah dengan orang lain. Alasannya sangat kuno, demi menjaga kemurnian garis darah!" lanjutnya.


"Suku Es yang berada di daratan bersalju?" tanya Cao Tian Jun.


"Benar! Tuan, bisakah saya mengikuti Anda?" jawab Serigala Salju dan balik bertanya, dia berharap Cao Tian Jun menggantikan posisi Xue Li Xia sebagai tuannya, keinginannya ini karena Pil Sky Soul Qi.

__ADS_1


"Bagaimana dengannya?" Cao Tian Jun tidak ingin membuat masalah baru jika Serigala Salju mengikutinya.


"Itu hal mudah! Aturan Suku Es bisa dilanggar manakala anggotanya telah bersetubuh dengan orang lain!" jawab Serigala Salju yang asal.


Serigala Salju tidak mengatakan konsekuensinya, yang mana siapapun yang melanggar aturan akan diusir, dan tidak lagi diakui sebagai salah satu anggota mereka. Tetapi, situasi seperti ini jarang terjadi dikarenakan jarangnya pihak luar yang memiliki elemen es.


Ketika anggota Suku Es menjalin hubungan dengan pihak luar, syarat harus memiliki elemen es. Jika tidak, maka saat berhubungan intim akan membuat pihak luar membeku, dan seketika mati karena dampak dari energi Yin dari elemen es.


Salah satu pihak luar yang menyebabkan salah satu anggota Suku Es melanggar adalah keluarga besar dari Xue Yue, kekasihnya Cao Tian Jun. Karena telah melanggar aturan, maka kemampuan anggota yang melanggar dihilangkan, dan tidak lagi memiliki elemen es. Mau tidak mau, pihak luar juga mendapatkan konsekuensi yang sama, dan juga harus membayar kompensasi yang sangat besar.


"Siapa yang mau berhubungan intim dengannya jika cerewetnya minta ampun!" gerutu Cao Tian Jun yang tidak ingin berhubungan lebih jauh dengan Xue Li Xia yang belum berhenti berbicara.


"Tuan, bagi kami Ras Binatang, jika mendapatkan wanita cerewet, itu adalah anugerah, itu tandanya pasangan yang mampu menjaga buah hati dan menyenangkan suami," kata Serigala Salju.


Plak...


Cao Tian Jun menampar kepala Serigala Salju, dia tidak senang disamakan dengan binatang. Seketika Xue Li Xia berhenti berbicara, dia keheranan karena Serigala Salju tidak marah, malahan mengusap lengan Cao Tian Jun dengan kepalanya.


"Kenapa kamu pukul?" selidik Xue Li Xia sambil mengelus kepala Serigala Salju.


"Itu tandanya sayang!" alasan Cao Tian Jun yang ingin rasanya memukuli Serigala Salju yang tertawa, tawanya hanya bisa didengar di telinganya.


"Itu syaratnya jika kamu mau mengikutiku!" imbuhnya.


"Baiklah, kita transaksi di sini," kata Xue Li Xia.


Cao Tian Jun tersenyum, lalu mengeluarkan banyak botol giok berisi Pil Kultivasi, Pemulih Energi Spiritual, semuanya berada di tingkat Disciple hingga Master, mulai dari tahap rendah hingga puncak. Dia tidak mengeluarkan lebih dari tingkat itu karena menyesuaikan dana yang dimiliki oleh Xue Li Xia.


Seperti sebelumnya, Xue Li Xia mengeluarkan alat untuk memeriksa kualitas pil. Dia dengan semangat memeriksanya satu per satu. Sedangkan Cao Tian Jun, dia mengobrol dengan Serigala Salju, dia banyak bertanya mengenai Suku Es.


Cao Tian Jun terkejut, sebab pemimpin Suku Es memiliki kekuatan di atas tingkat Almighty God. Lagi-lagi di Benua Timur bersembunyi banyak orang kuat melebihinya.


Setelah dua batang dupa berlalu, akhirnya Xue Li Xia selesai memeriksa semua kualitas pil. Dia mengeluarkan kantong spasial yang berisi jutaan koin emas, lalu memberikannya kepada Cao Tian Jun.


"Kualitas pil sangat luas biasa! Tebakanku, Anda berada di tingkat Fairy Continent, bukan?" ucap Xue Li Xia yang mengejutkan Cao Tian Jun.


Secara spontan Cao Tian Jun menjawab, "bukan!"


Xue Li Xia tertawa mendengar jawabannya, tawanya membuat bunga yang kedinginan menjadi bermekaran.


"Setelah urusanku selesai, aku akan datang ke Snow Field." Setelah berbicara, dia terbang ke arah barat.


Xue Li Xia menatap kepergiannya, dia menyunggingkan senyum hangat. Dia semakin kagum kepada Cao Tian Jun yang mampu menahan hawa dingin yang sengaja dikeluarkannya. Tebakannya benar, yang mana pria itu memiliki banyak kemampuan, terutama yang menjadi fokusnya adalah elemen es yang dimiliki oleh Cao Tian Jun.

__ADS_1


"Seandainya tidak ada aturan klasik ...!" gumamnya.


"Ayo, kita kembali!" Xue Li Xia segera naik ke atas panggung Serigala Salju yang enggan kembali karena ingin menyusul Cao Tian Jun


Dengan terpaksa, Serigala Salju menuruti perintah Xue Li Xia...


Setelah jauh dari tempat Xue Li Xia, Cao Tian Jun berteleportasi dan muncul di dalam kamarnya yang disediakan oleh keluarga Patriark Wang Liang. Dia segera masuk ke dalam Cincin Dimensinya, lalu menghentikan semua kekasihnya yang masih berkultivasi, sebab hari akan menjelang siang, waktunya untuk melihat pertarungan antara Wang Liang dan Wang Wen.


"Aku telah naik 2 level," kata Chu Sying sambil memeluk Cao Tian Jun.


"Apakah masih perih?" bisik Cao Tian Jun.


Chu Sying tersipu malu sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Cao Tian Jun, ia tahu kekasihnya ini ingin dilayani. Dia mengangguk sebagai jawaban jika masih merasakan perih di organ kewanitaannya.


Cao Tian Jun dan kekasihnya keluar dari dalam Cincin Dimensi, lalu bergegas menuju ke ruang pertemuan keluarga. Di sana, telah berkumpul banyak orang, termasuk Patriark Wang Liang dan Jie Liangyi.


Jie Liangyi memalingkan wajahnya karena tidak ingin melihat Cao Tian Jun, walaupun hatinya mengkhianatinya, dia masih terbayang dengan kejadian semalaman.


"Ayo, kita ke arena!" ajak Patriark Wang Liang dengan semangat, dia telah naik 2 level berkat bantuan dari Cao Tian Jun yang memberikan Pil Kultivasi tingkat Peri Benua.


Pertarungan antara dua orang terpandang di Klan Wang menarik perhatian banyak orang. Sudah banyak orang yang berkumpul di arena pertandingan. Ketua Wang Wen datang bersamaan dengan Patriark Wang Liang.


Para tetua juga telah tiba, ada tiga orang. Salah satu tetua menjadi wasit dalam pertarungan ini. Mereka adalah leluhur Klan Wang yang menjadi panutan anggotanya. Mereka dipanggil dengan sebutan Tetua pertama, kedua dan ketiga


Tanpa basa-basi, kedua orang yang merebutkan kepemimpinan naik ke arena pertandingan, saling berhadapan. Patriark Wang Liang membawa senjata pedang, Ketua Wang Wen menggunakan tombak.


"Pertarungan ini untuk merebut posisi pemimpin Klan Wang. Dilarang menggunakan racun, teknik terlarang tidak diperbolehkan untuk digunakan. Dilarang saling membunuh, jika kalah segera menyerah. Jika sudah siap, silakan bertarung!" Tetua ketiga tidak banyak menyebut aturan pertandingan, sebab aturan ini adalah hal umum.


"Saudara, maaf jika aku mengalahkanmu!" ucap Ketua Wang Wen sambil mengeluarkan aura kekuatan tingkat True God level 3.


Kecuali Cao Tian Jun dan ketiga tetua, semua orang merasakan sesak nafas karena dampak dari aura kekuatan Ketua Wang Wen. Untung saja Cao Tian Jun melindungi kekasihnya dengan Kekuatan Jiwanya sehingga mereka tidak merasakan tekanan kuat.


"Berusahalah!" sahut Patriark Wang Liang, dia mengeluarkan aura kekuatannya yang lebih tinggi 1 level dari Ketua Wang Wen.


Sontak membuat Ketua Wang Wen kaget, dia tidak menyangka kakaknya telah menerobos 2 level dalam semalaman. Padahal, selama ini dia selalu memblokir Infomasi mengenai penjual Pil Kultivasi tingkat Peri Benua, tujuan agar kakaknya tidak meningkatkan kekuatan.


Tetua pertama dan kedua sampel berdiri dari tempat duduknya karena terlalu senang. Dia lebih percaya kepada Wang Liang dalam memimpin Klan Wang daripada Wang Wen, sebab selama kepemimpinannya, Klan Wang berkembang pesat.


Namun, sebagai seorang leluhur, mereka hanya bisa melihat tumbuh kembang keturunan. Mereka akan bertindak manakala situasi Klan Wang tidak bisa dikendalikan.


"Apakah perlu dilanjutkan?" tanya Tetua ketiga kepada Wang Wen.


Ketua Wang Wen tidak menggubris perkataan Tetua ketiga, dia menghunus tombaknya ke arah Patriark Wang Liang...

__ADS_1


__ADS_2