8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Kemenangan Benua Timur.


__ADS_3

Bab 150. Kemenangan Benua Timur.


Di area arena pertandingan menjadi hening, karena semua orang sedang menunggu kemunculan Chu Sying Chun yang bersembunyi di bayangan tubuh Oey Yong Dae.


Suara angin laut dan ombak yang seharusnya menenangkan pikiran, justru menjadi sebaliknya, suasana tegang di dalam maupun di luar arena. Oey Yong Dae tidak sedikitpun menggerakkan tubuhnya agar tidak salah melangkah.


Dalam pertarungan satu lawan satu, hal yang paling berbahaya bagi petarung adalah lawan yang memiliki teknik persembunyian. Jika salah langkah sekecil apapun, taruhannya adalah nyawa. Kunci untuk mengatasi situasi seperti ini adalah bersabar dan mengamati perubahan disekitarnya.


Inilah yang dirasakan oleh Oey Yong Dae, dia dengan sabar menunggu pergerakan Chu Sying Chun. Kedua matanya tidak berkedip, melirik empat bayangan yang belum memudar. Ia merasa keempat bayangan itu siapa menerkamnya jika bergerak.


Pangeran Shi yang memiliki skill persembunyian, dengan jeli melihat perubahan di dalam arena pertandingan. Sesekali ia melirik empat bayangan itu. Tiba-tiba ada pergerakan di permukaan pasir.


"Awas, dia di bay--"


Bang...


Pangeran Shi terlambat memberikan peringatan kepada Oey Yong Dae. Chu Sying Chun terlebih dahulu keluar dari bayangan tubuh lawan, dan segera memukul punggung Oey Yong Dae dengan sangat keras.


Oey Yong Dae terjungkal ke depan dan hampir saja keluar dari garis arena pertandingan. Untung saja dia segera menyetabilkan tubuhnya sehingga tidak sampai keluar garis. Sayangnya, dia berdiri tepat di bayangan tubuh Chu Sying Chun.


Bang...


Bayangan itu menyikut punggung Oey Yong Dae sehingga tersungkur dengan wajah tertanam di pasir, dia keluar dari garis arena pertandingan. Setelah itu empat bayangan menjadi asap putih berbentuk merpati, masa guna telah berlalu (cooldown).


Perbatasan base camp seketika bergemuruh dengan sorak-sorai dari pihak Benua Timur atas kemenangan Guru Junior Chu Sying Chun, kemenangan kedua bagi Benua Timur.


Tetapi, pihak Dinasti Cao masih lebih unggul 3 poin setelah mengalahkan lima petarung dari Benua Timur. 2:5 untuk keunggulan Dinasti Cao.


Guru Junior Chu Sying Chun tidak segera menantang karena menunggu Teknik Bayangan Merpati Putih bisa digunakan lagi, dia membutuhkan waktu 6 detik lagi untuk bisa menggunakannya.


Kali ini, Pangeran Yang tidak marah karena pihaknya masih unggul, dia semakin tertarik untuk memiliki adik dan kakak itu. Selama ini, dia tidak menemukan wanita yang mampu bertarung seperti dua bersaudari itu.


Karena kehadiran Pangeran Shi, Pangeran Yang tidak berani mengucapkan kata-kata yang tidak pantas, sebab kakaknya ini membenci pria yang tidak bisa menjaga perilaku terhadap wanita.


"Kakak, aku harus memiliki wanita itu!" tekad Pangeran Yang, ia tidak akan melepaskan wanita yang sudah menjadi incarannya.


"Wanita seperti dia bisa ditaklukkan jika kamu mampu mengalahkannya! Dari penampilannya, ia tidak kekurangan harta. Apakah yang bisa kamu lakukan untuk menjinakkan wanita itu?" Pangeran Shi menyindir adik secara halus, dia ingin adiknya ini tahu batas kemampuan untuk mendapatkan hati wanita seperti Chu Sying Chun dan Chu Sying.


"Dengan sihir!" sahut Pangeran Yang, ia akan menggunakan cara kotor untuk memiliki adik dan kakak itu.


Memang ada banyak sihir yang mampu menaklukkan wanita dan pria, namun pengaruh sihir itu tidak akan berlangsung lama bagi kultivator. Akan tetapi, bagi si pelaku, waktu singkat lebih dari cukup untuk menikmati tubuh sasarannya.


"Kau dari dulu tidak pernah berubah! Suatu saat nanti, kau akan mendapatkan karmanya!" teguran keras dari Pangeran Shi yang jengkel dengan perbuatan adiknya ini.


Jika tidak ada hubungan sedarah, dia dari dulu ingin mengeksekusi adiknya ini yang berpotensi membahayakan tujuannya, menjadi kaisar di Benua Barat.


"Karma berlaku bagi orang yang baru mengenal kejahatan!" sahut Pangeran Yang yang selalu membantah setiap perkataan kakaknya.


"Jangan bengong saja, cepat selesai pertandingan ini!?" bentak Pangeran Yang, ia meluapkan emosi kepada semua orang di pihaknya.


Cao Tian Jun dengan jelas mendengar pembicaraan kedua pangeran itu walaupun jaraknya cukup jauh. Niat membunuhnya makin pekat sehingga dirasakan oleh Xia Junsu, Matriark Yin An, Ao Zhen Juan dan Juan Zhen yang berada di dekatnya.


"Sabar! Ada waktunya untuk bertindak!" Ao Zhen Juan membelai rambut Cao Tian Jun, lalu meletakkan di dada.


Merasakan kepalanya diantara belahan dada Ao Zhen Juan, Cao Tian Jun sedikit tenang karena merasakan nyaman di dadanya.


Matriark Yin An tersenyum saat melihat Cao Tian Jun lebih suka kepada wanita dewasa daripada yang lebih muda. Dia mengelus paha Cao Tian Jun dan berbisik.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak menyukaiku? Aku masih murni loh!"


Cao Tian Jun tersenyum dan tiba-tiba memegang tangan Matriark Yin An, ia berkata dengan suara yang lirih, "nanti malam, aku ke tempatmu!"


"Aku tunggu!" jawab Matriark Yin An dengan segera, jantung berdebar-debar saat membayangkan apa yang akan terjadi nanti malam.


Xia Junsu geleng-geleng kepala karena Matriark Yin An temannya ini berubah sikap semenjak mengenal putranya...


Kemudian, semua orang kembali fokus ke arena pertandingan, seorang pria dari Dinasti Cao yang akan menjadi lawan Guru Junior Chu Sying Chun. Kali ini, lawan jelas lebih kuat, kekuatannya berada di tingkat Deity level 1.


Guru Junior Chu Sying Chun tidak sedikitpun gentar menghadapi lawan kuat, sebab dia masih bisa mampu mengalahkannya. Kepercayaan dirinya ini berkat memiliki Winged Golden Armor Ring yang memberikan kekuatan sebanyak 4 level.


Berhubungan lawan tidak di tingkatan yang sama, maka Winged Golden Armor Ring hanya memberikan peningkatan sebanyak 2 level. Namun, itu sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan lawan. Dengan catatan, lawan tidak menggunakan cara-cara kotor, seperti menggunakan teknik terlarang yang mampu meningkatkan beberapa level, tergantung kualitas teknik terlarang itu sendiri.


Seandainya lawannya memiliki teknik terlarang tingkat rendah, yang mampu memberikan kekuatan sebanyak 1 level, Chu Sying Chun juga masih bisa mengalahkan lawannya. Jika lawan memiliki teknik terlarang tingkat atas, jelas Chu Sying akan mudah dikalahkan oleh lawannya, karena teknik terlarang tingkat atas memberikan peningkatan sebanyak 3 level.


Dampak buruk bagi si pengguna teknik terlarang, ia akan mengalami kemerosotan dalam hal basis kultivasi, memperlambat peningkatannya, dan yang lebih buruk bisa memicu Iblis Hati.


Baru saja lawannya masuk ke arena, Chu Sying Chun segera mengeluarkan empat bayangan, dia kembali menghilang. Lawan kali ini bernama Wang Kai, ia tersenyum tipis melihat lawannya menggunakan teknik yang sama.


"Aku sudah tahu kelemahan skill ini," kata Wang Kai sambil melirik bayangan tubuhnya.


Bang...


Dia menghentakkan kaki kanan di bayangannya sendiri. Pasir laut berhamburan yang mengganggu pandangan mata. Tiba-tiba, keempat bayangan Chu Sying Chun menyerang lawan secara bersamaan.


Wang Kai segera menangkis setiap pukulan dan tendangan dari empat bayangan dengan sangat cepat. Walaupun dikeroyok, dia tidak kewalahan. Akan tetapi, karena gangguan dari empat bayangan itu, dia melalaikan Chu Sying Chun yang menunggu kesempatan.


"Satu," Cao Tian Jun menghitung batas waktu guna Teknik Bayangan Merpati Putih.


"Dua," dilanjutkan oleh Chu Sying.


Setelah itu, Chu Sying Chun muncul dari atas kepala Wang Kai, dengan pedang tajam menghunus ke arah kepala lawan. Pangeran Shi dan semua pihaknya tercengang melihat kemunculan Chu Sying Chun yang tiba-tiba, dan sangat cepat.


Pangeran Shi segera melesat dengan kecepatan tinggi untuk menyelamatkan Wang Kai sebelum pedang lawan menancap. Cao Tian Jun tersenyum tipis karena sudah menunggu momen ini, dia menghilang dan muncul di depan Pangeran Shi.


Boom...


Ledakan keras ketika Cao Tian memukul hidung Pangeran Shi dengan kepalan tangan kirinya. Pangeran Shi terpental ke belakang.


Kemudian, pedang milik Chu Sying Chun menancap di ubun-ubun kepala Wang Kai. Seketika Wang Kai tewas berdiri, mata melotot tanpa bisa melihat Chu Sying Chun.


Aksi itu membuat semua orang tercengang karena perubahan yang tiba-tiba dan sangat cepat, sulit untuk dilihat dengan mata telanjang. Suasana di area arena pertandingan menjadi hening.


Semua orang melihat Guru Junior Chu Sying Chun menghentakkan kaki kanan di bahu Wang Kai, lalu mencabut pedangnya dari kepala lawan. Dia memutar tubuhnya di udara dengan elegan. Cao Tian Jun yang berada di dekat segera mengendong Chu Sying Chun.


Wang Kai tersungkur bersimbah darah di pasir. Pihak Dinasti Cao diam membisu melihat pemandangan yang mengerikan ini. Satu Guru Junior tewas di tengah arena dalam waktu singkat dan sulit untuk diterima oleh akal sehat.


"Keren...!!" seruan Wang Lee yang melihat Chu Sying Chun begitu mesra dengan Cao Tian Jun setelah mengalahkan lawan.


Bai Guan, Chu Xing-fu saling bertukar pandangan karena aksi Cao Tian Jun dan Chu Sying Chun begitu kompak, pergerakan mereka sangat serasi dalam bekerjasama.


"Kapan mereka berlatih bersama?" tanya Bai Guan kepada Chu Xing-fu.


Chu Xing-fu geleng-geleng kepala karena tidak tahu. Dia sebenarnya sangat kaget ketika Pangeran Shi ikut campur dalam pertarungan ini. Namun, sebelum dirinya bergerak untuk menyelamatkan putrinya, Cao Tian Jun tiba-tiba muncul di depan Pangeran Shi.


Leluhur Xia juga terkejut melihat aksi heroik yang merubah situasi pertandingan, dia penasaran dengan sosok pria bertopeng itu yang mengendong Chu Sying Chun.

__ADS_1


Pangeran Shi menghantam pasir, dan segera berdiri dan melesat ke arah Cao Tian Jun yang masih melayang di udara sambil mengendong Chu Sying Chun.


"Kalian curang dengan membunuh Guru Junior?!" bentakan Pangeran Yang setelah sadar dari keterkejutannya.


Semua orang dari Dinasti Cao juga sangat marah karena tewasnya Wang Kai, mereka segera mengeluarkan senjata untuk melawan Cao Tian Jun dan Chu Sying Chun.


Pihak Benua Timur juga mengeluarkan senjata dan siap untuk bertempur dengan musuhnya. Namun, Pangeran Shi segera menghentikan pihaknya sebelum bergerak.


"Siapa yang terlebih dahulu curang?" kegeraman Chu Sying yang membela kakaknya dan Cao Tian Jun.


"Ini pertarungan satu lawan satu, tap--" Pangeran Yang berhenti berbicara karena kakaknya melotot kepadanya.


Pangeran Shi tahu kesalahannya karena terlebih dahulu ikut campur. Seandainya dia tidak ikut campur, kemungkinan besar Wang Kai tidak akan tewas. Selain itu, tidak ada larangan membunuh selama berada di dalam arena pertandingan. Dua poin ini saja pihaknya sudah dinyatakan kalah dan salah.


Cao Tian Jun mendarat di tengah arena pertandingan dengan elegan, dia dan Chu Sying Chun saling berpandangan. Semenjak malam pertama di kamar waktu itu, mereka berdua belum berhubungan intim karena kesibukannya masing-masing.


Selama di dalam Dunia Jiwa, Cao Tian Jun juga tidak pernah berhubungan intim, sebab Chu Sying Chun dan semua wanitanya sedang berkultivasi tertutup. Diusianya yang masih muda dan produktif, dan juga pernah berhubungan intim, Cao Tian Jun jelas memiliki keinginan hasrat sangat besar.


Namun, keinginannya itu ditahan karena tidak ingin peristiwa pembantaian malam itu terjadi. Dia harus secepat mungkin untuk meningkatkan kekuatannya sendiri dan semua orang yang dikasihinya.


Sebelum Pangeran Shi berbicara.


"Kita masih kalah satu poin! Siapa lawan selanjutnya?" tanya Cao Tian Jun tanpa melihat Pangeran Shi yang berada di luar garis arena pertandingan.


"Tidak perlu dilanjutkan lagi! Pihak Anda menang!" keputusan Pangeran Shi yang sudah tahu pihaknya kalah walaupun masih unggul satu poin kemenangan.


"Kakak, kita--"


"Diam?!" bentakan keras dari Pangeran Shi sebelum Pangeran Yang menolak keputusannya ini.


Tewasnya Guru Junior Wang Kai merupakan kerugian besar bagi pihak Dinasti Cao, dan perburuan masih belum dimulai tetapi sudah kehilangan orang yang kuat. Jika bukan karena kesombongan Pangeran Yang, kejadian ini tidak mungkin terjadi.


Pangeran Shi meminta hadiah kepada ajudan Pangeran Yang. Segera ajudan itu memberikan cincin dimensi tingkat rendah. Pangeran Shi melemparkan cincin dimensi kepada Cao Tian Jun, namun Chu Sying Chun yang dengan sigap meraih cincin itu.


"Ayo, kita semua kembali dan mempersiapkan diri untuk perburuan!" perintah Pangeran Shi dan meninggalkan arena pertandingan.


"Lihat saja nanti!" ancaman Pangeran Yang sambil menatap tajam ke arah Cao Tian Jun dan Tim Phoenix, dia mengingat wajah musuhnya yang mengenakan topeng.


Kemudian, dia dan rombongannya mengikuti Pangeran Shi. Empat orang segera membawa jenazah Wang Kai dengan tergesa-gesa karena takut dengan Cao Tian Jun.


"Hore...!!" seruan semua orang dari Benua Timur karena untuk pertama kalinya berhasil mengalahkan pihak Dinasti Cao, musuh bebuyutan yang selalu menjadi momok bagi semua orang.


Chu Sying tertawa sambil melompat ke punggung Cao Tian Jun. Lalu Tim Phoenix, Tim Yin Meili dan semua anggota Akademi Merpati Putih kelas dua segera mengelilingi Cao Tian Jun agar identitasnya tidak diketahui.


"Malam ini kita pesta!!" teriakan Wang Lee kepada semua orang.


Bai Guan dan Chu Xing-fu tertawa bahagia karena murid-murid sekali lagi membawa nama harum bagi akademinya. Pangeran Anming mengembangkan senyuman hangat karena Benua Timur bisa membanggakan diri setelah kemenangan ini, ia kembali ke kapal angkasa untuk melihat kondisi ayahnya.


"Di zaman ini, yang tua akan melihat generasi muda mengukir prestasi. Apakah di zaman ini juga Klan Xia masih bisa menunjukkan taringnya?" gumam Leluhur Xia yang hatinya antara senang dan khawatir dengan perkembangan generasi muda saat ini.


Dia menghela nafas panjang karena teringat dengan kondisi cucunya yang semakin hari semakin memburuk. Racun Naga Hitam telah menyerang otak Kaisar Xia. Jika keadaan ini tidak segera ditangani, Kaisar Xia jelas tidak mungkin bisa melihat masa depan.


Dengan berjalan gontai, Leluhur Xia masuk ke dalam kapal angkasa untuk melihat kondisi cucunya. Namun, baru saja sampai di depan pintu dek kapal, dia mendengar suara Pangeran Shi yang sangat keras.


"Pertarungan kita di dalam Wall Moon!"


Cao Tian Jun tersenyum mendengar ancaman Pangeran Shi, dia membalas ucapannya, "jika kalian tidak sibuk ...!"

__ADS_1


Ucapan Cao Tian Jun membuat semua orang kebingungan karena tidak tahu maksudnya.


__ADS_2