
Bab 67. Permaisuri Juan, Ao Zhen Juan.
Tidak terasa hari berlalu dan kapal angkut akan bersandar di pelabuhan. Dermaga Bunga Lou sangat sibuk dengan berbagai aktivitas, tapi kali ini dua kali lipat kesibukannya karena banyak penduduk yang mengungsi.
Kedatangan kapal angkasa dari Kekaisaran Xia dan Kerajaan Sembilan Surga, membuat para pendukung bersorak-sorai. Akhirnya, bala bantuan telah tiba, rasa takut dan cemas langsung menghilang dan digantikan dengan kegembiraan.
Ternyata, kapal angkasa dari Kekaisaran Xia tidak berhenti, kapal mereka menggunakan metode terbang dan melewati pelabuhan, tujuan mereka untuk menguasai pusat Kerajaan Bintang Laut. Hanya kapal angkasa dari Kerajaan Sembilan Surga yang bersandar.
Cao Tian Jun dan Yuan Zhen telah keluar dari dalam Cincin Dimensi. Mereka berdua tidak terlihat siapapun karena Cao Tian Jun menggunakan Teknik Perubahan Wujud.
Saat ini, mereka telah keluar dari kapal angkut dan bergegas menuju ke Gunung Kapur. Cao Tian Jun mengurungkan niatnya untuk mendapatkan Batu Keabadian karena telah berjanji kepada Yuan Zhen, ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawabnya.
Namun, sebelum keluar dari Dermaga Bunga Lou, Yuan Zhen berkata, "tunggu! Aku ingin mencari keluargaku di sini. Jika tidak ada, baru kita lanjutkan perjalanan."
"Harus ke mana kita?" tanya Cao Tian Jun yang tidak menolak keinginan Yuan Zhen sambil tetap memeluk pinggang rampingnya.
"Kamu lihat rumah bertingkat itu? Itu adalah kediaman pemimpin wilayah ini, biasanya keluargaku akan tinggal di sana!" jawab Yuan Zhen sambil menunjuk rumah besar.
Dengan bebas Cao Tian Jun dan Yuan Zhen melewati banyak orang, tidak ada satupun orang yang melihat mereka. Tidak butuh waktu lama, mereka berdua telah berada di rumah besar yang dibangun seperti kastil.
Setelah masuk, Yuan Zhen tidak menemukan satupun keluarganya di kastil, ia dan Cao Tian Jun juga telah memeriksa semua kamar dan ruangan. Karena tidak menemukan keluarganya, mereka berdua segera meninggalkan Dermaga Bunga Lou.
Setelah keluar dari Dermaga Bunga Lou, dan terbang sejauh 4 kilometer, akhirnya mereka tiba di wilayah Gunung Kapur, pegunungan yang berwarna putih dan banyak ditumbuhi rerumputan liar setinggi 3 meter.
"Tempat ini terlihat tenang, namun menyimpan banyak bahaya, terutama banyak Ular Kapur yang berbisa," kata Yuan Zhen.
"Setelah melewati Gunung Kapur dan menuju ke arah selatan laut, baru sampai di Hutan Kayu Mati, kira-kira sejauh 589 kilometer." Lanjutnya sambil menunjukkan arah.
"Jika tahu titik koordinatnya ... Kamu tutup mata!" pinta Cao Tian Jun.
Yuan Zhen sedikit heran kenapa harus menutup mata. Karena penasaran apa yang akan dilakukan oleh Cao Tian Jun, ia mengikuti kemauannya dengan menutup mata.
Dalam sekejap mereka berdua telah berpindah tempat sesuai titik koordinat.
"Sekarang, buka matamu!" pinta Cao Tian Jun sambil memeriksa sekitarnya yang tidak sesuai namanya, Hutan Kayu Mati.
Apa yang dilihatnya seperti hutan pada umumnya, lebat dan tidak ada pohon yang mati. Semua pepohonan berukuran besar dan tinggi, dedaunan sangat lebat. Namun, setelah melihat di tengah Hutan Kayu Mati, akhirnya Cao Tian Jun mengerti kenapa hutan ini diberi nama Hutan Kayu Mati.
__ADS_1
Di tengah Hutan Kayu Mati ada satu pohon mati, ukurannya sangat besar yang belum pernah dilihatnya selama ini. Pohon mati itu setinggi ratusan meter, diameternya mencapai puluhan meter, itu seperti bukit, tetapi puncaknya seperti terpotong dengan rapi hingga menjadi rata.
Yuan Zhen segera membuka mata, ia terkejut telah berada di perbatasan Hutan Kayu Mati. Ia yang mengetahui kehebatan Cao Tian Jun dalam berubah wujud saja sudah takjub, dan tidak menyangka memiliki kemampuan lain yang tidak kalah hebatnya.
"Kemampuan ini seperti yang dipelajari di akademi pusat. Teknik ini menjadi andalan Kaisar Xia. Tetapi, perpindahan mereka dalam sekejap tidak sejauh kamu, paling jauh hanya 2 km saja...," ungkap Yuan Zhen, dia menjadi penasaran darimana Cao Tian Jun belajar, karena teknik ini sangatlah sulit dipelajari.
Pagoda Emas Heart Stone dikuasai oleh Kekaisaran Xia, dan dari sanalah mereka mendapatkan pengetahuan tentang perpindahan secara instan. Salah satunya Teknik Langkah Bayangan Merpati yang juga didapatkan dari Heart Stone.
"Di mana kamu belajar?" lanjutnya dengan bertanya.
"Dari guruku yang sudah almarhum!" jawab Cao Tian Jun, padahal kemampuan ada secara alami, atau dengan kata lain sudah memiliki semenjak lahir tanpa harus belajar.
Dia sengaja berbohong agar tidak menjadi kecurigaan Yuan Zhen. Gurunya Tian Long sudah mengetahuinya, dan berpesan agar tidak menggunakannya dengan sembarang.
"Hebat juga gurumu! Beliau pasti pernah hidup di akademi atau menjadi warga ibukota Kekaisaran Xia," kata Yuan Zhen yang mempercayai ucapan Cao Tian Jun.
"Benar, beliau sangat hebat! Sayangnya, sehebat apapun guruku, beliau tetap tidak bisa menghindari kematian!" terang Cao Tian Jun dengan nada sedih.
"Maaf!" ucap Yuan Zhen sambil memeluk tubuh Cao Tian Jun agar tidak bersedih, ia tahu seorang guru adalah pengganti dari orang tua, karena itu dia tahu perasaan kekasihnya.
Setelah berpelukan sejenak, mereka berjalan sambil bergandengan tangan dengan mesra. Setelah memasuki Hutan Kayu Mati, mereka berdua keheranan karena tidak menemukan seekor binatang.
Sebenarnya, Cao Tian Jun memiliki binatang mistik yang memiliki elemen api di dalam Cincin Dimensi, tapi sengaja tidak langsung memberikannya kepada Yuan Zhen. Tujuannya, agar Yuan Zhen bekerja keras untuk menjadi seorang Alkemis, karena kerja keras akan selalu mengingatkan agar tidak menyombongkan diri.
Dia hanya perlu menangkap beberapa binatang mistik yang memiliki elemen kayu, jenis itu yang tidak dimilikinya. Setelah tiba di dekat pohon mati, mereka berdua melihat di puncaknya ada dinding-dinding yang terbuat dari kayu, dan melihat banyak orang melawan binatang mistik yang mengepung pohon mati.
"Itu penduduk kerajaan dan panglima perang!" jelas Yuan Zhen dengan nada panik, ia mengenali keluarganya yang ada di sana, dan sedang bertempur dengan binatang mistik.
Cao Tian Jun segera memeluk pinggang ramping Yuan Zhen. Seketika mereka berdua berubah menjadi angin dan terbang ke puncak pohon mati. Sambil terbang, Cao Tian Jun tidak heran jika binatang mistik menjadi ganas karena terkontaminasi kabut hitam.
Tiba-tiba mereka berdua muncul di depan permaisuri Raja Juan, atau ibu dari Yuan Zhen yang bernama Ao Zhen Juan. Permaisuri Juan sedang membantu merawat penduduk yang terluka karena ikut bertarung, ia jelas kaget melihat putrinya berada di depannya bersama seorang pria tampan.
"Ibu...!" sapaan Yuan Zhen sambil menerjang ke arah ibunya.
"Putriku!" balasan Permaisuri Juan sambil menyambut pelukan putrinya.
Melihat kedua wanita itu meluapkan rasa rindunya, Cao Tian Jun melihat panglima perang Kerajaan Bintang Laut yang kewalahan menghalau serangan binatang mistik.
__ADS_1
"Waktunya membuat prestasi di Benua Timur!" batin Cao Tian Jun yang akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mencatatkan nama di jajaran orang berprestasi, salah satu misi yang harus diselesaikan.
Tiba-tiba, Cao Tian Jun mengeluarkan Teknik Langkah Bayangan, di mana dia memiliki 6 bayangan. Dia dan bayangannya membantu panglima perang dengan melepaskan pukulan berenergi dan juga tendangan.
Yuan Zhen membuka mulutnya lebar-lebar karena terkejut, ia dikejutkan lagi dengan kemampuan Cao Tian Jun.
"Hanya anggota Akademi Merpati Putih saja yang bisa mempelajari Teknik Langkah Bayangan... Jangan-jangan... Dia juga salah satu murid akademi? Tapi kenapa selama ini aku tidak pernah melihatnya, atau dia berasal dari akademi kelas dua?" banyak bertanya Yuan Zhen dipikirannya, dan menduga jika Cao Tian Jun berasal dari Akademi Merpati Putih kelas dua di wilayah Kerajaan Lentera.
"Kekasihmu hebat!" pujian Permaisuri Juan yang ikut memperhatikan Cao Tian Jun, bertarung dengan binatang mistik bersama panglima perang, ia tidak menyangka putrinya yang nakal ini pulang-pulang membawa seorang pria tampan dan kuat.
Yuan Zhen tersipu malu, seandainya tahu dia dan Cao Tian Jun sudah berhubungan intim, kemungkinan besar ibunya akan memanggil Cao Tian Jun sebagai menantu.
Cao Tian Jun dengan semangat tinggi terus-menerus mengeluarkan serangan kepada binatang mistik yang akan menghancurkan dinding kayu, dia seperti orang gila yang haus pertempuran.
Awalnya panglima perang dan semua orang waspada dengan kedatangan Cao Tian Jun, tapi setelah niatnya membantu, mereka menjadi lega dan ikut bersemangat.
"Anak muda, siapa namamu?" tanya panglima perang yang tidak peduli dengan lukanya, dia ingin tahu sosok pria yang membantu ini. Sambil mengayunkan pedangnya untuk menebas leher binatang mistik, dia mendekati Cao Tian Jun.
"Cao Tian Jun, panggil saja Tian atau Jun!" jawab Cao Tian Jun tanpa melihat ke arah panglima perang, dia sibuk membantai binatang mistik yang menyerangnya.
Melihat teknik yang digunakan oleh Cao Tian Jun, panglima perang menduga jika pria ini adalah rekan dari Putri Yuan Zhen, dia melihat ke belakang dan Yuan Zhen bergandengan tangan dengan Permaisuri Juan.
"Tetua, Anda istirahat saja, biarkan saya yang mengalahkan semua binatang ini!" pinta Cao Tian Jun dengan percaya diri, dia akan menggunakan teknik yang ditakuti oleh penguasa Pegunungan Lima Jari.
Yuan Zhen menahan tawa ketika Cao Tian Jun mengira panglima perang adalah seorang tetua, atau orang yang dituakan di kerajaan. Berbeda dengan ibunya yang terkejut dengan perkataan Cao Tian Jun.
Demikian juga dengan panglima perang, dia sudah sehari semalam berjuang bersama prajurit dan penduduk masih kewalahan, bagaimana mungkin seorang diri mampu mengalahkan semua binatang mistik.
Karena perkataannya tidak ditanggapi dengan segera, Cao Tian Jun terbang tinggi, lalu dia mengeluarkan justru Halilintar Membelah Bumi. Awan hitam dengan secepat berdatangan, lalu berkumpul di atas kepala Cao Tian Jun dengan luas hampir menutupi Hutan Kayu Mati.
Awan hitam itu mengeluarkan petir berwarna ungu, ciri-ciri khas Kitab Halilintar Ungu. Sesuai dengan pikir Cao Tian Jun, serat-serat petir menghujani tubuh binatang mistik.
Spontan semua orang yang melawan binatang mistik mundur ke tengah pohon mati, mereka melihat kehebatan murid Akademi Merpati Putih yang membombardir binatang mistik hanya dengan mengandalkan kekuatan petir ungu.
Sekali lagi, Yuan Zhen dibuat tercengang dengan kehebatan Cao Tian Jun, kehebatan yang melebihi pemimpin akademi dan juga Kaisar Xia. Dia tahu tentang Kitab Halilintar Ungu, salah satu kitab yang di anggap cacat.
Permaisuri Juan sekali lagi memuji kehebatan Cao Tian Jun, ia juga selalu memuji putrinya yang tidak salah memilih seorang pria.
__ADS_1
"Dia juga seorang ahli Alkemis, tingkat King tahap puncak!" ungkap Yuan Zhen, kini ganti Permaisuri Juan yang terkejut.
Yuan Zhen tahu peringkat Cao Tian Jun dalam hal profesi Alkemis ketika melihat pil hasil ramuannya saat di dalam Cincin Dimensi, padahal peringkatnya jauh dari itu.