
Bab 127. Kembali Ke Kota Jianming.
Cao Tian Jun terbang menyusuri Sungai Kuning hingga akhirnya tiba di Kota Bukit Besi. Di kejauhan, dia melihat Pasukan Kegelapan berusaha untuk menerobos benteng pertahanan yang sangat kokoh.
Duke Yu Jie dan pasukannya didukung oleh para guru dan murid dari Perguruan Hitam Kelam, mereka menghalangi Pasukan Kegelapan yang mendekati pintu gerbang.
Cao Tian Jun terus mengamati peperangan itu, yang mana Pasukan Kegelapan tanpa adanya seorang pemimpin. Walaupun tanpa adanya pemimpin, cara serangan mereka tampak terkoordinasi dengan baik. Mereka fokus menyerang pintu gerbang.
Anehnya, setiap kali pukulan berenergi maupun senjata mengenai mereka, tubuh mereka selalu meregenerasi dengan cepat. Bahkan jika kepalanya yang terkena serangan, selalu tumbuh kembali.
Melihat Pasukan Kegelapan yang berbeda dari sebelumnya, jelas Cao Tian Jun keheranan, sebab saat melawan Pasukan Kegelapan di Kerajaan Bintang Laut, mudah dikalahkan dan tidak hidup kembali.
Cao Tian Jun pun berhipotesis bahwa kemampuan mereka karena faktor energi kabut hitam. Dan, karena kabut hitam tidak ada yang menyerapnya, maka Pasukan Kegelapan yang terluka dengan cepat pulih. Seandainya Batu Keabadian telah terkumpul semua, dia tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerap kabut hitam.
Dia melihat Yu Zhong, para guru dan murid yang datang dari belakang Pasukan Kegelapan, mereka segera menyerang.
Cao Tian Jun berubah menjadi udara dan melesat ke arah Pagoda Emas untuk mengambil Solar Plexus. Tidak butuh waktu lama, dia telah tiba di Pagoda Emas. Seperti yang dikatakan oleh Crown Stone, pagoda itu tidak dalam penjagaan ketat karena melawan Pasukan Kegelapan.
Kurang dari satu batang dupa, Cao Tian Jun telah mengambil Solar Plexus tanpa halangan apapun. Kini, dengan memiliki Solar Plexus, dia mampu menghentikan waktu lebih lama dari sebelumnya selama dua tarikan nafas (6 detik), dan juga bisa digunakan lagi setelah batas waktu tenang (cooldown) selama satu batang dupa (30 menit) berlalu.
Dengan catatan, skill Penghentian Waktu berlaku bagi kultivator di bawah kekuatan Cao Tian Jun. Jika digunakan untuk lawan yang lebih kuat, maka efeknya berkurang 4 detik. Berkurang masa cooldown tergantung tingkat basis kultivasi.
Dia menghela nafas berat karena tidak mengetahui keberadaan Sacral Stone.
"Apakah kalian tidak bisa melacak Sacral Stone?" tanyanya penuh harapan sambil melihat ke arah Kota Bukit Besi.
"Sebenarnya ada cara untuk melacaknya, tetapi membutuhkan energi Kekuatan Jiwa. Jika Penguasa berkehendak, kita akan menggunakan Kekuatan Jiwa Anda!" jawab Crown Stone.
Cao Tian Jun memikirkannya, apakah harus menggunakan Kekuatan Jiwa atau tidak. Masalahnya, jika menggunakan Kekuatan Jiwanya, maka dia tidak akan bisa menggunakan kekuatannya karena akan terkuras habis. Untuk memulihkannya, dia membutuhkan Pil Pemulih Energi Jiwa, sayangnya pil itu telah habis.
Untuk mencari ramuan yang mengandung Kekuatan Jiwa sangatlah langka, lebih langka dari Buah Suci. Dia memiliki Pil Pemulih Energi Kekuatan Jiwa juga pemberian dari gurunya.
Kekuatan Jiwa sangatlah penting baginya karena untuk melawan musuh yang lebih kuat. Jika energi Kekuatan Jiwanya terkuras, maka dia hanya bisa menggunakan energi supranatural dan kekuatan fisik untuk melawan musuhnya.
"Selain Pil Pemulih Energi Kekuatan Jiwa, Penguasa bisa berkultivasi ganda untuk memulihkan Kekuatan Jiwa!" Crown Stone sekali lagi memberikan solusi tanpa perlu ditanya oleh Cao Tian Jun, sebab Batu Keabadian juga membutuhkan Kekuatan Jiwa.
Cao Tian Jun mengembangkan senyuman hangat karena mendapatkan solusi. Dia memiliki kekasih yang siap untuk diajak berkultivasi ganda, mereka adalah Wang Mei, Chu Sying Chun, dan ketiga istrinya yang berada di Kerajaan Bintang Laut.
"Gunakan!" perintahnya kepada Batu Keabadian.
__ADS_1
Segera enam Batu Keabadian keluar dari tubuh Cao Tian Jun dan memutarinya. Kemudian, energi Kekuatan Jiwa diserap oleh Batu Keabadian. Dia merasakan pusing karena energinya dengan cepat berkurang. Dia segera duduk bersila dan memejamkan mata. Lalu mengaktifkan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa.
Karena Batu Keabadian, dari dalam tubuhnya keluar banyak energi kunang-kunang yang ukurannya lebih kecil dari debu. Jika ada yang melihat, banyaknya energi kunang-kunang itu seperti lautan pasir.
Energi kunang-kunang itu menyebar ke seluruh wilayah Continent Twins Moon dengan kecepatan cahaya. Energi itu memasuki tubuh setiap kehidupan yang bergerak untuk mencari keberadaan Sacral Stone. Dampak bagi setiap kultivator yang memiliki kekuatan rendah maupun tinggi, mereka merasakan sakit kepala yang teramat.
Pertempuran di Kota Bukit Besi terhenti ketika energi kunang-kunang memasuki jiwa mereka, bahkan Pasukan Kegelapan tidak luput dari perhatian Batu Keabadian yang mengendalikan energi kunang-kunang.
Pasukan Kegelapan yang berasal dari binatang mistik meraung-raung keras karena merasakan sakit kepala, rasa sakitnya berkali-kali lipat daripada kultivator.
Yu Zhong, Duke Yu Jie dan semua orang memegang kepalanya, mereka tidak pernah merasakan rasa sakit melebihi ini. Mereka segera duduk bersila dan memejamkan mata untuk menahan rasa sakitnya.
Tidak ada seorangpun di wilayah Continent Twins Moon yang dilewati oleh energi Kunang-kunang. Termasuk Ratu Ular Surgawi yang berada di Kota Jianming, ia juga merasakan sakit kepala. Dia melihat anak buahnya di Toko Armament Immortal berguling-guling karena sakit kepala.
"Kenapa ini? Apakah ini karena dampak dari kabut hitam?" gumam Ratu Ular Surgawi yang bertanya-tanya kepada diri sendiri, ia masih menyamar sebagai She Shimo.
Ia memijat kepalanya yang semakin pusing. Namun, dia terkejut karena jiwanya seakan-akan sedang diselidiki oleh sesuatu yang tidak diketahuinya. Ratu Ular Surgawi segera duduk bersila untuk memblokir energi aneh yang berasal dari luar dirinya...
Bahkan Yao Lao, utusan dari Lord Dark Matter juga merasakan sakit kepala. Seperti yang lainnya, dia juga duduk bersila. Dia tidak peduli dengan pasukan binatang mistik yang banyak meregang nyawa tanpa bisa hidup kembali.
Untung saja, rasa sakit kepala tidak berselang lama, kurang dari 2 menit. Setelah itu, wajah setiap orang yang kemasukan energi kunang-kunang, menjadi pucat, tubuh lemas, dan energi spiritual terkuras habis untuk menahan rasa sakit kepala.
"Penguasa, kami sudah menemukan Sacral Stone!" lapor Crown Stone.
"Di mana?" tanya Cao Tian Jun dengan semangat.
"Dibawa oleh Ratu Ular Surgawi!" jawab Crown Stone.
Seketika Cao Tian Jun menjadi tak bersemangat karena Ratu Ular Surgawi jauh lebih kuat darinya. Dia pikir Sacral Stone diambil oleh Tian Sun. Seandainya dibawa oleh Tian Sun, dia masih banyak cara untuk mengambilnya walaupun menggunakan trik-trik kotor.
"Jika tahu dibawa wanita menyebalkan itu, kenapa kalian tidak mengambil?" tanya Cao Tian Jun yang menyalahkan Batu Keabadian.
"Penguasa, Sacral Stone disimpan di dalam Dunia Jiwanya. Jika disimpan di dalam cincin dimensi, kita dengan mudah mengambilnya!" jelas Crown Stone agar Cao Tian Jun tidak salah paham.
Cao Tian Jun menghela nafas berat sambil berdiri, lalu melihat ke luar jendela. Baginya, menghadapi Ratu Ular Surgawi lebih menyulitkan daripada Tian Sun.
Dunia Jiwa adalah dunia pribadi dan dalam kendali penuh pemiliknya. Siapapun orangnya tidak akan bisa mengintervensi, dan siapapun orangnya yang berada di dalam Dunia Jiwa, sudah dipastikan hidup dan mati tergantung kepada si pemiliknya.
"Bagaimana aku mengambilnya?" gumamnya yang memikirkan cara.
__ADS_1
Seandainya kekuatan Ratu Ular Surgawi sedikit lebih kuat darinya, dia bisa menggunakan cara kotor, yaitu menggunakan Kitab Kultivasi Ganda yang mampu mengeluarkan feromon afrodisiak.
"Apakah kalian tahu kelemahannya?" tanya Cao Tian Jun setelah tidak menemukan cara.
Batu Keabadian tidak segera menjawab pertanyaannya, namun hanya sesaat. Kemudian, Crown Stone justru bertanya balik sebelum menjawab, "apakah Penguasa tahu tujuan Ratu Ular Surgawi mengejar-ngejar Anda, bahkan seakan-akan mempermainkan Anda?"
"Bagaimana aku tahu!" sahut Cao Tian Jun dengan nada kesal karena baru mengenal Ratu Ular Surgawi.
"Apapun yang pernah dilakukannya selama ini, hanya untuk menarik perhatian Anda. Seperti yang pernah dikatakannya ketika berhadapan dengan The King Of Dark Matter, Anda adalah suaminya. Memang Anda dan dia sudah ada ikatan pernikahan semenjak lahir, dengan kata lain ada hubungan jiwa dengannya. Ikatan ini sudah kehendak Alam Semesta. Manfaatkan hubungan ini untuk mendapatkan Sacral Stone. Kami yakin dia akan memberikannya!" ungkap Crown Stone setelah memasuki Dunia Jiwa milik Ratu Ular Surgawi, namun hanya sesaat karena terburu diketahui oleh pemiliknya.
Cao Tian Jun diam mendapatkan informasi ini, Infomasi yang tidak diharapkannya. Yang dia pikirkan, bagaimana caranya agar Ratu Ular Surgawi memberikan Sacral Stone tanpa perlu susah payah? Baginya, saran dari Crown Stone tidak semudah diucapkan saja.
"Hmm...!" Cao Tian Jun membuang nafas secara sembarang, "apa boleh buat ... Mendapatkan sesuatu memang membutuhkan perjuangan ekstra!" gumamnya dan segera keluar dari Pagoda Emas.
Di dalam lantai 7 Pagoda Emas, hanya ada duplikat dari Solar Plexus, dan duplikat itu akan bertahan selama 100 tahun.
Cao Tian Jun terbang menuju ke Kota Jianming. Saat melintasi Kota Bukit Besi, dia melihat Pasukan Kegelapan mundur ke seberang Sungai Kuning, dan hanya ada pasukan manusia yang dipengaruhi oleh kabut hitam, sedangkan binatang mistik bergeletakan di depan pintu gerbang kota.
Dia juga melihat Yu Zhong dan lainnya yang berwajah pucat dan lemas, seperti kehabisan energi spiritual. Cao Tian Jun tidak peduli dengan kondisi mereka, dan meninggalkan Kota Bukit Besi tanpa diketahui oleh siapapun.
Sepanjang perjalanan menuju ke Kota Jianming, dia melihat banyak orang yang juga kelelahan, sungguh keadaan yang aneh baginya karena tidak tahu penyebabnya.
Akhirnya, dia tiba di kota tujuan ketika malam hari. Cao Tian Jun sengaja tidak menggunakan skill teleportasi dikarenakan menghemat energi spiritual. Jika Kekuatan Jiwanya tidak kehabisan, dia sudah pasti enggan untuk terbang karena lambat.
Karena ingin mendapatkan Sacral Stone, dia tidak menggunakan penyamaran. Wajahnya yang tampan dan dikenali sebagai peserta juara pertama turnamen di Kuil Atas Awan, jelas menarik perhatian banyak penduduk.
Banyak penduduk kota yang berkenalan dengan Cao Tian Jun, berharap mendapatkan manfaat dari ketenarannya. Kedatangannya didengar oleh pemimpin Kota Jianming yang bernama Lang Shing, bergelar Duke.
Duke Lang Shing menyambut kedatangan Cao Tian Jun, dan mengajaknya ke Balai Kota. Selama perjalanan, Duke Lang Shing banyak berbicara, dan kebanyakan memuji kehebatannya dalam mengungkapkan kecurangan beberapa institusi pendidikan.
Cao Tian Jun sesekali menimpali, tetapi kedua matanya fokus mencari keberadaan Ratu Ular Surgawi. Tetapi, Mata Surgawi tidak menemukan keberadaannya.
"Apakah Junior Jun sudah memiliki kekasih?" tanya Duke Lang Shing.
"Banyak!" jawab Cao Tian Jun yang singkat tetapi jujur.
Duke Lang Shing tertawa karena sudah menduga Cao Tian Jun yang memiliki banyak kekasih. Setelah tertawa, dia berkata, "aku memiliki dua putri, usia mereka 17 tahun dan yang tertua 20 tahun. Mereka juga berbakat dalam bidang Beast Tamer dan Formasi Array. Apakah Anda tidak tertarik?"
Cao Tian Jun melirik Duke Lang Shing, dia tahu arah tujuan pembicaraan pria tua ini.
__ADS_1