
Bab 36. Pegunungan Lima Jari.
Saat menjelang pagi dan semua orang masih berkultivasi, Fang Yin yang berada di dalam kamar pribadi memanggil pengawalnya. Fang Guotin segera muncul di hadapannya.
"Apakah Paman sudah mendapatkan informasi Cao Tian Jun?" tanya Fang Yin yang sedang duduk di kursi.
Fang Guotin duduk di kursi yang kosong, lalu menyesap teh yang telah disediakan oleh Fang Yin. Setelah itu, barulah dia menjawab.
"Nama aslinya Tian Jun, putra tunggal dari Tian Sun yang melegenda it--"
"Apa!!" sontak Fang Yin kaget mendengar indentitas Cao Tian Jun, ia sampai berdiri.
"Nona Muda beruntung bisa bersama dengannya, yang katanya dibuang oleh ibunya sendiri. Dugaan pemimpin klan ternyata benar, tidak mungkin seorang ibu tega membuang anak kandungnya sendiri...!" lanjutnya yang sengaja tidak meneruskan karena Fang Yin sudah tahu apa yang akan dikatakannya.
Ya, desas-desus mengatakan, jika Xia Junsu membuang anaknya sebelum melarikan diri dari kejaran musuh, namun tetap saja dia terbunuh. Akan tetapi, tidak semua orang mempercayai desas-desus tersebut, sebab Xia Junsu adalah putri dari seorang kaisar.
Tidak mungkin seorang Kaisar Xia membiarkan putrinya mengalami hal yang buruk, apalagi Xia Junsu anak kesayangannya. Sudah pasti Kaisar Xia menyelamatkan anak dan cucunya.
Pemimpin Klan Fang yang bernama Fang Mao Zedong, salah satunya orang yang sangat tidak mempercayai desas-desus tersebut, bahkan dia memerintahkan bawahannya untuk menyelidiki musnahnya marga Tian, dia berharap menemukan putra tunggal Tian Sun. Entah apa tujuannya ingin menemukan Cao Tian Jun alias Tian Jun.
Sayangnya, setelah sekian tahun penyelidikan, mereka tidak menemukan keberadaan putra tunggal Tian Sun. Tapi mereka berhasil mengetahui keberadaan Tian Sun dan Xia Junsu yang masih hidup.
Fang Yin kembali duduk, dan meminum teh dalam sekali tegukan untuk menenangkan hati dan pikirannya. Fang Guotin tersenyum melihat tingkah keponakan yang tidak seperti biasanya.
"Nona Muda memang memiliki naluri yang tajam, bahkan mengalahkan pengalamanku yang sudah segudang...!" pujian Fang Guotin yang kagum karena kejelian Fang Yin dalam memandang seseorang seperti Cao Tian Jun.
"Setelah mengetahui identitasnya, langkah apa yang akan Nona Muda lakukan? Apa perlu saya melindunginya sampai Anda genap usia 17 tahun?" Lanjutnya.
Fang Yin tidak segera menjawab karena sedang menimbang langkah yang harus dilakukan untuk kebaikan Cao Tian Jun.
__ADS_1
"Paman, kita tahu jika identitas putra tunggal Tian Sun terekspos, dia sudah pasti dalam bahaya. Musuhnya tidak hanya satu tapi banyak, bahkan kakeknya sendiri tega membunuhnya hanya karena membenci Tian Sun ...," jawab Fang Yin dan berhenti berbicara.
"Darimana informasi yang Paman ketahui!" selidiknya.
Fang Guotin sudah tahu kalau keponakannya akan bertanya seperti ini, dia pun menjelaskan, "itu mudah untuk ditarik garis benang merahnya. Hilangkan saja nama Cao, maka jadilah Tian Jun. Kita tahu tidak ada nama marga Cao di Benua Timur. Lalu dibuangnya Tian Jun di lokasi Lembah Naga Hitam sebelum jatuhnya batu meteor waktu itu, dan kemunculannya juga dari arah Lembah Naga Hitam, sudah pasti dia adalah putra tunggal Tian Sun...,"
Panjang lebar Fang Guotin berbicara mengenai Cao Tian Jun. Fang Yin mengangguk berulang-ulang sebagai respon.
"Panggil bantuan untuk melindunginya, sekaligus memberikan kabar berita ini kepada ayah!" perintah Fang Yin.
Tanpa banyak bicara, Fang Guotin menghilang dari hadapan keponakannya, dia tahu apa yang harus dilakukan. Setelah kepergian Fang Guotin, Fang Yin tersenyum bahagia, lalu ia bergegas keluar dari kamarnya untuk menemui Cao Tian Jun.
Sayangnya, Cao Tian Jun masih tidur, ia pun menemui yang lainnya untuk membahas rencana hari ini. Fang Yin bersikap seperti biasanya sebelum mengetahui kebenaran tentang siapa Cao Tian Jun. Setelah pembicaraan mereka, semua orang keluar dari rumah kecuali Fang Yin. Baru setelah itu Cao Tian Jun keluar dari kamarnya.
"Sudah puas tidurnya!" sindiran Fang Yin yang berpura-pura kesal karena menunggu Cao Tian Jun.
Cao Tian Jun bersama Fang Yin menuju ke Balai Pekerjaan Umum untuk mengambil misi baru. Sesuai rencana awal, Fang Yin memilih misi untuk mencari tanaman roh, obat dan lain sebagainya. Sedangkan Cao Tian Jun hanya mengikuti sesuai janjinya sebagai seorang pengawal jika berada di luar lingkungan akademi.
Setelah mendapatkan izin menjalankan misi, Cao Tian Jun berkata, "sebelum kita berangkat, lebih baik mengisi perut ini. Apa kamu tidak dengar sejak tadi perutku meronta-ronta karena kelaparan!"
Fang Yin mengembangkan senyuman. Lalu mereka berdua menuju ke rumah makan Angsa Surgawi. Sesampainya di rumah makan, mereka berdua melihat Chu Sying dan Tim Phoenix yang tampaknya sudah menunggu di lantai tiga, itu terlihat hidangan yang telah tersedia.
"Ayo, kita sarapan sebelum berangkat ke Pegunungan Lima Jari!" ajakan Chu Sying dan tersenyum ramah setelahnya.
"Kalian juga mengambil misi yang sama?" tanya Cao Tian Sambil duduk di kursi yang kosong, demikian juga dengan Fang Yin yang duduk disebelahnya.
Tim Phoenix melihat Fang Yin ketika Cao Tian Jun bertanya. Tahu arti tatapan mata Tim Phoenix, Fang Yin pun menjawab.
"Ya, karena kita adalah tim, maka lebih baik menjalankan misi bersama-sama."
__ADS_1
Cao Tian Jun dan timnya akan menjalani misi selama tujuh hari. Lamanya waktu itu dikarenakan mencari tanaman roh dan sejenisnya sangatlah sulit, apalagi jenis tanaman langka yang selalu dijaga oleh binatang mistik.
Di Pegunungan Lima Jari terkenal lebat dan banyak penghuni binatang mistik, terutama jenis binatang kera yang dominan. Selain binatang kera, ada juga binatang mistik lainnya yang juga terkenal ganas dan kuat. Jadi, dengan bersama-sama menjalankan misi, maka tugas akan lebih mudah diselesaikan.
Di saat Cao Tian Jun sarapan, di sudut ruangan ada kelompok murid inti, mereka adalah murid yang dikalahkan oleh Cao Tian Jun dan juga para pembencinya, salah satunya adalah Ling Dong sebagai ketuanya. Mereka menguping pembicaraan Cao Tian Jun dan timnya, namun seolah-olah mereka tidak menghiraukan kehadiran Tim Phoenix.
Kemudian, setelah sarapan Cao Tian Jun bersama Tim Phoenix menuju ke tempat transportasi. Kali ini tidak menggunakan kapal angkasa, melainkan menggunakan binatang mistik Griffin.
Jarak antara akademi dan Pegunungan Lima Jari sejauh 10 km, tidak terlalu jauh bagi kultivator. Menggunakan Griffin sebagai sarana transportasi lebih hemat biaya, dan menjadi favorit setiap murid.
Cao Tian Jun dan timnya naik ke punggung binatang Griffin. Saat berada di punggungnya, Cao Tian Jun merasakan familiar dengan situasi seperti ini, di mana dia merasa memiliki binatang Griffin, tapi dia tidak tahu kapan pernah memilikinya.
Setelah binatang Griffin terbang menuju ke Pegunungan Lima Jari, Ling Dong dan timnya mengikuti, mereka menggunakan kuda sebagai transportasi. Dengan menunggangi kuda, mereka tidak mudah diketahui oleh Cao Tian Jun dikarenakan tertutup pepohonan saat melaju.
Akhirnya binatang Griffin tiba di tempat pendaratan, disana telah ada sebuah rumah berlantai tiga yang dikhususkan untuk memantau murid yang akan menjalankan misi. Rumah tersebut dikenal dengan sebutan Pos Pengawas Akademi Merpati Putih.
Xue Yue memimpin timnya untuk melapor kepada Guru Senior yang bertugas. Guru Senior adalah seorang ahli penjinak binatang yang sangat berpengalaman, dia bernama Teng Sien, adik dari Ketua Balai Beast Tamer di Akademi Merpati Putih.
"Guru Sien, kita akan menjalankan misi untuk mencari tanaman roh dan obat dalam tujuh hari kedepan." Xue Yue melapor sambil menunjukkan surat izin dari Balai Pekerjaan Umum.
Guru Senior Teng Sien memeriksa surat izin menjalankan misi, lalu dia melihat Cao Tian Jun dan Fang Yin. Teng Sien mengembangkan senyuman hangat, lalu dia memberikan stempel pada surat izin.
"Jika dalam bahaya segera pecahkan bola kristal bantuan ini, kami sebagai pengawas akan segera tiba. Pesanku, jangan sekali-kali kalian terpisah agar mudah untuk mengatasi segala rintangan, sekaligus mempermudah kami untuk mengawasi kalian!" pesan Guru Senior Teng Sien sambil mengembalikan surat izin menjalankan misi kepada Xue Yue, dan juga memberikan bola kristal kepada setiap orang, satu orang satu bola kristal.
"Baik, Guru." Serempak Cao Tian Jun dan timnya menjawab.
Kemudian, Cao Tian Jun keluar dari Pos Pengawas dan menuju ke arah Pegunungan Lima Jari yang berjarak kurang dari 300 meter. Saat jauh dari Pos Pengawas, siapapun dapat mendengar suara raungan binatang, tanda banyak binatang mistik yang aktif pada siang hari.
Ling Dong dan timnya yang berjumlah lebih dari 30 orang mengikuti Tim Phoenix, mereka mengganti pakaiannya dan mengenakan topeng. Dan jelas niatnya buruk karena tidak melapor kepada Pos Pengawas. Di antara mereka ada beberapa orang yang mengenakan jubah hitam sebagai penyamaran, dan mereka adalah pengawal Ling Dong, Wang Lee dan Tang Wei.
__ADS_1