
Bab 81. Kekalahan The King Dark Matter dan Tawaran Permaisuri Juan.
Karena serangan dari robot yang terus-menerus membuat Tian Sun kesulitan untuk berpikir jernih, apalagi mencari keberadaan Cao Tian Jun yang tidak diketahuinya.
Dia keheranan melihat robot yang terus bangkit dan kembali menyerangnya. Untungnya, dia memiliki dua kemampuan yang menjadi andalannya, walaupun robot itu terus bangkit tetap saja dikalahkannya.
Panglima Perang berkumpul dengan Permaisuri Juan dan yang lainnya. Mereka terlihat gelisah karena tidak mengetahui keberadaan Cao Tian Jun. Tapi, dengan melihat robot masih bergerak dan menyerang, mereka menebak jika Cao Tian Jun bersembunyi untuk menunggu kesempatan.
"Aneh, kepalanya sudah aku hancurkan, kenapa bisa tumbuh lagi?" batin Tian Sun yang mulai curiga.
Sambil menggunakan kedua tangannya untuk menyerang robot, dia melirik robot yang telah dihancurkan kepalanya. Lalu dia melihat salah satu robot tanpa kepala bisa bergerak-gerak sendiri, seperti ada seseorang yang mengotak-atik.
Sebelum kepala robot itu pulih, Tian Sun mengarahkan telapak tangan kanan ke arah robot yang sedang diperbaiki oleh Cao Tian Jun.
Merasakan bahaya dari musuhnya, Cao Tian Jun bergegas menjauh agar tidak terhisap ke dalam telapak tangan musuhnya, lalu dia memperbaiki robot yang lainnya.
Telapak tangan kanan itu menghisap robot yang akan diperbaiki oleh Cao Tian Jun, dan tidak mungkin bisa hidup kembali. Setiap kali ada robot yang bergerak-gerak, dia selalu mengarahkan telapak tangan kanannya. Demikian juga dengan Cao Tian Jun yang selalu berpindah-pindah posisi sebelum terhisap.
Cao Tian Jun menjadi khawatir karena robotnya tersisa sedikit. Jika semua robot dihisap oleh Tian Sun, maka tidak ada lagi yang menyibukkan musuhnya.
"Penguasa, bersiap-siaplah!" peringatan dari Crown Stone.
Akhirnya, yang ditunggu-tunggu oleh Cao Tian Jun pun tiba, dia segera mendekati musuh yang belum mengetahui keberadaannya. Saat jaraknya terpaut 15 meter, dia berhenti dan menunggu musuhnya kesakitan, dia juga menekan auranya agar tidak dirasakan oleh lawannya. Detak jantungnya berdebar-debar menunggu momen krusial ini.
Gerakan Tian Sun terlihat mulai melambat karena terlalu banyak mengeluarkan energi, 1.500 robot sangat menyulitkannya. Tangan kanannya gemetaran setelah banyak menghisap robot, juga terasa panas seakan-akan direndam di dalam air mendidih.
Cao Tian Jun melihat tangan kanan musuhnya mengeluarkan asap dan tangan kirinya seperti terbakar. Mengeluarkan dua teknik andalan dalam satu waktu, jelas menguras banyak energi dan konsentrasi tinggi.
Tian Sun segera menjauhi robot yang tersisa, sebab tangan kanannya terasa kaku, panas dan juga kehilangan kendali. Namun, sisa-sisa robot itu masih terus mengejarnya.
Karena tangan kanannya sulit dikendalikan lagi, dia mengandalkan tangan kiri untuk menghancurkan kepala robot. Akan tetapi, itu berimbas pada tangan kanannya yang makin terasa panas dan lebih menyakitkan, seolah-olah tangan kanannya tercabik-cabik.
"Ini... Apa ini akibatnya berlebihan menggunakan kemampuan Third Eye Stone!" dugaan Tian Sun.
"Arghh....!!" Tian Sun berteriak keras karena tangan kanan sangat sakti hingga membuatnya terjungkal di tanah, lalu berguling-guling sambil memeluk kedua tangannya.
Rasa sakitnya menjalar ke seluruh tubuh hingga kepalanya. Setelah itu, tubuhnya mengeluarkan api yang membakar. Rasa sakitnya bertambah ketika robot yang tersisa menghujani pukulan serta tendangan.
"Sial... Sial Batu Keabadian ini...!?" umpatan Tian Sun yang tidak sanggup menahan rasa sakit kepala serta tubuh yang terbakar.
Dia menggunakan tangan kiri untuk memotong pergelangan tangan kanannya. Tangan kirinya berubah menjadi pedang dan menebas tangan kanannya. Setelah itu, dia buru-buru menjauhi tangan kanannya.
__ADS_1
Kesempatan ini segera dimanfaatkan oleh Cao Tian Jun dengan berteleportasi dan muncul di dekat musuhnya, lalu dia mengambil tangan kanan musuhnya yang masih terbakar.
Segera Cao Tian Jun berteleportasi dan muncul sejauh 100 meter dari lokasi musuhnya yang masih merasakan kesakitan. Long Hou si Naga Api yang terluka segera terbang menghampiri tuannya, lalu dia menyemburkan api untuk mengusir robot itu.
Setelah robot-robot itu menghindari semburan api, segera Long Hou mencengkeram tubuh Tian Sun dan kabur sebelum diserang oleh robot. Cao Tian Jun hanya melihat kepergian musuhnya.
"Untuk saat ini, kamu bebas!" gumam Cao Tian Jun yang tidak mungkin mengalahkan musuhnya karena kalah dalam hal basis kultivasi.
Dia menghela nafas berat karena robotnya tersisa 9. Dia segera mendekat robotnya dan memasukkan ke dalam Cincin Dimensi.
Saat ini, dia telah memiliki 5 bola energi kabut hitam dan tangan kanan musuhnya yang berisi Third Eye Stone. Dengan kedua benda tersebut, dia akan mencapai kekuatan melebihi musuhnya. Dan juga menyelesaikan misi pribadinya, yaitu mengeksekusi Raja Yan Ju Long.
Cao Tian Jun menyimpan tangan kanan musuhnya yang tidak lagi terbakar, menyimpannya di kotak giok untuk mencegah pembusukan.
Setelah tidak melihat dan mendengar suara pertempuran, Permaisuri Juan beserta semua orang keluar dari persembunyiannya. Mereka melihat Cao Tian Jun yang terlihat kelelahan dengan membaringkan tubuh di tanah.
"Apakah kamu berhasil mengalahkannya?" tanya Yuan Zhen dengan tergesa-gesa sebelum dekat dengan Cao Tian Jun.
"Dia kabur!" jawab Cao Tian Jun dengan posisi terlentang di tanah.
"Hore...!!" serempak semua penduduk bersorak-sorai kegirangan karena musuh berhasil dikalahkan, mereka menari-nari sebagai bentuk kebahagiaan.
Berbeda dengan Permaisuri Juan dan Panglima Perang, mereka terlihat masih serius karena musuh masih hidup, dan sewaktu-waktu bisa kembali lagi.
Cao Tian Jun mengelus punggung Yuan Zhen untuk menenangkan hatinya, dia tahu rasanya kehilangan ayah, bahkan dirinya sendiri kehilangan semua keluarganya.
Mengingat tentang keluarganya, Cao Tian Jun kembali teringat Kitab Tujuh Lapis Langit yang digunakan oleh musuhnya. Seperti dugaan sesaat lalu, di mana musuhnya adalah salah satu anggota marga Tian yang bersekutu dengan Lord Dark Matter.
"Apa karena ingin membalas dendam dia bersekutu dengan Lord Dark Matter?" batin Cao Tian Jun yang bertanya-tanya tentang musuhnya yang memiliki kekuatan kabut hitam.
"Terima kasih, Tuan Muda!" ucapan penduduk seperti paduan suara, mereka mencondongkan tubuh sebagai bentuk penghormatan kepada Cao Tian Jun, yang telah membantu mengalahkan penjajah.
Cao Tian Jun segera duduk tanpa melepaskan pelukan Yuan Zhen yang masih menangis. Dia mengangguk sebagai respon terhadap ucapan para penduduk.
"Mungkin ada beberapa binatang mistik yang masih berkeliaran di Ibu Kota, dan bukan masalah besar bagi kalian ...!" ujar Cao Tian Jun yang sengaja masalah sepele ini agar ditangani oleh penduduk kota.
"Tuan Muda silakan beristirahat. Masalah ini, biar kita yang menanganinya!" ucap Panglima Perang yang malu jika Cao Tian Jun kembali membantunya.
Jasanya dalam mengalahkan The King Of Dark Matter, sudah sangat luar biasa, dan tidak tahu harus memberikan imbalan apa sebagai tanda terima kasih. Dan, pertolongannya tidak sekedar pemikiran dan tenaga saja, mengorbankan banyak robot merupakan biaya yang sangat besar.
"Bagaimana dengan kedua jenderal itu?" tanya Cao Tian Jun kepada Panglima Perang.
__ADS_1
Panglima Perang menghela nafas berat, lalu dia menjawab, "mereka berhasil kabur dengan Giok Teleportasi!"
Cao Tian Jun tidak marah karena tidak berhasil membunuh atau menangkap kedua jenderal Kekaisaran Xia.
"Kita lanjutkan pembicaraan ini di istana!" sela Permaisuri Juan, lalu ia melihat prajurit, "rawat jenasah raja dan yang lainnya! Setelah 3 hari, kita adakan acara berkabung atas wafatnya pemimpin kita!" perintahnya.
"Segera, Yang Mulia." jawab para prajurit dan segera bertindak.
Kemudian, Panglima Perang memimpin jalan bagi Permaisuri Juan, dia bersama prajurit yang tersisa menghabisi binatang mistik yang masih berkeliaran di Ibu Kota. Para penduduk tidak berdiam diri, mereka juga ikut membantu.
Setibanya di istana, Yi Panyun dan para pelayan segera bekerja cepat membersihkan kekacauan yang dibuat oleh The King Dark Matter.
Permaisuri Juan, telah sudah duduk di singgasana sebagai pengganti Raja Yuan. Kini, dia satu-satunya pemimpin Kerajaan Bintang Laut.
Sedangkan Cao Tian Jun, dia duduk di kursi khusus para menteri, duduk dengan santai dengan kaki selonjoran, siku tangan kanan dijadikan sandaran untuk menopang pipinya.
"Mulai saat ini, mereka akan berpikir ulang jika masih ingin menguasai Daratan Benua Timur Tengah. Dengan tindakan Kaisar Xia, Kerajaan Bintang Laut berhak memutuskan hubungan dengan pusat pemerintahan," kata Cao Tian Jun.
Permaisuri Juan menghela nafas panjang karena tugasnya sebagai pemimpin pengganti tidaklah mudah, apalagi dengan situasi seperti ini yang perlu banyak biaya, pemikiran dan tenaga.
Kerajaan Bintang Laut membutuhkan banyak tenaga kerja, seperti para pejabat, prajurit, penduduk baru dan lain sebagainya. Ini sama saja mendirikan desa dan berusaha menjadi sebuah kerajaan besar.
Permaisuri Juan melihat sekitarnya yang sepi, sedangkan Panglima Perangnya masih di luar membersihkan binatang mistik. Dulu, sebelum kedatangan The King Of Dark Matter, suasana istana selalu ramai, apalagi jika Raja Yuan dan Permaisuri Juan duduk di singgasana, semua menteri selalu hadir memberikan laporan.
"Untuk masalah Kekaisaran Xia, kita bisa pikirkan nanti! Maukah kamu menjadi raja bagi Daratan Benua Timur Tengah?" tanya Permaisuri Juan yang ingin menyerahkan tahta kerajaan kepada Cao Tian Jun.
Pertanyaan Permaisuri Juan yang tiba-tiba membuat tangan Cao Tian Jun terpeleset karena terkejut, dia tidak pernah berpikiran menjadi seorang penguasa, dia juga masih muda serta minim pengalaman dalam hal pemerintahan.
"Tidak, tidak! Aku tidak paham tentang pemerintahan!" tolak Cao Tian Jun.
Permaisuri Juan tersenyum, ia tidak marah karena ditolak. Dia tahu Cao Tian Jun masih sangatlah muda dan membutuhkan bimbingan. Wajah Yuan Zhen kembali berseri-seri karena senang dengan keputusan ibunya.
"Kamu jangan khawatir! Aku tetap selalu berada di belakang sebagai Janda Permaisuri, atau sebut saja sebagai Ratu. Aku jelas tidak akan melepaskanmu memimpin kerajaan seorang diri, Putriku dan aku selalu membimbingmu dalam menangani semua permasalahan yang akan datang...," Permaisuri Juan berhenti berbicara sejenak.
"Kerajaan besar membutuhkan sosok seperti kamu. Walaupun kamu masih muda, tindakan dan sikapmu yang baru saja kamu lakukan sudah mencerminkan kepribadian seorang pemimpin. Kamu layak menjadi seorang Raja!" Lanjutnya dan melihat reaksi Cao Tian Jun.
Cao Tian Jun terdiam memikirkan tawaran Permaisuri Juan. Dia tidak tahu harus menjawab apa untuk saat ini. Selama hidupnya, dia terbiasa hidup bebas tanpa beban. Dengan menjadi seorang pemimpin, jelas tidak akan sebebas dulu.
"Kamu tidak harus menjawabnya sekarang, ada waktu untuk merenung. Berpikirlah matang-matang dan putuskan setelah yakin," kata Permaisuri Juan dengan nada lembut.
"Toh, kita masih ...," sahut Yuan Zhen dan mendekatkan bibirnya di telinga kiri Cao Tian Jun, ia berbisik, "kita bertiga sudah menjadi pasangan Dao seumur hidup. Dan kamu jelas harus menjadi Raja, aku Permaisurinya dan ibu sebagai Ratu. Sedangkan Yi Panyun akan menjadi asisten pribadimu dan juga sebagai Selir."
__ADS_1
Permaisuri Juan dengan jelas mendengar bisikan putrinya ini, ia mengembangkan senyuman hangat karena senang memiliki kekasih tampan dan masih muda.