
Bab 152. Transaksi Dengan Binatang Mistik.
Cao Tian Jun berdiri di depan Formasi Array Wall Moon. Sebenarnya, dia tidak bisa menerobos Formasi Array tingkat Prajurit Surgawi. Berhubung Law Stone menawarkan bantuan, jelas dia tidak akan menolaknya.
Akan tetapi, dia harus mengeluarkan energi Kekuatan Jiwa sebagai gantinya. Batu Keabadian bisa melakukan apapun asal mendapatkan suplai energi Kekuatan Jiwa. Tanpa itu, Batu Keabadian tidak mampu mengeluarkan semua kemampuannya.
Inilah alasan Cao Tian Jun mengharuskan untuk memiliki banyak pasangan Dao untuk membantunya memulihkan energi Kekuatan Jiwa, dan juga untuk meningkatkan basis kultivasi Kitab Delapan Hukum Jiwa.
Buah Dao yang ia dapatkan juga telah habis dimakan untuk meningkatkan Kekuatan Jiwanya. Kini, dia telah naik setahap dari tingkat Danau tahap rendah. Di Dunia Jiwanya sebenarnya banyak tanaman yang mengandung kekuatan jiwa, namun dia belum bisa meramunya karena tingkatan di bidang Alkemis masih berada di tingkat Peri Benua tahap menengah.
Untuk bisa meramu Pil Peningkat Jiwa, syarat utamanya harus berada di tingkat Dewa Bumi (Earth God) tahap rendah. Untuk meningkatkan di bidang Alkemis, dia harus sering-sering meramu pil agar cepat naik.
Hanya saja, semenjak tidak ada gurunya, dia terlalu malas untuk meramu pil. Dia mau meramu pil bila ada dorongan dari wanitanya dan dalam kondisi yang mendesaknya.
Cao Tian Jun butuh tekanan dari luar yang bisa memicunya untuk lebih serius meningkatkan segala kemampuannya. Oleh karena sifatnya ini, Tian Long si Dewa Pemelihara gurunya memberikan banyak misi untuk memicu motivasi. Inilah salah satu sifat buruk Dewa Abadi semenjak menjadi Dewa Binatang, hingga terbawa sampai terlahir menjadi Cao Tian Jun alias Tian Jun...
Dia meletakkan telapak tangan di dinding energi Formasi Array. Kemudian, Batu Keabadian menggunakan Kekuatan Jiwanya, lalu mengalirkan ke telapak tangan Cao Tian Jun. Secara perlahan, telapak tangan menebus dinding Formasi Array, dan buru-buru ia melangkah kaki ke depan.
Saat ini, Cao Tian Jun sudah berada di dalam Wall Moon, Moon Circle Forest (Hutan Lingkaran Bulan) bagian Utara. Ia melihat sekelilingnya, hutan lebat dengan pepohonan besar menjulang tinggi.
Pohon besar di depan berdiameter besar, 9 meter diameter lingkarannya, dengan ketinggian mencapai 121 meter. Dan pohon itu tergolong kecil jika dibandingkan dengan yang lainnya.
Cao Tian Jun tidak bergerak karena ada seekor Macan Kumbang berada di balik pohon di depannya. Untung saja dia menjadi udara sehingga tidak diketahui oleh Macan Kumbang. Tetap saja dia tidak bergerak karena karena perubahan udara akan dirasakan oleh binatang yang memiliki kepekaan indera.
Macan Kumbang itu akan membuat siapapun enggan untuk berhadapan, sebab kekuatannya berada di tingkat God Warrior level 3. Panjang tubuhnya melebihi normalnya, panjang 7 meter, sepasang taring panjang ke bawah, bulu hitam dan mengeluarkan serat-serat petir.
"Itu Macan Kumbang Guntur, kecepatan secepat kilat, mampu mengalahkan musuh yang lebih kuat 2 level karena keunggulannya dalam kecepatan. Satu hal lagi, dia bisa berkamuflase, hati-hati!" peringatan Xia Junsu agar Cao Tian Jun memahami situasi yang dihadapinya, ia tidak ingin putranya mengalami hal-hal buruk.
Cao Tian Jun mengaktifkan Mata Surgawi untuk melihat keseluruhan Forest Wall Moon. Kedua matanya berbinar-binar saat melihat banyak Pohon Buah Dao, setiap pohon menghasil puluhan buah. Buah inilah yang dibutuhkannya tanpa harus dijadikan pil.
Akan tetapi, rasa senangnya seketika berubah serius saat melihat banyak orang berjubah hitam menyebar dengan menggunakan skill kamuflase. Mereka adalah anggota Kuil Tangan Setan yang akan memanen tanaman langka dan apapun yang berharga, mereka akan meninggalkan tanaman langka berkualitas rendah.
Mereka menggunakan skill kamuflase agar tidak diketahui oleh binatang mistik yang menjaga tanaman langka jenis apapun, satu jenis tanaman biasanya dilindungi oleh dua atau tiga binatang mistik.
Macan Kumbang Guntur mengelilingi wilayahnya agar tidak dimasuki oleh pesaing. Tidak jauh darinya, ada pohon Buah Kecapi. Buah ini berwarna kuning, ukurannya sebesar ibu jari orang dewasa. Saking banyaknya pohon ini menghasilkan Buah Kecapi, ada empat ekor Macan Kumbang Guntur yang menjaganya, itu baru satu Pohon Buah Kecapi.
Karena tidak ingin orang-orang itu merusak tujuannya yang ingin mendapatkan Buah Dao, Cao Tian Jun harus mengusir mereka. Dia melihat semua binatang yang ada di wilayah Hutan Lingkaran Bulan.
Setelah melihat semua binatang itu, dengan pikirannya berkomunikasi telepati dengan Macan Kumbang Guntur yang terdekat. "Ada orang yang akan mengambil hartamu! Orang itu berkamuflase, dia ada di belakangmu bersembunyi di rerumputan."
Macan Kumbang Guntur meraung-raung keras setelah Cao Tian Jun memberikan informasi. Sesuai dengan petunjuk, dua ekor Macan Kumbang Guntur melesak ke arah anggota Kuil Tangan Setan.
Semua wanitanya melihat Macan Kumbang Guntur menyerang si pencuri. Mereka tidak tahu jika Cao Tian Jun yang membuat Macan Kumbang itu mengetahui persembunyian anggota Kuil Tangan Setan.
Karena persembunyian diketahui, anggota Kuil Tangan Setan segera melarikan diri karena kalah jumlah dan kekuatan. Dua ekor Macan Kumbang Guntur mengejar orang itu sampai keluar dari wilayahnya, dua ekor Macan Kumbang yang lain menjaga hartanya.
Yang mengejutkan Tim Phoenix, Cao Tian Jun mendekati Macan Kumbang Guntur yang menjaga Pohon Buah Kecapi. Untung saja mereka melihat kekasihnya masih dalam wujud menjadi udara.
Akan tetapi, Tim Phoenix merasakan jantungnya ingin melompat keluar (kaget) karena melihat Cao Tian Jun yang membelai kepala Macan Kumbang Guntur. Yang mengejutkan mereka, Macan itu tidak marah, justru terlihat senang dengan mengelus perut Cao Tian Jun menggunakan kepalanya.
Satu ekor Macan Kumbang Guntur melompat ke cabang batang pohon Buah Kecapi, menggigit ranting pohon yang berisikan puluhan Buah Kecapi. Ia turun dan memberikan hartanya kepada Cao Tian Jun. Macan itu memberikan hartanya sebagai ungkapan rasa terima kasih atas informasinya.
Cao Tian Jun menerima pemberian Macan Kumbang Guntur dengan tangan kirinya. Kemudian, dia mengeluarkan dua butir Pil Sky Soul Qi sebagai balasan kebaikan binatang ini. Dengan sangat senang, dua ekor Macan Kumbang itu menelan Pil Sky Soul Qi yang ada di telapak tangan Cao Tian Jun.
Dua ekor Macan Kumbang yang mengejar anggota Kuil Tangan Setan akhirnya kembali dengan karena si pencuri berhasil kabur. Lalu mendekati Cao Tian Jun dan menggunakan kepalanya untuk mengelus pahanya, itu sebagai bentuk rasa terima kasih.
__ADS_1
Dua ekor Macan Kumbang itu mencium aroma Pil Sky Soul Qi di tengah Cao Tian Jun. Mereka segera mengelus kakinya dengan kepala agar diberikan Pil Sky Soul Qi.
Cao Tian Jun tersenyum dan memberikan dua butir Pil kepada Macan Kumbang ini. Salah satu Macan Kumbang yang puas mendapatkan Pil Sky Soul Qi, segera melompat ke cabang batang pohon, mengambil beberapa rating berisikan puluhan Buah Kecapi. Dia memberikannya kepada Cao Tian Jun karena Pil Sky Soul Qi lebih berharga daripada Buah Kecapi.
Tim Phoenix melongo melihat Cao Tian Jun begitu akrab dengan Macan Kumbang Guntur. Xia Junsu tersenyum bahagia karena nalurinya berkata tepat, bahwa putranya memang benar titisan dari Dewa Binatang.
Seandainya bukan titisan Dewa Binatang, tidak mungkin Macan Kumbang itu mau disentuh kepalanya, bahkan akan segera menyerang saat menginjakkan kaki di wilayahnya.
Cao Tian Jun menyimpan pemberian Macan Kumbang Guntur ke dalam cincin dimensi. Lalu naik ke punggung Macan Kumbang Guntur yang paling kuat, di tingkat God Warrior level 8.
Di dalam cincin dimensi, Chu Sying melompat ke atas sambil meraih rating berisikan puluhan Buah Kecapi. Tim Phoenix segera berebut Buah Kecapi, bahkan Xia Junsu tidak ketinggalan untuk mendapatkan Buah Kecapi.
Buah Kecapi bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan, walaupun tidak banyak. Untuk naik satu level, maka seseorang harus menghabiskan Buah Kecapi sebanyak 300 buah. Manfaat besar pada buah ini lebih ke pengobatan, melegakan tenggorokan yang mengalami radang.
Rasa daging buah ini manis, tekstur kenyal, tetapi bijinya sangat pahit jika tergigit. Dan buah ini di Dunia Jiwa tidak ada, karena tidak banyak manfaatnya bagi Cao Tian Jun. Oleh karena tidak ada, Tim Phoenix berebut.
Tiga Macan Kumbang yang tidak diajak oleh Cao Tian Jun, segera mengambil semua Buah Kecapi. Setelah itu, mereka buru-buru mengikuti Cao Tian Jun sambil membawa banyak Buah Kecapi. Mereka mengikuti Cao Tian Jun karena Pil Sky Soul Qi.
Macan Kumbang memiliki kecerdasan, mereka tahu jika Pil Sky Soul Qi hanya bisa dibuat oleh manusia. Mereka akan bersedia untuk menjadi penjaga bagi Cao Tian Jun, bahkan mereka akan setia untuk melindunginya dengan nyawanya.
Ketiga Macan itu memberikan semua Buah Kecapi kepada Cao Tian Jun sebagai bukti kesetiaan. Mereka menganggap Cao Tian Jun sebagai tuannya. Dia dengan senang hati menerima pemberian mereka, dan menyimpannya ke dalam cincin dimensi.
"Aku butuh banyak Buah Dao. Jika kalian bisa mendapatkannya 10 Buah Dao, aku ganti sebutir pil Sky Soul Qi tahap rendah. Jika kalian bisa mendapatkan 100 Buah Dao, aku akan ganti 2 butir Pil Sky Soul Qi tahap menengah. Aku tunggu kalian di pohon itu," kata Cao Tian Jun yang ingin menggunakan tenaga Macan Kumbang Guntur, dia turun dari punggung Macan Kumbang.
Dengan segera dan penuh semangat, keempat Macan Kumbang Guntur menyebar untuk mendapatkan Buah Dao secepat mungkin dan sebanyak-banyaknya.
Tim Phoenix kembali melongo melihat kekasihnya dengan sekuat hati memerintahkan Macan Kumbang. Mereka saling tertawa saat air liur menetes karena mulut terisi daging Buah Kecapi.
Cao Tian Jun menuju ke pohon yang akan menjadi tempat transaksi. Pohon itu adalah penghasil Buah Melon Bertanduk. Pohonnya tidak tinggi, hanya setinggi 2 meter, dan Buah Melon Bertanduk menjulur ke bawah. Warna hijau kekuningan, ukuran sebesar kepala bayi. Nama lainnya adalah Buah Kiwono.
Cao Tian Jun melihat persembunyian dua anggota Kuil Tangan Setan. Seperti sebelumnya, dia memberikan informasi kepada Babi Hutan jika ada pencuri. 9 ekor Babi Hutan bertanduk segera menyerang dua anggota Kuil Tangan Setan.
Kali ini, dua orang itu tidak bisa kabur karena terkepung Babi Hutan bertanduk. Mau tidak mau mereka melawannya. Tanpa takut dengan Babi Hutan, Cao Tian Jun mengambil 4 Buah Melon Bertanduk dan memasukkan ke dalam cincin dimensi.
Tim Phoenix segera membelah Buah Melon Bertanduk, dan membaginya menjadi beberapa potongan. Mereka makan dengan lahap, rasanya manis, dagingnya renyah. Sedangkan Cao Tian Jun mengambil satu Buah Melon Bertanduk dan memakannya sambil duduk bersandar di pohon.
Dia mengeluarkan 20 butir Pil Sky Soul Qi tahap rendah, memberikan kepada Babi Hutan bertanduk. Seperti sebelumnya, dia memerintahkan mereka untuk mendapatkan Buah Dao dan akan dibayar dengan Pil Sky Soul Qi. Babi Hutan dengan semangat segera memburu Buah Dao secara berkelompok.
"Malam ini, kalian akan muntah buah," kata Cao Tian Jun kepada Tim Phoenix.
Tim Phoenix tidak membalas ucapan Cao Tian Jun karena mulutnya penuh buah. Jarang-jarang mereka makan buah langka seperti ini. Mereka bisa makan dengan puas semenjak bersama dengan Cao Tian Jun.
Buah Melon Bertanduk dan Buah Kecapi harganya sangat mahal jika dijual. Satu Buah Kecapi senilai 100 koin emas, satu Buah Melon Bertanduk senilai 230 koin emas. Hanya orang kaya yang bisa membelinya.
Sedangkan untuk Buah Dao, jika dilelang akan menghasilkan jutaan koin emas. Harganya sangat mahal karena besar manfaatnya bagi profesi Alkemis dan Beast Tamer.
Berita tentang Cao Tian Jun yang membutuhkan Buah Dao, oleh Macan Kumbang Guntur dan Babi Hutan bertanduk disebarkan kepada semua binatang penghuni Hutan Lingkaran Bulan.
Raungan binatang semakin sering terdengar keras dan bersaut-sautan. Itulah cara mereka berkomunikasi untuk menyebarkan informasi. Anggota Kuil Tangan Setan jelas panik melihat banyak binatang mistik memanen incarannya. Mereka segera kabur saat binatang mistik keluar dari wilayah.
Cao Tian Jun menertawakan anggota Kuil Tangan Setan yang panik melarikan diri menuju ke puncak Mystical Beast Mountain, dia belum mengetahui siapa mereka.
Semua binatang di Hutan Lingkaran Bulan seperti menjadi gila karena berebut Buah Dao karena ingin mendapatkan Pil Sky Soul Qi. Gara-gara Cao Tian Jun, anggota Kuil Tangan Setan terkena imbas kemarahan binatang mistik yang mendekati Buah Dao.
Kurang dari tujuh batang dupa, semua binatang mistik berkumpul mengelilingi Cao Tian Jun, mereka tidak hanya membawa Buah Dao, tetapi membawa semua buah langka, tanaman langka dan bahkan Artefak kuno.
__ADS_1
Tim Phoenix melongo melihat binatang mistik yang begitu tertib mengantri untuk bertransaksi. Sedangkan Cao Tian Jun, garuk-garuk kepala karena tidak menyangka perbuatannya justru membuatnya sakit kepala. Dengan adanya transaksi besar ini, dia jelas tidak memiliki banyak Pil Sky Soul Qi.
Agar tidak mengecewakan semua binatang mistik, mau tidak mau ia harus meramu pil dihadapan mereka.
"Ayo keluar, bantu aku membuat Pil Sky Soul Qi!" pinta Cao Tian Jun yang tidak mungkin bisa membuat ribuan pil dalam semalam.
"Bagaimana dengan binatang itu, apakah tidak berbahaya?" Mu Bingyun jelas takut karena puluhan ribu binatang mistik berkumpul di satu tempat.
Dengan banyaknya binatang mistik yang berkumpul di satu tempat, Cao Tian Jun dan Tim Phoenix jelas tidak mungkin bisa melawan mereka.
Selain itu, seorang Alkemis membutuhkan tempat yang tenang saat meramu pil agar tingkah keberhasilan lebih terjamin. Dengan adanya binatang mistik sebanyak itu, siapa orangnya yang bisa berpikiran dengan tenang jika berdiri di tengah mereka.
Cao Tian Jun tersenyum masam karena tahu kekasihnya pasti takut dan tidak bisa tenang dengan adanya binatang mistik.
"Kamu ke sini!" panggil Cao Tian Jun kepada Macan Kumbang Guntur yang menjadi tunggangan walaupun hanya sesaat.
Macan Kumbang itu dengan cepat muncul di depan Cao Tian Jun, lalu meletakkan hasil panennya di tanah. Cao Tian Jun menghitung semua buah. Lalu memberikan 20 butir Pil Sky Soul Qi tahap rendah.
Dengan senang hati, Macan Kumbang itu langsung menelan semua pil karena khawatir direbut oleh binatang lain. Dia segera mencari Buah Dao agar mendapatkan pil. Pil Sky Soul Qi akan memberikan kekuatan kepada binatang mistik, hal yang tidak bisa dibuat dan dimiliki oleh semua binatang.
Semua binatang mistik meneteskan air liur karena menahan rasa lapar akan Pil Sky Soul Qi. Lalu Cao Tian Jun memanggil Macan Kumbang yang lain. Mereka bertransaksi sesuai dengan kesepakatan.
Sampai Cao Tian Jun kehabisan pil. Dia menyimpan semua buah langka yang telah dibayar. Lalu dia berkata kepada semua binatang mistik yang mengantri.
"Aku kehabisan Pil Sky Soul Qi, berikan aku waktu untuk meramu pil di sini! Kalian jaga wilayah ini agar si pencuri itu tidak mengangguku. Jaga jarak agar istriku tidak ketakutan dengan kalian!"
Semua binatang dengan patuh mematuhi perintah seorang Alkemis. Mereka mengelilingi tempat Cao Tian Jun, dengan menjaga jarak sejauh 30 meter.
Cao Tian Jun segera mengeluarkan Tim Phoenix dan tungku. Kemudian, dia juga mengeluarkan semua bahan-bahan untuk membuat Pil Sky Soul Qi. Semua bahan-bahan itu diambil dari dalam Dunia Jiwanya.
Tim Phoenix yang tidak bisa meramu pil, menjadi asisten bagi Cao Tian Jun, Mu Bingyun, Ao Zhen Juan, Yuan Zhen dan Yi Panyun. Ternyata, Yin Meili dan Yun Jiazhen juga seorang Alkemis. Yin Meili di tingkat Master tahap puncak, dan Yin Jiazhen berada di tingkat Master tahap rendah.
"Aku akan buat terlebih dahulu secara perlahan dan bertahap. Lihat dengan cermat dan jangan lewatkan apapun prosesnya...," Cao Tian Jun menjelaskan cara untuk membuat Pil Sky Soul Qi dari awal hingga tahap akhir.
Seperti pada umumnya, pertama memanaskan tungku sebelum bahan di masukkan. Setelah tungku cukup panas, dikisaran 200 derajat Celcius, maka satu per satu bahan di masukkan ke tungku.
Xia Junsu yang baru beberapa hari bersama dengan putranya hanya bisa melongo, terkejut dan tidak bisa berkata-kata karena kemampuan putranya jauh dari ekspektasinya. Tidak hanya jenius kultivator, tetapi jenius dalam hal Alkemis dan Beast Tamer.
Memiliki tiga kemampuan dalam satu waktu merupakan hal yang mustahil dilakukan oleh orang lain. Tetapi, putranya mampu melakukan hal ini di depan matanya.
Xia Junsu melihat putranya ini seperti seorang dewa. Hanya seorang dewa yang bisa melakukan semua ini, dan juga memiliki kekayaan yang tidak akan habis selama tujuh turunan. Dia semakin yakin jika putranya ini adalah lukisan di istana itu, yaitu Dewa Binatang Yang Abadi.
"Keberuntungan apa sehingga rahim Ibumu ini menjadi pilihan Dewa Binatang!" batin Xia Junsu yang sangat bersyukur melahirkan seorang putra titisan Dewa.
Mengingat masa bayi putranya dulu, Xia Junsu tidak sadar meneteskan air mata. Dia melihat dengan jelas putranya dibuang ke dalam Lembah Naga Hitam oleh ayah, wajahnya diludahi dan dibuang seperti sampah.
"Karma telah Anda terima. Terimalah itu!" batin Xia Junsu yang sangat membenci Kaisar Xia ayahnya.
Cao Tian Jun berhenti menjelaskan tentang cara membuat Pil Sky Soul Qi. Dia melirik Senior Junsu karena merasakan aura negatif.
"Ini langkah terakhir. Seperti yang sudah kalian ketahui. Penyelesaian ini butuh api yang stabil ketika proses pemadatan. Ketika telah terbentuk dan padat, tingkatan suhu api secara bertahap hingga mencapai 645 derajat Celcius. Di titik panas itu harus dipertahankan sampai pil terbentuk sempurna!" Cao Tian Jun akhirnya selesai menjelaskan, dan dia juga selesai membuat Pil Sky Soul Qi tahap rendah, jumlahnya ada 10 butir dengan satu set bahan.
Segera Tim Phoenix bekerjasama untuk membuat Pil Sky Soul Qi. Yang tidak bisa meramu pil, akan menjadi asisten, menyiapkan bahan-bahan, membersihkan bagian-bagian tanaman yang tidak dibutuhkan.
Cao Tian Jun segera kembali membuat pil, tetapi kali ini Pil Sky Soul Qi tahap menengah. Sesekali, dia akan selalu memberikan arahan kepada kekasihnya saat akan melakukan kesalahan.
__ADS_1
Binatang mistik yang belum bertransaksi meneteskan air liurnya saat mencium aroma Pil Sky Soul Qi, ingin rasanya meraung-raung keras karena sangat senang. Mereka tidak menyangka jika ada Alkemis di tempat seperti ini, dan bahkan mau repot-repot membuat pil untuknya di depan mata.