
Bab 145. Serangan Penghuni Laut Besar.
Lokasi Mystical Beast Mountain berada di tenggara dari Kekaisaran Xia, melewati Pulau Misterius dan Laut Besar. Ketika perjalanan, sebagian orang yang dari arah Barat Laut menghindari wilayah Black Dessert karena wilayah itu milik Ratu Ular Surgawi.
Jika keberangkatan dari arah utara seperti Perguruan Hitam Kelam, Akademi Merpati Putih pusat, dan Kuil Sembilan Kematian tinggal lurus saja arah ke tenggara tanpa perlu melewati Black Dessert.
Menuju ke Mystical Beast Mountain ditempuh dalam waktu 8 hari perjalanan dengan kecepatan penuh menggunakan kapal angkasa. Jika perjalanan melalui darat dan lautan, maka akan banyak memakan waktu 10 hari tanpa ada halangan.
Halangan terbesar dalam perjalanan ada di Laut Besar yang dihuni binatang laut, seperti binatang paus yang disebut Kun, Gurita Mistik, empat Raja Naga, dan masih banyak binatang laut yang berbahaya.
Saat ini, Bai Guan menggunakan delapan armada kapal angkasa dalam ekspedisi ke Mystical Beast Mountain. Satu kapal angkasa milik Ratu Ao Zhen Juan yang dikhususkan untuk wanita, terutama untuk rombongannya dan Tim Phoenix.
Satu hari perjalanan telah dilewati mereka, tidak ada hambatan karena masih berada di atas daratan. Namun, ketika memasuki Laut Besar, semua orang mulai waspada terhadap serangan binatang air. Bahkan Xia Junsu pemilik Pulau Misterius di tengah Laut Besar, tampak waspada dengan melihat ke permukaan laut yang bergelombang.
Saat ini, posisi mereka berada di selatan, bergabung dengan rombongan dari Kerajaan Sembilan Surga dan Sekolah Surga Kesembilan. Posisi rombongan Kaisar Xia dan yang lainnya berada di utara, titik pertemuannya berada di Perguruan Sembilan Kematian karena lebih dekat dengan wilayah Mystical Beast Mountain, 6 hari perjalanan.
Di rombongan Kaisar Xia ada juga dari Sekte Yin. Mereka bergabung karena jalurnya sama. Ketika hari menjelang malam dan berada di atas Laut Besar, semua orang yang bertugas berjaga malam semakin waspada, sebab binatang laut berukuran besar selalu berburu di malam hari.
Di ujung layar kapal angkasa milik Kaisar Xia, ada seseorang pria tua berdiri di ujung. Dia bukan bagian dari ekspedisi ini. Kehadirannya belum diketahui oleh siapapun. Tetapi, melihat penampilannya yang buruk, sudah pasti memiliki niat jahat.
Tiba-tiba cuaca malam menjadi buruk, tampaknya akan terjadi badai di Laut Besar. Lalu turun hujan lebat disertai dengan angin. Nahkoda kapal angkasa segera mengambil ahli kendali kapal karena badai ini.
Kapal angkasa bergerak di langit terombang-ambing oleh badai, membuat semua orang tidak bisa tidur nyenyak, mereka semakin waspada. Tiba-tiba, dua tentakel berukuran besar keluar dari dasar laut, dan melilit kapal angkasa dari Perguruan Hitam Kelam.
Datangnya serangan dari Gurita Mistik, segera para penjaga mengeluarkan senjatanya dan berusaha memotong tentakel itu. Hujan badai angin kencang membuat mereka kehilangan keseimbangan ketika berusaha untuk memotong tentekal Gurita Mistik. Selain badai yang mengganggu, tentekal itu memiliki kulit keras yang tidak mempan dengan senjata tajam.
Gurita Mistik juga menyerang kapal angkasa milik Kaisar Xia. Malam ini, semua orang menjadi sibuk, termasuk Kaisar Xia dan Leluhur Xia yang tidak tinggal diam. Semua orang tidak peduli tubuhnya basah kuyup karena hujan badai angin.
Pria tua di ujung layar itu tersenyum melihat Kaisar Xia dan Leluhur Xia, mereka berdua adalah target yang harus dibunuhnya. Ketika mereka sibuk melawan serangan banyak Gurita Mistik, dia diam-diam menyelinap di belakang Kaisar Xia.
Ketika jimat perlindungan milik Kaisar Xia aktif saat diserang oleh tentekal, pria tua itu melihatnya, tetapi tidak segera menyerang. Namun, saat jimat perlindungan habis batas waktunya, pria tua itu mengeluarkan belatinya.
Belati tajam itu melesat ke leher Kaisar Xia yang sibuk melawan tentakel Gurita Mistik. Merasakan bahaya, dia segera mundur. Akan tetapi, belati tajam itu masih menggores lehernya sehingga mengeluarkan darah segar.
"Ada pembunuh?!" teriakan Kaisar Xia sambil memegang lehernya yang bercucuran darah segar.
Para pengawal dan prajurit segera mengamankan Kaisar Xia dengan membentuk Formasi perlindungan. Leluhur Xia segera menghampiri cucunya, dan syok melihat leher cucunya berubah menghitam, tanda terkena racun. Leluhur Xia melihat belati yang dilumuri dengan racun.
__ADS_1
"Cari pembunuhnya!" perintah Leluhur Xia kepada para jenderal. Dia dan beberapa Kasim istana membopong tubuh Kaisar Xia, masuk ke dalam kapal angkasa.
Baru saja Leluhur Xia masuk ke pintu, belati beracun melesat dari belakangnya. Namun, dia segera menghindari dengan menggeser tubuhnya. Alhasil belati itu melesat ke arah Kaisar Xia.
Kaisar Xia masih sempat melihat belati itu melesat ke arahnya, walaupun matanya buram karena pengaruh dari racun, dan racun itu juga membuat tubuhnya menjadi sulit untuk digerakkan. Akibatnya, belati itu menancap di lehernya.
"Arghhh...!!" teriakan Kaisar Xia ketika terkena belati beracun.
Leluhur Xia dengan jelas melihat belati itu mengenai cucunya, dia segera membalikkan badan dan menyerang si pria tua yang sengaja perlihatkan diri. Namun, pria tua itu tiba-tiba menjadi asap putih ketika pukulan berenergi dari Leluhur Xia akan mengenainya.
Boom...
Pukulannya justru mengenai Jenderal Barat Xia Woo yang akan menyerang pria tua itu dari belakang. Jenderal Barat Xia Woo berteriak kesakitan ketika dadanya terkena pukulan itu. Setelah teriakannya, dia meregang nyawa karena pukulan itu melubangi dadanya.
"Arghhh!!" teriakan Leluhur Xia yang penuh amarah karena gagal membunuh si pembunuh. Kegagalannya mengakibatkan kematian Jenderal Barat Xia Woo karena pukulannya.
Leluhur Xia buru-buru menangani cucunya yang masih hidup, tetapi dalam keadaan sekarat. Dia segera memberikan pil penawar racun. Namun, pil itu bukanlah penawarnya. Tabib istana segera memeriksa kondisi Kaisar Xia, dia terkejut karena racun ini sangat berbahaya dan sulit untuk mendapatkan penawarnya, dan itu adalah racun Naga Hitam.
Racun Naga Hitam berasal dari Lembah Naga Hitam, salah satu tempat berbahaya karena racun. Tidak ada satupun orang yang berani menginjakkan kaki di tempat itu. Mengetahui asal-usul racun Naga Hitam, sudah pasti si pembunuhnya mendapatkan racun dari Lembah Naga Hitam.
Agar Kaisar Xia tetap bertahan hidup sebelum mendapatkan hati Naga Hitam, Tabib istana mengambil tindakan tepat, yaitu menggunakan prosedur transfusi darah dengan golongan yang sama. Hanya ini satu-satunya cara agar Kaisar Xia untuk sementara waktu bertahan hidup.
Leluhur Xia segera memberikan banyak darahnya untuk keselamatan cucunya, dia juga memerintahkan semua keluarga Xia yang memiliki golongan darah sama untuk mendonorkan darahnya. Dalam kondisi seperti ini, Kaisar Xia didiagnosis akan bertahan hidup kurang dari 7 hari.
Setelah itu, Leluhur Xia memerintahkan nahkoda kapal angkasa meningkatkan kecepatan semaksimal mungkin agar segera tiba di Mystical Beast Mountain, satu-satunya tempat untuk berburu Naga Hitam.
Dia tidak berburu di Lembah Naga Hitam karena belum pernah melihat naga di sana. Lembah Naga Hitam disebut demikian karena saat di siang hari, kabut hitam berasal dari racun membentuk wujud naga. Maka dari keanehan ini, tempat itu diberi nama Lembah Naga Hitam termasuk hutan dan kota yang berada di disekitarnya.
Kabar tentang Kaisar Xia, segera diketahui oleh banyak orang yang berada di dalam rombongan kekaisaran. Mereka segera mengikuti kapal angkasa milik Kaisar Xia yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Sedangkan si pembunuhnya, jelas tidak diketemukan karena hujan badai angin dan gelapnya malam, membuat pencarian sulit untuk dilakukan. Metode yang dilakukan oleh si pembunuh itu hampir mirip dengan Paviliun Bunga Kematian, hanya saja ada perbedaannya, yaitu Paviliun Bunga Kematian tidak menggunakan racun Naga Hitam, melainkan racun yang lebih mematikan.
Pria tua si pembunuh itu muncul di rombongan dari Akademi Merpati Putih kelas dua, berada di kapal angkasa milik Ratu Ao Zhen Juan, Ratu Juan. Dia melihat rombongan Bai Guan sedang diserang oleh Empat Raja Naga Lautan.
Empat Raja Naga Lautan bukan berarti ada empat naga, melainkan satu naga. Naga ini masuk dalam golongan spesies langka, nama lainnya adalah Naga Samudera. Memiliki empat kepala, dua pasangan sayap untuk menopang tubuhnya ketika terbang, sepasang tanduk bercabang-cabang seperti rusa.
Tubuh Naga Samudera sangat panjang, panjangnya mencapai lebih dari 100 meter, dengan diameter tubuh mencapai 12 meter. Kapal angkasa dengan mudah dilahapnya karena otot-otot mulutnya sangat elastis.
__ADS_1
Naga Samudera ini sangatlah berbahaya, dia penguasa Laut Besar, laut dan udara di tempat ini adalah wilayahnya. Makanannya adalah binatang air berukuran besar, seperti Gurita Mistik. Namun, favoritnya adalah kultivator.
Karena hujan badai angin kencang yang membuat Naga Samudera keluar dari palung terdalam di dasar Laut Besar. Dan secara kebetulan rombongan armada kapal angkasa dari Akademi Merpati Putih kelas dua melintasi wilayahnya.
Bai Guan dan semua orang bekerjasama untuk melawan Naga Samudera yang tubuhnya mengepung armada kapal angkasa. Semua orang mengeluarkan semua kemampuannya untuk mengusirnya. Yang mengejutkan semua orang, Xia Junsu ternyata mengeluarkan kekuatannya yang disembunyikan, berada di tingkat Ancient God level 9.
Sayangnya, Naga Samudera lebih kuat dari Xia Junsu, berada di tingkat God Warrior level 1, tampaknya baru meningkatkan kekuatannya. Satu kapal angkasa telah dilahap oleh Naga Samudera, di dalam ada 20 jiwa yang menjadi korbannya.
Naga Samudera ini menargetkan kultivator yang paling kuat, targetnya adalah Xia Junsu, Bai Guan, dan para Guru Senior. Semua orang kewalahan menghadapi naga ini. Energi spiritual tidak berpengaruh terhadap naga ini, senjata setajam dan sehebat apapun tidak mempan melukai tubuhnya.
Naga Samudera yang kuat ini tampak mempermainkan mangsanya, dia tidak segera melahap targetnya, justru berusaha untuk melahap murid dan guru yang lebih lemah. Dengan empat kepala, dia selalu berhasil. Anehnya, dia memuntahkan korbannya, lalu menargetkan yang lain. Dia selalu mengulang perbuatannya.
"Roarrr!!" raungan Naga Samudera setelah memuntahkan korbannya yang masih hidup, dia tampaknya senang membuat mangsa ketakutan akan kematian.
"Sialan dia! Kita dipermainkan!" umpatan Bai Guan yang kewalahan menghadapi Naga Samudera, di saat akan menyelamatkan muridnya, kepala naga yang lain menyerang target baru. Hal ini selalu berulang-ulang.
"Sihir Pemindahan!!" gumam Xia Junsu yang ingin memindahkan Naga Samudera di tempat lain, dia menggunakan sihir teleportasi.
Muncul lingkaran kebiruan di atas tubuh Naga Samudera. Akan tetapi, ekor Naga Samudera menghancurkan lingkaran sinar dengan mudah. Dampaknya, Xia Junsu memuntahkan darah segar karena gagal membuat sihir.
Pria tua itu berubah menjadi wujud aslinya, pria muda usia 18 tahun, rambut pendek yang terlihat baru saja dicukur, warnanya putih. Dia adalah Cao Tian Jun dengan penampilan baru, memiliki sayap transparan berwarna pelangi. Di kedua lengannya mengeluarkan dua gelang berwarna pelangi.
Cao Tian Jun terbang memutari tubuh Naga Samudera, lalu melepaskan pukulan bertubi-tubi ke arah sasaran. Sinar energi pukulannya itu dengan jelas dilihat oleh semua orang.
Boom boom boom...
Rentetan ledakan energi ketika pukulannya mengenai tubuh Naga Samudera. Semua orang memicingkan matanya karena silau dengan ledakan itu. Naga Samudera meraung kesakitan karena pukulan, dia segera masuk ke dalam air karena terluka.
Kemudian, semua orang terbelalak melihat Cao Tian Jun melayang di depan kapal angkasa milik Ratu Ao Zhen Juan. Mereka seperti melihat arwah dari Cao Tian Jun karena penampilannya yang mengeluarkan cahaya pelangi.
"Aku masih hidup," kata Cao Tian Jun.
Semua orang seketika tersadar dari keterkejutannya. Xia Junsu terlebih dahulu melesat ke arah Cao Tian Jun, dan memeluknya dengan sangat erat sambil menangis bahagia.
Kemudian diikuti oleh semua wanita yang berganti untuk memeluknya. Bai Guan kembali menetes air mata bahagia, sudah dua kali ini dibuat menangis oleh muridnya ini.
Semua murid dan guru ikut bahagia karena Cao Tian Jun tidak mati...
__ADS_1