8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Pil Breakthrough


__ADS_3

Bab 97. Resep Pil Terobosan.


Di dalam kamar mandi dan tetap dalam keadaan berendam, Cao Tian Jun membuka matanya. Terlihat wajahnya yang kebingungan karena mimpinya, seolah-olah nyata. Namun, dia terkejut melihat gulungan bambu yang diberi oleh Dewi Kasih.


Untuk memastikan yang baru dialaminya, dia segera memeriksa Cincin Dimensi untuk melihat Nuwa Kecil. Ternyata, Nuwa Kecil tidak ada di kamarnya, sudah pasti mimpi ini adalah nyata.


"Mimpi yang nyata dengan proses yang aneh!" gumam Cao Tian Jun yang kebingungan dengan kejadian ini.


Segera dia keluar dari kamar mandi dengan keadaan telanjang. Ia tidak peduli dengan dirinya sendiri karena ingin tahu resep untuk mengatasi permasalahannya dalam kultivasi. Dia meletakkan gulungan bambu di meja dan membukanya.


Setelah membaca resep itu, Cao Tian Jun tercengang karena harus mengumpulkan 99 jenis tanaman langka. Kemudian, dia membaca proses pengestrakan yang terbagi menjadi tiga tahapan, dan yang bisa membuat Pil Breakthrough (Terobosan) adalah seorang ahli Alkemis tingkat Raja Surgawi.


Semua jenis tanaman langka itu sangat sulit ditemukan di Benua Timur, mengumpulkan 99 tanaman langka tidaklah mudah. Belum lagi mencari Alkemis tingkat Raja Surgawi, yang kemungkinan besar tidak ada di Benua Timur.


Cao Tian Jun langsung duduk di kursi dengan tubuh lemas, sebab untuk mengatasi permasalahannya butuh perjuangan ekstra. Seandainya semua tanaman yang dibutuhkan terkumpul semua, mau tidak mau dia harus meningkatkan kemampuannya dalam Alkemis hingga tingkat Raja Surgawi, entah berapa tahun baru berada di tingkat itu. Sedangkan untuk proses pengestrakan 99 tanaman langka, dia sedikit banyak telah memahaminya.


"99 tanaman roh yang langka... Alkemis Raja Surgawi... Apakah sesulit ini mencapai kekuatan tertinggi! Hmm...!" ujar Cao Tian Jun dengan nada tak bersemangat dan diakhiri ******* pasrah.


Seandainya, Cao Tian Jun mengingat dirinya yang sebenarnya adalah Dewa Abadi, 99 jenis tanaman langka itu telah dimilikinya, dan tersimpan di dalam Dunia Jiwanya. Sayangnya, sesuai keinginannya waktu itu sebelum bereinkarnasi, Universe Lightning sebagai guru melakukan apa yang baik untuk muridnya.


"Guru...!!" panggilnya.


Dulu sewaktu kecil, jika mendapatkan masalah dalam berkultivasi dan berlatih bela diri, dia dengan mudah mendapatkan solusi dari gurunya. Setelah kepergian gurunya, dia makin merasa kehilangan, sebab saat ini dia sangat membutuhkan sosok gurunya.


Di saat kesedihannya, dia teringat pesan gurunya.


"Hidup tidak selalu berjalan mulus, adakalanya jalan itu berlubang dan berkelok. Terkadang kamu terjatuh ke lubang yang sama, agar kamu belajar untuk berhati-hati untuk tidak jalan di tempat itu. Semua kejadian yang akan kamu alami nanti, itu adalah pengalaman yang baik untuk masa depanmu. Percayalah, kamu akan mengalaminya, dan kamu harus siap sejak saat ini. Perjalananmu yang akan datang, sungguh menyenangkan!"


Pesan Tian Long (Universe Lightning) terus teringat-ingat dipikiran Cao Tian Jun. Lambat laun yang tadi dirinya lemas tak bersemangat, kini perlahan tumbuh semangat baru. Dia menyadari jika usianya masih muda dan sudah mencapai ketinggian seperti ini.


Dengan begitu, dia memiliki banyak waktu untuk mengumpulkan 99 jenis tanaman Roh untuk meramu Pil Terobosan. Sambil mencari, juga meningkatkan kemampuan dalam bidang Alchemist.


Kembali dia membaca resep Pil Breakthrough, dan membaca satu demi satu jenis-jenis tanaman langka. Dia sedikit lega karena sebagian tanaman langka masih dapat ditemukan di Benua Timur, dan juga sebagian telah dimilikinya.


Ada beberapa bahan yang tidak harus selalu tanaman roh, salah satunya adalah Madu Kumbang Api yang didapatkan sewaktu di Pegunungan Lima Jari.


Tanaman langka yang didapatkan dari Pegunungan Lima Jari juga masuk dalam resep Pil Terobosan, seperti Buah Shirvelfig, Buah Suci Leaping Toadstool, dan Mandrake. Untung saja, tidak semua tanaman itu diberikan kepada wanitanya, dia masih menyimpannya.

__ADS_1


Saat melihat lilin akan habis tanda hari menjelang pagi, segera dia menyimpan gulungan resep Pil Terobosan. Dia baru sadar saat bertemu dengan Dewi Kasih memakan banyak waktu.


"Kejadian nyata tapi seperti mimpi!" gumam Cao Tian Jun yang keheranan kejadian yang baru saja dialaminya setelah membunuh Raja Yan Ju Long.


"Misi keenam, sukses! Tinggal misi kelima untuk membuat prestasi di Benua Timur ... Masih dalam proses!" ucap Cao Tian Jun dan melihat ke arah jendela.


Dari celah jendela masuk sinar matahari pagi. Lalu terdengar suara ketukan pintu. Segera dia memakai pakaian seragam akademi. Lalu membukakan pintu kamarnya dan melihat Chu Sying yang baru selesai mandi.


"Wow! Cantik sekali pagi ini!" pujian Cao Tian Jun.


Chu Sying tersipu malu tapi juga senang dengan pujiannya. Lalu Cao Tian Jun melihat semua kekasihnya keluar dari kamarnya. Wajah-wajah mereka cantik dan segar, aroma wangi dari parfum tercium hidungnya.


Semua wanita juga melihat Cao Tian Jun yang terlihat bersemangat. Sebelum mereka bertanya, naik Guru Junior Chu Sying Chun dengan tergesa-gesa, Cao Tian Jun dan Tim Phoenix melihat dia.


"Raja Yan Ju Long terbunuh!" kabar dari Guru Junior Chu Sying Chun setelah mendapatkan berita dari ayahnya.


Kecuali Cao Tian Jun dan Fang Yin, yang lainnya jelas terkejut dengan berita terbunuhnya Raja Yan Ju Long. Cao Tian Jun terlihat biasanya saja, sebab dia adalah pembunuh itu. Sedangkan Fang Yin, bukanlah asli penduduk Benua Timur, dan jelas tidak peduli.


"Yang benar?" tanya Xue Yue yang tidak percaya.


Chu Sying Chun melihat Cao Tian Jun dengan wajahnya yang berubah menjadi merah, ia masih ingat betul apa yang terjadi semalam. Lalu dia mengajak semua orang ke ruang tamu. Setelah duduk, dia menceritakan sesuai informasi dari ayahnya.


"Mungkin ada hubungannya dengan Dinasti Cao!" tebakan Fang Yin yang tahu sejarah peperangan masa lalu Kerajaan Lentera.


"Semua orang juga menebak begitu. Sebelum terbunuhnya Raja Yan, armada kapal angkasa Kerajaan Lentera yang berpatroli melihat dua kapal Dinasti Cao. Dari situ saja mudah ditebak siapa pelakunya. Kemungkinan, mereka menggunakan jasa pembunuh bayaran... Ya, siapa lagi jasa yang digunakan mereka kalau bukan Paviliun Bunga Kematian!" interupsi Guru Junior Chu Sying Chun yang membenarkan tebakan Fang Yin.


Dalam hati, Cao Tian Jun tertawa karena mereka salah menebak, karena dialah si pembunuh itu. Dia juga bersyukur, jika tidak segera menyelesaikan misinya, kemungkinan tidak akan bertemu dengan Dewi Kasih.


"Semua terjadi karena ada sebab musabab. Anggap saja ini karmanya," kata Cao Tian Jun yang terkesan sekali tidak berduka cita atas meninggalnya Raja Yan Ju Long.


"Walaupun beliau korup, pelit dan menjengkelkan, tetap saja beliau pemimpin kita. Kita harus tetap menghormatinya! Hari ini, kita diajak untuk ikut prosesi pemakaman beliau. Ayo, kita berkumpul di lapangan parkir kapal angkasa!" tutur lembut Guru Junior Chu Sying Chun agar Cao Tian Jun selalu menghormati siapapun orangnya, dan mengajak mereka sesuai perintah dari Bai Guan yang ingin memperkenalkan 10 peserta.


Seketika jantung Cao Tian Jun berdetak kencang karena kembali ke Kerajaan Lentera. Segera dia beralasan agar tidak ikut, "aku perlu waktu sendiri untuk menyelesaikan masalahku. Berkumpul dengan banyak orang... Membuatku pusing dan bingung!"


Guru Junior Chu Sying Chun termenung sejenak untuk membuat alasan jika nanti ditanya oleh Bai Guan dan ayahnya. Setelah beberapa saat, dia berkata, "kamu andalan utama kita. Keadaanmu seperti ini memang membutuhkan waktu untuk tenang dan ini sangat berpengaruh pada kompetisi nanti. Kamu jangan khawatir, aku akan menjelaskannya kepada Pelindung Bai!"


Hati Cao Tian Jun menjadi lega rasanya karena tidak ikut dalam acara pemakaman.

__ADS_1


"Aku akan menemaninya!" pinta Fang Yin yang juga enggan mengikuti prosesi pemakaman.


Karena Fang Yin, Tim Phoenix juga meminta untuk menemani Cao Tian Jun, dan membuat Guru Junior Chu Sying Chun menjadi kesal. Akhirnya, yang diperbolehkan menemani Cao Tian Jun hanyalah Fang Yin, dan lain tetap harus ikut.


Chu Sying, Xue Yue, Xiao Yu, Zhou Qionglin, Mu Bingyun dan Li Jiancheng menjadi cemberut karena iri terhadap Fang Yin. Dengan terpaksa, mereka mengikuti Guru Junior Chu Sying Chun.


Sebelum Guru Junior Chu Sying Chun keluar dari rumah, Cao Tian Jun mencegahnya sambil meraih pergelangan tangannya, "tunggu! Aku ingin berbicara empat mata... sebentar!"


Guru Junior Chu Sying Chun sedikit gemetaran karena tiba-tiba pergelangan tangan dipegang oleh Cao Tian Jun dihadapan Tim Phoenix.


"Ke kamarku saja." Guru Junior Chu Sying Chun segera menuju ke kamarnya dan diikuti oleh Cao Tian Jun, ia tidak peduli dengan tatapan semua wanita yang curiga.


Setelah pintu kamar milik Chu Sying Chun ditutup, Fang Yin dan Tim Phoenix penasaran apa yang akan dibicarakan oleh Cao Tian Jun. Melihat keseriusannya, mereka menebak ini tentang masalah kemacetan kultivasi.


Di dalam kamar, Cao Tian Jun segera memeluk erat tubuh Chu Sying Chun dan disambut dengan pelukan mesra. Lalu mereka berdua berciuman dengan intens.


Setelah berciuman, Cao Tian Jun mengeluarkan Cincin Ikatan Hati, "ini sebagai bentuk keseriusanku. Jadilah kekasihku untuk selamanya!"


Merasa terharu, Chu Sying Chun sampai meneteskan air mata bahagia, lalu ia melihat Cincin Ikatan Hati yang dimiliki oleh Tim Phoenix, sudah lama menginginkannya.


Cao Tian Jun menyelipkan cincin di jari manis tangan kanan Chu Sying Chun, lalu menghapus air mata yang mengalir di pipi kekasihnya.


"Aku mencintaimu!" ucap Chu Sying Chun dan memeluk erat Cao Tian Jun.


Setelah berpelukan sejenak, Cao Tian Jun mengeluarkan kertas dan menulis semua jenis tanaman yang dibutuhkannya. Chu Sying Chun melihat dan membacanya, dia keheranan membaca begitu banyak tanaman langka.


"Tolong, bantu aku mendapatkan informasi dari semua jenis tanaman ini! Jika ada, segera kabari!" pinta Cao Tian Jun sambil memberikan kertas.


Chu Sying Chun menerimanya, lalu bertanya, "untuk apa semua tanaman ini?"


"Ini tentang masalahku! Cukup berikan informasi dan aku sendiri yang akan mendapatkannya!" jawab Cao Tian Jun yang sengaja tidak memberitahukan jika itu ada tanaman untuk pembuatan Pil Terobosan.


"Aku akan sebarkan ini ke Balai Pekerjaan Umum. Siapa tahu, murid-murid yang menjalankan misi menemukannya. Aku juga akan katakan hal ini kepada semua guru," kata Chu Sying Chun dan di anggukan kepala oleh Cao Tian Jun.


Setelah itu, mereka keluar dari kamar. Guru Junior Chu Sying Chun segera keluar dari rumah karena tranportasi sudah menunggu. Saat ini, hanya ada Cao Tian Jun dan Fang Yin yang tinggal di rumah.


"Sekarang... Hanya kita bisa berduaan!" kata Cao Tian Jun sambil melihat Fang Yin, dia menaik turunkan kedua alisnya.

__ADS_1


Melihat kekonyolannya, Fang Yin tersenyum dan mengajaknya ke Danau Tenang untuk berbicara...


__ADS_2