
Bab 171. Diincar Musuh.
Kedatangan rombongan Patriark Fang menarik perhatian banyak orang yang sedang berada di dermaga. Namun, melihat bendera Akademi Sihir Yin Yang dan Kerajaan Sihir, mereka segera kembali beraktivitas, mereka tidak ingin memprovokasi para ahli sihir.
"Apakah mereka memang seperti itu, takut kepada Klan Fang?" tanya Cao Tian Jun yang heran melihat mereka yang berada di dermaga.
"Itu wajar... Ini berawal dari legenda Fang He Mei...," Fang Yin menceritakan sejarah masa lalu yang pernah membuat keluarga besar Fang marah besar.
Ketakutan mereka terhadap Kerajaan Sihir karena legenda Fang He Mei yang pernah menyihir seorang kultivator kuat menjadi seekor buaya. Kisah itu terjadi beberapa ribuan tahun lalu.
Waktu itu, ada seorang pria yang sangat menyukai Fang He Mei yang masih berusia 17 tahun. Pria itu bernama Zong Lin yang sudah beristri dan memiliki dua anak.
Zong Lin jatuh cinta kepada Fang He Mei saat turnamen sihir yang diadakan di Akademi Sihir Yin Yang. Penampilan yang memukau serta memiliki wajah cantik yang membuat Zong Lin tergila-gila.
Hampir setiap hari, Zong Lin selalu mengejar-ngejar pujian, tidak peduli di manapun tempatnya selalu berusaha mencari perhatian Fang He Mei. Tidak sedikit hadiah mahal diberikan kepada pujaannya.
Fang He Mei jelas risih karena privasinya selalu terganggu. Yang membuatnya marah besar, Zong Lin mengintipnya saat mandi, dan melakukan hal tak senonoh saat mengintip.
Fang He Mei berteriak keras sehingga mengundang perhatian banyak orang yang langsung mengejar Zong Lin. Dia juga ikut mengejarnya hingga tertangkap dekat sungai.
Bukannya meminta maaf atas tindakannya, Zong Lin justru memegang dadanya dihadapan mata banyak orang. Spontan Fang He Mei menggunakan sihir yang merubah wujud Zong Lin menjadi seekor buaya.
Oleh banyak orang, Zong Lin yang menjadi buaya dihajar habis-habisan. Karena tidak mampu menahan rasa sakit, Zong Lin kabur dengan cara masuk ke dalam sungai. Hingga saat itu, tidak ada yang berani mengusik keluarga besar Fang. Sungai itu menjadi terkenal dan diberi nama Sungai Buaya Zong.
Karena kehebatan Fang He Mei yang juga cantik membuat Yao Han Kiew (Leluhur Yao) jatuh hati kepadanya. Awalnya, Fang He Mei tidak sedikitpun melirik Yao Han Kiew dan semua pria karena trauma.
Walaupun seringnya ditolak oleh Fang He Mei, Yao Han Kiew tidak pantang menyerah. Pada suatu ketika, entah bagaimana caranya Yao Han Kiew menaklukkan hati Fang He Mei, dia akhirnya menjadi suami.
Desas-desus mengatakan bahwa Yao Han Kiew menggunakan cara kotor, yaitu menggunakan sihir penakluk hati. Setelah pernikahan berlangsung selama 12 tahun, Fang He Mei akhirnya tersadar setelah sihir yang mempengaruhi pikirannya menghilang.
Tidak terima dengan perlakuan busuk Yao Han Kiew, Fang He Mei yang sangat marah mengutuk keras seluruh keluarga besar Yao, yaitu selamanya tidak akan pernah hidup dalam kedamaian, dan siapapun yang melakukan tindakan tercela akan menjadi seekor buaya. Setelah mengutuk, Fang He Mei memilih untuk melakukan tindakan yang tak terduga, dengan cara menghancurkan dantian-nya.
Dia pikir setelah menghancurkan basis kultivasinya dan menjadi tua, Yao Han Kiew akan mencampakkannya. Nyatanya , justru sebaliknya, Yao Han Kiew tetap mencintainya hingga tutup usia. Sampai akhirnya hayatnya, Fang He Mei tidak pernah menerima cinta dari Yao Han Kiew.
Kisah cinta mereka hingga saat ini menjadi panutan bagi kalangan generasi muda dari keluarga besar Yao, di mana memperjuangkan cinta pada akhirnya membuahkan hasil, walaupun dipenuhi dengan lika-liku kehidupan yang berat, serta melakukan cara yang kotor.
"Sungguh menggelikan!" ucap Cao Tian Jun yang jijik mendengar kisah kedua pria itu, "jangan-jangan si Zeming itu meniru perbuatan kotor leluhurnya untuk menaklukkan kamu?" Lanjutnya yang menggoda Fang Yin.
Fang Yin tersipu malu, lalu ia berkata, "sihir hitam hanya berlaku bagi wanita yang masih perawan, dan pria yang masih perjaka. Jika sihir hitam itu tetap digunakan untuk sasaran yang tidak suci, sihirnya tidak banyak berpengaruh!"
Cao Tian Jun mendekatkan wajahnya ke arah telinga Fang Yin, lalu berbisik, "oh... Jadi karena itu kamu segera melepaskan kesucian untukku agar tidak terkena sihir hitam!"
Fang Yin langsung mencubit perut Cao Tian Jun dengan sangat keras. Cao Tian Jun tertawa dan turun dari kapal angkasa menuju ke Kota Paus Biru. Xia Junsu tersenyum melihat tingkah putranya yang selalu usil, dia dan Tim Phoenix menyusul Fang Yin yang mengejar Cao Tian Jun.
Yang tidak diketahui oleh siapapun, kisah Leluhur Yao yang dipikirkan oleh Pangeran Zeming, ia ingin menggunakan cara kotor untuk menaklukkan hati Fang Yin. Rencananya, sekembalinya dari Mystical Beast Mountain, dia akan menemui penyihir hitam yang selalu menjadi langganan keluarga besar Yao.
Fang Guotin dan Patriark Fang tersenyum melihat Fang Yin yang seperti anak-anak. Biasanya, dalam kehidupan sehari-hari, Fang Yin selalu bersikap dingin kepada siapapun, sikapnya yang berwibawa membuat pria manapun menjadi segan untuk mendekati. Apalagi saat tahu jika Cao Tian Jun tewas, sikapnya terhadap semua orang menjadi menjadi semakin dingin. Mereka dan rombongannya segera ikut turun dari kapal angkasa untuk membeli perbekalan.
Di sisi lain yang berdekatan dengan armada kapal angkasa milik Klan Fang, ada satu kapal angkasa yang baru tiba. Mereka adalah perompak Laut Besar. Pemimpin mereka bernama Gao Tao.
Gao Tao dengan tidak sengaja melihat ke arah Tim Phoenix, kedua matanya tertuju kepada mereka yang berwajah cantik-cantik. Keinginannya untuk memiliki semua kecantikan itu pun muncul.
Dia tidak peduli siapa yang dihadapinya, sebab tidak percaya dengan legenda Fang He Mei, bahkan tidak sedikitpun takut kepada keluarga besar Fang. Baginya dan semua anggota perompak Laut Besar, kekuatan adalah hal utama dalam dunia kultivator, sihir hanyalah mainan anak-anak.
"Bos, apakah Anda menginginkan mereka?" tanya salah satu bawahan yang melihat tatapan Gao Tao.
"Iya. Culik mereka sebelum melanjutkan perjalanan!" perintah Gao Tao sambil melihat Patriark Fang yang telah masuk ke dalam Kota Paus Biru.
"Laksanakan, Bos!" ucap semua anggota perampok Laut Besar dengan semangat.
"Bagaimana dengan tangkapan kita?" tanya wakil dari Gao Tao, ia bernama Tan Ping.
Tangkapan yang dimaksudkan oleh Tan Ping adalah budak, tetapi mereka bukan berasal dari Ras Manusia, melainkan Ras Kucing dan Ras Duyung, jumlahnya ada 20 orang. 18 pria tua dan muda dari Ras Duyung, dua wanita muda dari Ras Kucing dan Ras Duyung.
Kedua budak wanita itu tidak menarik hasrat perompak Laut Besar dikarenakan penampilan mereka yang aneh, serta mengeluarkan aroma busuk. Mereka lebih senang kepada wanita dari Ras Manusia.
"Seperti biasanya!" jawab Gao Tao, dan segera turun dari kapalnya untuk membantu anak buahnya agar lebih cepat menculik Tim Phoenix.
Biasanya, para budak itu akan dilelang di Kota Paus Biru. Ras Kucing yang merupakan ras langka memiliki harga jual tinggi, sedang Ras Duyung sedikit lebih murah harganya. Tan Ping memerintahkan anak buahnya untuk mengeluarkan semua budak dan hasil rampokan untuk dijual...
Cao Tian Jun dan Tim Phoenix berburu harta langka dan misterius di sepanjang jalan. Fang Guotin dan dua bawahannya selalu mengikuti, dan waspada terhadap siapapun, termasuk perompak Laut Besar yang sedang mengintai.
"Nona Muda, tim jangan sampai terpisah!" peringatan Fang Guotin karena melihat gelagat buruk Gao Tao dan anggotanya.
Fang Yin tersenyum sambil mengangguk sebagai jawaban. Dia dan Tim Phoenix tidak sedikitpun takut karena memiliki Winged Golden Armor Ring yang akan selalu melindunginya. Jika dalam keadaan nyawa terancam, cincinnya akan langsung mengirimkan dirinya masuk ke dalam Dunia Jiwa milik Cao Tian Jun.
Fang Yin melirik ke arah Gao Tao dan anggotanya yang sedang mengintai. Dia segera memberitahu hal ini kepada Cao Tian Jun dan Tim Phoenix.
__ADS_1
Mereka segera melirik gerombolan perampok itu. Kemudian, tercetus rencana dipikiran Cao Tian Jun. Sambil melihat-lihat dagang, ia mengutarakan idenya ini kepada Tim Phoenix dan Fang Guotin.
Cao Tian Jun dan Tim Phoenix perlahan berjalan menuju ke tempat yang jarang dilalui oleh siapapun. Ketika berada di gang kecil, Fang Guotin dan anak buahnya segera menggunakan skill penyamaran. Sedangkan Cao Tian Jun merubah wujudnya menjadi Fang Yin.
Tim Phoenix yang melihatnya tertawa karena gerakan Cao Tian Jun tidak seperti Fang Yin yang lemah gemulai. Kemudian, Tim Phoenix segera masuk ke dalam Cincin Dimensi milik Cao Tian Jun. Saat ini, Cao Tian Jun yang menyamar sendirian di gang sempit, diawasi oleh Fang Guotin.
Tidak berselang lama, Gao Tao dan anggotanya telah memblokir jalan gang kecil itu. Tidak ada jalan kabur bagi Cao Tian Jun. Mereka keheranan karena hanya ada satu wanita cantik, padahal jalan sempit ini hanya satu jalur. Tetapi, mereka tidak memikirkan kemana Tim Phoenix yang lainnya pergi.
"Gadis cantik, jadilah istriku. Segala kebutuhanmu akan kupenuhi!" rayuan Gao Tao sambil mendekati Cao Tian Jun.
Cao Tian Jun berpura-pura ketakutan dengan berjalan mundur, ia melihat wajah Gao Tao dan anggotanya yang menyeramkan, banyak luka diwajah mereka.
Sebelum Cao Tian Jun berbicara, ia berdehem untuk menyesuaikan suaranya yang akan disamarkan. Tindakannya justru membuat Tim Phoenix yang tinggal di dalam cincin dimensi tertawa.
Ketika Cao Tian Jun berdehem dengan suara khas pria, Gao Tao dan anggotanya tidak sedikitpun curiga, justru suaranya itu dianggap sangat merdu. Mereka mengepung Cao Tian Jun.
"Aku adalah putri dari Patriark Fang, apakah kau tidak takut kepadaku? Aku sedang dikawal oleh tiga orang kuat! Mau kalian aku kutuk menjadi buaya-buaya darat" gertakan Cao Tian Jun sambil mengeluarkan pedang biasa, mengacungkannya kepada Gao Tao.
Bukannya takut, Gao Tao dan anggotanya menertawakan ancaman Cao Tian Jun. Mereka pikir Cao Tian Jun membual, sebab tidak ada orang lain selain mereka. Selain itu, mereka tidak percaya ucapan Cao Tian Jun yang mampu menyihir.
Gao Tao melirik ke arah anggotanya yang berada di belakang Cao Tian untuk menyerang. Dua anggota perompak Laut Besar segera menyerang Cao Tian Jun.
Namun, Cao Tian Jun dengan mudah menghindari tangan mereka yang akan memeluknya. Lalu mengayunkan pedangnya ke arah tangan mereka. Seketika tangan mereka terputus karena sabetan pedang.
Kedua anggota itu berteriak kesakitan karena lengannya putus, teriakan mereka yang keras tidak dipedulikan oleh siapapun yang mendengarnya, hal yang sudah biasa terjadi di Pulau Paus Biru.
Gao Tao jelas sangat marah melihat anggotanya yang terluka, ia mengeluarkan aura kekuatan tingkat God Warrior level 3. Spontan Cao Tian Jun berlutut karena tekanan aura lawannya.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh anggota perompak Laut Besar. Mereka bersamaan menerjang tubuh Cao Tian Jun. Namun, sambil berlutut Cao Tian Jun menyeringai dan menebaskan pedangnya ke arah kaki mereka.
"Arghhh...!!" teriakan mereka ketika kakinya putus terkena sabetan pedang.
Gao Tao tercengang melihat targetnya masih mampu bergerak walaupun sudah diberi tekanan aura kekuatannya. Dia segera meninju ke arah Cao Tian Jun dengan kekuatan penuh.
Boom...
Ledakan keras ketika tinju berenergi mengenai tanah, tidak sedikitpun mengenai Cao Tian Jun yang telah terlebih dahulu menghindar. Gao Tao segera mengeluarkan senjata kapaknya, jenis Armament Grade God tahap Menengah.
Dia mengayunkan kapaknya ke arah Cao Tian Jun yang akan menghunuskan pedang. Pedang biasa miliki Cao Tian Jun langsung patah menjadi dua karena tidak mampu menahan kekuatan Armament Grade God.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Gao Tao dengan memutar tubuhnya sambil mengayunkan kapaknya. Yang mengejutkannya, kapaknya ditahan oleh Cao Tian Jun dengan jepitan dua jari.
Gao Tao yang terkejut langsung ditendang oleh Cao Tian Jun di bagian pinggang sehingga membentur dinding rumah penduduk. Saking kerasnya tendangan, Gao Tao sampai melepaskan senjatanya. Anggota perampok Laut Besar segera menyerang Cao Tian Jun.
Namun, Cao Tian Jun terlebih dahulu menyerang mereka dengan senjata kapak milik Gao Tao. Kapak berputar di tangannya dan melesat ke arah leher lawan terdekat.
Gao Tao terbelalak melihat anggotanya terpenggal di depan mata. Ia meraung-raung keras karena sangat marah. Dia mengeluarkan bambu bala bantuan. Dari dalam bambu itu meluncur ke atas seperti kembang api.
Blarr...
Suara ledakan kembang api yang membentuk lambang kapak, tanda meminta bantuan. Setelah memangil anak buahnya yang berjumlah lebih dari 50 orang yang masih berada di kapal, ia segera menyerang Cao Tian Jun yang dengan ganas membunuh anggotanya.
Fang Guotin tersenyum tipis karena sudah waktunya untuk bertindak. Dia dan dua anak buahnya menghadapi anggota perompak Laut Besar yang berdatangan.
Keributan ini jelas mengundang perhatian banyak orang yang sedang bertransaksi. Mereka segera memberikan jalan kepada anggota perompak Laut Besar, dan bersemangat untuk menyaksikan pertarungan.
Boom boom boom...
Fang Guotin dan anak buahnya menggunakan sihirnya untuk menumbangkan anggota perompak Laut Besar yang akan membantu Gao Tao.
Boom...
Kembali suara ledakan energi. Kemudian, semua orang melihat Gao Tao terseret keluar dari jalan sempit. Tidak berselang lama, mereka melihat seorang pria muda tampan dan didampingi oleh 17 wanita cantik.
Cao Tian Jun menghilang dan muncul di samping Gao Tao yang akan bangkit. Lalu dia menebaskan kapaknya ke arah leher lawannya.
Gao Tao segera jungkir balik untuk menghindari serangan Cao Tian Jun. Sayangnya, Cao Tian Jun muncul di belakangnya dan senjata kapak memukul punggungnya.
"Arghhh...!!" teriakan Gao Tao yang punggungnya terkena kapak.
Tidak hanya sekali Cao Tian Jun memukul punggungnya dengan kapak, berulangkali. Darah segar terciprat kemana-mana dan membasahi wajah Cao Tian Jun, yang bertindak seperti orang kesurupan saat mencincang punggung Gao Tao.
Tim Phoenix yang melihat kebrutalan Cao Tian Jun untuk pertama kali, sampai bergidik ngeri. Melihat Fang Guotin masih menyerang anggota perompak Laut Besar, Tim Phoenix segera membantunya.
Boom...
Suara ledakan energi ketika seseorang memukul punggung Cao Tian Jun hingga terpental ke depan, dan jelas menabrak tubuh Gao Tao. Pria itu adalah Tan Ping, jauh lebih kuat dari Gao Tao.
__ADS_1
Cao Tian Jun menggunakan kapak untuk menahan tubuhnya yang terseret, lalu dia segera membalikkan badan dan melihat ke arah Tan Ping.
Tan Ping mengerutkan keningnya karena Cao Tian Jun tidak sedikitpun merasakan sakit setelah terkena pukulannya. Tetapi, ia kaget karena melihat Cao Tian Jun tiba-tiba muncul di depannya dengan kapak terayun.
Secara naluri, Tan Ping segera melompat mundur dan melepaskan pukulan berenergi jarak jauh bertubi-tubi. Tinjunya yang berenergi berubah menjadi puluhan kepala singa yang membuka mulut.
Serangan lawan yang cepat, tidak sedikitpun membuat Cao Tian Jun panik, dia mengayunkan senjata kapaknya untuk menangkis serangan lawannya.
Boom boom boom boom boom...
Rentetan suara ledakan energi ketika serangan Tan Ping berbenturan dengan kapak. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Tan Ping untuk membawa Gao Tao yang pingsan karena tubuh terluka parah.
Melihat lawannya kabur, Cao Tian Jun jelas tidak membiarkan mereka. Sesuai dengan pesan dari guru, yang mana jangan pernah melepaskan lawan yang akan membuat masalah kembali dikemudian hari.
Ketika Cao Tian Jun terbang, tiba-tiba berhenti karena mendengar suara wanita meminta bantuan.
"Tuan, tolong kami!"
Dia melihat 20 budak yang lehernya diikat rantai. Lalu melihat dua wanita yang dipenuhi dengan luka siksaan. Dia melihat ke arah anggota perompak Laut Besar yang kabur dan segera meninggalkan Pulau Paus Biru.
"Apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Cao Tian Jun sambil berjongkok di hadapan dua wanita muda yang berpenampilan aneh.
Bau busuk di tubuh mereka tidak sedikitpun menganggu indera penciumannya. Padahal, semua orang yang berada di sekitar menutup hidung karena tidak tahan mencium bau busuk.
"Mereka adalah orang-orang yang ditangkap oleh perompak Laut Besar, dan akan dijual!" jelas Fang Yin yang sudah berada di belakang Cao Tian Jun, ia dan Tim Phoenix menutup hidungnya dengan tangan.
Melihat penampilan mereka yang mengenaskan, membuat Cao Tian Jun menjadi iba. Lalu dia melepaskan rantai dileher mereka dengan mudah. 20 budak itu segera berlutut di hadapan Cao Tian Jun sebagai bentuk ucapan terima kasih.
"Kalian bebas. Kembalilah ke asal," kata Cao Tian Jun.
Anehnya, mereka masih terus berlutut dan tidak menghiraukan perkataan Cao Tian Jun.
"Mereka masih trauma, dan bagaimana bisa kondisi seperti kembali ke tempatnya?" terang Xia Junsu yang melihat putranya kebingungan dengan tindakan para budak.
Cao Tian Jun akhirnya mengerti. Dia segera berdiri dan melihat semua orang yang mengerumuninya. Lalu dia mengeluarkan kantong spasial yang berisi koin emas.
"2 juta keping emas ini bagi siapapun yang mau merawat mereka, memberikan makan bergizi, dan pakaian yang layak! Kita akan di sini sampai sore hari, jika kurang mintalah," kata Cao Tian Jun kepada semua orang.
Ucapannya membuat semua orang berebut untuk merawat 20 budak. Siapapun orangnya pasti tidak akan menolak keinginan Cao Tian Jun yang memberikan upah besar. Angka segitu hanya untuk biaya merawat merupakan hal yang sangat berlebihan.
Karena menjadi kacau saling berebut, Cao Tian Jun memilih satu keluarga untuk merawat para budak. Para budak sekali lagi memberikan hormat sambil berlutut sebagai ungkapan rasa terima kasihnya.
Kemudian, Cao Tian Jun memberikan kantong spasial kepada keluarga yang merawat para budak. Keluarga itu membawa para budak untuk dilayani dengan hati gembira.
Wanita dari Ras Kucing tersenyum melirik Cao Tian Jun. "Pria yang menarik!" batinnya sambil berjalan mengikuti keluarga yang akan merawatnya.
"Mereka kabur!" ucap Chu Sying yang belum puas memukuli para perompak Laut Besar.
"Nanti kita akan bertemu mereka lagi," kata Cao Tian Jun sambil melihat kapal perompak dengan menggunakan Mata Surgawi.
Patriark Fang geleng-geleng melihat menantunya yang menjadi magnet masalah di tempat baru. Untung saja musuhnya kali ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan...
Cao Tian Jun dan Tim Phoenix kembali mencari sesuatu yang menarik perhatian. Ada satu benda yang didapatkan oleh Cao Tian Jun saat bertransaksi di Mystical Beast Mountain, yaitu sebuah potongan batu giok ukiran.
Menurut informasi dari Matriark Yin An, batu giok tersebut adalah milik dari seorang ahli Alkemis, julukannya adalah Dewa Pil. Jika dua potongan batu giok tersebut disatukan, maka akan muncul suatu petunjuk.
Matriark Yin An pernah melihat potongan batu giok itu di Pulau Paus Biru. Inilah salah satu tujuan Cao Tian Jun selain berkunjung ke tempat Klan Fang, ia ingin mendapatkan sisa potongan batu giok tersebut. Tim Phoenix tahu tujuannya.
"Coba kita berkunjung ke Toko Dongxi, siapa tahu di sana menyimpan sisa potongan batu giok!" saran Fang Yin yang sudah melihat-lihat dagang setiap penjual di sepanjang jalan, tapi tidak menemukan potongan batu tersebut.
Cao Tian Jun dan Tim Phoenix bergegas menuju ke Toko Dongxi. Sepanjang perjalanan, dia memikirkan pertarungan sesaat lalu yang tidak ada seorangpun menghentikannya.
"Apakah di sini tidak ada penguasanya?" tanya Cao Tian Jun kepada Fang Yin.
"Pulau Paus Biru adalah tempat bebas, dan dipimpin oleh Guild Perdagangan Multi. Di sini, setiap orang bertahan hidup dengan mengandalkan kemampuannya sendiri. Namun, ada satu kesepakatan yang harus dipatuhi oleh siapapun yang berkunjung di tempat ini, dilarang menganggu penduduk asli dan para pedagangnya!" jelas Fang Yin panjang lebar.
Walaupun Guild Perdagangan Multi dianggap sebagai penguasa Pulau Paus Biru, mereka tidak serta-merta membuat aturan seperti sistem pemerintahan pada umumnya. Intinya, mereka ingin penduduk dan para pedagang bisa hidup harmonis tanpa terganggu oleh pihak pendatang.
Biarpun ada keributan seperti yang baru terjadi, mereka tidak akan menghentikannya selama tidak melibatkan penduduk asli dan para pedagang. Justru tindakan Cao Tian Jun yang ditunggu-tunggu oleh penduduk asli, seperti meminta penduduk untuk merawat para budak dari Ras Kucing dan Ras Duyung.
Setiap hari, perkelahian selalu terjadi, nyawa melayang sudah tak terhitung jumlahnya selama ini, masalah antar pendatang bukanlah hal yang baru. Seperti saat ini, di mana ada 2 orang pria yang mengincar Cao Tian Jun, bukan Tim Phoenix yang diincar.
Kedua orang itu adalah anggota Paviliun Bunga Kematian yang berada di tempat ini, dan Cao Tian Jun menjadi target utamanya. Kekuatan mereka, tidak perlu diragukan lagi, sekelas Xue Delun Hai, belum tentu mampu mengalahkan mereka berdua.
Sekuat mereka, tidak perlu lagi menggunakan penyamaran, tetapi tetap menggunakan nama samaran. Kekuatan mereka berada di tingkat Half Alfa level 10 dan 12. Yang terkuat adalah pria, dan yang lebih rendah adalah seorang wanita. Mereka pasangan suami-istri, dijuluki sebagai Bao Dong, Bao untuk si wanita dan Dong untuk prianya.
Mengetahui Cao Tian Jun dan Tim Phoenix sedang diincar, Fang Guotin dengan nada serius segera memberikan peringatan kepada mereka.
__ADS_1
Cao Tian Jun dan Tim Phoenix segera masuk ke dalam Toko Dongxi saat melihat Bao Dong sedang menuju ke arahnya. Karena dua aturan di Pulau Paus Biru, berada di dalam toko akan lebih terjamin keselamatannya. Fang Guotin memerintahkan anak buahnya untuk melaporkan hal ini kepada Patriark Fang yang berada di gedung Guild Perdagangan Multi.