8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Ketua Wang Wen.


__ADS_3

Bab 130. Rencana Buruk Ketua Wang Wen dan keterlibatan Paviliun Bunga Kematian.


Setelah makan malam bersama keluarga besar Wang Mei, Cao Tian Jun bersama dengan Wang Mei menuju ke kamar tamu. Ketika sudah berada di dalam kamar, Cao Tian Jun memasukkan Wang Mei kedalam Cincin Dimensinya.


Wang Mei jelas kegirangan karena Tim Phoenix dan Chu Sying Chun juga ikut. Cao Tian Jun segera menyamar sebagai pria tua. Setelah itu dia berubah menjadi udara dan menuju ke arah selatan.


Selama pembicaraan Cao Tian Jun dengan Patriark Wang Liang, dia akhirnya tahu kenapa Paviliun Bunga Kematian ikut terlibat. Ternyata, Keluarga Besar Wang memiliki benda berharga yang diinginkan oleh mereka, yaitu Stempel Giok Singa.


Stempel Giok Singa adalah benda yang menjadi kunci menuju ketempat Istana Tersembunyi (Hidden Palace) yang berada di wilayah Mystical Beast Mountain. Dengan Stempel Giok Singa, maka mempermudah siapapun untuk mendapatkan Stempel Giok Maharaja. Selain itu, stempel ini juga melindungi orang yang memegangnya dari serangan sekuat apapun.


Bagi Patriark Wang Liang, Stempel Giok Singa merupakan benda peninggalan leluhurnya, dan juga sebagai identitas marga Wang. Jika stempel ini jatuh ke tangan pihak lain, jelas akan merusak harga diri Keluarga Besar Wang. Dan, Stempel Giok Singa tidak digunakan untuk tujuan lain seperti yang diinginkan oleh Paviliun Bunga Kematian.


Oleh sebab itu, Patriark Wang Liang bersikukuh untuk terus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin Keluarga Besar Wang agar selalu menjaga amanah leluhurnya...


Di suatu tempat rahasia, berkumpul beberapa orang, mereka adalah Ketua Wang Wen, lima anggota Paviliun Bunga Kematian, empat anggota Guild Smelting, dan dua ketua Keluarga Besar Wang yang mendukung Wang Wen.


Tiga orang yang dipukuli oleh Cao Tian Jun jelas meluapkan kemarahannya kepada Ketua Wang Wen, dikarenakan tidak memberikan informasi secara detail siapa saja pendukung Patriark Wang Liang.


Ketua Wang Wen tidak mau disalahkan karena telah membayar jasa mereka, "itu kesalahan kalian yang tidak mampu mengalahkan bocah kemarin malam! Nanti, aku tidak mau melihat kegagalan kalian. Jika tidak, rencana kita gagal total. Ingat, pemimpin kalian juga memiliki rencana besar dibalik tujuan kita!"


Ucapannya membuat anggota Paviliun Bunga Kematian tidak bisa lagi menyalahkan Ketua Wang Wen, sebab pemimpin mereka adalah orang yang menginginkan Stempel Giok Singa.


"Saudara Gagak, lebih baik minta bantuan untuk mengirimkan anggota yang lebih kuat dari bocah itu. Dengan memberikan alasan yang sesuai dengan kenyataan, maka pemimpin kita pasti mengerti alasan kita!" interupsi dari salah satu anggota Paviliun Bunga Kematian yang akan bertanding melawan generasi muda pihak Patriark Wang Liang, dia menggunakan nama samaran sebagai Elang.


Setiap anggota Paviliun Bunga Kematian tidak pernah menggunakan nama aslinya, mereka biasanya menggunakan nama binatang sebagai nama panggilannya. Saudara Gagak adalah orang yang mengusir Cao Tian Jun.

__ADS_1


Selain mereka berdua, ketiga rekannya dipanggil dengan nama Badak, Gajah, dan Ular. Ular adalah orang yang juga akan menjadi petarung di dalam kompetisi ini.


"Aku tidak pandai berbicara, biarkan saudara Gajah yang meminta bantuan!" alasan Gagak yang enggan bertemu dengan anggota Paviliun Bunga karena malu dikalahkan oleh Cao Tian Jun.


"Urusan kalian jangan dibahas di sini! Malam ini, kita harus segera bergerak untuk membunuh Patriark Wang Liang dan semua keluarganya. Dengan tewasnya mereka, kita tidak perlu repot-repot dengan semua ini!" sela Ketua Wang Wen, dia geram karena mendapatkan orang bayaran yang tidak becus dalam menjalankan tugas.


"Kalian berlima segera bunuh bocah itu dengan cepat. Setelah kalian selesai membunuhnya, segera bantu kita!" imbuh ketua keempat yang bernama Wang Shirong.


Jika Cao Tian Jun tidak datang, rencana ini tidak tercetus dibenak Ketua Wang Wen. Dengan bergerak bersama dalam satu waktu, maka akan mempermudah untuk mengalahkan Patriark Wang Liang dan pendukungnya, termasuk Cao Tian Jun.


"Kita bertindak sekarang. Setelah kalian telah membereskan bocah itu, susul kita!" pengaturan Ketua Wang Wen, dia segera berdiri dan diikuti oleh semua orang.


Sejak kedatangan Cao Tian Jun, Ketua Wang Wen memiliki firasat buruk, dia merasakan melihat maut yang sedang mengintainya...


Yang tidak diketahui oleh mereka, Cao Tian Jun dan semua kekasihnya mendengar pembicaraan mereka. Wang Mei jelas panik karena rencana pamannya tidak sedikitpun pernah diperkirakan oleh ayahnya.


"Kalian bantu Patriark Wang. Tugasku melawan kelima orang itu. Setelah selesai, aku akan bantu kalian!" rencana Cao Tian Jun.


Semua kekasihnya mengangguk paham. Kemudian, Wang Mei dan Tim Phoenix segera keluar dari kamar untuk memberitahu masalah ini kepada ayahnya. Mereka tidak khawatir jika Cao Tian Jun dikalahkan, sebab tahu seberapa besar kekuatan kekasihnya ini.


Cao Tian Jun kembali berteleportasi dan muncul di kediaman Ketua Wang Wen.


Ketua Wang Wen segera keluar dari kediamannya bersama ratusan orang pendukungnya. Tersisa lima anggota Paviliun Bunga Kematian yang sedang bersiap-siap di dalam kamarnya.


Orang yang bernama Badak mengeluarkan benda berbentuk binatang Siput yang merupakan alat komunikasi jarak jauh, namanya Siput Komunikasi. Badak berencana untuk melapor sebelum bertindak.

__ADS_1


Cao Tian Jun yang menjadi udara tidak diketahui oleh kelima orang itu, dia segera mengendap-endap mendekati mereka. Belati dikedua tangannya siap untuk mengeliminasi mereka. Target pertamanya adalah Gagak yang duduk didekat pencahayaan kamar.


Cao Tian Jun mematikan lilin yang menerangi seluruh kamar. Kelima orang itu tidak curiga lilin yang tiba-tiba mati, mereka pikir lilin mati karena tertiup angin yang masuk dari jendela kamar.


Sebelum Gagak menghidupkan lilin, Cao Tian Jun segera menggorok lehernya. Gagak hanya bisa melotot ketika lehernya digorok, bahkan tidak sempat mengeluarkan suara apapun. Tubuhnya terjatuh dari kursi, dan membuat rekan-rekannya keheranan.


Cao Tian Jun bergerak dengan cepat menuju ke arah Badak yang akan mendekati si Gagak. Dia juga menggorok leher sasarannya dengan sangat cepat. Badak yang terjatuh membuat ketiga rekannya segera waspada.


Namun, Cao Tian Jun terlebih dahulu menggunakan skill Penghentian Waktu. Dalam satu tarikan nafas, ketiga orang itu meregang nyawa dengan leher yang terpisah dari tubuhnya.


Setelah mengeliminasi kelima anggota Paviliun Bunga Kematian, Cao Tian Jun menghidupkan lilin, lalu membakar darah segar yang berceceran di lantai. Setelah itu, dia memasukkan kelima mayat ke dalam Cincin Dimensinya. Dia menghilang jejak agar anggota Paviliun Bunga Kematian dikira melarikan diri dari tugasnya.


Setelah tidak melihat jejak apapun di dalam kamar, Cao Tian Jun masuk ke dalam Cincin Dimensinya, dia membakar kelima mayat itu. Setelah semuanya beres, dia segera berteleportasi dan muncul di kediaman Patriark Wang Liang.


Patriark Wang Liang, Wang Mei, Wang Lee, Jie Liangyi dan pendukungnya telah siap untuk menghadapi serangan Ketua Wang Wen. Chu Sying Chun kaget karena Cao Tian Jun tiba-tiba muncul di belakangnya.


"Loh... Kok kembali lagi? Apakah ada sesuatu yang lain?" tanya Chu Sying Chun yang keheranan.


Semua orang membalikkan badan dan melihat Cao Tian Jun yang tampak biasa, tidak sedikitpun tegang dengan situasi seperti ini.


"Misi, sukses! Kelima orang itu sudah kembali ke alamnya," kata Cao Tian Jun dengan santainya.


Chu Sying Chun tersenyum karena melihat mimik wajah Cao Tian Jun yang lucu, ingin rasanya dirinya tertawa jika tidak ada Patriark Wang Liang.


"Apanya yang sukses?" tanya Patriark Wang Liang yang tidak tahu apa-apa, dia hanya tahu jika saudaranya berniat buruk kepada keluarganya.

__ADS_1


Wang Mei juga senang karena Cao Tian Jun sangat hebat, mampu mengeliminasi kelima anggota Paviliun Bunga Kematian dalam waktu singkat. Ia menjawab pertanyaan ayahnya...


__ADS_2