
Bab 120. Bertemu Dengan Tian Sun Di Pegunungan Kunlun.
Berkat Teknik Teleportasi, Cao Tian Jun lolos dari serangan kekuatan yang jauh melampauinya. Dengan nafas terengah-engah dan wajah pucat, dia melihat ke arah Kota Suku Xi.
Dia tak menyangka di Benua Timur tersembunyi kultivator kuat. Jika tahu, dia jelas tidak akan bertindak ceroboh hanya karena keinginan untuk membalas dendam.
Merasa tidak dikejar oleh orang yang hampir membunuhnya, dia bergegas mengikuti Kepala Suku Xi yang sudah keluar dari wilayah Black Dessert. Dengan jejak yang ditinggalkan oleh pasukan ular, tidak sulit baginya untuk menyusul mereka.
Saat ini, Kepala Suku Xi dan sekutunya berkumpul di perbatasan Pegunungan Lima Jari. Dan, dengan wujudnya yang menjadi udara, kehadirannya tidak diketahui oleh pasukan ular.
Namun, sebelum mendekati Kepala Suku Xi dan sekutunya yang sedang beristirahat, terdengar suara Crown Stone yang memberikan saran.
"Penguasa, alangkah baiknya mengambil Batu Keabadian yang lain!"
Cao Tian Jun seketika berhenti dan memikirkan sarannya. Setelah mengalami dua kejadian yang hampir merenggut nyawanya, saran dari Crown Stone memanglah tetap. Dengan memiliki kekuatan yang lebih mumpuni, maka sewaktu-waktu siap untuk menghadapi lawan yang lebih tangguh.
Tanpa membuang waktu lagi untuk mendapatkan Sacral Stone yang berada di wilayah Kuil Sembilan Kematian, Cao Tian Jun bergegas menuju ke timur.
Baru saja terbang sejauh 309 meter dari pasukan ular, Cao Tian Jun merasakan aura yang sangat kuat dari belakangnya, aura orang yang hampir membunuhnya.
Sambil terbang, dia menoleh ke belakang. Mata Surgawi-nya melihat sosok wanita bercadar berpakaian hijau yang baru tiba di lokasi Kepala Suku Xi. Kepala Suku Xi Yu Zhong dan yang lainnya segera berlutut sebagai bentuk rasa hormatnya kepada wanita bercadar itu.
"Sialan, wanita itu lagi!?" kegeraman Cao Tian Jun yang akhirnya tahu siapa sosok yang hampir membunuhnya.
Wanita bercadar itu adalah wanita yang sama ketika Cao Tian Jun mengambil Root Power Stone di Kuil Atas Awan, yang tidak lain adalah Ratu Ular Surgawi.
Tanpa memikirkan wanita itu yang tidak dikenalinya, Cao Tian Jun meningkatkan kecepatan terbangnya. Dia khawatir wanita kuat itu mengetahui keberadaannya yang dekat dengan pasukan ular.
Namun, Ratu Ular Surgawi melihat ke arahnya, ia tidak peduli dengan sapaan dari Kepala Suku Xi dan sekutunya.
"Lanjutkan rencana. Aku akan menangkap orang yang menghancurkan wilayahku!" perintah Ratu Ular Surgawi yang segera terbang mengejar Cao Tian Jun.
Kepala Suku Xi, Yu Zhong dan semua orang kebingungan karena Ratu Ular Surgawi terlihat begitu marah. Sepeninggal Ratu Ular Surgawi, datang penjaga wilayah, Xi Xī dan ketiga rekannya. Segera Kepala Suku Xi bertanya kepada Xi Nán...
Karena penyamaran Cao Tian Jun yang berbeda dari sebelumnya, Ratu Ular Surgawi belum mengetahui jika pria yang menghancurkan Kota Suku Xi adalah pria yang sedang dicari-cari olehnya.
Saat baru memasuki wilayah Pegunungan Kunlun, Cao Tian Jun dengan panik masuk ke dalam hutan karena merasakan aura Ratu Ular Surgawi. Dia belum mengetahui jika berada di pegunungan yang lebih mengerikan dan berbahaya dari Pegunungan Lima Jari, dan melenceng jauh dari arah tujuannya yang seharusnya ke Perguruan Sembilan Kematian.
Ratu Ular Surgawi berhenti sejenak karena Cao Tian Jun hilang dari pandangan matanya saat tertutupi lebatnya hutan.
__ADS_1
"Lepas dariku, justru memasuki neraka. Sengaja atau memang tidak tahu!" gumam Ratu Ular Surgawi yang heran.
Ia tersenyum tipis dan kembali mengejar Cao Tian Jun Cao. Ratu Ular Surgawi ingin tahu seberapa hebatnya Cao Tian Jun bisa bertahan hidup di Pegunungan Kunlun. Nalurinya sebagai seorang wanita, memintanya terus untuk mengejar Cao Tian Jun.
Konon katanya, Pegunungan Kunlun dikuasai oleh seorang pria tua kejam yang ahli dalam racun, sihir, dan tentunya ahli dalam Formasi Array. Pria itu dikenal dengan sebutan Dewa Racun.
Karena Pegunungan Kunlun banyak sekali jenis tanaman, pohon dan binatang yang beracun, tidak banyak orang yang berani menginjakkan kakinya di wilayah terluar. Jika dengan sengaja masuk, sudah dipastikan orang tersebut tidak akan pernah bisa lagi keluar.
Cao Tian Jun yang baru masuk ke Hutan Kunlun, dia seketika menghirup racun yang keluar dari tanaman yang baru dilewatinya. Dia hanya mengernyitkan alisnya karena racun tanaman sedikit membuat hidungnya gatal. Karena sepanjang masa kecilnya hidup Hutan Naga Hitam yang banyak racunnya, dia tidak sedikitpun mendapatkan dampaknya.
Kecuali ketika dirinya digigit oleh Meng Xiu dan Tao Lien yang mengakibatkan jaringan darahnya terkontaminasi oleh racun, namun itu hanya sesaat karena kekebalan tubuhnya.
Namun, dampak yang belum disadarinya, skill penyamarannya tidak lagi berfungsi. Dengan kata lain, saat ini dia dalam wujud aslinya. Cao Tian Jun melompati cabang batang pohon ke batang pohon lainnya, gerakannya sangat cepat karena panik.
Sesekali, dia melihat ke belakang untuk memastikan apakah Ratu Ular Surgawi tidak mengejarnya. Dia sedikit lega karena Ratu Ular Surgawi tidak terlihat.
Tiba-tiba Cao Tian Jun berhenti karena melihat tanaman langka yang mengandung racun. Bentuk daunnya menyerupai jari telapak tangan manusia, setiap ujung jari daun itu runcing mengeluarkan air yang beracun, daunnya berwarna merah.
Daun itu salah satu tanaman langka yang dibutuhkan dalam pembuatan Pil Terobosan, namanya Tanaman Cetakan Setan. Setiap batang tanaman itu terdapat 7 daun, dan Cao Tian Jun membutuhkan 14 daun. Jadi, dia harus mendapatkan dua tanaman Cetakan Setan.
"Kaya juga hutan ini!" gumamnya sambil melihat ladang tanaman Cetakan Setan.
Tanpa sedikitpun takut dengan binatang mistik Landak, dia turun dari cabang batang pohon. Dan jelas kehadirannya diketahui oleh penjaga tanaman Cetakan Setan. Segera binatang Landak menyerang Cao Tian Jun dengan menggunakan duri-durinya.
Cao Tian Jun jelas kaget karena Teknik Perubahan Wujudnya diketahui. Segera dia menyadari jika penyamarannya dinetralisir oleh racun. Dia segera melompati ke kanan untuk menghindari serangan duri Landak.
Baru saja berhasil menghindar, Cao Tian Jun melihat Landak itu menggulung tubuh sehingga seperti roda, lalu melesat ke arahnya. Kali ini, dia tidak menghindar, justru mengepalkan tangan kanannya.
Boom...
Dengan sekali pukulan, binatang Landak terpental ke belakang dan menabrak banyak tanaman Cetakan Setan. Sebelum binatang Landak kembali menggulung tubuh, Cao Tian Jun menghentakkan kaki kanan dan melesat ke arah binatang Landak.
Boom boom boom...
Ledakan teredam ketika Cao Tian Jun menghujani tubuh binatang Landak dengan pukulannya. Binatang Landak memekik keras karena kesakitan.
"Berani memasuki wilayahku dan membuat onar, keberanian yang besar!"
Cao Tian Jun segera melompat mundur saat mendengar suara pria tua yang sangat marah. Lalu dia melihat kabut hitam keluar dari dalam tanah yang dekat dengan binatang Landak.
__ADS_1
Dengan cepat kabut hitam itu berubah menjadi wujud mengerikan, wujud yang membuat Cao Tian Jun terkejut karena mengenalinya, yang tidak lain adalah Tian Sun - The King Of Dark Matter.
"Jadi kau murid Akademi Merpati Putih kelas dua yang membuat onar!" Tian Sun juga terkejut saat melihat Cao Tian Jun.
Yang lebih mengejutkannya karena kekuatan Cao Tian Jun yang mampu mengalahkan tingkat Profound God. Terakhir melihatnya di Desa Bunga, kekuatannya masih berada di tingkat Crossing Tribulation.
"Bagaimana caranya dia meningkatkan kekuatan dengan sangat cepat dalam waktu beberapa bulan ini?" batin Tian Sun.
Demikian juga dengan Cao Tian Jun yang lebih terkejut, sebab musuhnya ini tidak lagi berada di tingkat Golden God, tetapi berada di tingkat Almighty God, naik 9 tingkat dalam waktu kurang dari sebulan.
"Jadilah muridku, aku jamin kekuatanmu akan cepat meningkat!" rayuan Tian Sun yang tidak ingin membunuh Cao Tian Jun karena masih muda dan berbakat.
Selain itu, dia melihat Cao Tian Jun seperti putranya yang dibunuh oleh Kaisar Xia - mertuanya. Seandainya Tian Sun mengetahui jika Cao Tian Jun adalah musuh yang pernah mengalahkannya di wilayah Kerajaan Bintang Laut, sudah pasti akan membunuhnya.
"Maaf, Senior! Saya sudah memiliki guru!" tolak Cao Tian Jun dengan nada sopan.
Kesopanannya karena yakin bahwa musuhnya tidak mengetahui penyamarannya saat bertarung waktu itu. Dia juga tidak ingin melawannya karena jauh kalah kuat.
"Guru dari akademi? Mereka lemah dan menyia-nyiakan bakat sepertimu! Sudahlah, jangan memikirkan mereka, jadilah muridku!" Tian Sun jelas meremehkan semua guru Akademi Merpati Putih kelas dua, sebab dirinya saat ini mampu mengalahkan mereka dan juga semua musuhnya.
Cao Tian Jun tidak segera menjawab karena berpikir bagaimana caranya agar bisa melarikan diri dari Tian Sun. Yang jelas, dia tidak mungkin mau menjadi murid dari musuhnya ini. Selain itu, dia memikirkan ketiga istrinya yang berada di Kerajaan Bintang Laut. Dia khawatir musuhnya ini telah membunuh mereka.
"Saya dengar-dengar Anda menguasai Kerajaan Bintang Laut, apakah benar?" selidik Cao Tian Jun yang ingin memastikan bahwa musuhnya ini sudah membunuh ketiga istrinya atau belum.
"Iya, tetapi belum sempat untuk menguasai Kerajaan Bintang Laut. Rencanaku, jika kamu mau menjadi muridku, kamu yang akan menjadi raja di sana!" jawab Tian Sun yang jelas berbohong karena tidak ingin kegagalannya diketahui oleh Cao Tian Jun.
Di dalam hati, Cao Tian Jun sedikit lega karena jawaban Tian Sun, yang artinya persangkaan di hatinya belum terjadi. Saat ini, yang perlu dipikirkannya, apakah harus menerima Tian Sun sebagai gurunya atau tidak.
Seandainya menolak, sudah dipastikan keselamatan ketiga istrinya menjadi taruhan. Jika menerimanya, sudah pasti dirinya lambat laun akan diketahui oleh musuhnya. Dengan adanya pilihan ini, jelas Cao Tian Jun menjadi bimbang.
"Penguasa, masalah dantian karena belum terbiasa menerima energi kegelapan. Setelah semua Batu Keabadian berkumpul, Penguasa dengan bebas menyerap energi kegelapan sebanyak mungkin untuk meningkatkan kekuatan. Saran hamba, lebih baik berpura-pura menjadi muridnya!"
Terdengar suara Crown Stone yang memberikan saran diwaktu yang tepat, tetapi masih membuatnya bimbang karena khawatir. Sedangkan Tian Sun dengan sabar menunggu jawabannya.
"Aku khawatir dia tahu jika diriku yang menggagalkan rencananya waktu itu!" jawab Cao Tian Jun.
"Penguasa jangan khawatir! Menjadi muridnya tidak harus selalu bersama, banyak alasan untuk menghindarinya secara halus!" Crown Stone sekali lagi menyakinkan Cao Tian Jun agar menerima menjadi murid.
Ucapan Crown Stone bagi Cao Tian tidak sederhana asal berbicara, sebab dia memikirkan banyak hal. Yang sedang dipikirkannya, dia tidak ingin ketiga istrinya celaka dan akademinya juga mengalami hal yang sama.
__ADS_1