8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Kedatangan Musuh Baru.


__ADS_3

Bab 198. Kedatangan Musuh Baru.


Siang telah berlalu, dan hari berganti malam. Sekali lagi, malam ini membuat semua orang kembali gelisah menunggu musuh yang belum bergerak, masih tetap berada di Kerajaan Li.


Di atas wilayah Kerajaan Li, kabut hitam yang tebal seperti awan bergulung-gulung. Dan yang membuat semua orang gemetaran karena takut, sebab Tian Jun mengatakan bahwa ada portal dimensi di Gurun Liyao. Diameter lingkarannya mencapai 34 meter.


Dari lubang portal dimensi itu keluar banyak manusia bersayap dengan kulit tubuh berwarna hitam untuk prianya. Sedangkan yang wanitanya, juga memiliki sepasang sayap dengan kulit tubuh berwarna coklat muda.


Jumlah pria bersayap tepat di angka 10.000 orang, membawa tombak dan tameng. Sedangkan jumlah wanita juga tepat di angka 10.000 orang, membawa pedang dan busur. Yang mengerikan adalah kekuatan mereka, rata-rata berada di tingkat Almighty God, tidak lebih dan juga tidak kurang.


Mereka dipimpin oleh dua orang, pria itu berkulit kuning yang pemimpin 10.000 prajurit, dan wanita berkulit putih yang memimpin 10.000 prajurit. Pemimpin pria memiliki kekuatan tingkat True Alfa, demikian juga dengan pemimpin prajurit wanita.


"Apa mereka mendukung Leluhur Yao atau tidak?" tanya Patriark Fang dengan panik.


Karena Tian Jun yang memiliki kemampuan pengelihatan super jauh, dan juga memberikan berita terbaru, jelas banyak orang yang bertanya kepadanya.


"Energi kabut hitam tidak berpengaruh kepada orang-orang itu, bahkan Leluhur Yao tunduk kepada mereka. Saya tidak tahu berasal dari mana mereka. Tapi, melihat gestur tubuh kedua pemimpin itu saat berdialog, mereka mengambil ahli kepemimpinan ...!" ungkap Tian Jun yang pandangan matanya terfokus kepada kedua pemimpin manusia bersayap hitam.


Ia tidak meneruskan ucapannya karena semua orang sudah tahu maksudnya, yang artinya Leluhur Yao menjadi bawahan kedua orang kuat itu. Setelah Patriark Fang bertanya dan dijawab oleh Tian Jun, satu per satu semua orang ikut bertanya mengenai kekuatan mereka, kemampuannya dan kelemahan mereka.


Tian Jun jelas tidak tahu apa-apa tentang mereka. Dia mengatakan sesuai dengan informasi dari Mata Surgawi-nya, mereka anti terhadap serangan sihir. Memiliki dua elemen, api untuk pria dan air untuk wanitanya. Mereka terfokus kepada kekuatan basis kultivasi dan ilmu bersenjata yang diperkuat dengan elemen. Hanya itu yang diketahui oleh Tian Jun.


Pendatang itu bukan berasal dari Continent Twins Moon, melainkan berasal dari galaksi yang sangat-sangat jauh. Mereka adalah Ras Malaikat Hitam (Dark Angel). Marga mereka adalah Zhong, Zhong Nushi untuk nama wanita, dan Zhong Nanren untuk nama pria.


Pemimpin wanita itu adalah Zhong Nushi Zhu, karena namanya panjang dan agar mudah disebut maka menjadi Zhongnu Zhu, dipanggil Jenderal Zhu oleh prajuritnya. Usia tergolong sangat muda dengan kekuatan setinggi itu, usianya 25 tahun. Bagi pria muda di dunia ini, ia sudah dianggap sangat cantik.


Sedangkan pemimpin pria adalah Zhong Nanren Wei, dipanggil Zhonan Wei dalam kesehariannya, dia juga bergelar jenderal, Jenderal Wei. Usianya tiga tahun lebih tua dari Zhongnu Zhu.


Mereka berasal dari Galaksi Pengadilan Jagat Raya, tetapnya di Planet Cosmos, satelitnya seperti bulan disebut Cosmic. Di planet itu dihuni oleh empat ras, yaitu Ras Holy Angel, Dark Angel, Ras Manusia, dan Ras Binatang yang disebut Humanoid. Keempat ras itu tunduk kepada satu orang wanita yang sangat disegani, dan wanita itu adalah penguasanya.


Tian Jun kembali melihat ke arah Gurun Liyao, dengan Mata Surgawi yang selalu aktif untuk melihat situasi di sana. Dia melihat Leluhur Yao mengatur barisan Pasukan Kegelapan yang berada di garda terdepan.


Berhubungan Raja Niao menjadi budak, maka Leluhur Xia dan Kaisar Xia menggantikannya untuk memimpin pasukan Kerajaan Niao. Berbaris di belakang Pasukan Kegelapan. Di belakang Leluhur Yao adalah Raja Li yang memimpin pasukannya bersama dengan para jenderal.


Di belakang pasukan Kerajaan Li adalah Pendekar Pedang, Bao Dong dan Dongxi, memimpin para pembunuh bayaran yang jumlahnya mencapai lebih dari 1.000 orang. Barisan paling belakang adalah kedua jenderal dari Planet Cosmos, memimpin 20.000 prajurit Dark Angel.


Dilihat dari Formasi lawan, Pasukan Kegelapan akan dijadikan umpan meriam untuk menghancurkan benteng pertahanan. Tian Jun segera memberikan informasi ini kepada semua orang.


"Almighty God... Jika hanya ada 10 bahkan 20 orang, aku seorang diri mampu mengalahkan mereka walaupun harus dengan susah payah! Tapi, mereka ada 20.000 Almighty God, sekuat Half Theta saja sudah pasti kesulitan untuk mengalahkan mereka jika hanya seorang diri!"


Patriark Fang tak berdaya menghadapi mereka seorang diri, sebab dia satu-satunya orang yang memiliki kekuatan tingkat Half Alfa. Jika dulu sebelum Leluhur Yao memiliki Kitab Alam Melahap Jiwa (energi kabut hitam), ia sudah pasti menang mudah.


Saat ini, Leluhur Yao memiliki kekuatan yang sama dengannya, dan tidak mungkin seorang diri mengalahkannya yang didukung oleh dua orang itu. Semua orang penting hanya bisa berharap pertempuran yang akan terjadi muncul suatu keajaiban, keajaiban yang merubah kekalahan menjadi kemenangan.


"Sebelum mereka bergerak, bagaimana jika kita jalankan rencana kedua?" saran Fang Yin.


Rencana kedua adalah meninggalkan Benua Timur menuju ke Benua Timur. Rencana ini dibuat agar Leluhur Yao tidak menambah jumlah Pasukan Kegelapan. Jika semua penduduk di Kerajaan Sihir dan Ming terbunuh atau terinfeksi energi kabut hitam, sudah pasti akan menambah kekuatan militernya.

__ADS_1


"Kita mundur bukan berarti kalah, tetapi meminimalisir korban jiwa!" dukungan dari Yin Meili, dan satu per satu Tim Phoenix mengutarakan hal yang sama.


Namun, sebelum semua orang memutuskan apakah harus pergi atau tetap bertahan, mereka melihat ke langit. Ada 2.000 prajurit pria dari Pasukan Dark Angel menyebar ke seluruh wilayah Benua Tengah. Saking cepatnya mereka terbang terlihat seperti sinar.


"Apa yang mereka lakukan?" tanya Raja Ming yang sedari tadi sudah ketakutan semenjak kedatangan Ras Dark Angel.


Semua mata melihat sinar-sinar itu menukik ke arah pesisir pantai wilayah Benua Tengah. Kemudian, dua ribu prajurit Dark Angel mengangkat kedua tangan ke langit. Lalu mengeluarkan energi spiritual. Energi mereka yang berwarna putih dengan jelas terlihat.


Boom...


Ledakan keras ketika energi spiritual dari para prajurit itu saling terhubung, tetap di atas garis lurus istana Kekaisaran Yao. Setelah energi spiritual saling terhubung, istana Kekaisaran Yao mengeluarkan sinar yang melesat ke atas dan menyatu dengan energi dari dua ribu prajurit Dark Angel.


Tian Jun melihat Jenderal Zhu yang mengaktifkan sesuatu di istana Kekaisaran Yao, dan menebak jika wanita itu mengaktifkan Formasi Kurungan dan dijaga


Boom...


Penyatuan itu menyebabkan ledakan energi sehingga menyebar ke seluruh wilayah Benua Tengah. Dengan mata telanjang, semua orang melihat ledakan energi itu membentuk kubah raksasa. Dugaan Tian Jun memang benar.


"Kita dikurung!" ungkap Tian Jun yang matanya lebih jelas melihat kejadian ini.


Seketika semua orang menjadi lemas karena tahu maksud perkataan Tian Jun. Melihat semua orang menjadi putus asa, Tian Jun memikirkan rencana kedua, memasukkan semua orang ke dalam cincin dimensinya dan Dunia Jiwanya khusus untuk keluarga besar.


Namun, dia khawatir di antara banyaknya orang ada yang berkhianat, hal yang sangat membahayakan diri dan juga semua kekasihnya. Satu-satunya jalan, memasukkan semua orang ke dalam cincin dimensinya.


Untuk melawan mereka, dia mengandalkan Dragon Spaceship yang mampu menahan serangan musuh di atas tingkat True Alfa. Perlahan namun pasti mengalahkan mereka.


Dia tidak ingin pasukannya mati konyol melawan puluhan ribu Almighty God. Sebelum kedatangan pendatang baru, dia masih mampu mengalahkan Leluhur Yao walaupun harus berjuang ekstra keras.


Segera Patriark Fang bergerak cepat dengan memerintahkan semua orang penting untuk mengevakuasi penduduk di dua kerajaan. Sebagian rakyat yang berjuang di benteng pertahanan segera berkumpul.


Tian Jun terbang menuju ke persembunyian Pasukan Binatang yang dipimpin oleh Angel Devil. Setelah tiba, ia memasukkan Zhang Xinyu dan pasukannya ke dalam Dunia Jiwa. Lalu memerintahkan anak buahnya Fang Guotin untuk membantu evakuasi penduduk.


Lalu berlanjut terbang ke arah Feng Meiyu. Setibanya, ia memerintahkan Fang Guotin untuk membantu evakuasi penduduk di Kerajaan Sihir. Dia segera memasukkan Feng Meiyu dan pasukannya ke dalam Dunia Jiwa.


Dragon Spaceship dan semua armada kapal angkasa berpencar menuju ke Kerajaan Ming dan Kerajaan Sihir. Mereka menyusuri setiap rumah yang masih ditinggali oleh penduduk.


Malam ini, semua orang benar-benar dibuat panik karena kedatangan musuh baru. Untung saja, Tian Jun memiliki cincin dimensi yang mampu menampung lebih dari 10 juta jiwa.


Jikalau pun ada pengkhianat dan mata-mata yang masuk ke dalam cincin dimensinya, dia tidak khawatir, sebab cincin dimensi memang dikhususkan untuk menampung orang lain semenjak memiliki Dunia Jiwa.


Tian Jun kembali ke benteng pertahanan. Setibanya di atas benteng pertahanan, ia merentangkan kedua tangannya ke bawah, lalu mengeluarkan energi supranatural ke arah penduduk yang telah dikumpulkan oleh para prajurit.


Tubuh semua penduduk dan prajurit diselimuti oleh energinya. Dalam sekejap mata, semua orang telah berpindah ke dalam cincin dimensinya. Seketika, benteng pertahanan menjadi hening karena tidak ada orang. Saat ini, dia tinggal menunggu kabar dari Tim Phoenix dan semua orang yang mengevakuasi penduduk.


Tian Jun menghela nafas berat karena benteng pertahanan yang dibuat dengan susah payah oleh semua orang, tapi pada akhirnya harus ditinggalkan sebelum bertempur.


"Sialan?!" kegeraman Tian Jun terhadap pendatang baru itu yang merusak segalanya.

__ADS_1


Ia kembali mengaktifkan Mata Surgawi dan melihat ke Istana Kekaisaran Yao. Ia melihat Jenderal Zhu yang tersenyum kepadanya saat tahu sedang diawasi.


"Senyummu memuakkan?! Apa tujuanmu datang di dunia ini?" Tian Jun berbicara dengan Jenderal Zhu - Zhongnu Zhu, ia sangat membenci wanita itu.


Karena jaraknya sangat jauh, Jenderal Zhu tidak menjawab, tapi tetap melihat Tian Jun dengan menggunakan Mata Dewa. Tian Jun membaca gerakan bibir wanita itu.


"Takut ya! Ingin menjadi penguasa? Redam ambisimu dan tingkatan kekuatan terlebih dahulu. Dengan kekuatanmu saat ini, kau seperti semut yang ingin menginjak-injak seekor gajah. Tahu diri, anak muda!"


Tian Jun mengepalkan kedua tangannya karena diejek, walaupun ada beberapa kata yang memberikan teguran. Memang yang dikatakan oleh wanita itu benar, dia masih lemah.


"Situasi yang memaksaku seperti ini, dan bukan atas kehendak-ku sendiri. Ya aku akui, aku memang ingin menjadi seorang penguasa, tapi tidak untuk sekarang. Namun ... Buat apa aku berbicara kepadamu, wanita jelek!"


Jenderal Zhu tertawa karena ucapan Tian Jun sungguh lucu baginya.


Tian Jun mendapatkan misi dari gurunya untuk menjadi penguasa tunggal di Continent Twins Moon, dengan waktu tak terbatas. Awalnya datang ke Benua Tengah untuk menemui keluarga besar Fang, namun dalam perjalanannya selalu dihadang musuh, lalu berlanjut hingga menjadi seperti ini.


Peperangan ini juga bukan kehendaknya, dan situasinya yang memaksanya harus menjadi tumpuan harapan semua orang. Secara pribadi, ia ingin hidup damai bersama dengan kekasihnya dan tidak ingin menjadi penguasa di dunia ini.


Jenderal Zhu melihat Tian Jun yang menundukkan wajah tak berdaya, ia senang melihat lawan yang mentalnya jatuh seperti ini. Dalam peperangan, membuat mental lawan jatuh merupakan strategi yang sangat penting.


"Kamu tidak akan bisa lari dari tempat ini. Saranku, usiamu masih sangat muda dengan masa depan cerah... Menyerah saja!" ucap Jenderal Zhu.


Sayangnya, Tian Jun tidak melihatnya sehingga tidak tahu gerakan bibir saat berbicara. Setelah beberapa saat merenung, Tian Jun kembali melihat Jenderal Zhu.


"Atas perintah siapa Anda datang ke dunia ini?" tanyanya dengan menggunakan komunikasi gerakan bibir.


"Kamu sudah mengenali pemimpin kami. Coba tebak, siapa junjungan kami?" Jenderal Zhu ingin bermain-main dengan Tian Jun, memainkan pikirannya agar lebih kacau.


Tian Jun mengerutkan kening saat berpikir siapa orang yang dikenalnya. Melihat ciri-ciri pendatang baru, jelas tidak mungkin Ratu Ular Surgawi adalah pemimpin mereka.


"Anda seolah-olah mengenaliku dengan cukup baik. Apakah kita sebelumnya pernah bertemu?" selidik Tian Jun karena tidak mengetahui siapa pemimpin wanita itu.


"Rahasia!" jawaban singkat dari Jenderal Zhu, lalu mengembangkan senyuman.


"Jangan tersenyum, itu racun bagiku," kata Tian Jun yang muak melihat senyumannya.


Jenderal Zhu tertawa dan tidak sedikitpun tersinggung. Justru ia senang membuat Tian Jun kesal seperti ini. Di saat tertawa matanya terpejam sehingga tidak melihat Tian Jun yang sudah menghilang.


Siput komunikasi milik Tian Jun bergetar, lalu mendengar laporan dari Tim Phoenix dan semua orang. Mereka telah mengevakuasi semua penduduk. Saat ini, sudah bergerak ke Akademi Sihir Yin Yang untuk berkumpul. Oleh karena itu, Tian Jun segera berteleportasi dan muncul di Akademi Sihir.


Jenderal Zhu berhenti tertawa dan kecewa karena tidak lagi melihat Tian Jun. Sebelum Mata Dewa mencari keberadaan Tian Jun, muncul dua orang wanita di depannya yang mengenakan jubah penyamaran.


Wanita berpostur tinggi adalah pemimpinnya, sedang wanita yang sedikit lebih pendek adalah murid dari pemimpinnya. Mereka berdua adalah orang yang menculik Raja Fang.


"Yang Mulia!" sapa Jenderal Zhu yang dengan segera berlutut ala prajurit, wajah menunduk hormat kepada penguasa Planet Cosmos.


"Dia memiliki cincin dimensi yang mampu menampung banyak kehidupan. Ambil cincinnya!" perintah wanita bertubuh tinggi sambil duduk di singgasana milik Kaisar Yao.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara, Jenderal Zhu segera menghilang dari hadapan kedua wanita itu. Setelah kepergiannya, kedua wanita itu membuka penutup kepala...


__ADS_2