
Bab 111. Kekhwatiran Xia Junsu.
Cao Tian Jun dan Xia Junsu telah berada di lereng Gunung Putih, tetapnya di lereng yang dekat dengan gua sarang dari Naga Bumi. Mereka berdua melihat ke gua, tampak tenang, namun dari dalam gua berhembus angin dingin.
Saat ini, Tanah Prestasi telah kembali seperti semula, yang mana Formasi Array sebagai penyelamat peserta telah pulih, hanya saja geografis alamnya setelah bencana tidak berubah.
"Setelah kamu pancing kedua Naga Bumi keluar dari sarangnya, aku akan segera masuk dan secepat mungkin mengambil esensinya. Jaga dirimu baik-baik dan jangan ceroboh!" pesan Xia Junsu.
"Berapa lama?" tanya Cao Tian Jun yang ingin tahu seberapa lama Xia Junsu membutuhkan waktu untuk mengambil esensi Naga Bumi.
"Secepat mungkin, paling lama setengah batang dupa, kupastikan sudah mendapatkannya!" jawab Xia Junsu dengan meyakinkan.
Cao Tian Jun mengaktifkan Mata Surgawi untuk melihat sarang Naga Bumi. Kedua matanya menyusuri jalur gua yang berbentuk spiral. Di setiap jalur gua, banyak sisik logam Naga Bumi di atap gua dan dinding, dan sisik itu sangatlah beracun. Di tanah tampak berkilauan karena lendir yang dikeluarkan oleh Naga Bumi, lendir itu juga beracun.
Melihat sisik logam itu bisa dimanfaatkan sebagai material pembuatan persenjataan jenis apapun, Cao Tian Jun berniat untuk mengambilnya karena sisik naga tergolong langka dan mahal harganya.
Setelah mengikuti jalur gua sedalam 20 kilometer lebih, Cao Tian Jun menemukan sarang Naga Bumi. Tempat itu membuat Cao Tian Jun terkagum-kagum karena seperti melihat dunia lainnya, lebih subur dari Benua Timur, luasnya diperkirakan sebesar wilayah Pulau Misterius.
Di dalam sarang itu tidak jauh berbeda dengan dunia atas; ada hutan, sungai, daratan dan padang rumput, hanya saja pencahayaannya redup yang berasal dari Batu Cahaya berbagai macam warna.
Setelah kedua matanya menyusuri hingga ke ujung jalur gua spiral, dia melihat Naga Bumi jantan menjadi penjaga, sedang yang betina berada di tengah dunia bawah tanah, tampaknya sedang mengerami sebutir telur sebesar kepala orang dewasa.
Kemudian, Cao Tian melihat telur itu mengeluarkan esensi Naga Bumi yang ditampung dalam mangkok yang terbuat dari sisik naga, dengan kata lain telur itu direndam dalam esensinya. Sedangkan Naga Bumi betina melingkari telur itu dengan tubuhnya, dan kepalanya untuk melindungi telur.
Yang mengejutkan Cao Tian Jun, kekuatan Naga Bumi betina jauh lebih kuat dari yang jantan, terpaut tiga level, berada di tingkat Ancient God level 8.
"Kenapa kamu jadi melamun, apa yang kamu pikirkan?" tanya Xia Junsu saat melihat Cao Tian terdiam menatap ke bawah.
"Apakah sebelumnya Senior Junsu pernah memasuki sarangnya?" selidik Cao Tian Jun sebab untuk memancing keluar Naga Bumi yang sedang mengerami telur sangatlah sulit.
"Iya, bahkan lebih dari dua kali!" jawab Xia Junsu, "apakah kamu takut? Jika kamu tak--"
"Saya tidak takut!" sela Cao Tian Jun sebelum Xia Junsu selesai berbicara.
Memang Cao Tian Jun tidak takut dengan keberadaan dua ekor Naga Bumi yang kekuatannya melebihinya, sebab memiliki Teknik Perubahan Wujud untuk penyamaran, dan Teknik Teleportasi untuk kabur.
"Baiklah, sekarang aku akan pancing Naga itu!" imbuhnya.
"Hati-hati!" pesan Xia Junsu, ia tidak tega melihat putranya mempertaruhkan nyawa demi ambisinya untuk membalas dendam.
Cao Tian Jun mengembangkan senyuman hangat, lalu segera melesat ke arah pintu gua. Xia Junsu melihatnya sambil mengepalkan kedua tangan sebagai bentuk kekhawatiran. Dan akhirnya Cao Tian Jun hilang dari pandangan matanya setelah masuk ke dalam gua.
__ADS_1
Rencana Xia Junsu, dengan memiliki kekuatan lebih tinggi dari semua musuhnya, maka dia yang tidak memiliki dukungan akan dengan mudah mengalahkan musuh yang memiliki kekuatan militer.
Xia Junsu segera melompat dan mendarat di cabang batang pohon besar ketika sekelompok orang mendekati lokasinya, ia melihat delapan boneka wayang yang sedang mencari keberadaan Cao Tian Jun.
Xia Junsu segera mengenakan jubah penyamaran dan topeng. Lalu mengeluarkan busur saat melihat burung gagak yang menjadi mata bagi para pimpinan. Burung gagak tumbang setelah terkena anak panah. Dia tidak ingin siapapun tahu keberadaannya...
Setelah berada di dalam gua, Cao Tian Jun segera berubah wujud menjadi udara. Kemudian, dia menyusuri gua sejauh 200 meter. Dia berhenti dan mengambil sisik logam beracun tanpa khawatir keracunan.
Dia terus mengambil sisik naga disetiap jalur gua dengan sangat cepat. Dia juga menemukan di dinding gua terpendam Kristal Jiwa, dan jelas tidak akan melewatinya, mencongkel tanpa kesulitan dan menyimpannya di dalam Cincin Dimensi.
Sampai akhirnya Cao Tian Jun berhenti mengambil sisik naga dan Kristal Jiwa ketika dekat dengan ujung gua spiral. Dia melihat tubuh Naga Bumi jantan. Mengingat kebaikan Xia Junsu, dia berniat untuk mengambil esensi Naga Bumi tanpa harus memancing pemiliknya.
Segera Cao Tian berteleportasi untuk melewati Naga Bumi jantan, dia muncul tidak jauh dari si betina, terpaut jarak 300 meter. Ketika berada di dalam dunia bawah tanah, Cao Tian Jun baru dengan jelas melihat semuanya, yang mana ada Pohon Primordial berisi 12 buah. Buah Suci itu sangat-sangat langka, namanya Pohon Buah Dao.
Buah Dao untuk seorang kultivator sangatlah penting, tetapi tidak untuk meningkatkan basis kultivasi, melainkan untuk memperkuat Kekuatan Jiwa. Buah Dao penting bagi ahli Formasi Array, Alkemis, Pandai Besi, Beast Tamer dan hampir semua profesi.
Seperti yang sudah diketahui di dunia kultivator, semakin besar kekuatan Jiwa seorang ahli, maka dalam menggeluti profesinya akan semakin mudah; seperti mengendalikan elemen api saat meramu pil akan lebih mudah serta meningkatkan kualitas pilnya. Seorang ahli Beast Tamer yang lebih terjamin tingkat keberhasilannya dalam menjinakkan binatang.
Cao Tian Jun melihat Pohon Buah Dao tepat berada di samping Naga Bumi betina. Dia juga melihat dua tanaman langka yang dibutuhkan dalam pembuatan Pil Terobosan, yaitu Rumput Akar Naga yang batangnya seperti sisik naga, dan Bunga Daun Emas.
Kedua jenis tanaman itu tersebar di seluruh dunia bawah tanah. Melihat itu, jelas Cao Tian Jun kegirangan karena selain langka harganya juga sangat mahal jika dilelang.
Cao Tian Jun menggali tanah sedalam 20 cm, lalu mengambil Rumput Akar Naga beserta tanahnya agar tetap segar. Setelah selesai, dia berlanjut mengambil Bunga Daun Emas. Memotong batang bunga dan menyimpannya di dalam kotak kayu.
Dia melakukan itu hingga mendapatkan lebih dari 30 rumput dan bunga. Ingin rasanya Cao Tian Jun menjarah tempat ini, tetap teringat dengan Xia Junsu yang sudah pasti sedang menunggunya dengan rasa khawatir.
Tidak ingin berlama-lama di dunia bawah tanah, dia perlahan mendekati Pohon Buah Dao. Namun terhenti ketika Naga Bumi betina bergerak, sangat menegangkan baginya.
Akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk mengambil Buah Dao. Jadi memutuskan untuk mengambil terlebih dahulu esensi Naga Bumi, baru setelah itu mengambil Buah Dao.
Dengan wujudnya menjadi udara, dia memasuki celah-celah tanah...
Di luar gua.
Menunggu Cao Tian Jun yang tidak kunjung keluar dari gua, membuat Xia Junsu jelas khawatir, dia tidak bisa tenang sambil mengepalkan kedua tangan dan menatap pintu gua, dengan posisinya berdiri di atas cabang batang pohon.
"Kenapa lama sekali!" gumam Xia Junsu yang khawatir.
Karena kekhawatirannya, Xia Junsu mengabaikan keberadaannya, yang mana ada dua orang mendekati tempat persembunyiannya dengan berjalan. Mereka adalah Bai Guan dan Chu Xing-fu yang sedang mencari keberadaan muridnya.
Bai Guan melihat pohon besar bergoyang-goyang tanpa ada penyebabnya. Dengan rasa penasaran, dia segera mendekati pohon tempat persembunyian Xia Junsu.
__ADS_1
Mendongak dan melihat ada seseorang berjubah hitam yang sesuai dengan ciri-ciri si penculik muridnya, jelas Bai Guan dan Chu Xing-fu langsung menyerangnya.
Xia Junsu yang merasakan niat membunuh, segera menghindari pukulan Bai Guan dan Chu Xing-fu dengan melompat ke depan, ia mendarat di tanah dan segera kabur.
"Mana muridku?" teriakan Bai Guan sambil mengejar Xia Junsu.
"Jika sampai terjadi sesuatu pada muridku, aku tidak segan-segan membunuhmu!" ancaman Chu Xing-fu sambil terus mengejar Xia Junsu.
Sebenarnya, Xia Junsu lebih kuat dari Bai Guan dan Chu Xing-fu, dia sengaja tidak berniat bertarung dikarenakan mereka berdua baik kepada putranya. Ia juga tidak sedikitpun menjawab setiap pertanyaan mereka.
Seandainya tahu jika Xia Junsu meminta Cao Tian Jun memasuki sarang Naga Bumi, jelas Bai Guan dan Chu Xing-fu semakin murka. Oleh sebab itu, Xia Junsu tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Xia Junsu dengan lincah mengiringi mereka berdua menjauhi pintu gua, tujuannya agar tidak merusak rencananya setelah Naga Bumi keluar dari sarangnya.
Setelah jauh dari Gunung Putih, Bai Guan dan Chu Xing-fu kehilangan jejak dari Xia Junsu. Mereka segera menyebar untuk menemukannya. Melihat guru dari putranya menyebar, Xia Junsu segera kembali ke tempat semula, tetapi berada di pohon yang berbeda.
Tiba-tiba Gunung Putih bergetar, lalu terdengar raungan Naga Bumi yang sangat marah, suara dengan jelas didengar oleh semua orang yang berada di Tanah Prestasi.
Xia Junsu segera waspada dan bersiap-siap untuk memasuki gua. Sedangkan Bai Guan dan Chu Xing-fu segera menjauhi wilayah Gunung Putih karena tidak ingin berhadapan dengan Naga Bumi.
Boom...
Suara ledakan berasal dari dalam gua, sehingga kepulan asap keluar dari gua. Xia Junsu semakin khawatir dan panik karena tidak melihat putranya. Karena tidak ingin sesuatu hal buruk terjadi pada putranya, ia segera melesat ke arah pintu.
Namun, tiba-tiba Cao Tian Jun muncul di hadapannya, jelas Xia Junsu terkejut. Yang lebih mengejutkannya, Cao Tian tiba-tiba memeluk pinggangnya.
Xia Junsu melihat wajah Cao Tian Jun pucat, dan darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Hatinya terasa sakit melihat putranya mempertaruhkan nyawa demi ambisinya.
Belum sempat bereaksi, Xia Junsu tercengang karena sudah berada di tempat lain, tempat yang jelas bukan di Tanah Prestasi. Xia Junsu tidak tahu jika saat ini berada di dalam Cincin Dimensi.
Lalu Xia Junsu melihat Cao Tian Jun ambruk di tanah dengan nafas terengah-engah. Dia tidak lagi memikirkan esensi Naga Bumi karena melihat kondisi putranya.
"Gila kamu! Apa yang terjadi denganmu?" khawatir Xia Junsu yang dengan segera memapah kepala Cao Tian Jun dan diletakkan di atas pahanya, ia mengeluarkan sapu tangan dan mengusap darah disudut bibir milik putranya.
"Aku kan sudah bilang, pancing Naga Bumi keluar dan tidak usah menghadapinya secara langsung!" kemarahan Xia Junsu yang berpikir jika Cao Tian Jun melawan Naga Bumi.
Cao Tian Jun tersenyum melihat kekhawatiran Xia Junsu, dia menikmati kepalanya yang bertumpu pada paha wanita cantik ini. Lalu dia berkata tanpa beban, "Senior Junsu semakin cantik jika seperti ini!"
"Aku tidak becanda!" bentakan Xia Junsu yang tidak sedikit tersanjung dengan pujian.
Cao Tian Jun tiba-tiba menunjukkan botol giok yang mengeluarkan hawa dingin, kabut asap yang keluar dari botol itu berwarna merah muda. Xia Junsu terbelalak melihat itu karena tahu ciri-ciri dari esensi Naga Bumi.
__ADS_1