8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Menghadapi Pasukan Kegelapan.


__ADS_3

Bab 180. Menghadapi Pasukan Kegelapan.


Mendengar balasan dari Patriark Fang, Raja Ming terlihat gelisah karena Tian Jun adalah suami dari Ratu Shima. Mereka segera membalikkan badan dan melihat Dragon Spaceship sudah berada di belakang, dan siap untuk melepaskan tembakan meriam.


Dalam benak Raja Ming, "apakah masa lalu terulang lagi?"


Tim Phoenix telah membidik pasukan Kerajaan Ming, mereka tinggal menunggu aba-aba dari Tian Jun.


Sebelum kembali ke wilayah Kerajaan Sihir, Tim Phoenix tidak lagi mengejar para pemburu dikarenakan mereka masuk ke wilayah Kerajaan Li. Karena Matriark Fang tidak ingin berkonflik dengan Kerajaan Li, ia meminta kepada menantunya untuk tidak lagi mengejar musuh.


Saat dalam perjalanan kembali, Tim Phoenix dan Matriark Fang melihat Raja Ming sedang berhadapan dengan Patriark Fang. Mengetahui jika akan ada konflik, Tian Jun dan Tim Phoenix jelas tidak mungkin tinggal diam...


Tian Jun menatap mata Raja Ming, lalu bertanya dengan nada datar, "kau juga menginginkan kepalaku?"


Raja Ming yang ditanya tersenyum masam dan salah tingkah. Dia sebenarnya takut kepada Ratu Shima dan ngeri melihat kehebatan Dragon Spaceship yang sedang membidik pasukannya.


"Ini hanya kesalahpahaman! Memang Anda bernilai sangat tinggi dan wajar jika memicu keserakahan... Saya datang ke tempat ini karena khawatir kekacauan di Lembah Ular merembet ke wilayah kami! Ternyata kapal naga ini lebih dari cukup menyelesaikan masalah di lembah. Jika begitu, kami undur diri. Sampai jumpa lagi!" jawab Raja Ming yang memutar balikkan fakta yang sebenarnya.


Dia dan pasukannya buru-buru meninggalkan jalur tebing Lembah Ular. Patriark Fang, Raja Fang dan semua orang ingin sekali tertawa terbahak-bahak melihat kepanikan Raja Ming.


Sebelum kedatangan Tian Jun, mereka begitu sombongnya dan dengan jelas berniat untuk membunuh Tian Jun, sekaligus membalas dendam masa lalunya. Namun, situasinya seketika berubah total.


Tim Phoenix terus membidik pasukan Kerajaan Ming sebelum masuk ke dalam wilayah mereka. Ada rasa bangga karena lawan lebih dulu mengaku kalah sebelum bertarung, walaupun tidak diucapkan secara terang-terangan.


Akan tetapi, sebelum Raja Ming dan pasukannya keluar dari jalur tebing Lembah Ular, di kejauhan datang sekelompok orang yang berjumlah 100. Mereka menggunakan pedang terbang sebagai transportasi cepat.


Kelompok itu dipimpin oleh seorang gadis cantik usia 17 tahun, terlihat sangat bersemangat saat menuju ke jalur tebing Lembah Ular. Dia adalah putri bungsu dari Raja Ming yang terkenal si pembuat onar. Namanya Ming Huan Chang, dipanggil dengan sebutan Putri Chang.


(Chang artinya bebas)


Raja Ming yang melihat putrinya nakalnya ini menepuk keningnya karena pasti akan membuat onar. Sebelum putrinya bertindak ceroboh, dia harus menghentikannya.


"Serang!!" perintah Putri Chang kepada semua pengawalnya.


Sayangnya, Raja Ming terlambat menghentikan putrinya yang telah memerintahkan 100 pengawalnya.


Dua senjata meriam Dragon Spaceship dan busur milik Tim Phoenix segera merubah targetnya ke arah Putri Chang. Sedangkan Tian Jun mengangkat tangan kiri untuk memberikan aba-aba menyerang.


Putri Chang melihat dua moncong senjata meriam tertuju kepadanya. Dari dalam moncong meriam itu mengeluarkan sinar yang tampak memiliki daya rusak tinggi.


"Mundur!!" perintah Putri Chang yang segera memutar arah pedang terbangnya, lalu diikuti oleh pengawalnya. Mereka segera kabur dengan kecepatan tinggi.


Tian Jun dan Tim Phoenix bengong melihat Putri Chang yang tiba-tiba mengurungkan niat untuk menyerang. Padahal datang begitu semangat untuk berperang, dan entah kenapa tiba-tiba menjadi ketakutan sebelum menyerang.


"Maaf, maaf! Ini hanya kesalahpahaman... Ya, hanya kesalahpahaman!" ucap Raja Ming kepada Patriark Fang dan semua orang, dia sangat gugup karena takut.


Raja Ming dan pasukannya bergegas masuk ke dalam wilayahnya. Patriark Fang beserta rombongannya tidak lagi bisa menahan tawa karena bapak dan anak sama saja konyolnya.


Raja Ming segera terbang sangat cepat untuk menyusul putrinya dengan maksud memberikan pelajaran. "Makan apa dulu ibumu saat mengandung? Apakah dulu ibumu mengidam ulat bulu sehingga melahirkan putri bermasalah!" sungutnya.


Untung saja ocehannya tidak didengar oleh pihak Kerajaan Sihir, jika mendengar sudah pasti akan ditertawakan oleh banyak orang.


Xia Junsu mengendalikan Dragon Spaceship agar berada di tepi tebing. Kemudian, Patriark Fang, Raja Fang dan beberapa orang penting naik ke atas kapal naga. Mereka segera memeriksa seluruh isi Dragon Spaceship.


Saat berada di ruang rapat di dalam Dragon Spaceship, mereka segera bertanya-tanya kepada Tian Jun tentang cara pembuatan Dragon Spaceship yang memiliki pertahanan kuat. Sedangkan pasukannya yang dipimpin oleh seorang perwira tinggi berkumpul di Jembatan Fang Yao untuk menunggu perintah selanjutnya.


Karena tidak menciptakan Dragon Spaceship, serta rumitnya dalam proses pembuatan, Tian Jun meminjamkan blueprint dan manuskrip kepada Patriark Fang agar dipelajari sendiri.


Dengan senang hati dan sangat bersemangat, Patriark Fang tidak menolaknya. Memberitahukan informasi rahasia pembuatan Dragon Spaceship, jelas tidak mungkin dilakukan jika Tian Jun adalah musuh. Sikapnya ini yang membuat Patriark Fang dan keluarganya semakin menghargai Tian Jun.


Namun, setelah mengetahui bahan-bahan pembuatan Dragon Spaceship tidak ada di Continent Twins Moon, membuat Patriark Fang dan Raja Fang geleng-geleng kepala karena tidak mungkin bisa membuatnya.

__ADS_1


Selain itu, yang bisa membuatnya adalah ahli Pandai Besi minimal di tingkat Raja Surgawi tahap puncak. Di dunia ini, belum ada seorang Pandai Besi di tingkat itu. Satu-satunya orang berada di atas tingkat itu adalah si Tangan Cahaya Besi, pencipta Pedang Dingguang.


"Darimana Anda mendapatkan kapal naga ini?" selidik Patriark Fang yang tahu jika Tian Jun tidak mungkin bisa membuatnya sendiri.


"Pemberian dari pelindung Hidden Palace...!" jawab Tian Jun yang berbohong, jawaban yang sama ketika ditanya oleh kekasihnya.


Patriark Fang tersenyum karena menantunya berkata jujur. Lalu dia meminta Tetua kedua untuk menjalin blueprint dan manuskrip Dragon Spaceship untuk dipelajari. Walaupun bahan materialnya tidak ada di dunia ini, masih bisa diganti bahan yang lain, meskipun sangat mempengaruhi hasilnya.


Kemudian, salah satu mata-mata datang dan berhenti di luar Dragon Spaceship. Maio Miao dan Dìyù Nuan yang berada di dek kapal segera melaporkan kepada Tian Jun, bukan kepada Patriark Fang atau yang lainnya.


Patriark Fang dan Raja Fang adiknya segera menemui mata-mata itu. Setelah kepergian Patriark Fang, Tian Jun merasakan gulungan bambu perintah bergetar, tanda akan ada tugas baru.


Dia menghela nafas ringan karena dua misi sebelumya masih belum terselesaikan sudah dan sudah mendapatkan tugas baru. Berhubungan banyak orang, dia akan memeriksa gulungan bambu setelah tidak ada orang disekitarnya.


Karena akan mendapatkan tugas baru, Tian Jun teringat dengan Kaisar Xia dan Leluhur Xia yang harus dieliminasi. Dia tidak mengetahui berita kedua targetnya itu, apakah Kaisar Xia sudah tewas akibat Racun Naga Hitam.


Jika dihitung-hitung semenjak menyerang Kaisar Xia hingga hari ini, seharusnya targetnya sudah tewas sebelum 7 hari. Karena tidak tahu berita targetnya, dia bertanya kepada Tim Phoenix.


"Bagaimana kondisi Kaisar Xia?"


Xue Li Xia segera menjawab karena setiap hari selalu berkomunikasi dengan keluarga besar Suku Es, "setibanya di Benua Timur, mereka disergap oleh Suku Ular yang telah menguasai wilayah Kekaisaran Xia, tetapi mereka berhasil melarikan diri. Menurut informasi, mereka kabur ke arah Timur...,"


Dia menceritakan semua informasi terbaru yang didapatkan dari mata-mata Suku Es.


Kondisi Kaisar Xia telah membaik setelah mendapatkan penawar Racun Naga Hitam, yaitu Hati Naga Hitam yang didapatkan dari Conglin. Namun, saat tiba di Benua Timur, tetapnya di Pelabuhan Jalur Sutra, rombongan Kaisar Xia disergap oleh Suku Ular yang dipimpin oleh empat Kepala Suku.


Serangan mendadak itu jelas tidak diantisipasi. Akibatnya banyak pendukung Leluhur Xia meregang nyawa. Kapal angkasa milik Kaisar Xia segera melarikan diri ke arah pusat pemerintahan, tujuannya untuk mengerahkan seluruh pasukan.


Setibanya di pusat pemerintahan Kekaisaran Xia, Jenderal Shimo dan pasukannya sudah menunggu kedatangan Leluhur Xia. Tanpa memberikan kesempatan untuk berbicara, Jenderal Shimo segera menyerang Leluhur Xia dan Kaisar Xia.


Karena kalah jumlah serta kekuatan, Leluhur Xia dan Kaisar Xia mau tidak mau harus melarikan diri. Anehnya, Jenderal Shimo alias Ratu Shima alias Ratu Ular Surgawi tidak mengejar mereka, padahal sudah jelas mampu mengalahkan mereka.


Tindakan Ratu Shima membuat para penguasa di benua lain menjadi waspada, mereka telah siap untuk menghadapi invasi militer dari Kekaisaran Shima dan Suku Ular.


Saat ini, seluruh mata di dunia tertuju kepada Ratu Shima dan Tian Jun, sebab kedua orang itu mampu mengegerkan Continent Twins Moon. Ratu Shima menguasai Benua Timur, dan Tian Jun berada di Benua Tengah dengan membawa Stempel Giok Maharaja.


Jika ditarik garis merah, motif kedua orang itu saling terhubung, kompak untuk menguasai Continent Twins Moon. Dinasti Cao dan Dinasti Dao telah mengerahkan seluruh kekuatan militer di perbatasan Laut Besar.


"... Kalau tidak salah, melihat arah kabur mereka, kemungkinan besar mereka menuju ke dua tempat, di Pulau Paus Biru atau langsung ke Benua Tengah!" panjang lebar Xue Li Xia membeberkan berita terbaru.


Mendengar informasi ini, Tian Jun mengangguk sebagai respon. Di dalam hatinya jelas senang jika musuh mendatangi Benua Tengah. Jika iya, kali ini dia harus berhasil mengeliminasi Leluhur Xia dan Kaisar Xia.


Matriark Fang dan beberapa orang penting Klan Fang sudah mengetahui informasi ini. Sedangkan Xia Junsu, dia menundukkan wajah memikirkan ibunya, dan juga Kaisar Xia ayahnya.


Walaupun ada rasa sangat benci kepada ayahnya yang telah menghancurkan kebahagiaannya, dia tetap saja merupakan keturunan dari ayahnya, membawa garis darah marga Xia, dan jelas merasa kasihan kepada ayahnya.


Selama puluhan tahun menjadi seorang kaisar, dan tiba-tiba menjadi seperti buronan, merupakan situasi yang mengenaskan, membuat Xia Junsu prihatin dengan ayahnya.


Semenjak kejadian beberapa tahun lalu yang menjadikan dirinya seperti ini, dan sampai mengucapkan kata sumpah, Xia Junsu menatap wajah tampan putranya... Di dalam hati, dia berharap sumpahnya bisa diselesaikan oleh pihak luar yang membunuh semua musuh, termasuk ayah kandungnya.


Dia tidak ingin tangan berlumuran darah milik ayahnya, dan juga tidak ingin Tian Jun membunuh kakeknya...


Setelah berdamai dengan Tian Jun, Xia Junsu telah menceritakan masa kelam kepada putranya. Namun yang membuatnya heran, putranya tidak sedikitpun marah, tampak tenang dan menganggap kisah masa lalu seperti dongeng.


Sedangkan Tian Jun yang mengetahui sejarah kehancuran keluarganya, jelas marah, tapi dipendam sendiri. Akhirnya dia tahu kenapa gurunya memberikan tugas membunuh orang. Dan target itu adalah penyebab kehancuran keluarganya.


Mengetahui jika sewaktu bayi diludahi oleh Kaisar Xia kakeknya, lalu di buang ke dalam Lembah Naga Hitam, jika tidak ada orang disekitarnya sudah pasti akan meluapkan kemarahannya. Untung saja semua kekasihnya selalu membuat senang dan mengalihkan emosinya.


"Bagaimana dengan kedua pria itu?" tanya Chu Sying yang membicarakan tentang Pangeran Shi dan Pangeran Yang.


Kedua pangeran itu masih dipenjara di dalam Pagoda Penjara, tangan dan kaki mereka diikuti dengan rantai besi, basis kultivasi disegel oleh Tian Jun. Selama berada di dalam penjara, kedua pangeran itu tidak pernah sekalipun dikunjungi oleh Tian Jun dan Tim Phoenix, bahkan tidak pernah diberi makan dan minum.

__ADS_1


Tubuh mereka kurus kering, tidak lagi seperti seorang pangeran. Jika keluarganya melihat, sudah pasti akan pangling. Untungnya mereka berdua masih mengenakan pakaian kebesaran sebagai seorang pangeran, hanya saja compang-camping.


"Ada waktunya!" jawab Tian Jun yang penuh teka-teki yang membuat Tim Phoenix penasaran dengan rencananya.


Setelah menjawab, Tian Jun berdiri, berniat untuk menjauhi semua orang agar bisa melihat gulungan bambu. Namun, Patriark Fang dan Raja Fang telah masuk ke dalam ruang rapat.


"Ada informasi apa?" tanya Matriark Fang saat melihat wajah suaminya begitu serius.


"Bencana! Pusat pemerintahan Kekaisaran Yao dikuasai oleh Pasukan Kegelapan dalam waktu dua hari, total Jumlahnya lebih dari 10 juta. Mereka berasal dari rakyat jelata yang terinfeksi kabut hitam...," Patriark Fang mengutarakan semua informasi yang didapatkan dari mata-mata.


Saat ini, 10 juta Pasukan Kegelapan terbagi menjadi lima bagian. Setiap bagian berkumpul di depan lima jembatan penghubung antara Kekaisaran Yao dan kerajaan-kerajaan.


Dan anehnya, korbannya hanya rakyat jelata dan kultivator bebas, sedang pasukan Kekaisaran Yao yang berjumlah lebih dari 500 ribu prajurit, dan keluarga besar Yao yang tidak ada satupun terinfeksi kabut hitam, mereka aman dan sehat.


Mengetahui lima bagian Pasukan Kegelapan, jelas mereka menargetkan lima kerajaan atas perintah Leluhur Yao yang menjadikan penyebab rakyat jelata menjadi Pasukan Kegelapan. Lagi-lagi penyebabnya karena Tian Jun yang membawa Stempel Giok Maharaja dan menjarah Mystical Beast Mountain.


Mendapatkan informasi baru, membuat Tian Jun menghela nafas berat karena dia menyebabkan rakyat jelata menjadi korban keserakahan Leluhur Yao. Ia menundukkan wajahnya karena tidak tahu harus bagaimana agar dirinya tidak menjadi penyebab rakyat jelata menjadi korban.


"Jangan merasa bersalah karena keserakahan mereka, kamu tidak melakukan perbuatan yang merugikan siapapun!" hibur Xia Junsu sambil membelai rambut putranya.


Wajah Xia Junsu menjadi merah karena Tian Jun menyandarkan kepala dibelahan dadanya. Tapi dia berusaha untuk bersikap normal selayaknya seorang ibu.


Ruang rapat menjadi hening karena memikirkan kejadian ini, bencana buatan yang mengarah ke Kerajaan Sihir. Melawan dua juta Pasukan Kegelapan, jelas pihak Kerajaan Sihir tidak mungkin bisa menghadapinya, sebab jumlah seluruh jumlah pasukannya tidak lebih dari 50 ribu prajurit.


Patriark Fang dan Raja Fang jelas tidak mungkin menjadikan rakyat sebagai prajurit. Seandainya rakyat jelata mau ikut melawan, mereka jelas tidak mungkin mampu melawan dua juta Pasukan Kegelapan, sebab jumlah penduduk kurang dari satu juta jiwa.


"Putuskan Jembatan Fang Yao agar tidak dilintasi oleh mereka!" perintah Raja Fang kepada jenderalnya yang segera dipatuhi.


"Kapan Pasukan Kegelapan bergerak?" tanya Tian Jun setelah hati dan pikirannya tenang.


Karena Pasukan Kegelapan berasal dari kabut hitam, dia jelas tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk meningkatkan kekuatan dengan cara menyerap kabut hitam.


"Kita masih belum tahu. Tapi mereka sudah siap untuk menyerang kita, menjadikan kita bagian dari Pasukan Kegelapan!" jawab Patriark Fang, dia mengerutkan kening saat teringat kejadian Tian Jun di Pegunungan Lima Jari.


"Jangan sekali-kali menyerap kabut hitam!" peringatan Xia Junsu saat melihat tatapan mata Patriark Fang yang tertuju kepada putranya, dia tidak ingin putranya mengalami hal-hal seperti dulu.


Walaupun peringatannya tertuju kepada putranya, sebenarnya ditujukan kepada Patriark Fang yang ingin putranya mau melakukan hal sama sewaktu di Pegunungan Lima Jari.


"Awas kalau kamu melakukan hal itu seperti dulu!" ancam Fang Yin dengan menatap tajam ke arah Tian Jun.


Gara-gara Tian Jun yang dikira telah tewas, dia harus menangis berhari-hari, meratapi kematiannya. Satu per satu Tim Phoenix juga memberikan ancaman kepada Tian Jun.


"Baiklah, baiklah, aku akan turuti kemauan kalian!" sahut Tian Jun yang tidak berdaya menghadapi Tim Phoenix yang mengkhawatirkannya.


Xia Junsu dan Tim Phoenix sedikit senang, tapi tatapan mata masih terus melihat Tian Jun. Mereka merasa jika ucapan kekasihnya ini hanya manis dibibir saja.


Melihat Tim Phoenix yang masih curiga, Tian Jun berkata, "aku perlu waktu untuk berkultivasi tertutup karena akan naik level!"


Seketika seluruh Tim Phoenix mengangkat tangan kanannya yang terkepal erat. Mereka tidak mau lagi dibohongi oleh Tian Jun dengan alasan yang sama.


Meminta waktu untuk sendiri dengan alasan akan menerobos, ujung-ujungnya sudah berada di tempat lain, dan membuat cerita baru. Oleh kerena itu, Tim Phoenix tidak lagi percaya jika Tian Jun meminta waktu untuk meningkatkan kekuatan.


Patriark Fang dan Matriark Fang tersenyum melihat menantunya digertak oleh Tim Phoenix, apalagi Fang Yin tanpa malu segera duduk dipangkuan menantunya.


"Tampaknya aku harus memiliki alasan lain agar bisa kabur!" gerutu Tian Jun.


Tim Phoenix menghujani cubitan ditubuh Tian Jun karena kesal. Patriark Fang dan keluarganya keluar dari ruang rapat sambil menertawakan menantunya yang tak berdaya menghadapi Tim Phoenix.


Karena Tian Jun yang bisa merubah suasana tegang menjadi ceria, membuat Patriark Fang bisa sedikit tenang. Dia segera berdiskusi dengan semua keluarga besar Fang dalam menghadapi Leluhur Yao.


Xia Junsu kembali mengendalikan Dragon Spaceship, menuju ke Klan Fang...

__ADS_1


__ADS_2