
Bab 43. Ular Langit Tujuh Warna.
Karena tidak memberikan Buah Shirvelfig miliknya, The Witcher Dark yang marah menunjukkan wujud aslinya, hal itulah yang membuat murid Sekolah Surga Kesembilan dan Akademi Bintang Terang sangat ketakutan, mereka baru tahu siapa orang yang sedang dihadapi saat ini.
Kemudian, The Witcher Dark berubah menjadi kabut hitam, dan kabut itu menyebar ke seluruh area sungai. Semua orang segera mundur agar tidak terkena kabut hitam itu. Namun, di belakang salah satu murid Sekolah Surga Kesembilan, The Witcher Dark muncul dengan senjata sabit telah melingkar di leher targetnya.
Seketika kepala murid tersebut terpisah tanpa sempat mengeluarkan suara kesakitan. Kemudian, The Witcher Dark kembali berubah menjadi kabut hitam untuk memburu yang lainnya.
Melihat rekannya telah menjadi korban kebiadaban The Witcher Dark, mereka segera melarikan diri sebelum mati mengenaskan. Para pengawal segera menyelamatkan Ling Dong, Wang Lee dan Tang Wei, mereka jelas tidak ingin tuannya menjadi korban.
The Witcher Dark terus membunuh setiap murid yang tidak sempat melarikan diri. Setelah itu, ia mengejar Ling Dong yang menjadi target utamanya karena di anggap telah mengambil Buah Shirvelfig.
Sepeninggal The Witcher Dark, muncul roh-roh jahat membawa semua murid yang telah menjadi mayat. Lalu sebagian roh jahat membersihkan area yang rusak dan menghilang bekas jejak darah. Keadaan pun kembali seperti sediakala, tidak ada jejak-jejak terjadinya pertarungan.
Tim Phoenix bergidik ngeri melihat kebiadaban The Witcher Dark. Untung saja Cao Tian Jun telah melindungi pintu gua dengan energi kekuatan jiwa, sehingga tidak terdeteksi oleh indera The Witcher Dark.
"Mengerikan!" gumam Mu Bingyun yang melihat apa yang terjadi, tubuhnya gemetaran menahan rasa takut.
Tidak hanya dia saja yang ketakutan, semua orang yang baru pertama kali melihat kebrutalan The Witcher Dark juga merasakan kengerian.
"Beruntung kita menemukan gua ini! Jika tidak, kita kemungkinan besar seperti mereka!" sahut Chu Sying.
Cao Tian Jun dan Fang Yin yang masih tegar melihat kesadisan The Witcher Dark, mental mereka lebih kuat karena telah dilatih semenjak dini.
"Kabut hitam itu sama seperti di Desa Bunga... Apakah iblis terkutuk itu juga telah dipengaruhi oleh kabut hitam?" gumam Fang Yin yang jelas didengarkan oleh semua orang.
"Bisa jadi!" serempak semua wanita berbicara, mereka juga berhipotesis sama seperti Fang Yin.
Kecuali Cao Tian Jun yang tidak mengucapkan sepatah kata, sebab dia beruntung tidak ceroboh harus melawan The Witcher Dark. Dia pikir lawannya mudah dikalahkan, namun setelah melihat The Witcher Dark memiliki kekuatan dari kabut hitam, dia tidak yakin mampu mengalahkannya.
Kembali semua wanita terfokus pada roh-roh jahat yang menyeret mayat, dan suasana di luar gua menjadi sunyi, hanya terdengar suara air terjun dan gemericik air mengalir.
"Kalian kembali beristirahat, biar aku yang berjaga di luar," kata Cao Tian Jun yang ingin merenung sejenak tentang kejadian baru saja.
Cao Tian Jun melihat Xue Yue yang tersenyum manis kepadanya, dia hanya mengangguk sebagai jawaban atas perasaan mereka sesaat yang lalu.
"Aku akan menemanimu," pinta Xue Yue dan di anggukan kepala oleh Cao Tian Jun sebagai persetujuan.
"Aku juga!" Fang Yin tidak mau ketinggalan, dia ingin menemani Cao Tian Jun.
__ADS_1
"Waktu enam dupa berlalu giliran kalian nanti yang berjaga." Kata Cao Tian Jun kepada Chu Sying dan yang lainnya.
Dia bersama Fang Yin dan Xue Yue keluar dari gua setelah menggeser batu, lalu menutupinya kembali. Ketika keluar dari gua, tercium aroma darah segar milik para murid yang dibunuh oleh The Witcher Dark.
Cao Tian Jun duduk di depan batu penutup gua, tetapi tidak sampai keluar dari balik air terjun. Demikian juga dengan Fang Yin dan Xue Yue yang ikut duduk untuk berkultivasi.
Suasana yang hanya terdengar suara air terjun, hal yang nyaman untuk menenangkan diri. Malam itu hanya diterangi oleh cahaya bulan. Setelah keheningan sesaat, Cao Tian Jun melihat sekelebat bayangan berada di dalam sungai, jarak antara gua sejauh 300 meter.
Dengan Mata Surgawi, dia melihat sosok binatang ular. Ukurannya sangat besar, ukurannya sama dengan kulit ular yang ada di dalam gua. Panjangnya mencapai 20 meter, dengan diameter tubuh hampir satu setengah meter, tubuh bagian bawahnya berwarna kuning, dan sisiknya saat terkena sinar bulan mengeluarkan tujuh warna.
Pada dua sisi kepalanya terdapat sepasang sayap yang juga berwarna-warni, dua tanduk sepanjang 30 cm, kedua pupil bola matanya terdapat tiga titik berwarna kuning.
Cao Tian Jun terus memperhatikan pergerakan ular tersebut, dia tidak mengetahui jenis ular apa itu yang terlihat sangat indah itu. Seandainya berukuran kecil, cocok dijadikan peliharaan, pikirnya.
Saat Fang Yin sedang berkultivasi, ia mendengar suara telepati dari Fang Guotin.
"Nona Muda, Ular Langit Tujuh Warna telah keluar dari persembunyiannya, saat Anda menjinakkannya. Kami akan membantu Anda secara diam-diam."
Seketika Fang Yin membuka matanya, ia melihat ke arah sungai. Buru-buru berdiri dan membuat Cao Tian Jun melihatnya.
"Kamu tahu juga jika ada ular di sana?" tanya Cao Tian Jun yang penasaran, dia pikir Fang Yin hanya fokus untuk berkultivasi.
"Itu ular jenis apa?" tanya Cao Tian Jun yang mengikutinya.
Xue Yue menjadi terganggu dengan pembicaraan mereka berdua, ia juga membuka mata dan melihat ke arah sungai yang berada di depan air terjun.
"Itu Seven-colored Celestial Serpent yang legendaris. Kulit ular yang ada di dalam gua adalah kulitnya. Setiap 100 tahun sekali, ular itu akan berganti kulit untuk peremajaan!" jelas Fang Yin secara singkat.
"Ya Dewa...! Itu ular yang sangat berbahaya, setetes racunnya mampu membunuh sepuluh orang dewasa dalam hitungan beberapa tarikan napas!" seruan Xue Yue yang takut saat melihat kepala Ular Langit Tujuh Warna keluar dari dalam air, ia segera menarik pergelangan tangan Fang Yin dan Cao Tian Jun agar bersembunyi.
Tidak hanya setetes racunnya mampu membunuh orang dewasa, tapi tatapan matanya mampu membuat orang yang melihatnya seperti terhipnotis. Setelah korbannya menjadi terdiam, maka ular tersebut akan melahapnya tanpa mengunyah.
Seven-colored Celestial Serpent merupakan jenis binatang mitologi. Konon katanya, dulu dijadikan tunggangan untuk mengelilingi bumi oleh salah satu dari utusan Kaisar Langit yang bernama Dewi Kasih. Setelah itu, Dewi Kasih pun kembali ke Alam Suci, dan meninggalkan Seven-colored Celestial Serpent di Bumi.
Semenjak itu, banyak orang yang ingin menjadikan Seven-colored Celestial Serpent sebagai binatang penjaga. Namun, tidak ada satupun orang yang mampu menjinakkan karena keganasannya, bahkan menemukan jejaknya juga sangatlah sulit.
Kekuatan Seven-colored Celestial Serpent setara dengan dua ekor Naga, atau setara dengan kultivator tingkat Heavenly God.
Fang Yin dan Cao Tian Jun kembali masuk ke balik air terjun karena ditarik oleh Xue Yue. Mereka bertiga melihat ular tersebut mengendus jejak darah yang dibersihkan oleh roh-roh jahat. Lalu melihat sekitarnya untuk mencari ke mana mayat yang terbunuh.
__ADS_1
Fang Yin kembali keluar dari balik air terjun ketika Seven-colored Celestial Serpent akan kembali masuk ke dalam sungai, karena dia tidak menemukan mayat yang ingin dijadikan makanan.
Kemudian Fang Yin berkata kepada Cao Tian Jun dan Xue Yue, "kalian di sini saja. Aku memiliki cara untuk menjinakkan Seven-colored Celestial Serpent."
"Tapi--"
"Jangan khawatir!" potong Fang Yin dengan tegas sebelum Xue Yue mencegahnya.
Cao Tian Jun memegang tangan kanan Xue Yue dengan tujuan untuk tidak mencegah Fang Yin, dia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Fang Yin yang percaya diri mampu menjinakkan Ular Langit Tujuh Warna.
Xue Yue menatap lembut wajah Cao Tian Jun, dia menjadi tenang karenanya, ia pun menggenggam tangan Cao Tian dengan erat. Mereka berdua melihat Fang Yin yang melompat ke arah Ular Langit Tujuh Warna sebelum masuk ke dalam air.
Seven-colored Celestial Serpent yang merasakan kehadiran Fang Yin, segera berhenti dan melihatnya. Saat tahu jika itu adalah seorang wanita, dia mengayunkan ekornya dengan tujuan menyerang.
"Aqua Of Yin...!" teriak Fang Yin sambil melompat untuk menghindari serangan ekor Seven-colored Celestial Serpent, dengan kedua tangannya membuat simbol aneh.
Muncul di bawah Seven-colored Celestial Serpent sebuah lingkaran, dan lingkaran itu mengeluarkan air yang menjerat tubuhnya hingga tidak bergerak untuk beberapa saat.
Itu adalah skill sihir putih yang merupakan kebanggaan Keluarga Besar Fang. Marga Fang sangatlah terkenal di mana-mana dan disegani banyak orang karena sihirnya.
"Ternyata dia juga seorang penyihir!" gumam Cao Tian Jun yang baru tahu kemampuan Fang Yin yang sengaja disembunyikan.
"Memangnya kamu tidak tahu tentang Marga Fang?" tanya Xue Yue yang keheranan, sebab ia pikir Cao Tian Jun sudah mengetahuinya.
"Tidak tahu!" jawab Cao Tian Jun sambil menggelengkan kepalanya.
"Dengar-dengar dari obrolan para guru, dia adalah seorang putri terhormat dari seorang ahli Penyihir Putih tingkat tinggi. Skill yang barusan dikeluarkan adalah ciri khasnya, Sihir Yin dan Yang. Tapi, aku tidak tahu sejarahnya secara detail!" terang Xue Yue yang sedikit mengetahui siapa Fang Yin yang sebenarnya, walaupun tidak seperempatnya saja
"Pantas saja dia begitu tenang saat tahu tentang The Witcher Dark!" ujar Cao Tian Jun yang akhirnya tahu kenapa Fang Yin begitu tenang ketika mengetahui Penyihir Hitam.
"Iya. Siapapun tahu jika Penyihir Hitam akan takut kepada Penyihir Putih!" sahut Xue Yue dan kembali melihat Fang Yin.
Fang Yin mendarat di atas kepala Seven-colored Celestial Serpent, lalu meletakkan telapak tangannya. Ia berniat untuk menjinakkan target dengan memberikan simbol sihir di kepala ular.
Sebelum telapak tangannya menyentuh kepala, dua tanduk Seven-colored Celestial Serpent mengeluarkan cahaya. Tahu jika skillnya tidak banyak mempengaruhi targetnya, Fang Yin segera melompat mundur untuk menghindari serangan tanduk Ular Langit Tujuh Warna.
Boom...
Suara ledakan memekakkan telinga ketika sinar mengenai batu besar yang berada di pinggir sungai. Untung saja Fang Yin dengan cepat berpindah tempat dalam sekejap.
__ADS_1
"Dia ... Siapa dia?" batin Cao Tian Jun yang kagum dengan kemampuan Fang Yin yang bisa berpindah tempat secara instan, dia makin penasaran siapa sebenarnya putri terhormat dari Keluarga Besar Fang.