8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Junsu Adalah Xia Junsu.


__ADS_3

Bab 110. Junsu Adalah Xia Junsu.


Setelah makan, Junsu mengeluarkan baju tidur terusan seperti model kimono khusus pria, berwarna hitam yang terbuat dari kain sutra bunga teratai, jenis kain yang sangat mahal per meternya. Cao Tian Jun menerima baju tidur itu yang tidak dimilikinya.


"Aku mau mandi dulu, setelah kamu."


Setelah Junsu berbicara, ia menuju ke kamar mandi. Cao Tian Jun melihat Junsu dan menghilang dari pandangannya setelah menutup pintu kamar mandi. Banyak pikirannya mengenai wanita itu, wanita yang perlakuannya seperti seorang ibu.


"Sifat keibuan!" batin Cao Tian Jun yang teringat dengan kekasihnya di Kerajaan Bintang Laut, yang tidak lain adalah Ratu Juan, Ao Zhen Juan.


Karena keasikan melamun masa-masa indahnya bersama ketiga istrinya di Kerajaan Bintang Laut, dia tidak sadar jika Junsu telah selesai mandi.


"Melamun saja! Sana mandi!" teguran si Junsu sambil menepuk bahu kiri Cao Tian Jun.


Cao Tian Jun tersentak dari lamunannya, lalu melihat Junsu. Dia melongo melihat Junsu yang mengenakan baju tidur terusan transparan berwarna putih. Terlihat lekukan tubuhnya yang menggoda, tanpa pelindung apapun untuk menutupi dada dan organ intimnya.


"Jaga matamu!" sekali lagi Junsu menegur Cao Tian Jun sambil pura-pura akan mencolok matanya.


Cao Tian Jun segera memalingkan wajah sebelum kedua matanya terkena jari dari Junsu, dia tertawa sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kamar mandi.


"Huff...!" dengusan Junsu yang jengkel sambil melihat Cao Tian Jun yang menutup pintu kamar mandi, ia segera menutup pintu rumah dan menuju ke kamar tidur...


Malam ini begitu sunyi, sesekali terdengar raungan binatang yang samar-samar di kejauhan. Dua orang beda jenis berbaring di satu tempat tidur, saling memunggungi. Di kamar itu hanya diterangi oleh lilin kecil, cahaya redup menambah suasana ketenangan.


Namun, berbeda dengan Cao Tian Jun, yang selalu gelisah karena harus tidur satu ranjang dengan wanita dewasa berwajah cantik dengan tubuh molek. Dia semakin merindukan ketiga istrinya di Kerajaan Bintang Laut karena Junsu, apalagi mendengar dengkuran halus dari Junsu yang sudah tertidur pulas.


Dikarenakan semakin merindukan ketiga istrinya, Cao Tian Jun memblokir indera penciuman dan pendengarannya, tujuannya agar bisa tidur. Dan akhirnya dia bisa tertidur.


Tanpa disadari oleh Cao Tian Jun, dari dalam tubuhnya mengeluarkan aroma afrodisiak yang memenuhi seluruh ruang kamar tidur. Junsu yang tertidur pulas menghirup aroma afrodisiak, secara perlahan nafasnya tidak beraturan, keringat mulai membasahi tubuhnya.


Junsu membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan Cao Tian Jun. Tanpa sadar, ia memeluk tubuh Cao Tian Jun sehingga saling merapat, dada bertemu dada, dan bibir hampir bersentuhan.


Cao Tian Jun dan Junsu bermimpi akibat pengaruh dari aroma afrodisiak, mereka bermimpi melakukan hubungan intim dengan pasangannya. Cao Tian Jun bermimpi bercinta dengan Ao Zhen Juan, sedangkan Junsu bercinta dengan seorang pria yang wajahnya sangat mirip dengan Cao Tian Jun.


Tetapi yang sebenarnya, mereka berdua sedang tidak bermimpi, melainkan nyata berhubungan intim. Dan perbuatan mereka karena pengaruh Teknik Kultivasi Ganda.


Saat ini, Junsu telah berada di atas tubuh Cao Tian Jun, dengan batang tongkat sudah terbenam ke dalam organ kewanitaannya. Ia dengan liar bergoyang-goyang seperti kesurupan, dari mulutnya keluar kata-kata kotor yang menggugah hasrat kaum pria.

__ADS_1


Ketika hari menjelang subuh, Junsu yang sudah berpindah posisi, berada di bawah dan Cao Tian Jun di atasnya, ia melenguh panjang ketika mencapai puncak kenikmatan. Demikian pula dengan Cao Tian Jun yang menyemburkan air surga ke dalam rahimnya.


Sudah tiga kali Cao Tian Jun mencapai puncak kenikmatan, sedangkan Junsu lebih dari sembilan kali mencapai puncak kenikmatan. Mereka berdua terlentang di ranjang setelah kelelahan, dan suasana kamar menjadi hening.


Junsu akhirnya membuka mata terlebih dahulu ketika hari menjelang siang, ia kaget melihat cahaya matahari yang benderang masuk dari celah-celah di jendela kamar, dia bangun kesiangan.


Baru saja duduk, dia tercengang melihat tubuhnya yang telanjang bulat, dan melihat Cao Tian Jun yang tertidur pulas juga sama-sama telanjang. Lalu dia melihat ****** ***** yang membasahi kasur.


Air matanya menetes karena mimpinya adalah nyata. Lalu dia buru-buru menyelimuti tubuh Cao Tian Jun dengan selimut, lalu dari ujung jarinya mengeluarkan sinar. Sinar itu melesat ke tengkuk leher Cao Tian Jun, membentuk segitiga yang sangat kecil.


Setelah itu, Junsu turun dari ranjang. Baru saja melangkahkan kaki, terasa perih di dalam organ kewanitaannya.


Sambil berlari keluar dari kamar, Junsu menangis. Di dalam kamar mandi, ia meluapkan penyesalan dengan menguyur seluruh tubuhnya dengan air. Yang tidak habis dipikirannya, jika semalam hanyalah mimpi, kenapa tidak merasakan apapun jika sedang berhubungan intim?


Namun, ia tiba-tiba teringat peringatan dari Cao Tian Jun setelah makan malam, dia pun semakin menyesal karena tidak menganggapnya serius.


Junsu memukuli perutnya yang penuh dengan ****** ***** milik Cao Tian Jun, berharap tidak hamil karena saat ini masa-masa suburnya.


Setelah dua batang waktu dupa berada di dalam kamar mandi, Junsu akhirnya keluar. Wajahnya kembali seperti semula seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Di dalam hatinya, dia hanya bisa menerima takdir jika harus hamil hasil buah cinta terlarang.


Melihat Cao Tian Jun yang masih tertidur, Junsu menuju ke dapur untuk memasak...


Cao Tian Jun melihat Junsu keluar dari dapur sambil membawa nampan besar berisi daging panggang seekor rusa. Dia menelan salivannya karena sangat lapar.


Junsu mengembangkan senyuman hangat melihat Cao Tian Jun yang menatap masakannya. Ia berkata, "mandi dulu baru kita makan."


Cao Tian Jun dengan cepat mendekati meja penuh hidangan, mengambil sepotong paha ayam goreng. Lalu dia segera berlari menuju ke kamar mandi. Junsu melihatnya, tanpa sadar air matanya kembali mengalir.


"Putraku sudah sebesar ini! Maafkan Ibu, Nak!" batin Junsu.


Junsu adalah Xia Junsu, ibu kandung dari Cao Tian Jun. Ia mengetahui Cao Tian Jun adalah putranya setelah melihat tanda lahir yang berbentuk tato. Oleh sebab itu, dia sangat menyesal karena semalaman terjadi sesuatu yang tidak pernah diharapkan, hubungan terlarang antara anak dan ibu.


Xia Junsu yang tidak merawat putrinya hingga dewasa, jelas sangat merindukannya. Karena rasa rindunya ini, dia ingin tidur bersama dengan putra kesayangannya. Tetapi, justru rasa rindunya berujung pada hubungan terlarang.


Xia Junsu yang dikurung di dalam Pagoda Penyesalan, bisa keluar masuk dengan bebas, sebab Kaisar Xia ayahnya dengan sengaja tidak memberikan penjagaan ketat untuknya. Kesempatan ini, ia gunakan untuk mencari sumber daya yang mampu meningkatkan kekuatannya, tujuannya untuk membalas dendam kepada semua musuhnya yang telah menghancurkan kebahagiaannya.


Perjuangannya selama ini tidak mengkhianati, di mana kekuatan melejit karena didorong tekad untuk membalas dendam kepada semua musuhnya. Selama itu, dia juga selalu mencari keberadaan putranya yang dianggap belum mati karena nalurinya sebagai ibu.

__ADS_1


Xia Junsu mengusap air mata setelah meletakkan nampan di meja. Dia menuju ke cermin untuk merias wajah agar tidak terlihat baru saja menangis.


"Setidaknya aku sudah bertemu dengan putraku! Tetapi untuk saat ini, putraku jangan sampai tahu jika aku adalah Ibunya sebelum semua musuhku mati!" gumamnya setelah selesai bersolek, lalu melihat Cao Tian Jun yang keluar dari kamar mandi.


Xia Junsu tidak ingin putranya mengalami nasib seperti dulu. Oleh sebab itu, dia akan mengungkapkan kebenaran setelah membalas dendam, termasuk membalas dendam kepada ayah kandungnya sendiri.


"Ayo, makan. Setelah ini kita kembali ke Tanah Prestasi," ajak Xia Junsu, lalu mengembangkan senyuman sambil duduk di kursi, bersanding dengan kursi putranya.


"Senior Junsu hari ini wajahnya berseri-seri dan lebih cantik dari sebelumnya!" pujian Cao Tian Jun yang murni dari lubuk hatinya.


Seandainya tahu jika semalaman apa yang terjadi, Cao Tian Jun bisa menebak jika penampilan Xia Junsu yang lebih menawan karena telah berhubungan intim, hubungan yang tidak pernah dilakukannya lagi semenjak hamil muda.


"Rayuan murahan! Cepat makan!" Xia Junsu berpura-pura tersinggung karena pujiannya. Tetapi di dalam hatinya, dia sangat senang dipuji oleh putranya.


Cao Tian Jun tersenyum masam sambil duduk di kursi. Lalu dia melihat Xia Junsu yang meletakkan nasi di piringnya. Ada perasaan yang tiba-tiba muncul di hatinya, perasaan yang seharusnya dirasakan ketika masih kecil, rindu akan rawatan seorang ibu yang dirasakannya saat melihat Xia Junsu.


Cao Tian Jun memalingkan wajahnya ke kiri karena akan meneteskan air mata kerinduan akan seorang sosok ibu. Dia mengusap air matanya dan berkedip-kedip agar tidak lagi menangis.


"Kenapa?" tanya Xia Junsu dengan lembut.


"Mataku kemasukan bulu mata!" alasan Cao Tian Jun dengan mengucek matanya.


"Sini aku lihat!" Xia Junsu berniat untuk mengambil bulu mata di mata putranya.


"Sudah keluar!" tolak Cao Tian Jun karena berbohong.


"Ya sudah, ayo makan."


Cao Tian Jun segera makan dengan lahap, tidak peduli dengan keberadaan Xia Junsu yang selalu meliriknya. Dia merasakan kebahagiaan semenjak bertemu dengan Xia Junsu yang seperti perlakuannya seperti seorang ibu.


Xia Junsu tersenyum bahagia melihat Cao Tian Jun menyukai masakannya, hatinya juga berbunga-bunga karena bisa melihat buah hatinya sudah dewasa. Mimpi yang selama ini selalu terjadi ketika malam tiba, bermimpi memasak untuk putranya, dan melakukan selayaknya seorang ibu kepada anaknya.


Semua hidangan habis dimakan oleh Cao Tian Jun, bahkan tidak menyisakan remah-remah. Karena kekenyangan, dia bersendawa dan membuat Xia Junsu tertawa kecil.


Setelah makan, Xia Junsu dan Cao Tian Jun keluar dari rumah kayu. Di luar, Xia Junsu mengeluarkan sihir teleportasi. Melihat itu, Cao Tian Jun tidak salah menebaknya.


Kedua orang itu masuk ke dalam lingkaran sihir, dalam sekejap mata menghilang dari Pulau Misterius. Rumah kayu itu menjadi saksi bisu hubungan terlarang antara anak dan ibu.

__ADS_1


Entah kapan mereka bisa berkumpul selayak keluarga, Tian Sun, Xia Junsu dan Tian Jun...


__ADS_2