8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Tan Wong.


__ADS_3

Bab 33. Tan Wong.


Usut punya usut, ternyata salah satu Alkemis menemukan Buah Suci ketika mencari tanaman roh. Si penemu itu tidak lain adalah Li Xinxin. Karena jasanya, para petinggi Alkemis memberikan keistimewaan, yaitu menaikan profesinya sebagai Alkemis tingkat Master tahap rendah, naik tiga tahap dari tingkat Disciple tahap menengah. Walaupun pengetahuan serta praktiknya belum mumpuni di tingkat tersebut.


Dan, menjadikan Li Xinxin sebagai murid dari Alkemis terkenal di Kerajaan Lentera, dia adalah Kaisar Alkemis yang bernama Mu Zeming. Mu Zeming adalah paman dari Mu Bingyun.


Kaisar Alkemis adalah nama julukan, mengikuti tingkat kemampuannya yang berada di tingkat Kaisar. Hasil karya Mu Zeming sudah banyak dirasakan oleh banyak orang, salah satunya adalah Pil Kultivasi tingkat Kaisar tahap rendah.


Kembali ke Cao Tian Jun. Saat ini, dia berada di luar ibukota Kerajaan Lentera. Detak jantungnya berdebar-debar karena penyamarannya bisa diketahui oleh orang lain.


"Untung saja aku memiliki skill melarikan diri!" gumam Cao Tian Jun sambil melihat pintu gerbang ibukota, saat ini dia tidak menyamar sebagai seekor nyamuk, melainkan menyamar sebagai seorang pria muda berkulit kecoklatan.


"Aku kira Teknik Perubahan Wujud ini tidak diketahui oleh siapapun, nyatanya ada orang yang mampu mengetahuinya!" gerutu Cao Tian Jun yang menyalahgunakan Yan Yan.


"Bukan karena tekniknya, tapi orang yang mengetahui memiliki kekuatan yang lebih tinggi darimu!" sanggah Yan Yan yang jelas tidak mau disalahkan.


Apa yang dikatakan oleh Yan Yan memang benar, sehebat apapun suatu teknik itu, tetap saja mengikuti kekuatan si pengguna. Semakin tinggi kekuatan maka akan mampu mengeluarkan kehebatan tekniknya.


Cao Tian Jun seketika terdiam dan tidak menyalahkan Yan Yan, karena apa yang dikatakannya memang benar. Lalu kedua matanya tertuju ke arah pintu gerbang, di mana dia melihat Tan Wong bersama beberapa ratus prajurit menunggangi kuda.


Tan Wong membagi prajurit untuk mencari pelaku yang diduga akan mencuri Buah Suci. Cao Tian Jun mengikuti target yang mencarinya ke arah barat, tempat khusus bagi penduduk asli Kerajaan Lentera, dan ini adalah kesempatan baik untuk mengeksekusinya.


Tan Wong membawa lima puluh prajurit, mereka mengeledah setiap rumah, dan memeriksa setiap wajah orang yang bukan asli dari wilayah Kerajaan Lentera.


Satu hal lagi, setiap penduduk Kerajaan Lentera akan selalu melaporkan diri setiap enam bulan sekali. Mendata setiap penduduk baru, bahkan memberikan identitas khusus bagi pengunjung dan juga kultivator bebas. Tujuannya agar mudah dipantau, dan juga mencegah terjadinya pemberontakan terhadap kekuasaan Raja Yan Ju Long.


Setelah pemeriksaan yang intensif dan tidak menemukan pelakunya, Tan Wong menuju ke arah barat, di mana lokasi bagi kultivator bebas. Hunian penduduk asli dan kultivator hanya dibatasi dengan hutan, hutan yang mencapai luas dua kilometer lebih. Hutan tersebut dikenal dengan nama Hutan Pinus Elok.


Saat berada di tengah hutan melalui jalan penghubung, Tan Wong dikejutkan dengan kemunculan seseorang pria yang menghadang jalannya. Seorang pria yang mengenakan pakaian serba warna hitam dengan penutup kepala, hanya memperlihatkan kulit punggung tangannya.


"Anak Muda, minggir kamu!" perintah salah satu prajurit yang khusus membuka jalan tanpa berhenti memacu kudanya.


Tan Wong dan prajuritnya melihat struktur tulang si penghadang berusia 17 tahun. Oleh karena itu prajurit tersebut memanggilnya anak muda. Mereka pikir si penghadang adalah anak dari salah satu penduduk.


"Periksa dia!" perintah Tan Wong yang tidak akan melewatkan siapapun untuk diperiksa.


Prajurit yang berteriak kepada Cao Tian Jun segera melompat dari kudanya, dia terlihat kesal karena perkataannya tidak digubris.

__ADS_1


Melihat prajurit tersebut melompat sambil mengayunkan kakinya, Cao Tian Jun dengan segera menggeser tubuhnya agar tidak terkena tendangan si prajurit. Lalu dia mengepalkan tangan kiri dan melesat ke arah perut si prajurit.


Seketika si prajurit terbatuk darah saat perutnya terkena pukulan, dia pun langsung ambruk dalam keadaan pingsan. Melihat rekannya yang dipukul, para prajurit lain segera menyerang Cao Tian Jun.


Namun Cao Tian Jun dengan mudah menghindari serangan senjata yang akan mengenainya. Lalu memberikan serangan balik yang lebih cepat, pukulan dan tendangan telak mengenai mereka.


Para prajurit berjatuhan, tapi mereka sengaja tidak dibunuh oleh Cao Tian Jun, sebab targetnya adalah Tan Wong yang masih duduk di punggung kuda bersama dua asistennya.


Tan Wong melihat setiap pergerakan Cao Tian Jun dengan jeli, dia berusaha untuk membaca setiap pergerakannya, dengan tujuan untuk mengetahui identitas ilmu bela diri lawannya.


"Kalian berdua, lumpuhkan dia. Aku yakin dia adalah pelakunya!" perintah Tan Wong yang sengaja menjadikan anak buahnya sebagai umpan meriam untuk mengetahui teknik bela diri milik Cao Tian Jun.


Tanpa curiga dan juga sebagai pemimpinnya, kedua asisten tersebut melompat dari kudanya, dan melesat ke arah Cao Tian Jun yang hampir menumbangkan semua rekannya.


Hanya dengan menggunakan tangan dan kaki, Cao Tian Jun membuat setiap prajurit tumbang, dia sengaja tidak mengeluarkan teknik bela diri dari Akademi Merpati Putih, hanya menggunakan teknik bela diri dari Kitab Tujuh Lapis Langit pemberian ayahnya.


Tian Long atau Universe Lightning mengatakan, jika Kitab Tujuh Lapis Langit merupakan milik leluhur klan Tian, dan sudah seharusnya setiap anggota mempelajarinya. Padahal, kitab tersebut hanya Tian Sun yang memilikinya, karena dia adalah penciptanya dari penggabungan tujuh kitab legendaris. Dan, Cao Tian Jun adalah orang kedua yang menggunakannya.


Setelah dua asisten tersebut membantu rekan-rekannya, baru Tan Wong samar-samar mengenali jurusnya. Tapi dia masih kebingungan karena gerakannya berbeda dengan apa yang pernah dilihatnya.


Selain ragu karena ada perbedaan pergerakan teknik bela diri dari Kitab Sembilan Rembulan dengan yang digunakan oleh Cao Tian Jun, Sekte Yin hanya dihuni oleh kaum wanita, dan yang sedang dihadapi sekarang adalah seorang pria.


"Bagaimana mungkin seorang pria bisa menggunakan Kitab Sembilan Rembulan yang dikhususkan untuk wanita?" gumam Tan Wong yang masih belum jelas setelah melihat teknik bela diri lawannya.


Karena tidak mengetahui siapa orang yang menghadangnya, Tan Wong berinsiatif untuk membantu prajuritnya. Dia menyerang Cao Tian Jun dengan pedangnya.


Melihat kesempatan sudah datang, Cao Tian Jun bersuara lirih sambil tetap fokus melawan para prajurit yang tersisa, "Tekanan Gravitasi, 20 kali."


Tiba-tiba radius sekitar 100 meter mendapatkan tekanan gravitasi bumi. Tan Wong dan prajuritnya seketika ambruk dengan tubuh telungkup karena tidak mampu menahan gaya gravitasi bumi.


Tan Wong dan prajuritnya jelas terguncang mengetahui lawannya mampu mengendalikan gravitasi bumi, dia melihat Cao Tian Jun melesat ke arah dengan membawa pedang energi yang berwarna kebiruan.


Tahu jika dirinya adalah target sosok misterius, Tan Wong bukannya takut akan kematian, dia justru menyeringai lebar. Dia tahu menjadi target karena Cao Tian Jun tidak membunuh para prajuritnya. Setelah itu, muncul kabut hitam menyelimuti tubuhnya.


Melihat Tan Wong juga telah dipengaruhi oleh Dark Matter, Cao Tian Jun juga ikut menyeringai. Dengan menyerap energi gelap yang dimiliki oleh Tan Wong, maka sudah dipastikan akan naik tingkat.


Saat mendekati Tan Wong, tiba-tiba tubuh Cao Tian Jun terpental karena menabrak dinding kabut hitam. Tapi dia dengan segera menstabilkan tubuhnya agar tidak terjatuh.

__ADS_1


Cao Tian Jun menyatukan kedua alisnya saat melihat Tan Wong mampu berdiri dari Tekanan Gravitasi 20 kali, teknik ini berasal dari Root Power Stone, dan jurus ini bertahan selama tiga tarikan napas.


"Kamu salah menargetkan aku! Siapa yang memerintahkan kamu untuk membunuhku?" tanya Tan Wong sambil berjalan pelan mendekati Cao Tian Jun.


Dia berpikiran jika ada seseorang yang ingin dirinya mati, sebab dia banyak memiliki musuh yang pernah dikhianati. Dia tidak heran jika musuhnya nanti pasti akan membalas dendam kepadanya. Tan Wong ingin tahu atas perintah siapa Cao Tian Jun yang ingin membunuhnya.


Sayangnya, Cao Tian Jun tidak menjawab, dia melihat tubuh Tan Wong berubah menyeramkan, di mana tubuhnya bukan lagi seperti manusia pada umumnya.


Tubuh Tan Wong seperti iblis bertanduk banteng, mata hitam pekat dengan pori-pori mengeluarkan kabut hitam. Kedua tangannya mengeluarkan kuku-kuku panjang dan tajam, tinggi badannya yang sebelumnya 178 cm naik menjadi 190 cm. Rambut pendek berubah memajang dan kaku seperti mampu menusuk tubuh seseorang dengan mudah.


"Kali ini tidak semudah seperti sebelumnya. Kamu harus hati-hati!" peringatan Yan Yan yang selalu memperhatikan Tan Wong.


Ya, sebelumnya Cao Tian Jun berhasil mengeksekusi Tan Cheng karena ada kesempatan sehabis berhubungan intim. Kali ini, targetnya lebih bersiap diri dikarenakan seorang prajurit kerajaan, dan juga sedang menjaga gedung Alkemis.


"Apakah semua tempat sudah dipengaruhi oleh kabut hitam?" tanya Cao Tian Jun kepada Yan Yan melalui komunikasi telepati.


"Aku tidak tahu. Tapi, siapapun yang menyerap inti binatang mistik yang berevolusi menjadi warna hitam, kemungkinan besar sudah terpengaruh. Salah satunya dihadapan kita!" jawab Yan Yan.


Jawaban Yan Yan sudah dipikirkan oleh Cao Tian Jun sejak melihat kabut hitam di Kota Naga Hitam. Dugaannya ternyata sama seperti jawaban Yan Yan.


Tan Wong yang tidak mendapatkan jawaban jelas kesal. Lalu dia melesat ke arah Cao Tian Jun dengan tangan kanan dan kiri yang ingin mencabik-cabik tubuh lawannya.


Kecepatan Tan Wong bergerak mengejutkan Cao Tian Jun, dia segera mundur dengan beberapa puluh langkah sambil mengayunkan pedang energi berkali-kali. Tan Wong segera berhenti untuk menahan serangan lawan dengan menyilangkan kedua tangan sebagai perisainya.


Boom boom boom boom...


Ledakan demi ledakan ketika serangan pedang energi berbenturan dengan kedua tangan Tan Wong.


Tan Wong tertawa melihat lawannya yang terkejut. Cao Tian Jun tidak menduga serangannya tidak sedikitpun melukai lawannya.


"Sekarang giliranku. Cakar Iblis." Tan Wong seperti mencabik-cabik udara berkali-kali.


Cao Tian Jun yang melihat pergerakan Tan Wong segera menghindari serangan Cakar Iblis. Kembali suara ledakan energi menggema di Hutan Pinus Elok.


Setelah tidak mengenai sasaran, Tan Wong melompat ke batang pohon seperti seekor monyet yang sangat lincah, dia juga mengeluarkan jurus yang sama untuk menumbangkan lawannya.


Cao Tian Jun terus-menerus mundur sambil mengayunkan pedang energi, dia juga lompat dari batang pohon ke batang lainnya dengan tubuh menghadap lawannya.

__ADS_1


__ADS_2