
Bab 190. Pertempuran Di Gerbang Utara.
Setelah kepergian Dragon Spaceship, muncul dua wanita cantik di atas istana kekaisaran. Setelah melihat kondisi kekaisaran yang mengenaskan, mereka berdua segera menghilang dan muncul di belakang Dragon Spaceship, terpaut jarak dua ribu meter.
Mereka berdua menghilang dan muncul berulang-ulang saat mengikuti Dragon Spaceship...
Saat berada di dekat jalur tebing Lembah Ular, beberapa orang yang berada di dek Dragon Spaceship melihat rombongan pangeran Kerajaan Niao. Kedua pangeran itu terbang, sedangkan para prajurit kerajaan dan Pasukan Kegelapan mengikutinya melalui jalur darat di tebing Lembah Ular.
"Sayang, mereka adalah Putra Mahkota Kerajaan Niao," kata Fang Yin kepada Tian Jun yang sedang berdiskusi dengan Patriark Fang. Xia Junsu segera mengurangi kecepatan Dragon Spaceship hingga setengah Mach.
Tian Jun, Patriark Fang dan beberapa orang penting segera menuju ke pagar pengaman dek Dragon Spaceship. Lalu melihat Pangeran Yimin dan Pangeran Qi, di belakang mereka mengikuti 20 ribu prajurit Kerajaan Niao dan 200 ribu Pasukan Kegelapan.
"Kita tangkap mereka," kata Tian Jun yang juga ingin menjadikan kedua pangeran itu sebagai sandera.
"Mustahil kita bisa menangkap mereka yang menang jumlah! Jumlah kita kurang dari 500 orang, bagaimana mungkin bisa melawan mereka?" sahut Raja Ming.
Dia merasa menangkap kedua pangeran itu yang membawa banyak pasukan sulit untuk direalisasikan. Berbeda saat menjatuhkan Kekaisaran Yao yang minimnya penjaga, walaupun masih ada beberapa orang kuat tapi masih bisa dengan mudah dikalahkan.
Patriark Fang memberikan kode kepada Xia Junsu agar menghentikan laju Dragon Spaceship. Xia Junsu segera mematuhinya karena ingin tahu tindakan Tian Jun.
"Walaupun kedua pangeran itu lemah, dengan jumlah pasukannya yang dibawa kemungkinan besar sulit untuk ditangkap, apalagi mereka dekat dengan wilayahnya!" dukung Raja Fang yang masuk akal.
"Menantu, lebih baik kita fokus pada rencana semula, menghancurkan infrastruktur Kerajaan Niao. Fang Hao-Yu sudah berkomunikasi dengan lulusan Akademi Sihir untuk tidak ikut campur dengan urusan kita!" Patriark Fang juga mendukung Raja Ming.
Tian Jun menghela nafas perlahan karena penolakan mereka setelah menganalisa kekuatan militer pihak lawan. Seandainya jika menangkap kedua pangeran itu terjadi, maka setiap orang di pihaknya harus bertarung dengan 488 prajurit.
Walaupun di pihaknya banyak yang memiliki kekuatan di atas para prajurit, 1 orang melawan 488 prajurit tetap saja kesulitan. Sedangkan untuk murid-murid Akademi Sihir, seorang diri jelas kesulitan untuk menghadapi 488 prajurit.
Ketika Tian Jun bertarung dengan pasukan manusia buaya, dia mampu menumbangkan puluhan manusia buaya karena sebelumnya sudah terjadi pertempuran, sehingga banyak pasukan manusia buaya yang kelelahan.
"Bagaimana dengan kalian?" tanya Tian Jun kepada Tim Phoenix, dia ingin tahu apakah Tim Phoenix mendukungnya.
"Anggap saja kekuatan mereka di bawah kita... 1 orang melawan 400 prajurit... Sulit untuk menang. Jika 5 atau paling banyak 10 orang, kita mungkin masih bisa menang!" analisa Fang Yin yang mengukur kekuatan pihak lawan, dan Tim Phoenix mengangguk sebagai dukungan.
Tian Jun melihat Xia Junsu yang berada di ruang kendali Dragon Spaceship. Xia Junsu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban bahwa tidak mungkin menang melawan 220 ribu prajurit.
"Miao Miao, Hancurkan Jembatan Niao Yao!" perintah Tian Jun sebelum kedua pangeran itu dekat dengan jembatan penghubung.
Semua orang tidak mencegah tindakan Tian Jun, sebab tahu tujuannya agar tidak ada bala bantuan dari pihak Kerajaan Niao yang bisa masuk ke wilayah kekaisaran.
Xia Junsu segera mendorong tuas kecepatan. Di samping ada tiga orang wanita penting yang ingin belajar mengendalikan Dragon Spaceship. Mereka adalah Matriark Fang, Permaisuri Suyin dan Permaisuri Kuang.
Jika tidak ada mereka bertiga, Raja Fang akan mendekati Xia Junsu. Namun, dia tidak memiliki kesempatan untuk mendekatinya. Jika tidak ada istrinya, selalu saja ada anggota Tim Phoenix yang mengobrol dengan Xia Junsu.
Dragon Spaceship melaju dengan kecepatan 1 Mach. Miao Miao segera membidik Jembatan Niao Yao. Setelah tepat dengan jarak jangkauan tembakan meriam, ia menekan tombol peluncuran peluru.
Kepala naga di ujung depan Dragon Spaceship membuka mulut, lalu melesatkan peluru meriam dengan kecepatan tinggi.
Boom...
Seketika Jembatan Niao Yao hancur berkeping-keping dalam sekali tembakan meriam. Terputuslah jembatan penghubung yang paling dekat. Dengan putusnya jembatan itu, sama saja wilayah Kekaisaran Yao terisolasi karena jembatan itu adalah jalur penghubung yang digunakan oleh rakyat.
Tetapi, bukan berarti tidak ada jalan lain, ada anak tangga di tebing Lembah Ular yang bisa dilalui oleh satu orang, tetapi tidak bisa membawa gerbong kereta kuda pengangkut barang.
Kedua pangeran itu dengan jelas melihat bunga api ledakan peluru meriam. Mereka melihat kapal naga berukuran besar. Kedua pangeran itu segera meningkatkan kecepatan agar bisa menghadang laju Dragon Spaceship.
Xia Junsu perlahan menghentikan laju kecepatan Dragon Spaceship. Lalu dia dan bersama dengan tiga istri para penguasa keluar dari ruang kendali kapal.
"Pencapaianku diperoleh dari hasil pertarungan antara hidup dan mati. Dengan tekanan, seseorang akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan diri agar terus tetap hidup. Di Kerajaan Bintang Laut, aku bertarung dengan ribuan binatang mistik yang juga terinfeksi kabut hitam, seperti Pasukan Kegelapan itu. Di Pegunungan Lima Jari, badai kabut hitam... Mungkin bagi orang lain mengerikan, namun tidak bagiku...," Tian Jun sedikit menceritakan pengalamannya di Benua Timur.
Dia berhenti bercerita untuk membalikkan badan dan melihat Tim Phoenix dan semua orang. Tim Phoenix dan semua orang ingin tahu tujuan Tian Jun yang tiba-tiba menceritakan pengalamannya. Memang semua orang tahu bahwa dengan tekanan akan memotivasi diri untuk mencapai kekuatan tertinggi.
"Aku percaya pada diri sendiri, percaya dengan kemampuanku...,"
__ADS_1
Sekali lagi Tian Jun berhenti berbicara, tubuhnya melayang ke atas. Dari tubuhnya perlahan mengeluarkan cahaya pelangi, dari punggungnya mengeluarkan sepasang sayap berwarna-warni, di kedua lengannya mengeluarkan tiga gelang pelangi.
Tiba-tiba, dia mengeluarkan 100 bola energi kunang-kunang yang memutari Dragon Spaceship. Semua orang yang awalnya kagum melihat Tian Jun yang semakin tampan dan kuat, kini menjadi kebingungan dengan tindakan. Selain itu, bola energi kunang-kunang itu membuat kepala pusing sehingga menjauhinya dengan mundur.
"Kalian di sini saja. Lihat apa yang akan kulakukan!"
Swosh...
Tian Jun melesat sangat cepat ke arah dua pangeran Kerajaan Niao. Sontak Tim Phoenix dan semua orang panik. Mereka segera keluar dari Dragon Spaceship, namun tubuh mereka dihalangi oleh bola-bola energi kunang-kunang yang membuat kepala pusing.
"Anjunnn...!!" teriakan Xia Junsu dan Tim Phoenix yang memanggil nama kesayangan untuk Tian Jun.
Karena keinginannya untuk menangkap Pangeran Yimin dan Pangeran Qi tidak mendapatkan dukungan dengan alasan kalah dalam jumlah, Tian Jun ingin membuktikan bahwa tujuan berkultivasi untuk menentang sesuatu yang tidak masuk akal pikiran.
Di langit awan hitam telah berkumpul tanpa disadari oleh semua orang karena malam hari. Mereka baru sadar saat melihat kilatan petir yang disusul suara guntur.
Xia Junsu segera mengendalikan Dragon Spaceship untuk menyusul Tian Jun, dan bola-bola energi kunang-kunang selalu mengikuti dengan kecepatan yang sama.
Di belakang Tian Jun, Tim Phoenix dan semua orang melihat ketiga gelang pelangi menyala, tanda jika sudah diaktifkan. Suara guntur semakin keras menggelegar di langit.
Kedua pangeran itu sudah menunggu kedatangan Dragon Spaceship di atas pintu Gerbang Utara milik Kekaisaran Yao. Mereka juga melihat Tian Jun yang tubuhnya mengeluarkan cahaya pelangi.
20 ribu prajurit Kerajaan Niao telah berbaris di jalur tebing Lembah Ular, siap untuk menyerang Tian Jun dan Dragon Spaceship. Demikian juga dengan Pasukan Kegelapan yang siap menunggu perintah kedua pangeran itu.
"Jadi dia adalah Cao Tian Jun. Hebat juga dia!" ujar Pangeran Qi yang nada bicaranya terkesan meremehkan Tian Jun.
Sebenarnya dihatinya takut saat melihat awan hitam yang mengeluarkan petir, apalagi suara guntur membuat jantung berdebar-debar karena semakin takut. Dia berkata seperti itu untuk menguatkan mentalnya.
"Jangan remehkan lawan walau kita menang jumlah!" teguran Pangeran Yimin.
Baru saja Pangeran Yimin menegur, mereka ketakutan saat melihat Tian Jun yang melepaskan pukulan berenergi tinggi berkali-kali ke arahnya. Pukulan berenergi itu membentuk lingkaran berwarna pelangi.
Kedua pangeran itu segera terbang mundur untuk menghindar serangan Tian Jun. Sayangnya, mereka terlambat karena serangan itu lebih cepat dari perkiraan mereka.
Boom boom boom boom....
Kedua pangeran itu syok melihat kedahsyatan serangan dari Tian Jun. Jika prajuritnya tidak segera melepaskan serangan energi spiritual, sudah pasti lingkaran gelang pelangi itu mengenainya.
Sekarang, mereka baru sadar jika orang yang diburu bukanlah pemuda biasa yang beruntung mendapatkan Stempel Giok Maharaja, tetapi seorang kultivator kuat yang dengan mudah membunuhnya.
"Bunuh dia!!" perintah Pangeran Yimin saat Tian Jun meruntuhkan Gerbang Utara.
Di langit, Tian Jun berhenti dan mengunci Pangeran Yimin dan Pangeran Qi. Lalu dia melihat puluhan ribu prajurit melepaskan serangan energi jarak jauh. Sedangkan Pasukan Kegelapan hanya diam saja karena lawan jauh dari jarak serangan.
Boom boom...
Ledakan keras ketika dua meriam Dragon Spaceship melepaskan tembakan ke arah prajurit Kerajaan Niao. Akibatnya, serangan energi dari ribuan pasukan kerajaan itu menjadi gagal. Mereka terpental dan jatuh ke Lembah Ular.
Setelah itu, dari tengah dek Dragon Spaceship, Tim Phoenix melepaskan anak panah energi ke arah pasukan Kerajaan Niao. Para prajurit itu segera menangkis setiap anak panah energi yang melesat ke arahnya.
Tian Jun tersenyum melihat Tim Phoenix akhirnya mau mengikutinya tanpa peduli dengan rasa sakit kepala. Dia segera mengendalikan 100 bola energi kunang-kunang yang melesat ke arah Pasukan Kegelapan.
Setelah tidak adanya bola energi kunang-kunang, Tim Phoenix segera mengaktifkan Winged Golden Armor Ring, mereka keluar dari Dragon Spaceship. Kemudian, disusul oleh Patriark Fang dan semua orang yang telah mengunci targetnya.
Boom boom boom boom boom...
Rentetan ledakan keras ketika bola-bola energi kunang-kunang mengenai Pasukan Kegelapan yang diam saja. Lalu, Tian Jun melihat kedua pangeran Kerajaan Niao yang memberikan perintah kepada pasukan.
Sebelum Tim Phoenix dan pendukungnya dekat dengan pasukan Kerajaan Niao, Tian Jun memejamkan mata. Kemudian, Lembah Ular bergetar hebat termasuk jalur tebing. Dari dalam tanah, bermunculan banyak kerangka manusia dan binatang.
Melihat banyak kerangka manusia dan binatang yang keluar dari tanah, Tim Phoenix dan pendukungnya segera berhenti di udara. Melihat itu, Tim Phoenix berpikir bahwa kemunculan kerangka manusia dan binatang adalah ulah dari Niao Wushi.
Pasukan Kerajaan Niao dan kedua pangeran itu menjadi panik karena kemunculan kerangka manusia dan binatang, jumlahnya melebihi dua pasukannya.
__ADS_1
"Itu bukan sihir dari Niao Wushi!" ungkap Meishin yang hafal dengan sihir hitam milik mantan gurunya.
"Bunuh semua prajurit Kerajaan Niao dan Pasukan Kegelapan!" perintah Tian Jun kepada kerangka manusia dan binatang.
Semua orang melihat Tian Jun. Akhirnya mereka tahu siapa penyihir yang mampu membangkitkan puluhan ribu kerangka manusia dan binatang.
"Pantas saja dia tidak takut dengan banyaknya jumlah lawan!" gerutu Chu Sying karena Tian Jun tidak membeberkan semua kemampuannya.
"Kita juga melupakan ratusan boneka wayang yang memiliki kekuatan setara dengan Anjun!" sesal Fang Yin karena melihat kekuatan militer lawan sehingga lupa di dalam Dragon Spaceship ada boneka wayang.
"Sudah lama aku tidak berperang! Serang...!!" perintah Patriark Fang dengan penuh semangat, dia segera terbang ke arah pasukan Kerajaan Niao yang telah bertarung dengan kerangka manusia dan binatang.
Tian Jun menghilang dan muncul di belakang Pangeran Qi yang sedang bertarung dengan kerangka binatang raksasa. Dia memukul tengkuknya sehingga Pangeran Qi pingsan. Lalu memasukkan ke dalam penjara di dalam Dunia Jiwanya.
Pangeran Yimin tidak mengetahui adiknya telah ditangkap oleh Tian Jun, sebab dia sedang bertarung melawan kerangka manusia yang menyerangnya.
Setelah berhasil menangkap Pangeran Qi dengan mudah, Tian Jun kembali menghilang dan muncul di belakang Pangeran Yimin. Seperti sebelumnya, dia dengan mudah membuat Pangeran Yimin pingsan dengan memukul tengkuknya.
Kemudian, Tian Jun menghilang lagi dan muncul di tengah-tengah Pasukan Kegelapan yang bertarung dengan kerangka manusia dan binatang. Dia menyerap energi kabut hitam yang merasuki tubuh rakyat jelata.
Di dalam ruang kendali Dragon Spaceship, Xia Junsu dengan lihainya mengendalikan kapal naga untuk mempermudah Miao Miao dan Diyu Nuan menembak target.
"Aku tidak menyangka putramu juga seorang ahli sihir tingkat 7, Sacred-level Divination Witch Tahap Puncak. Bagaimana caranya dia belajar?" pujian dan kekaguman Permaisuri Suyin.
Xia Junsu tersenyum masam karena dirinya tidak tahu bagaimana putranya belajar. Selama ini, dia tidak mendampingi putranya semenjak kejadian di Lembah Naga Hitam. Tetapi ada satu hal keyakinannya, bahwa putranya memang adalah titisan Dewa Binatang Yang Abadi.
Matriark Fang yang pernah tinggal di dalam Dunia Jiwa milik menantunya, juga menduga bahwa menantunya itu adalah titisan Dewa Binatang Yang Abadi. Dugaannya karena melihat lukisan di dalam istana yang sangat mirip dengan menantunya.
Xia Junsu dan Matriark Fang bangga karena pujian dari Permaisuri Suyin.
"Yang penting, kalian jangan dekati putraku. Hati-hati pokoknya!" peringatan Xia Junsu karena tidak ingin Permaisuri Suyin, Permaisuri Kuang dan Matriark Fang jatuh cinta kepada Tian Jun.
Matriark Fang menghela nafas berat karena sudah terlanjur jatuh hati kepada menantunya itu setelah bercinta. Permaisuri Kuang tertawa karena paham dengan peringatan Xia Junsu, demikian juga dengan Permaisuri Suyin. Mereka keluar dari ruang kendali kapal untuk ikut bertempur dengan lawan.
"Bagaimana jika aku sudah jatuh cinta?" goda Matriark Fang yang segera keluar dari ruang kendali kapal saat melihat tatapan tajam dari Xia Junsu.
"Ingat, kau sudah bersuami!" teguran Xia Junsu sambil mengendalikan emosinya.
Matriark Fang berhenti dan menoleh ke belakang. "Aku hanya bercanda saja!" ucapnya, ia segera terbang ke arah Gerbang Utara.
Sebagai sesama wanita, Xia Junsu tahu jika Matriark Fang diam-diam menyukai putranya. Namun, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena pesona putranya sulit untuk dihindari dan dilupakan oleh kaum wanita...
Karena Tian Jun menggunakan kemampuan Third Eye Stone, yang mana mampu membangkitkan kerangka manusia dan binatang, pihak lawan yang menang jumlah tidak lagi menjadi hambatan. Tim Phoenix dan semua orang di pihaknya dengan mudah menumbangkan lawan yang kehilangan pemimpinnya.
Tian Jun terus-menerus menyerap energi kabut hitam. Dia tidak menyerang Pasukan Kegelapan karena mengendalikan kerangka manusia dan binatang untuk bertarung.
Setelah Pasukan Kegelapan tidak lagi memiliki energi kabut hitam, wujudnya menjadi kembali seperti semula, sebagai rakyat jelata. Sayangnya, mereka tidak bisa diselamatkan karena seluruh bagian organ dalamnya hancur akibat terinfeksi kabut hitam.
Peperangan di Gerbang Utara berhenti ketika hari akan menjelang subuh. Banyak prajurit Kerajaan Niao yang melarikan diri karena kehilangan pemimpinnya. Tetapi, tak terhitung banyaknya prajurit yang tewas karena serangan ganas dari kerangka manusia dan binatang.
Di seberang Lembah Ular, tepatnya di pintu Gerbang Jembatan Niao Yao, banyak penduduk yang melihat pertempuran di Gerbang Utara. Mereka bersorak-sorai gembira karena membenci pasukan Kerajaan Niao dan seluruh keluarga kerajaan, sebab keluarga besar kerajaan selalu sewenang-wenang terhadap rakyat kecil...
Jauh di belakang Dragon Spaceship, dua wanita cantik itu selalu memperhatikan kehebatan Tian Jun. Mereka adalah Lao Yung dan Selir Sha.
"Dia lumayan hebat!" pujian Guru Lao yang semenjak pertempuran dimulai selalu memperhatikan gerak-gerik dari Tian Jun.
"Apakah kita bisa mengalahkannya?" tanya Selir Sha yang meragukan kemampuan gurunya untuk mengalahkan Tian Jun.
"Seperti keinginan Long Yung, mengalahkannya dengan cara elegan. Kenapa harus beradu kekuatan jika ada cara yang lebih mudah? Ada waktu kita bertindak. Lihat saja nanti, pasti ada momen itu!" jawab Guru Lao sambil membelai rambut Selir Sha.
Selir Sha tersenyum masam karena gurunya bersemayam di dalam tubuh putrinya, belaian itu terasa aneh baginya. Lalu dia mengerutkan kening karena melihat Raja Long suaminya datang dengan membawa 200 ribu lebih prajurit.
"Apakah Kerajaan Long akan berakhir seperti kejatuhan Dinasti Yao?" gumam Selir Sha.
__ADS_1
"Zaman akan terus berganti, dan waktu akan terus berulang. Ikuti dan lihat pergantian itu, tapi jangan sampai berada di situasi itu. Cukup amati saja jika kamu tidak ingin namamu tinggal sejarah!" tutur lembut Guru Lao.
Selir Sha mengangguk paham. Lalu kembali melihat Raja Long suaminya. Mengetahui kehebatan Tian Jun yang didukung oleh Patriark Fang dan keluarga besar Fang, ia menduga bahwa nasib suaminya akan sama seperti kedua pangeran yang ditangkap oleh Tian Jun...