8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Mencari Ratu Ular Surgawi.


__ADS_3

Bab 128. Mencari Ratu Ular Surgawi.


Cao Tian Jun mengalihkan pembicaraan saat bertanya mengenai pemilik Toko Armament Immortal. Duke Lang Shing pun mengatakan jika pemilik toko tersebut berasal dari Benua Selatan.


"Apakah Anda kenal dengan Jenderal She Shimo?" selidik Cao Tian Jun karena informasi dari Duke Lang Shing sudah diketahuinya.


Sebelum Duke Lang Shing menjawab, datang seorang prajurit kota dengan tergesa-gesa, dia melaporkan bahwa Pasukan Kegelapan mendekati kota. Duke Lang Shing segera memerintahkan kepada ajudannya untuk memobilisasi prajurit.


Penduduk kota yang tidak bisa bertarung segera bersembunyi di dalam rumahnya masing-masing. Kota Jianming yang awalnya ramai, seketika menjadi hening karena kedatangan Pasukan Kegelapan.


"Junior Jun, aku harap Anda menunjukkan kehebatan saat melawan Pasukan Kegelapan. Aku menunggu kehebatan Anda!" Setelah Duke Lang Shing berbicara kepada Cao Tian Jun, dia segera menuju ke pintu gerbang kota.


Cao Tian Jun melihat kepergian Duke Lang Shing, dia tahu maksud perkataannya. Sejujurnya, dia enggan bertarung melawan Pasukan Kegelapan karena masalah dantian, dan juga energi Kekuatan Jiwanya terkuras.


Dia menuju ke Toko Armament Immortal untuk menemui She Shimo. Namun, pegawai toko mengatakan bahwa She Shimo baru saja pulang. Karena sudah mengetahui tempat tinggal She Shimo, Cao Tian Jun bergegas menuju ke rumahnya. Sayangnya, She Shimo tidak ada di rumah.


"Wanita ini... Di saat dicari selalu menghilang! Di saat aku mengabaikannya, dia selalu saja muncul!" kekesalan Cao Tian Jun yang tidak bisa bertemu dengan Ratu Ular Surgawi.


Dia melihat ke arah pintu gerbang kota ketika mendengar suara pertarungan yang telah dimulai. Ucapan Duke Lang Shing membuatnya berpikir, apakah harus membantu melawan Pasukan Kegelapan atau tidak. Jika membantu, maka beritanya akan diketahui oleh pihak akademi. Seandainya tidak melawan Pasukan Kegelapan, maka reputasinya akan hancur.


Cao Tian Jun menghela nafas panjang karena pilihan ini. Jadi, dia memutuskan untuk membantu agar reputasinya sebagai juara pertama turnamen tidak rusak. Dia mengeluarkan kain basah untuk menutupi hidung, tujuannya agar kabut hitam tidak terhirup. Kemudian, dia mengeluarkan busur.


Dia segera terbang ke arah Duke Lang Shing berdiri di atas tembok pertahanan kota. Ada dua wanita muda bersamanya, mereka adalah Lang Yiran, dan adiknya adalah Lang Sashuang.


Cao Tian Jun mendarat di samping Lang Yiran. Lang Yiran kaget dan segera menjauhinya karena tidak kenal. Namun, Duke Lang Shing tertawa lepas, lalu memperkenalkan Cao Tian Jun kepada kedua putrinya.


Lang Yiran dan Lang Sashuang terlihat tidak suka dengan kehadiran Cao Tian Jun, namun mereka menyembunyikan rasa bencinya dengan memberikan senyuman palsu.


Kedatangan Cao Tian Jun, membuat perhatian banyak kultivator dan prajurit. Mereka menjadi bersemangat karena juara pertama turnamen mau bertindak. Para prajurit kota menyerang Pasukan Kegelapan dengan persenjataan meriam dan turret.


Demikian juga dengan Cao Tian Jun yang melepaskan anak panah api setiap kali Pasukan Kegelapan mendekati pintu gerbang kota. Api yang digunakan adalah Api Biru. Anak panah api tidak mampu mengalahkan Pasukan Kegelapan.


Seperti sebelumnya, setiap kali Pasukan Kegelapan terluka, lukanya dengan cepat pulih, yang mati selalu hidup kembali. Hal ini membuat prajurit kota mulai kewalahan.


"Dunia ini semakin hari semakin aneh. Dengan adanya musuh seperti ini, lambat laun kita tidak bisa bertahan hidup!" kata Duke Lang Shing yang tidak tahu harus berbuat apa untuk melawan musuhnya.

__ADS_1


Cao Tian Jun sudah memikirkan cara untuk mengalahkan Pasukan Kegelapan. Seandainya tidak ada orang disekitarnya, maka dia akan menggunakan cara lain, yaitu menggunakan Api Putih.


Sambil melepaskan anak panah api, Cao Tian Jun bertanya kepada Batu Keabadian, "apakah kalian ada solusi untuk mengalahkan mereka?"


"Penguasa, serap saja energi kabut hitam dengan mengaktifkan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa. Walaupun dantian bermasalah, itu tidak ada masalah. Anggap saja Anda menyimpan energi untuk terobosan nanti!" jawab Crown Stone dengan segera.


Cao Tian Jun mengerutkan keningnya karena tidak menyangka akan mendapatkan solusi yang menyebabkan kultivasinya terhenti. Karena takut dantian-nya semakin bermasalah, dia pun bertanya, "apakah ada dampak buruknya?"


"Dampak buruknya pasti ada selama Anda belum mendapatkan semua Batu Keabadian. Dantian akan menghitam, menutup sistem saraf jaringan sel-sel tubuh. Selain itu, Anda akan merasakan sakit di bagian perut, tubuh melemah tanpa bisa dicegah dengan energi spiritual. Tetapi, kami akan membantu Anda agar tidak menjadi bagian dari mereka. Hanya ini satu-satunya cara untuk melawan mereka! Seandainya Anda masih memiliki energi Kekuatan Jiwa, mereka dengan mudah dikalahkan!" jawab Crown Stone panjang lebar.


Cao Tian Jun terdiam karena dampak buruk ketika menyerap energi kabut hitam. Siapapun orangnya sudah pasti tidak menginginkan rasa sakit. Seandainya dia mengikuti cara dari Batu Keabadian, dan mengakibatkan kondisinya melemah, ini sama saja menyerahkan hidupnya kepada pihak yang tidak dikenali. Jika dia berada di akademi, jelas tidak khawatir akan keselamatannya.


"Duke Lang Shing, sebelum Pasukan Kegelapan menerobos pintu gerbang, lebih baik ungsikan masyarakat ke wilayah teraman!" saran Cao Tian Jun yang tidak ingin menggunakan cara dari Crown Stone di tempat ini.


Duke Lang Shing tersenyum tipis sambil melihat Cao Tian Jun, demikian juga dengan kedua putrinya yang menyunggingkan senyum mengejek.


"Bukan kah Anda belum menunjukkan kehebatan, kenapa buru-buru mengungsikan penduduk?" ucapan Duke Lang Shing yang terkesan meremehkannya.


"Sekuat Anda saja tidak bisa berbuat banyak menghadapi mereka, bagaimana dengan diriku yang lebih lemah dari Anda!" sahut Cao Tian Jun dengan nada ketus.


Cao Tian Jun tidak menunjukkan kekuatannya yang sebenarnya, dan dia tahu kekuatan Duke Lang Shing jauh berada di bawahnya.


Cao Tian Jun ingin rasanya membunuh ayah dan kedua putrinya karena disindir. Dengan perkataan mereka, dia tahu mereka memiliki niat buruk kepadanya.


"Kehebatan bukan untuk dipamerkan, melainkan digunakan untuk melindungi orang yang dicintai. Kehidupan kalian, bukanlah tanggung jawabku!" sahut Cao Tian Jun dengan nada yang tidak kalah ketusnya.


Duke Lang Shing tertawa mengejek. Sebelum dia berbicara, Cao Tian Jun terbang meninggalkannya dengan raut wajah yang tidak sedap dipandang. Kedua putrinya ikut tertawa lepas karena puas melampiaskan rasa bencinya kepada Cao Tian Jun.


Kebencian mereka terhadap Cao Tian Jun dikarenakan dua peserta kompetisi yang terbunuh karenanya. Mereka adalah kekasih dan sekaligus menantu, yang tidak lain adalah Lao Sun kekasih dari Lang Yiran, dan He Rong kekasih dari Lang Sashuang.


"Huff...! Prestasi yang tidak sesuai kenyataan. Benar-benar payah!" ejekan Lang Sashuang.


"Suatu hari nanti, kita pasti akan membalasnya. Sekarang kita fokus pada musuh!" sela Duke Lang Shing sebelum putrinya berbicara lagi...


Cao Tian Jun meninggalkan Kota Jianming menuju ke akademi. Setelah jauh, dia segera menggunakan skill teleportasi, dan telah kembali ke kamarnya. Lalu dia menyimpan boneka wayangnya.

__ADS_1


"Apa salahku kepada mereka, kenal saja tidak!" sungut Cao Tian Jun yang tidak tahu masalah kebencian kedua wanita itu, padahal sebelumnya Duke Lang Shing tampak ramah.


Dengan Mata Surgawi, dia melihat seluruh wilayah Akademi Merpati Putih kelas dua. Dia menghela nafas panjang karena Pasukan Kegelapan masih jauh dari akademi, tepatnya masih berada di Pegunungan Lima Jari.


Dia segera mencari keberadaan Chu Sying Chun dan Wang Mei. Tujuannya, ingin berkultivasi ganda untuk memulihkan energi Kekuatan Jiwanya. Chu Sying Chun dan semua kekasihnya berkumpul di ruang tamu, sedangkan Wang Mei tidak ada di akademi. Cao Tian Jun segera keluar dari kamar untuk menemui kekasihnya.


Keluarnya Cao Tian Jun dari kultivasi tertutup, membuat semua wanita senang. Dan menceritakan apapun yang terjadi selama dirinya berkultivasi. Wang Mei dan Wang Lee kembali ke rumah dikarenakan adanya pemilihan Patriark Klan Wang.


Chu Sying Chun mengatakan bahwa kematian Wang Yelu membuat masalah internal keluarga besar Wang semakin pelik. Pihak keluarga Wang Yelu menuduh Patriark Wang yang telah merencanakan semua ini.


Patriark Wang jelas tidak menerima tuduhan rivalnya. Pertarungan antar keluarga kerap terjadi di setiap hari, satu hingga tiga anggota menjadi korbannya. Tidak ingin berlarut-larut dalam situasi pelik, maka para tetua Klan Wang memutuskan untuk mengadakan kompetisi dalam perebutan kekuasaan antar keluarga, kompetisi antar generasi muda.


Para tetua tidak melarang kedua belah pihak penyewa pihak luar, asal usianya tidak lebih dari 30 tahun. Oleh sebab itu, Wang Mei dan Wang Lee dipanggil pulang karena menjadi andalan Patriark Wang.


Seandainya Cao Tian Jun tidak berkultivasi tertutup, Wang Mei sudah pasti mengajaknya. Oleh karena itu, Wang Mei kerap kali mendatangi kamarnya karena masalah ini.


"Ayo, kita dukung Guru Junior Wang Mei!" ajak Cao Tian Jun


"Kita tidak diperbolehkan untuk keluar dari akademi selama situasi belum mereda!" ungkap Guru Junior Chu Chu Sying.


Karena adanya serangan Pasukan Kegelapan, maka Bai Guan melarang siapapun murid dan guru keluar dari akademi. Kecuali jika ada hal-hal penting yang mengharuskan keluar, seperti yang dialami oleh Wang Mei.


"Kamu jangan khawatir! Guru Junior Wang Mei dan Wang Lee pasti mengalahkan generasi muda dari pihak Ketua Wang Wen. Dengan situasi seperti ini, Ketua Wang Wen tidak mungkin mendapatkan pihak luar!" ujar Xue Yue karena sudah tahu hubungan antara Cao Tian Jun dan Wang Mei.


Ia dan Tim Phoenix melihat Cincin Ikatan Hati yang dimiliki oleh Wang Mei dan Chu Sying Chun. Justru mereka senang karena kedua wanita itu menjadi bagian dari keluarga besar Cao Tian Jun.


Chu Sying tanpa malu duduk di pangkuan Cao Tian Jun. Ia memegang kedua pergelangan tangan kekasihnya agar memeluk tubuhnya. Lalu berkata dengan nada manja, "usiaku kemarin sudah 17 tahun! Apakah kamu tidak memberikan aku hadiah?"


Cao Tian Jun tertawa sambil memeluk erat tubuh Chu Sying. Lalu dia berbisik, "malam ini mau tidur denganku?"


Xue Yue, Xiao Yu, Zhou Qinglin, Mu Bingyun, dan Li Jiancheng tersenyum karena siap untuk memberikan kesuciannya kepada Cao Tian Jun. Guru Junior Chu Chu Sying tersipu malu karena Tim Phoenix ternyata mengetahui hubungi intimnya dengan Cao Tian Jun.


"Kita juga siap! Apakah kamu sanggup melawan kita?" tantangan Xue Yue yang masih ingat betul dengan kejadian di gua waktu itu.


"Sebelum bertarung, bagaimana aku tahu! Ayo, jika kalian siap!" sahut Cao Tian Jun.

__ADS_1


Semua wanita menundukkan wajahnya karena malu, mereka sudah membayangkan bagaimana nanti hubungan intim mereka.


Cao Tian Jun membawa semua kekasihnya ke dalam Cincin Dimensinya. Dia ingin berkultivasi ganda di dalam cincin dimensi agar tidak diketahui oleh siapapun. Karena kekasihnya, pencarian Ratu Ular Surgawi dilupakan untuk sementara waktu, sebab dia perlu mengisi energi Kekuatan Jiwanya...


__ADS_2