
Bab 76. Kristal Jiwa.
Cao Tian Jun memberikan Cincin Ikatan Hati kepada Permaisuri Juan dan Yi Panyun, lalu dia membawa mereka ke dalam Cincin Dimensi, dan Yuan Zhen tidak ketinggalan.
Di dalam Cincin Dimensi, Cao Tian Jun lebih bebas untuk melakukan apapun daripada berada di luar. Awalnya, Permaisuri Juan dan Yi Panyun seperti bermimpi dengan tempat rahasia yang begitu indah serta memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Yuan Zhen segera mewakili Cao Tian Jun untuk memperkenalkan dunia Cincin Dimensi.
Cao Tian Jun menemui Nuwa Kecil. Sayangnya adiknya masih hibernasi, dia sangat merindukannya. Akhirnya dia memutuskan untuk menemui ketiga wanitanya untuk berkultivasi ganda. Cao Tian Jun harus secepat mungkin meningkatkan kekuatannya dengan cara ini.
Ao Zhen Juan, Yuan Zhen dan Yi Panyun, mereka saat ini berendam di sungai, sudah lama mereka tidak merasakan kesegaran air sungai. Cao Tian Jun menyusul mereka dan tanpa berbicara langsung memeluk Yi Panyun.
Di sungai, Cao Tian Jun berkultivasi ganda dengan ketiga wanitanya. Suara wanitanya yang begitu bebas, terdengar lenguhan keras karena kenikmatan, ketiga wanita itu menjadi liar berada di dalam Cincin Dimensi karena tidak ada orang lain.
Setiap kali wanitanya kelelahan dan hampir pingsan, Cao Tian Jun memberikan pil agar cepat pulih dan bisa berkultivasi ganda lagi.
Saat pagi hari, Cao Tian Jun dan ketiga wanitanya kembali ke dalam tenda, waktunya mereka menuju ke Kerajaan Bintang Laut. Semua orang telah siap untuk berangkat, mereka menunggu perintah Permaisuri Juan.
Akhirnya semua orang berangkat menuju ke Kerajaan Bintang Laut...
Permaisuri Juan, Yuan Zhen dan Yi Panyun berada di kereta kuda, sedangkan Cao Tian Jun berada di barisan terdepan bersama Panglima Perang dengan menunggangi kuda.
Panglima perang melewati jalur rahasia agar menyingkat waktu, jalur yang sama ketika lari dari kejaran binatang mistik. Jalur rahasia itu merupakan lorong besar dengan rute panjang.
"Untung saja jalur rahasia tidak diruntuhkan oleh para pengkhianat!" Panglima Perang setelah melewati pintu masuk jalur rahasia.
"Mungkin saja mereka khawatir jalur rahasia ini dijaga binatang mistik!" tebakan Cao Tian Jun, lalu dia bertanya, "dengan melewati jalur rahasia, berapa lama kita akan tiba di Ibu Kota?"
"Setengah hari perjalanan, Tuan Muda. Jika melewati jalur biasa, perjalanan dari puncak pohon mati ke Kerajaan Bintang Laut akan memakan waktu 3 hari dengan menunggangi Kuda!" jawab Panglima Perang.
Cao Tian Jun berpikir sejenak untuk merancang sebuah rencana. Setelah beberapa saat, dia berkata, "kita akan lebih cepat dari pasukan Kekaisaran Xia yang melewati Teluk Black Vortex...,"
"Apa Tuan Muda mempunyai rencana?" tanya Panglima Perang yang ingin tahu rencananya.
Cao Tian Jun tersenyum tipis karena pertanyaan Panglima Perang. Seharusnya, setingkat Panglima Perang yang banyak pengalaman, sudah pasti memiliki rencana, tetapi justru bertanya kepada orang yang lebih muda serta kurangnya pengalaman.
"Jujur saja, saya tidak tahu tentang startegi dalam peperangan maupun siasat pertempuran. Saya hanya tahunya berkelahi seperti semalam, beradu pukulan dengan mengerahkan seluruh kemampuan!" jawab Cao Tian Jun dengan jujur.
Panglima Perang tersenyum masam karena merasa perkataan Cao Tian Jun adalah sindiran halus, dia salah telah bertanya, dan baru sadar jika Cao Tian Jun masih sangatlah muda.
Hanya saja, dia merasa bahwa Cao Tian Jun seperti sosok pria dewasa yang memiliki segudang pengalaman, dan ini seperti jiwa tua yang mendiami tubuh muda.
"Berapa banyak prajurit yang tersisa saat ini, Paman?" tanya Cao Tian Jun sambil melihat lurus jalan lorong besar yang hanya diterangi obor.
__ADS_1
Panglima Perang tidak segera menjawab karena sedang menghitung prajuritnya, dia sebenarnya memiliki pasukan sendiri namun gugur ketika bertarung untuk melindungi Raja Yuan.
"Digabungkan dengan kultivator di belakang kita, semuanya tidak lebih dari 300 jiwa.
Cao Tian Jun tertawa ringan. Bagaimana dia tidak tertawa, meminta bantuannya dengan hanya dukungan dari 300 orang? Sama saja bunuh diri jika melawan The King Of Dark Matter.
Panglima Perang tidak tersinggung dengan tawanya, dia tahu diri telah meminta sesuatu yang berlebihan. Tetapi, dia juga tidak tahu harus berbuat apa dengan keinginan semua penduduk yang berkeyakinan bahwa Cao Tian mampu menolong mereka.
"Apakah Paman memiliki Soul Kristal?" tanya Cao Tian Jun yang tiba-tiba.
"Untuk apa Kristal Jiwa?" tanya balik Panglima Perang yang tidak tahu tujuan Cao Tian Jun.
Ya, Cao Tian Jun akan menggunakan Soul Kristal agar boneka wayang bisa bergerak sesuai kehendaknya. Dengan adanya bonekanya, maka akan sedikit banyak membantunya ketika melawan The King Of Dark Matter.
"Saya butuh itu. Jika ada, kekurangan orang bisa ditutupi dengan dukungan Soul Kristal!" jawab Cao Tian Jun yang dengan sengaja tidak menjelaskan rencananya.
"Tuan Muda, Permaisuri Juan banyak menyimpan Kristal Jiwa. Saya--" Panglima Perang berhenti berbicara karena Cao Tian Jun turun dari punggung kuda dan masuk ke kereta yang ditumpangi oleh Permaisuri Juan.
Panglima Perang hanya bisa tersenyum masam, sebab hanya Cao Tian Jun yang tidak sungkan maupun segan kepada Permaisuri Juan. Tetapi di hatinya, dia merasa heran dengan perubahan sikap Permaisuri Juan semenjak kehadiran Cao Tian Jun.
Panglima Perang menepis pikiran negatif, dia berharap kehadiran Cao Tian Jun akan merubah segalanya menjadi lebih baik.
Permaisuri Juan dengan malas membuka matanya, ia menunjukkan di bawah ranjang, lalu berkata, "ambil saja semaumu!"
Yi Panyun menarik sebuah peti harta di bawah ranjang, lalu membuka gembok dengan kunci. Cao Tian Jun tidak tenang karena ingin tahu apa benar Permaisuri Juan memiliki Kristal Jiwa yang sangat langka.
Setelah peti terbuka, terlihat banyak benda berkilauan, bentuknya seperti batu dan itu yang dicari-cari oleh Cao Tian Jun.
"Ya, ini Kristal Jiwa yang aku cari-cari!" seruan Cao Tian Jun dengan mengambil satu buah Kristal Jiwa seukuran ibu jari.
"Apa kamu ingin menjadikannya perhiasan?" tanya Permaisuri Juan yang sudah duduk dengan dagu bersandar di bahu kiri Cao Tian Jun.
"Tidak, sangat disayangkan jika hanya untuk perhiasan. Aku akan menjadikan ini untuk membantu kita melawan dia!" jawab Cao Tian Jun.
Permaisuri Yuan mengunci alisnya karena tidak tahu maksud perkataannya. Karena penasaran, ia bertanya, "bagaimana caranya? Apa untuk menyuap pasukannya?"
Cao Tian Jun tertawa sambil memegang dada kanan milik Permaisuri Juan. Permaisuri Juan tidak marah, malahan memegang tangan Cao Tian Jun agar bertahan.
Yuan Zhen terbangun, ia segera memindahkan kepalanya, menjadikan paha kanan Cao Tian Jun sebagai bantal, ia ikut melihat dan ingin tahu kegunaan Kristal Jiwa selain dijadikan perhiasan.
"Aku akan bawa peti ini ke dalam tempat rahasia. Sebelum kita tiba di kerajaan, bantuan sudah siap untuk melawan pasukan The King Of Dark Matter," kata Cao Tian Jun yang ingin menyempurnakan bonekanya.
__ADS_1
"Aku ikut!" serempak Yuan Zhen dan ibunya ingin mengikuti Cao Tian Jun.
"Kondisikan di luar dulu sebelum ikut. Katakan kepada paman Sun, jika telah tiba di pintu keluar lorong besar ini, jangan segera keluar, amati dulu keadaan sekitarnya!" pinta Cao Tian Jun kepada Permaisuri Juan.
Permaisuri Juan memerintahkan Yi Panyun untuk berbicara kepada Panglima Perang. Tidak butuh waktu lama, Yi Panyun sudah kembali ke dalam gerbong kereta kuda.
Cao Tian Jun mengajak ketiga wanitanya masuk ke dalam Cincin Dimensi, dia segera menuju ke Gedung Smelting, tempat menyimpan boneka yang belum disempurnakan.
Yi Panyun malu untuk bertanya, ia tetap diam sembari mengikuti suaminya bersama Permaisuri Juan dan Putri Yuan Zhen.
Setibanya di gudang penyimpanan, ketiga wanita itu terkejut melihat banyak patung kecil setinggi 30 cm, patung yang dilapisi besi yang menyerupai miniatur bala tentara kekaisaran, jumlahnya mencapai 1.500 patung.
"Ini mirip dengan boneka wayang. Aku pernah melihat salah satu Guru Senior di akademi memilikinya. Katanya, boneka wayang digunakan sebagai pelindung, dia membelinya ketika berkunjung ke Sekte Yin," ujar Yuan Zhen sambil mengambil satu boneka wayang dan memeriksanya.
Permaisuri Juan juga mengambil satu dan memeriksanya, ia sering melihat boneka wayang tapi ukurannya lebih besar. Dia juga tahu kegunaan boneka wayang yang terkenal mahal di Benua Timur.
"Iya, ini memang boneka wayang. Hanya saja aku menyebutnya robot karena seluruh materialnya terbuat dari titanium yang aku campur dengan besi dan baja. Sedikit berbahan emas yang fungsinya sebagai pelapis agar tidak mudah berkarat...," jelas Cao Tian Jun sambil mengambil satu boneka wayang.
"Robot? Apa itu robot?" tanya Permaisuri Juan dan Yuan Zhen dengan serempak, bagi mereka kata robot sangatlah asing.
"Hanya sekedar nama dan fungsinya tetap sama!" jawab Cao Tian Jun yang sebenarnya kesulitan untuk menjelaskan.
Pengetahuannya tentang robot berasal dari Tian Long. Tian Long bercerita, jika ada kehidupan lain yang sangat jauh dari Benua Timur, memiliki teknologi canggih, namun digunakan robot sebagai pembantu aktivitas manusia.
Umumnya di Benua Timur, boneka wayang dibuat dengan bahan kayu pilihan, lalu dipadukan material perak dan emas sebagai pelapis agar lebih kuat dari serangan senjata. Emas dan perak akan membuat boneka wayang menjadi fleksibel untuk bergerak.
"Apa tujuanmu menjadikan Kristal Jiwa sebagai energi penggeraknya? Bagaimana caranya?" tebakan Permaisuri Juan dan bertanya karena belum memahami.
"Benar. Sepengetahuan kalian, biasanya boneka wayang menggunakan apa sebagai bahan energinya?" jawab Cao Tian Jun dan balik bertanya sebelum menjelaskannya.
"Umumnya menggunakan energi spiritual untuk mengendalikan boneka wayang, tetapi itu terbatas. Jika seorang ahli penyihir yang menggunakannya sihir, maka jangkauan boneka wayang lebih jauh. Kekurangannya, kekuatannya tidak sebesar saat menggunakan energi spiritual!" jawab Permaisuri Juan menurut pengetahuannya.
Cao Tian Jun teringat perkataan gurunya mengenai boneka wayang, dan tidak sama dengan pengetahuan Permaisuri Juan. Menurut pengetahuan gurunya, pengganti energi spiritual bisa menggunakan Batu Roh dan sejenisnya. Berhubungan Batu Roh dan sejenisnya sangatlah langka di Benua Timur, maka bisa digantikan dengan Kristal Jiwa.
"Ini lebih cocok dijadikan mainan," kata Yuan Zhen yang membuyarkan lamunan Cao Tian Jun.
Karena enggan untuk menjelaskan cara membuat boneka wayang, Cao Tian Jun berkata, "lihat dengan cermat bagaimana aku meletakkan Kristal Jiwa ini ke dalam robot!"
Cao Tian Jun membalikkan badan robotnya. Di belakang tengkuk robot ada sebuah lingkaran yang sangat kecil. Dia menekan lingkaran itu, lalu tiba-tiba lingkaran terbelah dan terlihat ruangan kecil.
Cao Tian Jun mengeluarkan peti harta berisi Kristal Jiwa, dia mencari yang berukuran kecil agar bisa masuk ke dalam leher robot. Setelah menemukan Kristal Jiwa berukuran kecil, dia segera memasukkan ke dalam lubang itu.
__ADS_1