8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Wilayah Sekte Yin.


__ADS_3

Bab 52. Wilayah Sekte Yin.


Keesokan harinya di pagi buta, Cao Tian Jun kembali keluar dari Cincin Dimensi. Dia melihat sekitarnya yang tampak tenang, masih banyak binatang Kera yang tertidur.


"Semoga mereka mendapatkan tanaman Gillyweed!" batin Cao Tian Jun yang penuh harap.


Ketika dirinya akan membangunkan binatang mistik, dia melihat di kejauhan ada bintang jatuh di satu tempat. Melihat bintang jatuh yang tidak wajar, Cao Tian Jun segera bergegas menuju ke tempat jatuhnya bintang.


Dia belum menyadari jika bintang jatuh tersebut memasuki wilayah Sekte Yin, tepatnya berada di tempat terlarang bagi siapa pun. Bintang jatuh itu masuk ke tempat pemakaman leluhur Sekte Yin, dan dikenal dengan sebutan Bukit Makam Leluhur Yin.


Sekte Yin dekat dengan Pegunungan Lima Jari, dan juga berbatasan dengan wilayah Akademi Merpati Putih kelas dua, yang masih dalam cakupan wilayah Kerajaan Lentera. Perbatasan antara Kerajaan Lentera dan Sekte Yin disebut Semenanjung Segitiga, sebab geografis alamnya berbentuk segitiga.


Sesampainya di lokasi bintang jatuh, Cao Tian Jun melihat bukit dengan puncak yang rata, dia melihat banyak dibangun nisan kuno berukuran besar yang berbeda-beda.


"Pasti ada sesuatu yang berharga di makam itu!" dugaan Cao Tian Jun karena adanya bintang jatuh sebagai tanda keberadaan benda berharga.


Cao Tian Jun melihat Bukit Makam Leluhur Yin dilindungi oleh Formasi Array tingkat Prajurit Surgawi tahap rendah, tingkatan yang belum dilampaui olehnya.


Dikarenakan tidak bisa memasuki Formasi Array tingkat tinggi, dia memutuskan untuk menggunakan Teknik Perubahan Wujud yang telah disempurnakan. Dia kembali menjadi angin dan melesat ke arah Formasi Array.


Cao Tian Jun mencari celah-celah yang selalu dimiliki oleh setiap Formasi Array. Namun, setelah pencarian titik terlemah pada Formasi, dia masih belum menemukannya hingga hari menjelang siang.


Dengan perasaan dongkol, dia duduk di bawah pohon dengan wujud aslinya. Keringat membasahi wajahnya yang perlahan diterpa angin dengan lembut.


"Tingkat Prajurit Surgawi tahap rendah memang bukanlah sembarang," kata Cao Tian Jun yang mengakui kehebatan pada Formasi Pelindung di Bukit Makam Leluhur Yin.


Karena kelelahan akibat berlebihan menggunakan Teknik Perubahan Wujud hingga menguras energi, tanpa sadar dia tertidur di bawah pohon yang rindang.


Ketika dia tertidur, datang banyak wanita muda yang berasal dari Sekte Yin. Mereka membawa banyak hidangan dan juga mengenakan pakaian serba berwarna putih.


Di belakang para murid-murid itu, ada banyak wanita yang menjadi penduduk wilayah Sekte Yin, ada anak-anak, wanita tua dan para janda. Hari ini adalah perayaan besar bagi Sekte Yin, perayaan untuk mengenang jasa pendiri Sekte Yin, dan dikenal dengan Perayaan Leluhur Yin.


Tanpa disengaja, salah satu penduduk wanita melihat seorang pria tampan yang sedang tertidur di bawah pohon, wanita itu segera berteriak keras agar semua orang tahu.


"Tangkap pria penyusup itu!" teriakan salah satu ketua wanita kepada murid-muridnya, ia bernama Ketua Yin Bao, Ketua Balai Pekerjaan Umum untuk Sekte Yin.


Segera banyak murid dengan cepat mengepung Cao Tian Jun yang belum sadar jika telah terkepung. Ketika melihat wajah tampan Cao Tian Jun dari dekat, banyak wanita muda terpesona melihatnya.

__ADS_1


"Kau bangun! Memasuki wilayah Sekte Yin adalah pelanggaran berat, dan hukumannya di kebiri!?" bentak Ketua Yin Bao sambil menatap tajam ke arah Cao Tian Jun.


Sontak suara bentakannya membuat Cao Tian Jun buru-buru bangkit dengan sikap waspada, dia terkejut melihat banyak wanita telah mengelilinginya. Lalu dia melihat Ketua Yin Bao yang cantik dengan tubuh menggiurkan.


Ketua Yin Bao memiliki ukuran dada 36B, tinggi badan 170 cm, berkulit putih dengan bibir tebal yang berwarna merah. Rambutnya sepanjang pinggang dengan dua kunciran, penampilan seperti wanita usia 30 tahun, padahal usianya mencapai 175 tahun.


Di sebelah kanan Ketua Yin Bao hadir gadis muda yang lebih cantik dari wanita mana pun, dia adalah Anak Surga yang dipilih oleh Crown Stone, namanya adalah Yin Meili. Usianya 20 tahun, dengan tinggi badan mencapai 173 cm, ukuran dadanya tidak kalah dari Ketua Yin Bao, panjang rambutnya di bawah bahu, alis panjang dan tebal, bibir tipis yang diwarnai merah muda, kulit putih bersih seperti kulit bayi.


Yang perlu diketahui, semua wanita yang menetap di wilayah Sekte Yin, diharuskan mengganti marganya menjadi Yin, tidak terkecuali. Umumnya, yang mau menetap di wilayah Sekte Yin adalah wanita-wanita yang tersakiti, yang diceraikan, ditinggal suami menikah, janda karena ditinggal mati dan lain sebagainya.


Jika ada wanita yang masih suci alias perawan, maka akan menjadi murid Sekte Yin, atau sebagai pekerja. Akan tetapi, setiap wanita yang menetap di wilayah tersebut, dilarang keras meninggalkan Sekte Yin.


Semua wanita yang bergabung dengan Sekte Yin, akan difasilitasi, hidupnya terjamin dan tidak ada namanya diskriminasi, semua diperlakukan secara adil. Tetapi, jika ada pria yang menginginkan wanita dari wilayah Sekte Yin, maka si pria harus memberikan sejumlah besar uang kepada pihak Sekte Yin, biaya itu sebagai pengganti selama perawatan, dan si pria harus berjanji untuk tidak menyakiti hati si wanita.


Jika diketahui si pria menyia-nyiakan wanita dari Sekte Yin, konsekuensinya sangatlah berat, yaitu di kebiri dan bahkan dihukum mati.


"Apakah aku sekarang di surga!" gumam Cao Tian Jun yang senang dikelilingi oleh banyak wanita cantik, dia melihat banyak wanita tua yang masih memancarkan pesona masa mudanya. Namun kedua matanya terfokus pada Yin Meili dan Ketua Yin Bao, karena mereka berdua wanita yang paling cantik.


"Kurang ajar!? Sudah tahu pria dilarang keras memasuki wilayah Sekte Yin ... Kau tampak dengan sengaja mencari masalah?!" Ketua Yin Bao kembali membentak keras, perkataan Cao Tian Jun dianggap tidak pantas.


Walaupun dibentak-bentak, Cao Tian Jun tetap tenang sambil menikmati wajah-wajah cantik yang mengelilinginya. Namun, kedua matanya tertuju pada seberkas sinar yang keluar dari makam.


"Tangkap dia dan kebiri. Lalu penjarakan di Kawah Penyiksaan!" perintah Ketua Yin Bao karena diabaikan oleh Cao Tian Jun.


Segera para murid Sekte Yin dan banyak penduduk wanita yang berkultivasi mendekati Cao Tian Jun. Sedangkan Cao Tian Jun, segera melompat setinggi mungkin.


Sontak perbuatannya membuat semua wanita buru-buru menyerang. Sebelum senjata yang diselimuti energi spiritual mengenainya, Cao Tian Jun terbang dengan kecepatan tinggi untuk mengejar seberkas sinar tersebut.


"Bahaya, dia menargetkan Pagoda Emas!" Yin Meili tampak khawatir karena arah tujuan Cao Tian Jun.


Ketua Yin Bao segera terbang dan disusul oleh Yin Meili, lalu diikuti banyak murid dan penduduk wanita dewasa dan tua. Bahkan anak-anak menggunakan pedang terbang untuk mengejar Cao Tian Jun.


Ketua Yin Bao dengan cepat menyusul Cao Tian Jun, terpaut jauh dari Yin Meili dan yang lainnya. Bisa diketahui jika basis kultivasi Ketua Yin Bao sangatlah tinggi.


Cao Tian Jun terkejut kecepatan bisa diikuti, dia baru sadar jika wanita dewasa dan cantik itu memiliki kekuatan tingkat Deity level 2. Dia segera berubah wujud menjadi angin agar bisa lepas dari kejaran Ketua Yin Bao.


Hilangnya Cao Tian Jun dalam sekejap, membuat Ketua Yin Bao tercengang, ia segera berhenti untuk mencari keberadaan si penyusup. Karena tidak menemukannya, ia segera kembali terbang menuju ke Pagoda Emas sesuai arah tujuan Cao Tian Jun.

__ADS_1


Sambil terbang, Ketua Yin Bao berkomunikasi dengan telepati, ia melapor kepada pemimpin Sekte Yin jika ada pria penyusup. Segera pemimpin Sekte Yin memerintahkan prajurit wanita pilihan menuju ke Pagoda Emas, tempatnya Crown Stone bersemayam, dia juga memerintahkan kepada prajurit wanita untuk memblokir setiap perbatasan wilayah.


Pagoda Emas dengan pusat Sekte Yin berjarak 3 kilometer, tidak terlalu jauh bagi kultivator. Ribuan prajurit wanita terbaik segera bertindak sesuai perintah.


Dengan Mata Surgawi, Cao Tian Jun dengan jelas melihat sinar itu memasuki puncak Pagoda Emas. Sinar itu menyatu dengan Crown Stone. Ketika dia melihat Crown Stone, seketika kepalanya terasa sangat pusing, namun dia sekuat tenaga menahan rasa sakitnya.


Cao Tian Jun menduga jika rasa sakitnya akibat melihat Crown Stone yang mengeluarkan cahaya benderang di dalam puncak Pagoda Emas. Jaraknya semakin dekat dengan puncak Pagoda Emas, namun rasa sakit kepala juga makin terasa.


Saat jaraknya terpaut 25 meter, Cao Tian Jun merasakan kepalanya seperti terkena pukulan yang sangat keras hingga membuatnya pingsan. Pagoda Emas mengeluarkan cahaya, dan cahaya itu menyelimuti tubuh Cao Tian Jun. Dengan cepat, tubuh Cao Tian Jun di bawah masuk oleh cahaya ke dalam puncak Pagoda Emas.


Nuwa Kecil yang melihat semua kejadian ikut khawatir, tapi kepalanya juga merasakan pusing yang luar biasa sehingga membuatnya ikut pingsan. Untungnya dia berada di kamar sehingga posisinya lebih aman.


Pagoda Emas yang mengeluarkan cahaya dengan jelas dilihat oleh banyak wanita penghuni wilayah Sekte Yin. Para ketua dan pimpinan bergegas menuju ke Pagoda Emas, mereka tampak khawatir jika si penyusup yang memicu cahaya itu.


Pemimpin Sekte Yin yang bernama Yin An, atau Matriark Yin An, segera masuk ke puncak Pagoda Emas, ia diikuti oleh Ketua Yin Bao, Ketua Balai Seni - Yin Jiali, Ketua Alkemis - Yin Qixuan, dan masih banyak wanita-wanita penting di Sekte Yin. Yin Mei sebagai Anak Surga juga mengikuti para pemimpinnya, ia bersama dengan murid inti.


Setibanya di puncak, mereka melihat Crown Stone yang masih tetap berada di tempatnya. Crown Stone dilindungi oleh cahaya yang berbentuk Bunga Lotus berwarna putih salju.


Bunga Lotus tersebut berdiameter dua meter, setiap daun menutup hingga membentuk kerucut. Walaupun tertutup daun Bunga Lotus, Crown Stone masih bisa dilihat.


"Huff! Untung saja aman!" ujar Matriark Yin An yang bisa bernapas lega, "kalian lebih intensifkan penjaga di Pagoda Emas, selama si penyusup belum diketemukan!" lanjutnya yang memberikan perintah kepada bawahannya.


"Baik, Pemimpin." Serempak semua orang menjawab.


Kemudian, Matriark Yin An memutari Bunga Lotus tempat bersemayamnya Crown Stone, ia ingin memastikan keamanan benda berharga. Setelah memastikan tidak ada satu pun kekurangan pada Crown Stone, ia mengajak semua orang keluar dari puncak Pagoda Emas.


Sebelum meninggalkan tempat bersemayamnya Crown Stone, Yin Mei menoleh ke belakang, ia sekali lagi melihatnya karena dipikirannya tiba-tiba muncul sosok wajah Cao Tian Jun.


"Pria pembawa masalah!" gerutu Yin Mei yang menepis pikirannya tentang wajah tampan Cao Tian Jun.


Sejujurnya, dia bukan sekali atau dua kali melihat pria, tapi baru pertama kali melihat pria tampan seperti Cao Tian Jun, wajah yang berbeda dari pria tampan di Benua Timur.


Di tempat lain, Fang Yin dan Tim Phoenix telah berhasil mendapatkan tanaman Gillyweed, mereka sedikit kesulitan karena tanaman langka dijaga oleh binatang mistik. Berhubung ada Fang Guotin, Fang Yin dan timnya berhasil mendapatkan tanaman Gillyweed.


Sesuai kesepakatan dengan Cao Tian Jun, Fang Yin dan Tim Phoenix segera kembali ke Akademi Merpati Putih kelas dua. Fang Yin belum mengetahui jika Cao Tian Jun telah membuat onar di wilayah Sekte Yin, sebab pengawalnya yang mengikuti Cao Tian Jun melaporkan jika kehilangan jejak.


Fang Yin memerintahkan pengawalnya untuk kembali berkumpul di akademi, dia berkeyakinan jika Cao Tian Jun lebih dulu tiba di akademi. Sebelum kembali ke akademi, Fang Yin dan timnya menuju ke Pos Pengawas Pegunungan Lima Jari untuk memberikan laporan hasil kinerjanya.

__ADS_1


__ADS_2