
Bab 191. Korbankan Benua Tengah.
Saat hari menjelang pagi, awan hitam yang disertai petir perlahan menghilang. Tian Jun segera kembali ke dek Dragon Spaceship dan diikuti oleh semua orang untuk beristirahat. Walaupun kelelahan, mereka tetap semangat karena pertempuran malam ini menghasilkan kemenangan besar.
Di ujung dek kapal, Tian Jun melihat tumpukan mayat para prajurit dan rakyat jelata yang terinfeksi kabut hitam. Di telapak tangan kanannya muncul Api Putih, dia akan membakar mayat-mayat prajurit dan rakyat jelata. Xia Junsu yang berada di sisi kanannya, jelas terkejut karena Api Putih.
"Jadi kamu yang mengambil Api Putih dan kabur ke tempat tinggalku?" tanya Xia Junsu.
"Aku kebetulan menemukannya di bawah Pagoda Api Putih!" jawab Tian Jun yang tidak mau dibilang mengambil milik Kekaisaran Xia.
Xia Junsu tersenyum. Sebelum bertanya bagaimana cara Tian Jun mengambil dan menyatu dengan Api Putih, dia dan Tian Jun melihat Raja Long yang membawa banyak pasukan melintasi Lembah Ular.
"Tampak mereka juga memburumu, kemungkinan besar bergabung dengan Leluhur Yao," kata Fang Yin yang sudah berdiri di sini kiri Tian Jun.
Semua orang yang beristirahat segera melihat Raja Long yang membawa pasukan lebih dari 200 ribu prajurit. Lalu, dari arah Barat Daya, Tian Jun dan pendukungnya melihat Leluhur Yao yang membawa banyak orang kuat, terbang ke arahnya.
"Lebih baik kita kembali segera!" perintah Patriark Fang yang tidak mungkin melawan banyak orang kuat setelah semalaman bertarung dengan pasukan Kerajaan Niao.
Xia Junsu memiringkan kepalanya untuk melihat Tian Jun. Jika Tian Jun memerintahkan untuk mundur, dia akan mematuhinya, sebab hanya Tian Jun yang memiliki kemampuan membangkitkan.
"Aku juga perlu beristirahat. Ayo, kita kembali dulu!" titah Tian Jun sambil menghilangkan Api Putih di telapak tangannya.
Xia Junsu segera menuju ke ruang kendali Dragon Spaceship. Membangkitkan banyak kerangka manusia dan binatang telah mengurasi setengah energinya, dia perlu mengisi ulang dengan cara berkultivasi ganda.
Dragon Spaceship melaju kencang ke arah Jembatan Ming Yao dengan kecepatan 3 Mach. Dengan kecepatannya, dalam waktu singkat telah tiba di perkemahan. Dragon Spaceship mendarat di belakang tenda-tenda pasukan dua kerajaan.
Raja Fang dan Raja Ming segera berbicara dengan para jenderalnya yang menyambut kedatangannya. Mereka menceritakan peperangan semalam. Sedangkan Patriark Fang kembali ke tenda pribadinya untuk beristirahat.
Dragon Spaceship dijaga ketat oleh prajurit atas perintah dari Matriark Fang karena menjadi andalan untuk melawan musuhnya.
Sedangkan Tian Jun dan Tim Phoenix, mereka masuk ke dalam kamar di kabin Dragon Spaceship. Dia melihat Putri Chang yang tanpa malu mengikutinya.
"Anda ...."
"Aku bergabung dengan Tim Phoenix!" sela Putri Chang setelah mendapatkan izin dari Fang Yin. Dia mengungkapkan keinginannya saat bertarung melawan pasukan Kerajaan Niao.
"Sudah tidak ada lagi slot istri. Saudari Chang adalah yang terakhir!" sambung Fang Yin.
Tian Jun hanya tersenyum dan menyambut Putri Chang sebagai anggota baru keluarga besar Tim Phoenix. Setelah itu, dia membawa masuk Tim Phoenix ke dalam Dunia Jiwanya...
...****************...
Leluhur Yao telah tiba di Gerbang Utara. Dia melihat dua putra mahkota Kerajaan Niao yang tidak ada di antara tumpukan mayat, dan menduga telah ditangkap oleh Tian Jun.
Lalu dia dan kaisar Yao menemui Raja Long yang sedang menuju ke Gerbang Utara. Mereka membuat kesepakatan bersama untuk membunuh Tian Jun serta pendukungnya.
Raja Long dan pasukannya kembali melanjutkan perjalanannya. Sedangkan Leluhur Yao dan Kaisar Yao menuju ke istana.
Saat tiba di istana Kekaisaran Yao, Leluhur Yao meraung-raung keras karena amarah. Dia melihat infrastruktur penting dihancurkan. Demikian juga dengan Kaisar Yao yang sangat murka karena istrinya diculik oleh Tian Jun.
"Kerahkan semua kekuatan militer untuk menghancurkan semua pendukungnya! Jangan menyerang dulu sebelum aku tiba!" perintah Leluhur Yao yang ingin membunuh semua orang yang mendukung Tian Jun.
Kaisar Yao mengangguk paham. Dia segera kembali ke arah pasukannya yang sedang menuju ke wilayah Kerajaan Ming. Leluhur Yao segera kembali ke Gerbang Utara untuk membangkitkan para prajurit Kerajaan Niao dan Pasukan Kegelapan.
"Jadikan semua rakyat di Kerajaan Niao sebagai Pasukan Kegelapan!" perintah Yao Lao yang memberikan perintah.
"Tidak, itu sama saja dengan memutuskan hubunganku dengan Raja Niao!" tolak Leluhur Yao.
__ADS_1
"Kamu ingin menang, patuhi perintahku?!" bentakan Yao Lao yang berdenging di telinga Leluhur Yao.
"Aku su--"
"Demi kemenangan, korban berjatuhan itu sudah menjadi bagiannya! Menyatukan Continent Twins Moon membutuhkan harga yang sangat mahal. Kau seharusnya sudah memahaminya!" potong Yao Lao sebelum putranya menolak.
"Ingat, menjadikan kehidupan sebagai Pasukan Kegelapan, sama saja meningkatkan kekuatanmu termasuk aku! Korbankan Benua Tengah untuk menguasai seluruh wilayah di Continent Twins Moon. Saat ini kau terluka, tapi dikemudian hari kau merdeka!"
Yao Lao terus-menerus menyakinkan putranya agar mengikuti keinginannya. Sampai akhirnya Leluhur Yao mau mengikuti perintahnya. Dia segera membangkitkan pasukan Kerajaan Niao dan Pasukan Kegelapan. Setelah itu, dia bergegas menuju ke arah Kerajaan Niao, menuju ke tempat persembunyian Niao Wushi...
...****************...
Raja Ming dan Raja Fang bekerja sama untuk memblokir Lembah Ular agar tidak bisa dilalui oleh musuh, tepatnya di dekat lorong menuju ke Lembab Neraka.
Semua prajurit mengerahkan seluruh energinya memindahkan bebatuan besar untuk menutupi jalan. Sebagian prajurit merakit persenjataan artileri serangan jarak jauh, yaitu jenis Catalpult.
Pemimpin Akademi Sihir, memimpin seluruh anggotanya untuk membuat jebakan sihir di jalur yang akan dilewati oleh musuh. Mereka juga membuat banyak parit-parit yang bertujuan untuk memperlambat pergerakan Pasukan Kegelapan.
Patriark Fang sengaja tidak melibatkan Tian Zhi dan Tim Phoenix, sebab mereka adalah andalannya terakhir dalam melawan musuh yang menang jumlah. Patriark Fang sudah berkomunikasi dengan Xue Delun Hai dan Ratu Ular Surgawi mengenai masalah ini, dan meminta bantuan kepada dua penguasa itu.
Dia juga meminta kepada ahli Penyihir Putih agar segera menyelesaikan pembangunan portal dimensi agar bisa digunakan untuk transportasi bala bantuan. Intinya, Patriark Fang dan semua keluarganya berusaha sekuat tenaga untuk menghadapi Leluhur Yao yang akan segera datang.
Sebelum hari menjelang sore, Tian Jun dan Tim Phoenix keluar dari dalam Dunia Jiwanya. Mereka segera menuju ke tempat yang dipenuhi dengan kesibukan setiap orang.
Saat tiba, Tian Jun berdecak kagum melihat Lembah Ular yang lebarnya mencapai 13 km, kini telah menjadi dinding bebatuan yang tingginya setara dengan lembah, dan lebarnya dinding penghalang itu mencapai 200 meter. Lalu dia juga melihat banyak Catalpult yang berbaris memajang.
"Bagaimana mereka bisa dengan cepat membuat semua ini?" tanya Tian Jun saat berdiri di atas Gerbang Jembatan Ming Yao bersama dengan Tim Phoenix.
"Jelas dengan bekerjasama dan menggunakan sihir. Tanpa sihir, tidak mungkin bisa secepatnya ini memblokir jalan di Lembah Ular yang sangat lebar!" jawab Fang Yin dengan nada bangga.
Peperangan besar yang baru pertama kali terjadi di Benua Tengah, tidak mungkin Patriark Fang pelit akan pengetahuannya. Dia mau menjadi musuh bagi Leluhur Yao dikarenakan Tian Jun.
Dia yakin Tian Jun akan menjadi penguasa tunggal di Continent Twins Moon. Jadi, saat inilah waktu yang tepat untuk menunjukkan kontribusinya sebagai bentuk dukungannya terhadap Tian Jun.
"Ayo, kita bantu mereka!" ajakan Tian Jun.
Dia tidak ingin hanya melihat saja di saat semua orang yang sedang sibuk membuat pertahanan. Tim Phoenix segera mengikutinya. Kedatangan disambut oleh Patriark Fang yang berada di atas dinding bebatuan yang memblokir jalan Lembah Ular.
Tian Jun melihat parit-parit yang memanjang mengikuti lebarnya lembah, dan totalnya ada tiga parit dengan lebar 35 meter. Tercetus ide untuk menggunakan Api Putih sebagai senjata mematikan bagi pasukan lawan.
"Di depan parit, banyak jebakan sihir, segala jenis jebakan siap untuk menumbangkan musuh. Ketika mereka lolos dari jebakan sihir, mereka akan harus melewati parit. Sepanjang parit telah kita tuangkan minyak. Di saat musuh masuk, parit itu kita bakar...," Patriark Fang membeberkan rencananya dalam menangani lawan yang menang jumlah.
Ketika Patriark Fang menjelaskan rencana, Tian Jun mengerutkan kening karena sensitif terhadap energi kabut hitam, dia melihat ke arah Utara, yang mana samar-samar terlihat awan hitam di wilayah Kerajaan Niao.
Xia Junsu mengikuti pandangan mata Tian Jun. Dan terkejut saat melihat di kejauhan seperti badai kabut hitam, seperti kejadian di Pegunungan Lima Jari waktu itu. Tim Phoenix dan Patriark Fang juga melihatnya.
"Ini... Ini lebih mengerikan daripada di Pegunungan Lima Jari!" seruan Chu Sying Chun dengan nada ketakutan.
Karena saking banyaknya rakyat jelata yang dikorbankan oleh Leluhur Yao, akibatnya energi kabut hitam membentuk awan bergulung-gulung di udara.
"Lihat di sana!" Li Jiancheng menunjuk ke arah Timur Laut, tepatnya di wilayah Kerajaan Long.
Semua orang melihat ke arah itu, yang mana awan hitam lebih banyak, bahkan menutupi langit. Kabut hitam itu dua kali lipat lebih besar daripada di wilayah Kerajaan Niao.
Semua orang yang sibuk bekerja segera berhenti karena merasakan aura kematian yang sangat pekat. Mereka gemetaran karena melihat kabut hitam seperti badai awan bergulung-gulung di langit.
Yang lebih mengerikan lagi, di saat melihat awan hitam itu berubah wujud menjadi wajah, lalu terdengar suara gemuruh angin di kejauhan.
__ADS_1
Semua burung berterbangan meninggalkan Benua Tengah. Semua binatang meraung-raung keras karena ketakutan.
Tian Jun segera melesat ke langit untuk bisa melihat apapun dengan jelas, lalu diikuti oleh semua orang kuat pendukungnya. Dengan Mata Surgawi, dia tercengang melihat rakyat jelata menjadi Pasukan Kegelapan.
Rakyat jelata itu berasal dari dua negara, Kerajaan Niao dan Kerajaan Long. Lalu dia dan semua orang melihat banyak orang yang terbang ke arah Kerajaan Sihir, terbang dengan panik.
"Apa yang terjadi... Anjun, apa yang terjadi?" tanya Fang Yin dengan panik sambil memegang erat tangan kirinya.
"Banyak rakyat jelata dari dua kerajaan menjadi korban kekejaman Leluhur Yao. Orang-orang yang sedang terbang itu melarikan diri dari energi kabut hitam. Tampaknya mereka adalah lulusan dari Akademi Sihir. Nanti kita tanya mereka!" jawab Tian Jun yang dengan sengaja tidak memberitahukan dengan detail.
Seandainya Tim Phoenix dan semua orang tahu, bahwa hampir lebih dari lima juta penduduk di dua kerajaan itu menjadi Pasukan Kegelapan, sudah dipastikan mereka akan sangat panik dan ketakutan.
"Biadab orang tua itu?!" kemarahan Patriark Fang sampai-sampai kedua tangannya gemetaran karena amarah.
Baru saja Tian Jun menjawab, berdatangan banyak mata-mata yang terlihat sangat panik. Kemudian, mereka menceritakan apapun yang diketahuinya.
"Hampir 90% penduduk di Kerajaan Long menjadi mayat hidup...!" laporan mata-mata yang dikhususkan untuk mengawasi Kerajaan Long.
"Penduduk Kerajaan Niao, hanya tersisa para bangsawan dan keluarga kerajaan yang selamat. Mereka bersembunyi di ruang bawah tanah. 87% penduduknya menjadi Pasukan Kegelapan....!" laporan mata-mata yang dikhususkan mengawasi Kerajaan Niao.
"Penduduk Kerajaan Li, sudah banyak yang meninggalkan Benua Tengah. Yang tidak selamat, kurang dari angka 46%...!" sambung mata-mata yang mengawasi Kerajaan Li.
Semua orang seketika menjadi lemas karena tidak menyangka Leluhur Yao sangat kejam. Dengan angka-angka itu, tidak mungkin pihak Kerajaan Ming dan Kerajaan Sihir mampu mengalahkan Pasukan Kegelapan.
"Kita terkepung!" ujar Wang Mei saat melihat badai kabut hitam bergerak ke arah belakang, melewati jalan Lembah Ular.
Awan kabut hitam itu adalah Pasukan Kegelapan yang jumlahnya sangat besar. Terbentuknya awan badai karena energi kabut hitam. Dengan posisi terkepung, membangun dinding bebatuan untuk pertahanan akan menjadi sia-sia.
Dan tidak mungkin dalam waktu singkat untuk membangun lagi dinding bebatuan pertahanan. Membangun dinding bebatuan sepanjang 13 km sudah mengerahkan seluruh tenaga.
"Apakah ini akhir Benua Tengah?" gumam Raja Ming dengan nada lemas, tak berdaya menghadapi semua ini.
Sebagai seorang pemimpin, Patriark Fang tidak ingin melihat anggota keluarganya seperti ini, ketakutan dan pasrah. Lalu dia melihat Tian Jun yang tetap tenang walaupun situasinya sangat tidak baik dan menyudutkan. Melihat menantunya masih bisa begitu tenang, dia juga ikut tenang.
"Apa rencana Anda?" tanya Patriark Fang yang ingin mendapatkan saran dan solusi.
Semua orang menatap wajah Tian Jun yang sedang melihat ke arah Kerajaan Long. Tim Phoenix, merasakan jantungnya berdebar-debar karena menebak ketenangan Tian Jun karena berniat untuk menyerap energi kabut hitam.
"Jangan lagi lakukan hal itu!" peringatan Xia Junsu.
"Apakah ada solusi lain?" tanya Tian Jun yang tidak menyangkal.
Sebelum Xia Junsu dan Tim Phoenix melarangnya, Tian Jun memberikan perintah, "kerahkan semua orang untuk membuat dinding pertahanan di sisi Timur, termasuk semua rakyat kita!"
Raja Ming dan Raja Fang segera bertindak sesuai perintah. Mereka mengerahkan para bawahannya untuk meminta bantuan kepada rakyat dalam membangun dinding pertahanan di Lembah Ular.
Sedangkan Tian Jun, dia merentangkan kedua tangannya ke samping. Dia akan membangkitkan kerangka manusia dan binatang untuk membantunya dalam pembuatan dinding pertahanan.
Tanah bergetar dan membuat pasukan semakin ketakutan. Lalu keluar dari dalam tanah banyak kerangka manusia dan binatang.
"bangun dinding pertahanan dari bebatuan, pepohonan dan tanah!" Perintah Tian Jun kepada kerangka manusia dan binatang.
kerangka manusia dan binatang berukuran besar segera mematuhi perintahnya. Pasukan Kerajaan Sihir dan Kerajaan Ming yang awalnya ketakutan, seketika berubah menjadi bersemangat karena tindakan Tian Jun.
Demikian juga dengan Tim Phoenix dan semua orang kembali bersemangat. Mereka segera mengeluarkan segala kemampuan dalam mengendalikan elemen tanah, besi dan kayu untuk membuat dinding pertahanan.
Mendengar rajanya meminta bantuan, semua rakyat dari Kerajaan Sihir dan Kerajaan Ming berbondong-bondong datang. Mereka melakukan apapun dengan segala kemampuannya...
__ADS_1