
Bab 124. Api Putih.
Pagoda Api Phoniex adalah properti milik Akademi Merpati Putih pusat dan dijaga sangat ketat oleh para Guru Senior. Dari luar, Pagoda Api Putih hanya berlantai lima, tetapi sebenarnya lebih dari itu, ada enam lantai di bawahnya.
Di lantai paling dasar, terdapat magma yang menjadi pusat keberadaan Api Putih. Dari energi panas Api Putih, mengalir ke atas memenuhi ruangan di setiap lantai. Dan, setiap ruangan itu dihuni oleh beberapa orang yang menyerap energi panas Api Putih.
Berkat Api Putih inilah yang menjadikan basis kultivasi setiap orang meningkat dengan dratis. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memasuki Pagoda Api Putih, khususnya bagi anggota keluarga Kekaisaran Xia dan Akademi Merpati Putih pusat yang memiliki slot untuk berkultivasi di dalamnya.
Karena informasi dari Yuan Zhen mengenai Pagoda Api Putih, Cao Tian Jun tidak lagi kebingungan saat menyelinap masuk ke dalamnya yang dibuat seperti labirin. Dengan Teknik Perubahan Wujud, dia melewati banyak Guru Junior dan Senior yang berjaga.
Dia segera menuju ke dasar lantai bawah tanah setelah melewati beberapa pintu ruangan yang sengaja dibuat sama. Karena sudah mengetahui dari Yuan Zhen, dia tidak tersesat di dalam Pagoda Api Putih.
Tetapi, ketika akan masuk ke dalam lantai terbawah, Cao Tian Jun berhenti karena melihat seseorang pria tua yang berkultivasi di depan pintu yang memblokir jalurnya.
Agar pria tua itu meninggalkan tempat, Cao Tian Jun keluar dari ruangan itu, dia akan membuat keributan untuk memancing pria itu. Pria tua itu adalah Leluhur Xia, kakek dari Kaisar Xia, dan juga sebagai pelindung akademi.
Boom...
Ledakan keras ketika Cao Tian Jun melepaskan pukulan berenergi ke arah anak tangga lantai atas. Akibatnya, anak tangga itupun runtuh.
Ledakan itu jelas menarik perhatian para penjaga yang segera berdatangan. Karena Pagoda Api Putih memiliki banyak anak tangga, mereka tidak kesulitan untuk menuju ke arah suara ledakan.
Leluhur Xia juga mendengar suara ledakan itu, tetapi menghiraukannya karena banyak penjaga yang bertugas. Tidak bagi keluarga kekaisaran dan anggota akademi yang berkultivasi, mereka jelas terganggu dan keluar dari ruangannya untuk melihat siapa orang yang membuat keributan.
Melihat anak tangga yang dengan sengaja dirusak, para penjaga segera mencari keberadaan si pelaku. Setelah beberapa waktu mencari, mereka tidak menemukannya.
Mereka jelas kebingungan karena tidak menemukan si pelakunya. Kemudian, setiap orang yang berkultivasi diintrogasi oleh para penjaga...
Karena Leluhur Xia tidak terpancing keributan, Cao Tian Jun memikirkan cara lain. Satu-satunya cara adalah menggunakan boneka wayang yang memiliki kekuatan yang melebihi para penjaga. Dia segera mengeluarkan satu boneka wayang di saat para penjaga sibuk mengintrogasi.
Boom...
Ledakan keras kembali terjadi ketika boneka wayang merusak anak tangga yang lain. Keributan yang dibuat oleh boneka wayang jelas menarik perhatian para penjaga. Melihat si pelaku, mereka segera menyerangnya.
Leluhur Xia membuka matanya karena merasakan kekuatan tingkat Golden God, dia segera meninggalkan tempatnya. Ketika melihat boneka wayang yang banyak menumbangkan para penjaga, dia bergegas menyerangnya.
__ADS_1
Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Cao Tian Jun, dia segera masuk melalui celah-celah pintu menuju ke pusat Inti Api Putih. Ketika berada di dalam, dia melihat dunia bawah tanah yang dipenuhi dengan lautan magma. Kedua matanya melihat seekor Naga Putih yang berada di daratan di tengah lautan magma.
Panjang tubuh Naga Putih mencapai 70 meter, memiliki sepasang sayap lebar, dua tanduk bengkok di kepalanya, bulunya berwarna putih, dari ujung bulunya mengeluarkan api, dan di ujung hidungnya terdapat tanduk kecil.
Naga Putih itulah Api Putih yang mampu merubah wujudnya. Naga Putih itu berbaring di atas Bunga Teratai yang bertransformasi menjadi kristal. Setiap daun dari Bunga Teratai itu yang mendistribusikan energi panas Api Putih yang diserap oleh kultivator.
Suhu panas di dalam membuatnya mengeluarkan keringat, tetapi bukan karena panasnya magma, melainkan panas dari Api Putih. Panasnya magma sudah terbiasa baginya karena sering berendam di cairan magma ketika sewaktu kecil.
Yang membuat Cao Tian Jun tidak bergegas mengambil Api Putih yang berubah wujud menjadi Naga Putih, dikarenakan kekuatan Naga Putih itu berada di tingkat Ancient God.
Untuk menaklukkan Naga Putih itu, Cao Tian Jun jelas tidak mungkin bisa, sebab kekuatannya lebih rendah dua tingkat. Satu-satunya jalan untuk menaklukkannya, harus mengeluarkan semua boneka wayang.
"Tapi, apakah semua boneka wayang mampu menaklukkannya?" batin Cao Tian Jun yang ragu-ragu karena belum pernah berhadapan dengan Naga Putih.
"Penguasa, apakah Anda melupakan kita?" teguran dari Batu Keabadian secara serempak.
Cao Tian Jun garuk-garuk kepala karena terlalu khawatir akan kemampuannya sendiri. Karena kekhawatirannya, dia melupakan Batu Keabadian yang mampu menyerap segala jenis energi dari alam.
"Anda memiliki Law Stone, apakah Anda tidak mengetahuinya?" Crown Stone mewakili semua Batu Keabadian untuk mengingatkan Cao Tian Jun.
"Law Stone ... Guruku pernah berkata, bahwa karena Law Stone ini aku bisa cepat belajar apapun itu yang baru kuketahui. Berkat itu juga, aku dengan cepat meningkat kekuatan. Tetapi... Sejujurnya, aku tidak bisa terkoneksi dengannya, entah kenapa!" Cao Tian Jun mengungkapkan kendalanya selama ini.
Cao Tian Jun seringkali berkonsultasi dengan gurunya, namun Tian Long tidak pernah memberitahukannya. Dia menginginkan agar muridnya ini menjadi mandiri dan tidak tergantung dengannya.
"Karena 7 Batu Keabadian terpisah dari Anda!" Crown Stone mengungkapkan kendala yang dialami oleh Cao Tian Jun.
Dulu, sebelum Dewa Abadi memisahkan 7 Batu Keabadian darinya, dia tidak memikirkan konsekuensinya, yang mana Law Stone akan berhibernasi setelah terpisah.
Oleh karena itu, Cao Tian Jun sulit untuk terhubung dengan Law Stone yang tertidur di dalam jiwanya. Dan, masalah dantian juga karena Law Stone yang belum terkoneksi.
"Jadi itu masalahnya!" gumam Cao Tian Jun yang akhirnya mengerti, "apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan Api Putih?" tanyanya kepada Batu Keabadian.
"Dengan kekuatan jiwa. Apapun yang Anda hadapi dan terkait dengan unsur alam, Anda bisa menggunakannya!" jawab Crown Stone yang mudah dimengerti oleh Cao Tian Jun.
Batu Keabadian tidak secara langsung menjelaskan apapun yang sebenarnya telah dimilik oleh Cao Tian Jun, sebab semua ini atas pengaturan dari Universe Lightning. Tujuannya sangat sederhana, agar Cao Tian Jun secara bertahap menemukan apa yang sudah menjadi miliknya. Dan, apapun yang dimilikinya tersimpan dengan baik di dalam Dunia Jiwanya.
__ADS_1
Api Putih diluar jangkauan serangan Kekuatan Jiwa, dan agar mendekat, Cao Tian Jun memang harus menggunakan boneka wayang untuk memancingnya. Dia segera mengeluarkan 10 boneka wayang.
Naga Putih segera terbangun karena merasakan kehadiran tamu yang tidak undang. Dia mengangkat kepalanya dan melihat boneka wayang.
"Roarrr...!" raungan Naga Putih.
Setelah itu, keluar dari dalam magma ratusan ikan yang berbentuk aneh; bentuk tubuhnya bulat berwarna hitam, panjangnya mencapai 160 cm, rahangnya sedikit terangkat dan memiliki ratusan gigi runcing, di dagunya terdapat antena yang ujungnya berbentuk bulat menyala, matanya berwarna abu-abu dan seakan-akan akan terlepas, ia memiliki dua pasangan sayap di tubuhnya. Dan itu adalah Black Dragonfish (Ikan Naga Hitam).
Black Dragonfish mampu bertahan hidup pada suhu panas yang ekstrim. Spesies ini sanggup menghadapi temperatur panas ekstrim. Tidak heran jika mereka mudah ditemukan di gunung laut aktif yang berkedalaman 2.000 meter. Dari penampilannya yang mengerikan, sudah terlihat jika spesies satu ini tergolong predator agresif yang dapat menggigit mangsa dengan cepat. Iapun dapat menyala dalam kegelapan layaknya kunang-kunang.
Melihat itu, Cao Tian Jun menyunggingkan senyuman karena seringkali berhadapan dengan Black Dragonfish ketika kecil dulu, bahkan binatang lava itu dijadikan makanan.
Black Dragonfish keluar dari dalam magma dan terbang ke arah boneka wayang. Boneka wayang serempak mengeluarkan pedang yang terselip di pinggangnya, lalu mengayunkannya ke arah Black Dragonfish.
Tubuh Black Dragonfish terbelah menjadi dua dan menggelepar di tanah. Satu per satu binatang lava itu dikalahkan oleh boneka wayang. Setiap kali Black Dragonfish baru keluar dari dalam magma, boneka wayang segera menebasnya.
Naga Putih tidak bereaksi walaupun bawahannya dibantai oleh boneka wayang. Setelah Black Dragonfish dikalahkan, dia kembali meraung keras hingga menggetarkan dunia bawah tanah yang dipenuhi dengan cairan magma bergejolak.
Tidak berselang lama setelah Naga Putih meraung, keluar dari dalam magma banyak binatang lava yang lain mirip dengan Komodo. Bentuk tubuh aneh, yang mana tubuhnya seperti retak. Dari celah-celah retakan itu mengeluarkan cairan magma. Dan itu adalah Fire Beast, lebih kuat dari Black Dragonfish.
Fire Beast merangkak keluar dari dalam magma, bergerak cepat menuju ke arah boneka wayang. Walaupun lebih kuat dari Black Dragonfish, tetap saja boneka wayang dengan mudah mengalahkan Fire Beast.
Setelah Fire Beast dikalahkan, kali ini Naga Putih akhirnya berdiri dan kembali meraung keras untuk memanggil anak buahnya. Keluar dari dalam magma binatang cacing berwarna hitam kemerahan, dan itu adalah Lava Worms.
Lava Worms sebesar Ular Piton, panjangnya mencapai 10 meter, seluruh punggungnya terdapat duri seperti tanduk, dari tubuhnya juga mengeluarkan magma. Walaupun Lava Worms unggul dalam jumlah, boneka wayang tidak kesulitan untuk mengalahkannya, tetapi tetap saja membutuhkan waktu lama.
Naga Putih berjalan mondar-mandir di sarangnya sambil melihat anak buahnya dikalahkan, dia tampak enggan keluar dari sarangnya. Setelah Lava Worms dikalahkan, dia kembali meraung keras untuk memanggil anak buahnya.
Melihat Naga Putih tidak mendekatinya, membuat Cao Tian Jun menjadi khawatir karena Leluhur Xia pasti akan mendengar keributan di dunia bawah tanah. Dan, kekhawatirannya pun terjadi. Pintu di belakangnya berderak, tanda seseorang akan masuk ke dunia bawah tanah.
Dari dalam magma juga keluar binatang yang lain dan berbentuk aneh. Tubuhnya seperti ikan Buntal, tetapi ukurannya jauh lebih besar, berdiameter 3 meter, memiliki sepasang tangan, mulut lebar yang mampu melahap kepala orang dewasa, dari tubuhnya juga mengeluarkan api, dan mampu terbang walaupun tidak memiliki sayap. Dan, binatang lava itu adalah Lava Monster.
Sebelum Leluhur Xia masuk dan Lava Monster menyerang, segera Cao Tian Jun menyimpan boneka wayang kedalam Cincin Dimensinya. Karena panik, dirinya juga ikut bersembunyi di dalam Cincin Dimensi.
Tidak berselang lama, Cao Tian Jun melihat Leluhur Xia masuk ke dunia bawah tanah. Lava Monster juga berhenti karena kehilangan targetnya. Naga Putih kebingungan karena tidak melihat boneka wayang yang menghilang dalam sepersekian detik.
__ADS_1
Tetapi, yang menjadi sasarannya adalah Leluhur Xia. Leluhur Xia terkejut bukan main karena melihat Lava Monster yang jumlahnya mencapai puluhan ekor.
Kedatangan Leluhur Xia membuat Naga Putih menjadi marah dan meraung-raung keras, dia marah karena Leluhur Xia tidak melakukan tugasnya dengan baik sehingga ada penyusup yang memasuki wilayahnya.