
Bab 71. Pil Spiritual Root.
Setelah obrolan hangat di hari menjelang siang, beberapa orang mengedipkan mata kepada panglima perang sebagai isyarat..
Panglima perang tahu arti kedipan mata, lalu dia segera berbicara kepada Cao Tian Jun, "Tuan Muda, dengan kekuatan Anda yang luar biasa, bisakah kita meminta bantuan sekali lagi?"
Cao Tian Jun dengan serius menatap wajah panglima perang, lalu bertanya, "jika saya mampu! Bantuan apa itu?"
Panglima perang mengatur posisi duduknya agar lebih nyaman sebelum mengungkapkan keinginan semua orang. Setelah itu baru dia berbicara akan tujuannya.
"Begini Tuan Muda... Pasti Anda sudah tahu kabar berita kejadian yang menimpa Kerajaan Bintang Laut, bisakah Anda membantu kita dalam menangani The King Of Dark Matter?"
"The King Of Dark Matter? Kekuatannya berada di tingkat apa?" selidik Cao Tian Jun sebelum mengiyakan permintaan mereka.
Panglima perang sudah menduga akan ditanyai tentang hal ini, dia menghela napas berat karena sejujurnya tidak mengetahui kekuatan The King Of Dark Matter yang misterius.
"Perkiraan kekuatannya berada di tingkat Heavenly God!" jawab panglima perang.
Seketika raut wajah Cao Tian Jun berubah menjadi jelek karena perkataan panglima perang. Dia tahu tidak mungkin mengalahkan lawan yang memiliki kekuatan di atasnya dua tingkat. Jika dalam satu tingkat yang sama, maka dia bisa mengalahkan The King Of Dark Matter dengan banyak usaha ekstra.
Melihat raut wajah Cao Tian Jun, panglima perang dan semua orang yang mengelilinginya tidak ada yang berani mengeluarkan suara, mereka khawatir menyinggung perasaan Cao Tian Jun.
Cao Tian Jun menarik napas panjang agar pikirannya jernih, lalu mengukur semua kemampuannya. Walaupun misinya harus mendapatkan prestasi di Benua Timur, dia juga tidak sebodoh itu dengan gegabah bertindak, harus mempelajari lawannya terlebih dahulu sebelum bergerak.
"Aku memiliki Teknik Perubahan Wujud dan Langkah Bayangan Merpati untuk kabur, Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa untuk bertarung dengan lawan yang lebih kuat, Kitab Halilintar Ungu sebagai teknik bela diri di serangan awal...," Cao Tian Jun memikirkan segala kelebihan serta kekurangannya, dia juga memvisualisasikan adegan pertarungan dirinya dengan lawan yang lebih kuat.
Semua orang yang melihat Cao Tian Jun sangat serius, terlihat gelisah karena khawatir mendapatkan penolakan. Bagi mereka, hanya Cao Tian Jun harapan satu-satunya karena bala bantuan dari Kekaisaran Xia tidak segera datang.
"Jujur saja, saya baru kali ini menginjakkan kaki di Daratan Benua Timur Tengah, pemahaman tentang geografis alamnya juga sangatlah minim, apalagi bertarung dengan orang yang tidak aku pahami kekuatannya. Saya ingin tahu tentang dia, tempat ini, dan juga seberapa luas wilayah yang telah dikuasainya?" tanya Cao Tian Jun yang ingin mengenal lawan serta tempat untuk melarikan diri jika nantinya harus kalah.
Panglima Perang dan ajudannya berganti menjelaskan tentang The King Of Dark Matter, tapi mereka hanya bisa berspekulasi. Untuk perihal wilayah, mereka paham betul dan dengan mudah menjelaskannya.
Mengetahui The King Of Dark Matter penyebab kabut hitam, spontan wajah Cao Tian Jun menjadi berseri-seri karena akan mendapatkan kekuatan lagi jika menyerap kabut hitam.
"Baiklah, saya bantu kalian!" ucap Cao Tian Jun sebelum panglima perang dan ajudannya selesai berbicara.
__ADS_1
"Terima kasih, Tuan Muda!"
Serempak panglima perang dan semua orang mengucapkan terima kasih kepada Cao Tian Jun dengan menangkupkan kedua tangannya. Lalu panglima perang menuangkan cangkir teh yang telah kosong untuk Cao Tian Jun.
"Tetapi, Panglima Perang dan para prajurit harus ikut khusus membantu saya melawan binatang mistik. Untuk masalah orang itu, biar saya secara pribadi menghadapinya!" pinta Cao Tian Jun yang jelas tidak akan bertarung sendiri jika lawannya memiliki banyak pasukan.
"Jelas saya akan ikut bersama sisa-sisa prajurit ini!" jawab Panglima perang.
"Aku juga ikut!"
Tiba-tiba suara seorang wanita menyela pembicaraan mereka, semua orang membalikkan badan, dan melihat Putri Yuan Zhen yang bersama Permaisuri Juan.
"Salam, Yang Mulia!"
Serempak semua orang memberikan penghormatan kepada Permaisuri Juan sebagai pemimpin mereka, mewakili Raja Yuan. Demikian juga dengan panglima perang yang langsung berdiri untuk memberikan hormat kepada Permaisuri Juan.
Kecuali Cao Tian Jun, yang tetap duduk sambil menyesap teh hangat, dia tersenyum melihat dua wanitanya yang cantik ini. Semalam dia puas dengan pelayanan mereka berdua yang sangat agresif.
"Iya, kita semua akan ikut serta melawan penjajah itu. Daratan Benua Timur Tengah adalah tanah kelahiran kita dan sudah sepatutnya kita bahu-membahu melindunginya!" ucap Permaisuri Juan yang memicu semangat semua orang.
Kemudian, Permaisuri Juan dan Putri Yuan Zhen duduk di samping kiri dan kanan Cao Tian Jun. Keakraban mereka membuat semua orang saling bertukar pandangan dengan banyak pikiran ganjil, tetapi tidak ada yang berani berkomentar.
Perkataan Cao Tian Jun didukung oleh Yuan Zhen dan ibunya. Semalam, ibu dan anak itu telah memiliki rencana untuk menjadikan pasukan Kekaisaran Xia sebagai umpan meriam, tapi masalahnya kekurangan dukungan untuk melancarkan rencananya.
Berhubungan telah melihat aksi Cao Tian Jun, mereka berharap besar kepadanya agar sukses menduduki kembali ibukota Kerajaan Bintang Laut, terutama istananya.
"Oh iya! Paman dan semua orang sudah pasti telah berkenalan dengan Cao Tian Jun ini. Dia adalah calon suamiku," kata Yuan Zhen kepada semua orang, dia ingin memperkenalkan Cao Tian Jun sejak dini karena akan mengganti posisi ayah sebagai penguasa Kerajaan Bintang Laut.
Dengan catatan, jika ada hal yang buruk terjadi kepada Raja Yuan. Dan selain itu, Permaisuri Juan ketika berada di dalam tenda, telah memutuskan Cao Tian Jun menjadi raja pengganti.
"Selamat!" ucap panglima perang dengan semangat, dia mendukung besar jika Putri Yuan Zhen bersanding dengan Cao Tian Jun.
Lalu semua orang mengucapkan selamat kepada Cao Tian Jun. Pernyataan Yuan Zhen sedikit mengejutkan Cao Tian Jun, tapi dia hanya bisa tersenyum karena telah berjanji. Sebenarnya, dia masih ingin hidup bebas tanpa adanya ikatan karena usainya juga belum genap 20 tahun, usia yang cukup matang untuk menikah.
Kemudian, Permaisuri Juan memerintahkan semua orang untuk menyiapkan diri untuk berangkat besok pagi. Lalu Cao Tian Jun dan kedua wanitanya kembali ke dalam tenda.
__ADS_1
Di dalam tenda, kini hadir Kepala pelayan karena diperintahkan oleh Permaisuri Juan secara khusus melayani Cao Tian Jun. Di dalam tenda, Cao Tian Jun kembali memasang Formasi Array kedap suara.
Lalu Cao Tian Jun meminta Yuan Zhen duduk bersila di tanah beralaskan permadani, dia ingin memenuhi janjinya menjadikan Yuan Zhen sebagai seorang ahli Alkemis.
Disaksikan oleh Permaisuri Juan dan Kepala pelayan, Cao Tian Jun mengeluarkan tiga botol giok berisi pil, lalu meletakkan di depan Yuan Zhen.
"Botol giok biru ini berisi Pil Spiritual Root yang fungsinya untuk membentuk akar elemen baru...," Cao Tian Jun menjelaskan agar Yuan Zhen mengetahuinya kegunaan masing-masing botol giok berisi pil.
Spiritual Roots disebut juga dengan Akar dari Kehidupan. Secara kiasan, juga berarti pondasi tubuh dan jiwa seseorang. Kultivasi biasanya membutuhkan beberapa tingkat minimum bakat bawaan, sehingga seseorang dengan konstitusi tubuh yang buruk mungkin akan berpikir ulang untuk berlatih kultivasi, karena membutuhkan waktu yang lebih lama dari orang yang memiliki bakat bawaan.
Nah, dengan adanya Pil Spiritual Root, maka seseorang yang tidak mampu berkultivasi dan kurang berbakat, bisa membangkitkan akar spiritualnya dan juga dengan cepat meningkat kekuatan.
Penjelasan Cao Tian Jun tentang Pil Spiritual Root mengejutkan ketiga wanita itu, mereka tahu apa itu. Pasalnya, Pil Spritual Root sangat-sangat langka, dan hanya setingkat di atas Saint tahap puncak yang mampu membuatnya.
Jikalau pun ada setingkat Saint, itupun sulit untuk dimintai pertolongan untuk membuat Pil Spiritual Root, dikarenakan bahan ramuannya yang juga sangatlah langka ditemukan. Belum lagi jika proses pembuatannya gagal, dan juga biaya jasa sangat mahal.
Jika Pil Spiritual Root mudah dan tidak mahal, sudah pasti di Benua Timur banyak bermunculan bakat-bakat di atas normal, bahkan penduduk biasa bisa berkultivasi.
Yuan Zhen segera mengambil botol giok berwarna biru untuk melihat apakah benar isinya adalah Pil Spiritual Root?
Permaisuri Juan segera menghampiri putrinya, ia juga ingin tahu. Kepala pelayan hanya bisa sedikit maju karena ingin tahu, ia juga tahu syarat utama untuk menjadi Alkemis, yaitu harus memiliki dua akar elemen api dan kayu.
Yuan Zhen menuangkan isi botol giok ke telapak tangannya, lalu keluar Pil Spiritual Root berwarna biru tua dengan tiga garis putih. Sontak Yuan Zhen dan Permaisuri Juan terbelalak melihatnya. Yuan Zhen sendiri tangannya sampai gemetaran mengetahui perkataan Cao Tian Jun ternyata benar.
"Ya Dewa! Ini seharga setengah harta Kerajaan Bintang Laut jika dijual. Jika di lelang, bisa dua sampai tiga kali lipat harganya!" seruan Permaisuri Juan yang sedikit tahu harganya walaupun tidak pasti, dan di anggukan kepala oleh Yuan Zhen.
"Anggap saja itu mas kawin dariku," kata Cao Tian Jun dengan santainya karena banyak memiliki Pil Spiritual Root.
Segera Yuan Zhen memasukkan kembali Pil Spritual Root ke dalam botol giok dan menutupnya. Lalu dia memeluk Cao Tian Jun sampai ambruk ke permadani dan mencium dengan ganas.
Cao Tian Jun dengan senang hati menyambut ciumannya dengan lebih agresif, bahkan tanpa malu dilihat oleh Permaisuri Juan dan Kepala pelayan, dia memegang pantatnya dengan lembut.
Permaisuri Juan melihat tonjolan di balik pakaian bawah Cao Tian Jun, ia segera memegangnya tanpa malu. Kepala pelayan segera membalikkan badan karena malu.
"Tampaknya... Raja Yuan sudah tiada!" batin Kepala pelayan dengan tindakan Permaisuri Juan yang diluar dugaannya, ia telah memastikan Raja Yuan tewas dibunuh oleh The King Of Dark Matter.
__ADS_1
"Mungkin kejadian ini adalah karma dari kesalahan beliau yang pengejaran Guru Senior Tian Sun pada waktu itu!" lanjut Kepala pelayan yang sempat mengetahui kejadian masa lalu.
Raja Yuan pernah menyesal telah ikut berpartisipasi dalam pengejaran Tian Sun, karena tergiur dengan ciptaannya. Namun, justru hingga saat ini tidak mendapatkan apapun dari Kaisar Xia. Karena hal itu dan juga selalu dimanfaatkan saja, maka Raja Yuan ingin sekali lepas dari Kekaisaran Xia.