
Bab 39. Mendapatkan Tanaman Roh Mandrake.
Di sarang Hou Bulu Emas, Tim Phoenix tidak semulus Cao Tian Jun yang mendapatkan madu Kumbang Api, mereka berebut tanaman roh Mandrake dengan murid lain. Ternyata, sebelum mereka datang, murid dari Sekolah Surga Kesembilan terlebih dahulu datang, tapi mereka tidak segera masuk ke sarang Hou Bulu Emas untuk mencari kesempatan.
Kesempatan datang ketika Tim Phoenix yang berinsiatif untuk bergerak terlebih dahulu, di mana mereka telah berhasil memancing kawanan Hou Bulu Emas keluar dari sarangnya. Saat Fang Yin, Xue Yue dan Xiao Yu memancing kawanan Hou Bulu Emas, Chu Sying, Zhou Qionglin, Mu Bingyun dan Li Jiancheng mengambil tanaman roh Mandrake.
Sebelumnya mendapatkannya, mereka berempat keburu dihadang oleh murid dari Sekolah Surga Kesembilan, yang dipimpin oleh murid inti bernama Ji Daotai, anak dari Ji Guang yang merupakan wakil ketua Bela diri Sekolah Surga Kesembilan.
Akhirnya mereka berempat bertarung dengan murid dari Sekolah Surga Kesembilan yang berjumlah sepuluh orang.
Karena kalah jumlah, Chu Sying dan lainnya memilih untuk mundur, sebab batas waktu yang ditentukan oleh Fang Yin telah habis, batas waktu untuk memancing kawanan Hou Bulu Emas. Mereka berempat bukan karena kalah dari rivalnya, melainkan lebih mengutamakan keselamatan daripada merebut tanaman roh Mandrake yang belum tentu bisa didapatkan dengan mudah.
"Urusan kita belum berakhir!" ancaman Chu Sying yang sangat kesal dengan Ji Daotai.
"Takut atau memang pengecut!" sahut Ji Daotai, dia bersama timnya menertawakan Chu Sying dan Tim Phoenix.
Pergelangan Chu Sying segera ditahan oleh Zhou Qionglin sebelum menyerang Ji Daotai, sebab sudah waktunya untuk keluar dari sarang kawanan Hou Bulu Emas. Akhirnya mereka pun dengan cepat bersembunyi di tempat semula, dan tetap mengawasi Ji Daotai bersama kelompoknya.
Dan bodohnya lagi, Ji Daotai dan timnya tidak mundur, mereka memilih untuk mendapatkan tanaman roh Mandrake secepatnya, sebab mereka melihat target di depan mata yang belum menyembunyikan diri.
Tidak berselang lama, datang Fang Yin, Xue Yue dan Xiao Yu. Dan terkejut melihat Chu Sying dan yang lainnya yang terlihat kesal, pakaian basah kuyup karena keringat.
"Apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Fang Yin.
"Gara-gara mereka kita gagal!" jawab Chu Sying dengan nada kesal, sambil menunjuk ke arah Ji Daotai.
Fang Yin dan yang lainnya melihat lokasi sarang Hou Bulu Emas, dan melihat Ji Daotai.
"Jika mereka berhasil lolos dari Hou Bulu Emas, kita sergap mereka!" rencana Fang Yin yang terdengar tidak terima dimanfaatkan oleh Ji Daotai.
"Iya, rencana kita juga begitu...!" sahut Mu Bingyun dan menceritakan bagaimana mereka bisa gagal.
Sedangkan Ji Daotai dan timnya segera mengepung tanaman roh Mandrake yang mampu bersembunyi di dalam tanah. Mereka mengeluarkan jaring khusus untuk memburu tanaman roh yang bisa bergerak.
__ADS_1
Jaring mereka dilemparkan untuk menangkap tanaman roh Mandrake. Sayangnya, di saat salah satu jaring berhasil mengurung target, tiba-tiba tanaman roh Mandrake menghilang di hadapan mata.
"Cepat kalian gali!" perintah Ji Daotai yang menduga jika tanaman roh Mandrake lebih cepat masuk ke dalam tanah.
Segera empat rekannya menggali tanah yang merupakan tempat persembunyian tanaman roh Mandrake. Tapi, kawanan Hou Bulu Emas sudah mendekati sarangnya.
"Kalian semua ikuti aku untuk mengulur waktu sampai teman kita mendapatkannya!" sekali lagi Ji Daotai memberikan perintah kepada timnya.
Segera Ji Daotai bersama temannya menghadapi kawanan Hou Bulu Emas yang jumlahnya lebih banyak. Mereka membuat Formasi khas Sekolah Surga Kesembilan, yaitu Formasi Array yang dikhususkan untuk bertarung, Formasi Pemanggilan Roh Binatang Iblis.
Keluar lingkaran hitam di bawah kaki mereka. Dengan cepat keluar dari dalam lingkaran hitam sesosok makhluk buas, itu adalah roh binatang iblis yang disebut dengan Kera Api berlengan empat, tubuhnya setinggi enam meter dan berapi-api, dari keempat tangannya membawa senjata kapak yang juga mampu mengeluarkan api.
Kera Api tahu tugasnya, dia segera menyerang kawanan Hou Bulu Emas dengan ganas. Pertarungan sangat sengit, walaupun Kera Api dikeroyok oleh Hou Bulu Emas tidak sedikitpun mundur. Ji Daotai dan timnya terus mengeluarkan energi spiritual yang dibutuhkan oleh Kera Api agar bisa bertarung.
"Cepat kalian tangkap itu Mandrake!" teriak Ji Daotai yang tidak bisa berlama-lama mengeluarkan energi spiritual untuk mengendalikan Kera Api.
Teman-temannya yang menggali tanah hanya bisa mematuhi Ji Daotai, namun setelah menggali tanah sedalam tiga meter masih belum menemukan jejak tanaman roh Mandrake.
Tiba-tiba muncul Cao Tian Jun di belakang Tim Phoenix, dia melihat Ji Daotai yang menggunakan Formasi Pemanggilan Roh Binatang Iblis untuk melawan Hou Bulu Emas. Sedangkan Yan Yan telah kembali menjadi kalung berlian yang tersembunyi di balik pakaian milik Cao Tian Jun.
"Buat apa susah-susah bertarung dengan Hou Bulu Emas," kata Cao Tian Jun dengan santainya.
Sontak ucapan Cao Tian Jun mengejutkan Tim Phoenix, mereka membalikkan badan. Semakin terkejut saat melihat Cao Tian Jun sudah mendapatkan tanaman roh Mandrake, dimana sudah berada di dalam kurungan yang terbuat dari bahan bambu kuning.
"Bagaimana kamu ...!" Fang Yin sampai tidak mampu berkata-kata dengan kehebatan Cao Tian Jun yang sudah berhasil mendapatkan tanaman roh Mandrake.
"Luar biasa kamu!" seruan Chu Sying yang memuji Cao Tian Jun, dan satu per satu semua wanita pun bertanya.
"Mereka tidak mempelajari sifat tanaman roh Mandrake. Jenis ini berusia lebih dari 250 tahun, dan tahu bagaimana caranya membuat ilusi selain mengendalikan akar-akarnya untuk menyerang...," jawab Cao Tian Jun yang berbicara panjang lebar tentang sifat-sifat tanaman roh yang memiliki kecerdasan.
Padahal, dia sengaja tidak memberitahukan kepada timnya tentang kemampuannya dalam Teknik Perubahan Wujud yang telah sempurna. Dia berkata jika mencegat pelarian tanaman roh Mandrake ketika membuat ilusi, dan ucapannya dipercayai oleh Tim Phoenix.
Kecuali Fang Yin yang curiga jika Cao Tian Jun tidak segera kembali karena terlebih dahulu untuk mengambil tanaman roh. Masalahnya, apa tujuannya tidak mengambil tanaman roh bersama-sama, dan justru seorang diri mengambilnya?
__ADS_1
"Mungkin karena dia memang tahu sifat tanaman roh Mandrake!" batin Fang Yin yang memutuskan untuk mempercayai perkataan Cao Tian Jun.
Sebelumya, saat tim Ji Daotai bergerak untuk menangkap tanaman roh Mandrake, Cao Tian Jun sudah mengetahuinya ketika baru menyusul Tim Phoenix, dia segera bertindak untuk mengambil tanaman roh Mandrake sebelum terperangkap jaring khusus. Dengan Teknik Perubahan Wujud, dia mampu mengambilnya tanpa diketahui oleh siapapun.
Tanaman roh Mandrake sebesar binatang kucing dewasa, memiliki banyak akar yang memiliki banyak manfaat selain buah dan bunganya. Setiap akarnya bisa dijadikan Pil Penambahan Vitalitas, bagian Mandrake Berry bisa digunakan untuk kecantikan wajah, bagian Mandrake Flower bisa digunakan sebagai obat untuk mencegah infeksi. Dan bagian Mandrake yang paling utama dan memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk meningkatkan kekuatan jika dijadikan pil.
Dan, Fang Yin akan menggunakan bagian utama tubuh Mandrake untuk memperkuat fisiknya, sesuai dengan Teknik Ulat Sutera Langit. Tapi, ia masih memerlukan banyak tanaman roh jenis lainnya.
Dengan santainya Cao Tian Jun memberikan kurungan bambu kuning kepada Fang Yin. Dengan senang hati Fang Yin menerimanya. Dan Tim Phoenix mengerubutinya untuk melihat tanaman roh tersebut.
Sebenarnya Cao Tian Jun sudah pernah mendapat tanaman roh Mandrake di Lembah Naga Hitam, oleh karena itu dia tahu cara untuk mendapatkannya, hanya dengan kurungan bambu kuning tanaman roh Mandrake bisa dijinakkan.
"Aku hanya membutuhkan separuhnya saja. Sisanya kalian bisa bagi," ucap Fang Yin kepada Cao Tian Jun dan timnya.
Jika tanaman roh Mandrake diketahui oleh orang lain, maka bisa menjadi rebutan karena sangatlah langka, apalagi usia di atas 250 tahun. Jika dilelang akan menjadi rebutan banyak penguasa. Semakin banyak usia tanaman roh, maka akan semakin berkhasiat.
"Ayo, kita cari yang lainnya. Hari ini kita sudah untung besar," ajak Cao Tian Jun yang ingin sesegera mungkin menyelesaikan misi bersama.
Cao Tian Jun dan tim kembali melihat Ji Daotai sebelum meninggalkan wilayah Hou Bulu Emas. Ji Daotai terlihat tidak mampu lagi mengeluarkan energi spiritual untuk mengendalikan Kera Api.
Kembali Fang Yin dan Xue Yue memimpin jalan, kali ini mereka menuju ke bagian terdalam Pegunungan Lima Jari.
"Selanjutnya kita cari Leaping Toadstool (Jamur Payung Melompat)," kata Fang Yin sambil memimpin jalan.
Semua wanita menghela napas berat, sebab Jamur Payung Melompat tidak kalah sulit dari tanaman roh Mandrake. Kecuali Cao Tian Jun yang tetap santai sambil melihat sekelilingnya.
Seperti tanaman roh Mandrake, Leaping Toadstool juga dijaga oleh binatang mistik, jenis ini memang adalah jamur; mampu melompat setinggi tiga meter jika usianya di atas 250 tahun, lebih gesit dari sebelumnya. Selain itu, Leaping Toadstool tumbuh di batang pohon, dan juga dijaga oleh burung, biasanya burung Elang jenis Gale.
Gale merupakan salah satu binatang setengah manusia, wajah menyerupai Elang dan tubuh manusia, memiliki sepasang sayap dan kedua kakinya tetap menyerupai cakar. Kedua tangannya seperti manusia, dan membawa senjata tombak.
Tingkat kesulitannya, jauh lebih sulit dari pada menghadapi Hou Bulu Emas, Gale secerdas manusia dan ahlinya di udara. Untuk kekuatannya, setara dengan kultivator tingkat Deity.
Apakah Cao Tian Jun dan Tim Phoenix mampu mendapatkan Leaping Toadstool?
__ADS_1