8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Pasukan Kegelapan Menyerang Akademi.


__ADS_3

Bab 135. Akademi Diserang.


Ketua Wang Wen tidak menggubris perkataan Tetua ketiga, dia menghunus tombaknya ke arah Patriark Wang Liang.


Patriark Wang Liang menggeser tubuhnya ke kiri sambil menangkis tombak dengan pedangnya. Dua pedang bergetar ketika berbenturan. Ketua Wang Wen membelokkan tombaknya, namun dia terkejut karena ujung pedang telah menyentuh lehernya.


"Menyerah saja! Aku tidak ingin sesama saudara menumpahkan darah!" ucap Patriark Wang Liang yang masih berbelas kasihan kepada adiknya.


Ketua Wang Wen melihat ke depan, yang mana melihat dua orang utusan dari Paviliun Bunga Kematian menyelinap di antara penonton. Ketua Wang Wen secara perlahan menjauh dari Patriark Wang Liang.


"Ini baru pemanasan," kata Ketua Wang Wen sambil mengusap darah di lehernya yang tergores ujung pedang, lalu melihat ke arah Cao Tian Jun yang sedang bercanda dengan Wang Mei dan Chu Sying.


"Hmm...!!" Patriark Wang Liang menghela nafas karena adiknya sangat keras kepala, lalu dia berkata sambil memegang erat pedangnya, "majulah!"


"Kau orang yang membunuh tamuku semalaman, bukan?" tuduhan Ketua Wang Wen yang sengaja dilakukannya, dia mengabaikan kakaknya.


Tamu yang dikatakannya adalah kelima anggota Paviliun Bunga Kematian. Dia tidak berani mengatakan tamunya sebagai anggota Paviliun Bunga Kematian secara terang-terangan karena adanya tiga tetua klan.


Cao Tian Jun dan rombongannya menatap ke arah Ketua Wang Wen, dia tidak sedikitpun terkejut karena memang benar. Berbeda dengan rombongannya yang jelas terkejut karena rahasia ini hanya diketahui oleh pihak keluarga Patriark Wang Liang. Sudah pasti ada mata-mata yang menyamar sebagai pendukung Patriark Wang Liang.


"Apa buktinya?" tanya Cao Tian Jun.


Dia kini menjadi perhatian banyak orang yang menatapnya dengan rasa ingin tahu. Tetua klan juga melihat Cao Tian Jun, mereka memberikan senyuman hangat karena tahu apa yang terjadi semalam dan kebaikannya.


Sebenarnya, tetua klan telah mengetahui tindakan Ketua Wang Wen, namun mereka diam saja karena anggota Paviliun Bunga Kematian tidak bertindak terlalu jauh di wilayah Keluarga Besar Wang. Tindakan Cao Tian Jun yang membunuh anggota Paviliun Bunga Kematian sudah sangat diharapkan oleh para tetua klan.


"Tidak perlu bukti menyatakan kau sebagai pembunuh. Saat kau baru tiba, kau sudah memukuli tamuku. Jelas kau adalah yang membunuh mereka!" argumen dari Ketua Wang Wen.


Semua penonton berbisik membicarakan Cao Tian Jun. Dengan pertikaian sebelumnya, jelas Cao Tian Jun menjadi tersangka.


"Siapa saja bisa memukuli seseorang jika lengah. Salah saja tamumu yang tidak waspada!" dalih Cao Tian Jun.


Sebelum Ketua Wang Wen berbicara, Cao Tian Jun melanjutkan perkataannya, "satu melawan lima orang, kukira Anda terlalu berlebihan memandang diri ini!"


Semua orang mengangguk setuju dengan perkataan Cao Tian Jun, tidak mungkin seorang Murid Dalam melawan lima orang yang memiliki kekuatan setingkat Guru Senior.


"Sudah, sudah! Tidaklah kau malu menuduh seorang murid? Lebih baik kita selesaikan urusan kita!" sela Patriark Wang Liang yang tidak ingin menantunya menjadi target Paviliun Bunga Kematian.


"Aku menyerah! Kau bisa melanjutkan kepemimpinan!" ucap Ketua Wang Wen, dia menangkupkan kedua tangannya kepada Tetua ketiga sebagai bentuk penghormatan, dan segera turun tanpa melihat reaksi Patriark Wang Liang yang terkejut.


Semua orang jelas tercengang dengan pernyataan Ketua Wang Wen. Sesaat lalu, dia mengatakan bahwa ini baru pemanasan. Tetapi, secara tiba-tiba menyerah setelah menuduh Cao Tian Jun. Jelas semua orang kebingungan dibuatnya.

__ADS_1


Ketua Wang Wen melihat kedua utusan Paviliun Bunga Kematian, dia sedikit mengangguk sebagai jawaban bahwa orang yang dituduh adalah pembunuhnya. Gerakan kepalanya sebagai komunikasi tidak diketahui siapapun karena hanya sekilas saja, tampak sedang melihat pendukungnya yang kecewa dengan keputusan ini.


Utusan Paviliun Bunga Kematian melihat Cao Tian Jun namun hanya sesaat. Kemudian, mereka keluar dari arena. Ketua Wang Wen dan pendukungnya juga meninggalkan arena pertandingan dengan wajah muram.


Keputusan Ketua Wang Wen membuat Patriark Wang Liang bahagia, dia segera menemui tetua klan yang akan menghampirinya. Tetua ketiga mengucapkan selamat kepada Wang Liang, lalu disusul oleh dua tetua klan.


Banyak orang yang mengucapkan selamat kepada Patriark Wang Liang. Termasuk Cao Tian Jun dan kekasihnya. Patriark Wang Liang memperkenalkan Cao Tian Jun kepada Tetua klan.


Dihadapan semua orang, Tetua pertama memberikan Giok Singa sebagai simbol kepemimpinan kepada Patriark Wang Liang. Keluarga Besar Wang bersorak-sorai karena perseteruan ini berakhir.


Kemudian, secara tiba-tiba dan mengejutkan Cao Tian Jun, Tetua klan dan Patriark Wang Liang menentukan hari pernikahan antara Wang Mei dan Cao Tian Jun, diadakan setelah perburuan di wilayah Mystical Beast Mountain, tepatnya di Bulan Monyet (September), di hari ketujuh awal bulan.


Cao Tian Jun hanya bisa menerima keputusan ini dikarenakan sebagai bentuk tanggung jawabnya. Sebenarnya, dia enggan. Chu Sying, Xue Yue, Xiao Yu dan semua kekasihnya juga minta untuk dinikahi. Hal ini membuat Cao Tian Jun sakit kepala.


Di malam harinya, diadakan pesta perayaan bagi Patriark Wang Liang. Acara dihadiri oleh banyak orang-orang penting dan seluruh anggota keluarga besar. Anehnya, Ketua Wang Wen yang tidak hadir dalam acara itu.


Cao Tian Jun yang awal murung karena pernikahan yang akan datang, dan juga dikelilingi oleh Tetua klan dan orang-orang penting, membuatnya sulit untuk bernafas lega. Apalagi Wang Lee selalu mengoceh tentang kehebatannya, bahkan sanjungannya dilebih-lebihkan.


Cao Tian Jun menjadi gembira karena ada banyak makanan. Dia dengan lahap memakan apapun, terutama daging. Semua orang penting menertawakannya karena seperti orang kelaparan...


Ketika hari menjelang tengah malam, datang banyak orang yang menggunakan penutup wajah, hanya terlihat kedua matanya saja. Mereka datang dengan maksud buruk.


Ketika baru masuk ke dalam halaman rumah kediaman Patriark Wang Liang, mereka segera menyerang siapapun dengan brutal. Keributan di luar segera menarik perhatian semua orang yang berada di dalam rumah.


"Siapa mereka?" Guru Junior Chu Chu Sying melihat orang-orang yang memakai penutup wajah berwarna hitam.


"Siapa lagi kalau bukan Ketua Wang Wen!" sahut Cao Tian Jun yang melihat Ketua Wang Wen diantara mereka.


Walaupun Ketua Wang Wen dan dua utusan itu mengenakan penyamaran, Cao Tian Jun bisa melihat mereka dengan jelas karena memiliki Mata Surgawi.


"Sialan!" Wang Mei sangat marah melihat keluarganya dibantai oleh Ketua Wang Wen, ia segera merangsek ke depan menyerang musuhnya.


Cao Tian Jun melihat Tetua klan kewalahan menghadapi dua utusan Paviliun Bunga Kematian, sebab kekuatan utusan itu berada di tingkat Heavenly God. Sedangkan ketiga Tetua klan berada di tingkat Great God.


Dia segera membantu mereka. Semua kekasihnya juga tidak tinggal diam, mereka menyerang anggota dari Ketua Wang Wen. Sedangkan Patriark Wang Liang menyerang Ketua Wang Wen.


Malam perayaan berganti dengan kekacauan di kediaman pemimpin klan. Suara ledakan energi terdengar di wilayah itu.


Utusan Paviliun Bunga Kematian tercengang melihat kekuatan Cao Tian Jun yang berada di tingkat Heavenly God level 9, lebih tinggi dari mereka yang berada di level 7. Cao Tian Jun dengan sengaja menyeimbangkan kekuatannya.


Karena Cao Tian Jun lebih kuat, maka kedua utusan itu melarikan diri. Cao Tian Jun mengejarnya, namun dicegah oleh Tetua pertama. Sedangkan Ketua Wang Wen berhasil dikalahkan oleh Patriark Wang Liang.

__ADS_1


"Jangan dikejar. Sudahi malam ini untuk tidak membunuh lagi anggota Paviliun Bunga Kematian!" alasan Tetua pertama yang tidak ingin menantunya diburu oleh Paviliun Bunga Kematian jika membunuh lagi.


"Tetapi mereka tetap akan mengejarku!" Cao Tian Jun jelas tidak ingin musuhnya kabur, melepaskan musuhnya sama saja membuatnya hidup dalam bahaya.


"Tidak, percayalah! Paviliun Bunga Kematian tidak akan menggelontorkan dana untuk memerintahkan anggotanya memburumu. Mengutus setingkat Heavenly God, Conglin harus mengeluarkan banyak biaya. Dia jelas tidak ingin merugi!" Tetua pertama menyakinkan Cao Tian Jun, dia hafal dengan sifat pemimpin Paviliun Bunga Kematian.


"Semoga malam ini adalah yang terakhir!" harapan Patriark Wang Liang yang tidak ingin pertumpahan darah terjadi lagi.


"Penjarakan dia, biar kami yang menanganinya!" perintah Tetua pertama kepada anggotanya.


Ketua Wang Wen yang pingsan segera dibawa oleh empat orang. Di halaman rumah banyak orang yang meregang nyawa. Segera Patriark Wang Liang memerintahkan anggotanya untuk membersihkan kekacauan ini.


Jie Liangyi selalu diam semenjak kejadian malam itu, ketika bertarung, kedua matanya selalu melirik Cao Tian Jun. Hatinya semakin kacau karena melihat kehebatannya. Benih-benih cinta tumbuh di hatinya.


Cao Tian Jun segera berpamitan karena tidak bisa berlama-lama di tempat ini, dia beralasan bahwa situasi Benua Timur tidak dalam keadaan baik-baik saja.


"Kami menunggumu kembali!" pamit Cao Tian Jun kepada Wang Mei yang belum bisa kembali ke akademi karena situasi di keluarga besar Wang belum kondusif.


Wang Mei memeluk erat Cao Tian Jun, jika tidak ada pertumpahan darah semalam, dia sangat bahagia karena akan menikah. Tetapi kebahagiaan menghilang akibat perbuatan pamannya.


Cao Tian Jun juga berpamitan kepada Patriark Wang Liang dan Tetua klan. Terakhir berpamitan dengan ibu mertuanya, Jie Liangyi.


"Hati-hati!" ucap Jie Liangyi, hanya itu yang bisa dikatakannya karena hatinya kacau.


Cao Tian Jun memberikan senyuman hangat, lalu meninggalkan kediaman Patriark Wang Liang bersama dengan kekasihnya. Semua orang mengiringi kepergiannya...


Setelah jauh dari wilayah Keluarga Besar Wang, dia memasukkan semua kekasihnya ke dalam Cincin Dimensi. Setelah itu, dia berteleportasi dan muncul di Akademi Merpati Putih kelas dua, di kamarnya.


Baru saja datang, dia mendengar suara pertempuran di luar akademi. Dia tersenyum melihat Pasukan Kegelapan telah menyerang akademi. Cao Tian Jun segera mengeluarkan semua istrinya untuk melawan musuh


"Ayo, kita tunjukkan hasil latihan selama ini!" ajak Cao Tian Jun dengan semangat.


"Bertarung lagi? Inilah yang aku tunggu-tunggu!" sahut Chu Sying yang suka dengan perkelahian.


"Gunakan formasi andalan kita," ucap Xue Yue yang juga senang bertarung.


Namun, Cao Tian Jun sudah keluar dari kamar terlebih dahulu. Mereka buru-buru menyusulnya dengan semangat berkobar-kobar...


Di luar pintu gerbang akademi, Pasukan Kegelapan ditahan oleh murid dan guru sehingga sulit untuk masuk. Bai Guan, pemimpin Chu Xing-fu dan para Guru Senior tersenyum melihat murid andalan akhirnya keluar dari kultivasi.


Bai Guan tercengang melihat Cao Tian Jun terbang dan melesat ke arah Pasukan Kegelapan yang jumlahnya mencapai puluhan ribu prajurit manusia dan binatang. Padahal dia saja tidak berani keluar dari tembok pertahanan akademi.

__ADS_1


Boom boom boom boom...


Dengan ganas Cao Tian Jun meledak tubuh Pasukan Kegelapan saat mendaratkan kakinya di tanah. Lalu disusul oleh Tim Phoenix dan Guru Junior Chu Chu Sying. Karena Cao Tian Jun yang berani keluar dari pertahanan, maka semua murid mengikutinya dengan semangat tinggi...


__ADS_2