
Bab 75. Lou Bingwen Melarikan Diri.
Ketika Lou Bingwen menertawakannya, Cao Tian Jun menggunakan Mata Surgawi untuk memeriksa kekuatan lawan. Ternyata lebih kuat darinya 2 level. Akan tetapi, dia tidak takut kepada Lou Bingwen, walaupun lawannya lebih unggul dengan dukungan kekuatan dari kabut hitam.
Setelah Lou Bingwen berhenti tertawa, dia bertanya, "aku memiliki batasan dan akan memberikan sesuai kemampuan. Hanya tuanku yang mampu mengabulkan semua keinginanmu. Sebutkan, apa permintaanmu?"
Cao Tian Jun berpura-pura berpikir keras. Setelah beberapa saat, dia menjawab, "permintaanku tidak sulit, cukup kamu bunuh diri saja!"
Spontan, tubuh Lou Bingwen gemetaran karena sangat marah, dia jelas tidak mungkin mengabulkan permintaan ini. Kabut hitam makin meluap-luap dan berkumpul disekitar tubuhnya.
"Aku sudah memberikan kau kesempatan, namun kau justru membuangnya. Jadi, kematian adalah ganjaranmu."
Setelah Lou Bingwen berbicara, dia mengayunkan pukulan jarak jauh ke arah Cao Tian Jun. Pukulannya mengeluarkan warna hitam yang mengandung energi Dark Matter.
Pukulan Lou Bingwen berubah menjadi sosok tengkorak yang membuka mulut, dengan ukuran yang sangat besar, kedua mata tengkorak itu berwarna merah darah, sangat menyeramkan bagi orang lain.
Bukannya menghindari pukulan Lou Bingwen, Cao Tian Jun merentangkan kedua tangannya ke samping kanan dan kiri, seolah-olah menerima pukulan tanpa ada perlawanan, alias pasrah.
Ketika pukulan Lou Bingwen akan mengenai Cao Tian Jun, pori-pori tubuhnya segera terbuka dan menyerap pukulan lawan.
Di puncak pohon mati, semua orang melihat apa yang dilakukan oleh Cao Tian Jun yang terlihat pasrah. Yuan Zhen jelas kaget, dan buru-buru menyelamatkan calon suaminya. Akan tetapi, Panglima Perang mencegahnya.
Kekhwatiran Yuan Zhen tidak terbukti, ia melihat tubuh Cao Tian Jun tidak hancur terkena pukulan Lou Bingwen. Di kejauhan, pukulan itu seakan-akan menguap ketika mengenai tubuh Cao Tian Jun.
Lou Bingwen jelas yang paling tidak percaya pukulannya menguap begitu saja, dia kembali melepaskan pukulan bertubi-tubi. Sedangkan binatang mistik telah banyak yang ditumbangkan oleh keenam bayangan milik Cao Tian Jun.
Sekali lagi, Cao Tian Jun tidak menghindari pukulan lawannya karena mendapatkan manfaat dari energi Dark Matter. Dantian-nya yang kosong setelah menerobos, kini mulai terisi energi berkat serangan lawan.
Dengan cepat pukulan berenergi itu menghujani tubuh Cao Tian Jun. Sekali lagi, membuat Lou Bingwen tercengang karena pukulannya kembali menguap dan tidak sedikitpun melukai lawannya.
"Apakah tuanku berbohong?" batin Lou Bingwen yang skeptis terhadap perkataan Tian Sun.
Tian Sun pernah berkata kepada Lou Bingwen, jika Dark Matter akan memberikan kekuatan serta keabadian. Namun nyatanya, pukulannya kali ini tidak sedikitpun melukai lawan, dan berbeda ketika bertarung dengan pasukan Kerajaan Bintang Laut waktu itu. Dengan menggunakan kekuatan Dark Matter, dia mampu mengalahkan banyak pasukan Kerajaan Bintang Laut.
Karena kekuatan kabut hitam tidak berpengaruh terhadap lawan kali ini, akhirnya Lou Bingwen memutuskan menggunakan kekuatannya sendiri. Dia menggunakan teknik andalan Kuil Sembilan Kematian, yaitu Kitab Sembilan Kematian.
"Cakar Macan Penghancur Tulang!" pekik Lou Bingwen yang mengeluarkan jurus pertama dari Kitab Sembilan Kematian.
Lou Bingwen melakukan gerakan dengan kedua tangan seperti seekor macan sedang mencabik-cabik korbannya. Setiap tebasan cakaran itu melesat ke arah Cao Tian Jun.
Dengan serangan lawannya kali ini, Cao Tian Jun tidak menerima serangan seperti sebelumnya, dia kembali mengeluarkan Teknik Langkah Bayangan Merpati untuk mengelabuhi lawan. Dan benar saja, serangan Lou Bingwen hanya mengenai keenam bayangannya.
__ADS_1
Sedangkan Cao Tian Jun tiba-tiba muncul di sisi kanan Lou Bingwen, dan segera melepaskan pukulan yang mengandung kekuatan petir.
Sayangnya, Lou Bingwen mengetahui dengan menangkis pukulannya, dia segera menyerang balik. Akan tetapi, Cao Tian Jun juga menghindari setiap serangannya dan membalas dengan pukulan.
Pertarungan jarak dekat sangat sengit, saling menghindar dan menyerang balik. Ketika Cao Tian Jun terpukul dadanya, dia segera membalas serangan dan juga mengenai dada lawannya.
Benturan keras antar pukulan memicu gelombang kejut yang memporak-porandakan sekitar mereka berdua.
Kali ini, kekuatan Cao Tian Jun terlihat jelas oleh semua orang yang berada di puncak pohon mati, mereka selalu memuji Cao Tian Jun. Usia akan genap 18 tahun sudah memiliki kekuatan tingkat True God level 3.
Yuan Zhen, Permaisuri Juan dan Yi Panyun merasa bangga memiliki suami muda yang super jenius. Namun mereka bertiga juga tegang karena lawan lebih unggul 2 level.
Panglima Perang tidak mau hanya menonton saja, dia berinisiatif untuk membantu Cao Tian Jun karena kekuatannya setara. Dia segera bergerak bersama para prajuritnya dan kultivator.
Yuan Zhen yang ingin membantu Cao Tian Jun segera dicegah oleh Permaisuri Juan dengan alasan agar tidak menjadi beban...
Cao Tian Jun perlahan-lahan mulai mundur dan membuat Lou Bingwen makin beringas menyerangnya. Lou Bingwen belum menyadari jika Cao Tian Jun sengaja tersudut karena sedang menyerap energi kabut hitam.
Mengetahui jika Panglima Perang bersama para prajurit mendekat, Cao Tian Jun segera berkomunikasi telepati, "Paman Sun, jangan mendekat! Lawan binatang mistik terlebih dahulu. Setelah aku berhasil memukulnya, saat itu Paman segera memberikan serangan fatal!"
Panglima Perang tahu tujuan Cao Tian Jun, jadi dia segera memerintahkan semua prajuritnya untuk melawan binatang mistik. Sedangkan dirinya mencari tempat persembunyian untuk memberikan serangan mendadak.
Cao Tian Jun merasakan dantian-nya penuh dan sedikit lagi akan menerobos. Seandainya tidak ada orang yang melihatnya, dia sudah pasti akan mengeluarkan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa untuk mengalahkan Lou Bingwen.
Lou Bingwen bukannya tidak mengetahui jurus dari Kitab Halilintar Ungu, dia sudah tahu dan dengan semangat melancarkan serangannya karena yakin tekniknya lebih unggul. Akan tetapi, setiap serangannya selalu bisa dihindari, hal ini membuatnya menjadi kesal.
"Cakar Macan Penghancur Karang!" teriakkan Lou Bingwen yang mengeluarkan jurus kedua dari Kitab Sembilan Kematian.
Kedua tangan Lou Bingwen berubah menjadi raksasa yang mengarah dari sisi kanan dan kiri dari posisi Cao Tian Jun. Untuk mengatasi serangan lawan, Cao Tian Jun segera mengeluarkan jurus keempat dari Kitab Halilintar Ungu, yaitu jurus Halilintar Musim Dingin.
Serat-serat petir membentuk sebuah kubah kebiruan yang melindungi Cao Tian Jun sebelum terkena serangan lawan. Ledakan hebat ketika serangan Lou Bingwen membentur dinding petir.
Lou Bingwen sedikit terkejut serangannya kembali tidak mengenai lawannya, bahkan dinding dari serat-serat petir itu tidak hancur. Dia segera melepaskan serangan ketika mendapatkan serangan balik dari kubah petir.
Lou Bingwen sedikit lega serangan itu tidak mengenainya. Namun yang paling mengejutkannya, dia melihat Cao Tian Jun meningkatkan kekuatan dalam situasi seperti ini.
Panglima Perang yang melihat Cao Tian Jun naik 1 level juga ikut tercengang, tapi masih mampu mengontrol diri agar persembunyiannya tidak diketahui oleh lawan.
"Kekuatan lawan lebih unggul tapi mampu mengimbanginya sudah merupakan prestasi yang luar biasa. Kini kekuatannya meningkat, apa yang akan terjadi nanti?" gumam panglima perang yang ingin melihat aksi Cao Tian Jun setelah menerobos.
Lou Bingwen melihat seringai kejam muncul disudut bibir Cao Tian Jun, perasaannya seketika menjadi buruk. Dia merasa sedang diintai oleh banyak mata serigala.
__ADS_1
Perlindungan petir menghilang setelah memberikan serangan balik kepada Lou Bingwen. Cao Tian Jun kembali mengeluarkan enam bayangan yang langsung menyerang lawannya.
Lou Bingwen tidak panik karena tahu Teknik Langkah Bayangan Merpati khas dari Akademi Merpati Putih, dia segera mengeluarkan jurus andalannya untuk menghancurkan enam bayangan.
Akan tetapi, Cao Tian Jun muncul di belakangnya dengan pukulan yang telah mengarah ke punggung lawannya. Lou Bingwen yang baru saja melepaskan pukulan berenergi ke arah bayangan jelas kaget dengan serangan menyelinap.
Lou Bingwen segera melesat ke depan sambil membalikkan badan, dia tercengang melihat pukulan lawan lebih mengerikan dari sebelumnya. Dia segera melepaskan pukulan agar terhindar dari serangan lawan.
Sayangnya, Cao Tian Jun menggunakan jurus ketujuh dari Kitab Halilintar Ungu yang memiliki kecepatan lebih tinggi dari sebelumnya. Lou Bingwen yang terlambat menghindar, serangan itu mengenai dada kirinya.
Boom...
Lou Bingwen menghantam tanah sangat keras. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Panglima Perang yang keluar dari persembunyiannya, segera menyerangnya. Dan, terdengar suara daging yang teriris saat punggung Lou Bingwen terkena pedang milik Panglima Perang.
"Arghh...!" teriakkan Lou Bingwen saat punggung bagian belikat terkena sabetan pedang hingga hampir terputus. Lalu dia melihat Cao Tian Jun melepaskan pukulan.
Sebelum pukulan Cao Tian Jun dan serangan dari Panglima Perang mengenainya, Lou Bingwen segera berubah menjadi kabut hitam untuk melarikan diri. Kabut hitam melesat melewati pepohonan lebat.
Cao Tian Jun dan Panglima Perang tidak mengejarnya kabut hitam yang telah lenyap tertelan kegelapan malam. Panglima Perang menghela napas berat karena gagal membunuh utusan The King Of Dark Matter.
"Entah esok atau suatu hari, kita pasti mengalahkannya, Paman!" hibur Cao Tian Jun agar Panglima Perang tidak kecewa.
"Ya, kita pasti akan mengalahkannya!" keyakinan Panglima Perang sambil melihat prajurit dan kultivator bersorak-sorai karena berhasil melewati malam ini dengan kemenangan.
Setelah Lou Bingwen melarikan diri, banyak binatang mistik yang kabur karena mengikuti pemimpinnya. Cao Tian Jun malas menggunakan Mata Surgawi karena tahu tujuan pelarian Lou Bingwen, dia segera kembali ke puncak pohon mati.
Pertarungan malam ini memberikan banyak pelajaran bagi Cao Tian Jun. Dengan begini, dia sedikit banyak memahami kekuatan lawannya, kejadian ini juga menambah pengalamannya. Sekelas Lou Bingwen saja sudah merepotkan, apalagi nanti bertarung dengan The King Of Dark Matter.
Kembalinya Cao Tian Jun, disambut dengan pelukan dari Yuan Zhen yang selalu khawatir.
...****************...
Siang hari, di dekat Jurang Berkabut, sebelum pertarungan antara Cao Tian Jun dengan Lou Bingwen.
Beberapa bangsawan yang berniat mengkhianati Kerajaan Bintang Laut, disergap oleh bandit Jurang Berkabut. Mereka pun bertempur habis-habisan daripada harus mati karena disiksa.
Awalnya, mereka menunggu kedatangan pasukan Kekaisaran Xia di dekat Jurang Berkabut, sesuai dengan kesepakatan. Setelah melewati Teluk Black Vortex, seharusnya pasukan Kekaisaran Xia telah tiba. Namun, setelah ditunggu-tunggu hingga malam hari, mereka belum juga tiba.
Justru tempat persembunyian bangsawan itu ditemukan oleh bandit Jurang Berkabut. Bangsawan yang terkepung, mau tidak mau harus bertarung untuk mempertahankan hidup. Namun, apalah daya para bangsawan kalah jumlah, dan akhirnya mereka pun dikalahkan oleh Bandit Jurang Berkabut.
Bandit Jurang Berkabut memenggal leher para bangsawan karena dendam, mereka tidak sedikitpun merasakan kasihan. Sayangnya, karma datang lebih cepat, semua bandit juga mati terbunuh oleh binatang mistik yang dipimpin oleh Lou Bingwen.
__ADS_1
Kini, semua bangsawan dan bandit hidup kembali karena dirasuki oleh kabut hitam, dan menjadi budak bagi The King Of Dark Matter. Lou Bingwen memerintahkan mereka untuk berkumpul di Kerajaan Bintang Laut, lalu dia segera menuju ke Hutan Kayu Mati untuk menangkap Permaisuri Juan dan Panglima Perang.
...****************...