8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Lou Bingwen.


__ADS_3

Bab 74. Lou Bingwen.


Ketika malam tiba, Permaisuri Juan bersama Yi Panyun menyusul Cao Tian Jun yang sedang melatih Yuan Zhen. Panglima Perang segera mengawal permasuri bersama dengan prajuritnya, dia tidak berani mencegah Permaisuri Juan walaupun telah diperingatkan oleh Cao Tian Jun.


Yi Panyun bersama lima pelayan membawa makanan untuk Cao Tian Jun. Ternyata, para penduduk juga mengikuti karena ingin dekat dengan Cao Tian Jun, dan berharap mendapatkan pelajaran seperti yang didapatkan Putri Yuan Zhen.


Cao Tian Jun hanya bisa geleng-geleng karena peringatannya tidak berlaku bagi Permaisuri Juan. Jadi, dia memutuskan untuk menyambut mereka sebelum mendekati Yuan Zhen.


"Menantu, Anda harus makan dulu. Biarkan aku yang melindungi putriku," kata Permaisuri Juan dengan nada lembut.


"Yang Mulia, biar hamba yang melindungi Putri!" ucap panglima perang dengan segera bertindak sebelum seorang Permaisuri melakukan hal yang sederhana.


Yi Panyun telah menyiapkan tempat untuk duduk di tanah yang beralaskan permadani, ia tersenyum melihat Cao Tian Jun yang sudah menjadi pasangan Dao. Namun, sikapnya masih seperti biasa karena belum waktunya untuk menunjukkan status barunya kepada semua orang.


Sebagian penduduk mengikuti Panglima Perang, tapi masih menjaga jarak agar tidak menganggu Yuan Zhen yang sedang berlatih.


Salah satu penduduk segera berbicara kepada Cao Tian Jun, "Tuan Muda, bisakah Anda melatih putra dan putri kami?"


Cao Tian Jun yang baru saja duduk, melihat penduduk itu adalah seorang pria tua, dia berkata, "semua orang bisa untuk berlatih, dan semua penduduk berhak mendapatkan pendidikan dasar. Tentu, saja bisa melatih kalian, atau kalian bisa meminta panduan dari mereka yang sudah bisa berkultivasi terlebih dahulu."


Salah seorang penduduk lain yang lebih muda segera berbicara mewakili semua orang, dia berkata, "kami sudah berlatih tapi kesulitan membangkitkan akar spiritual. Bagaimana caranya membangkitkan akar spiritual?"


Hal ini yang menjadi permasalahan besar yang dialami oleh setiap orang, mereka hanya bisa berlatih dasar bela diri. Tetapi, di saat mengeluarkan energi spiritual, mereka sangat sulit karena tidak memiliki akar spiritual.


Permaisuri Juan juga telah memikirkan hal ini. Setelah melihat apa yang dialami putrinya, ia menyimpulkan bahwa seorang yang tidak memiliki bakat harus mengeluarkan biaya besar untuk membangkitkan akar spiritualnya.


"Biarkan saya makan dulu. Kalian kumpulkan anak-anak sesuai bulan lahirnya (Shio). Setelah saya selesai makan, saya akan melatih mereka secara singkat!" pinta Cao Tian Jun.


Perkataan Cao Tian Jun membuat penduduk kegirangan, pasalnya, anak-anak adalah masa depan bagi orang tua. Mereka segera mengumpulkan anak-anak sesuai yang dikatakan oleh Cao Tian Jun.


Karena anak-anak masih kuat dalam berimajinasi, maka Cao Tian Jun lebih mudah melatih mereka untuk membangkitkan akar spiritual. Sedangkan mengumpulkan sesuai Shio, bertujuan agar mudah mengetahui elemen apa yang dimiliki mereka.


Setiap kehidupan memiliki elemennya masing-masing semenjak lahir, dan terbagi menjadi beberapa Shio. Seperti elemen air misalnya, shionya adalah Shu (Tikus) dan Zhu (Babi). Untuk elemen api, shionya adalah She (Ular) dan Ma (Kuda).


Elemen Tanah, shionya ada empat, yaitu Niu (Kerbau), Long (Naga), Yang (Kambing) dan Gou (Anjing). Elemen Kayu adalah Hu (Macan) dan Tu (Kelinci). Dan yang terakhir adalah elemen Logam, Shionya adalah Hou (Monyet) dan Ji (Ayam).


Tian Long telah mengajari Cao Tian Jun dasar tentang hal ini. Oleh sebab itu, dia memiliki pengetahuan serta pemahaman yang jarang diketahui oleh banyak orang di Benua Timur.

__ADS_1


Permaisuri Juan penasaran dengan metode apa yang akan diajarkan oleh kekasihnya ini untuk melatih anak-anak. Ia berpikir, Cao Tian Jun tidak mungkin mengeluarkan biaya besar hanya untuk rakyat yang tidak memiliki bakat dalam ilmu bela diri.


Ingin rasanya bertanya, tetapi Cao Tian Jun masih menikmati makanan dengan lahap, masakan yang dibuat oleh pelayan istana. Akhirnya, dia memutuskan untuk menunggunya selesai makan baru bertanya sebelum melatih anak-anak.


Sedangkan Yuan Zhen, banyak membakar pepohonan karena gagal mengendalikan elemen api. Untung saja, semua prajurit sudah terlatih dan mampu menghindari api.


Cao Tian Jun tertawa ringan melihat kegagalan Yuan Zhen, dia dengan sengaja tidak memberikan arahan lagi agar bisa mencari tahu kesalahannya sendiri. Seorang Alkemis harus mandiri untuk menemukan masalah kegagalannya karena itu hal yang baik.


"Kenapa dia selalu gagal?" tanya Permaisuri Juan yang tidak tega melihat Yuan Zhen yang wajahnya penuh keringat.


"Fokusnya lumayan bagus, tapi emosinya yang sulit untuk dikendalikan!" jawab Cao Tian Jun dengan santainya.


"Api mampu menghangatkan dan juga memusnahkan. Tanpa kendali diri, akibatnya adalah kehancuran!" imbuh Permaisuri Juan yang langsung paham perkataan Cao Tian Jun.


"Sudah cantik pintar pula!" pujian Cao Tian Jun, lalu kembali mengigit daging ayam.


Permaisuri Juan tersenyum dan ada rasa bangga dipuji olehnya. Ia kembali melihat putrinya sambil menikmati minuman hangat.


"Tadi ada mata-mata The King Of Dark Matter, tetapi sudah menjadi arang," kata Cao Tian Jun setelah mengusap bibirnya karena berminyak.


Permaisuri Juan menghela napas berat, ia sudah menebak jika mata-mata akan datang kembali. Lalu dia berkomunikasi telepati dengan Panglima Perang mengenai mata-mata.


"Santai saja dan jangan khawatir! Yang terpenting, penduduk segera diperintahkan untuk kembali ke tempat perlindungan!" jawab Cao Tian Jun yang ingin menguji kekuatan setelah meningkat 2 level, seandainya binatang mistik berdatangan.


Permaisuri Juan memanggil putrinya melalui komunikasi telepati. Segera Yuan Zhen berhenti berlatih, walaupun gagal berulangkali wajahnya terlihat puas dan bersemangat.


Segera semua orang kembali ke tempat perlindungan sebelum kedatangan binatang mistik. Banyak penduduk yang kesal karena binatang mistik, jika tidak adanya gangguan sudah pasti putra dan putrinya akan mendapatkan pelatihan dari Cao Tian Jun.


Setelah sampai di puncak pohon mati, para prajurit dan penduduk yang bisa bertarung bersiap melawan binatang mistik. Cao Tian Jun terbang bersama Yuan Zhen, Panglima Perang, termasuk Permaisuri Juan yang akan bertarung bersama kekasihnya.


Dari kejauhan, terlihat kabut hitam bergerak dengan kecepatan tinggi, pepohonan banyak yang tumbang ketika banyak binatang mistik yang berlari menuju ke arah puncak pohon mati.


"Kalian di sini saja. Aku akan menghadang mereka untuk mengurangi jumlahnya!" pinta Cao Tian Jun dengan tegas, kata saya telah berganti menjadi aku, menandakan jika berkata serius dan tidak mau dibantah oleh siapapun.


"Hati-hati!" pesan Yuan Zhen yang tahu dirinya masih kalah jauh dari Cao Tian Jun.


Cao Tian Jun seketika lenyap dari hadapan mereka, dia muncul di lokasi yang jauh dari puncak pohon mati. Karena malam diterangi oleh cahaya bulan, mereka masih melihat Cao Tian Jun yang mengeluarkan petir ungu.

__ADS_1


Kali ini tidak berdatangan awan hitam, tapi suara guntur terdengar jelas memekakkan telinga. Semua orang melihat seluruh tubuh Cao Tian Jun mengeluarkan kilatan petir ungu.


Tujuan Cao Tian Jun menghadap pergerakan binatang mistik hanya untuk menyerap kabut hitam yang memberikannya kekuatan. Dia mengeluarkan enam bayangan, lalu melepaskan pukulan berenergi petir ke arah binatang mistik.


Setiap kali pukulannya mengenai tubuh binatang mistik, selalu terdengar suara petir menggelegar keras. Lalu disusul raungan binatang mistik yang ketakutan dan terluka.


Karena banyaknya binatang mistik, banyak yang berhasil lolos dari pukulan Cao Tian Jun dan bayangannya. Panglima Perang sudah bersiap untuk melawan binatang mistik.


Sayangnya, Cao Tian Jun terlebih dahulu membuat senjata Busur dari energi petir, dia melepaskan ratusan anak panah petir yang mengarah ke binatang mistik sebelum mendekati puncak pohon mati.


Anak panah petir melesat sangat cepat, seperti seutas benang tebal tetapi mampu menumbangkan binatang mistik.


Yuan Zhen kebingungan melihat skill yang digunakan oleh Cao Tian Jun, ia tidak pernah melihat jika Akademi Merpati Putih memiliki teknik tersebut. Ia hanya menduga jika itu pasti atas bimbingan dari Tian Long.


Sebenarnya, Cao Tian Jun berimprovisasi untuk menciptakan skill baru dengan memanfaatkan keunikan Kitab Halilintar Ungu, apa yang baru saja diciptakan hanya metode sederhana, yaitu memikirkan sesuatu dan memvisualisasikan dengan energi petir.


Karena memiliki kontrol penuh atas energi petir, maka dia dengan mudah membuat Busur dan anak panah, dan dengan segera mempraktikkannya. Hasilnya memuaskan, tetapi masih ada kelemahannya, yaitu siulan anak panah seperti petir sehingga bisa dihindari lawan yang mendengarnya.


Sayangnya, walaupun mendengarkan petir, sulit untuk mengalahkan kecepatannya. Kilatan petir dengan mudah menembus tubuh binatang mistik yang terkenal keras.


Tiba-tiba, serangan cepat melesat ke arah enam bayangan yang langsung menjadi asap putih berbentuk merpati. Cao Tian Jun sedikit terkejut dan melihat sumber arah serangan itu.


Di mana ada kabut hitam di udara bergerak cepat ke arahnya, lalu perlahan membentuk wujud pria tua utusan dari The King Of Dark Matter, pria itu tidak lain adalah orang penting dari Kuil Sembilan Kematian, dia adalah wakil ketua Lou Bingwen.


Lou Bingwen berhenti ketika jaraknya mencapai 100 meter dari Cao Tian Jun, dia samar-samar merasakan penindasan yang berasal dari Kitab Halilintar Ungu. Walaupun dalam pengaruh kabut hitam, dia masih dengan jelas mengingat semua hal tentang dirinya, hanya saja tidak mampu mengendalikan tubuhnya.


"Apa hubunganmu dengan Akademi Merpati Putih?" tanya Lou Bingwen yang ingin tahu.


"Tidak ada hubungannya! Justru aku yang harus bertanya, apakah kamu adalah The King Of Dark Matter?" sahut Cao Tian Jun dengan ketus, dia sengaja berbohong agar Akademi Merpati Putih tidak mendapatkan masalah.


Lou Bingwen tertawa keras karena tahu jika Cao Tian Jun berbohong. Di Benua Timur, siapapun tahu Kitab Halilintar Ungu berasal dari Kekaisaran Xia dan Akademi Merpati Putih.


"Anak muda, lebih baik kamu menjadi bawahan tuanku daripada mati di usia muda. Jika kamu menjadi bagian kita, segala kekayaan serta semua keinginanmu akan dikabulkan oleh tuanku!" tawaran Lou Bingwen yang ingin merekrut Cao Tian Jun sebagai bawahannya atas nama The King Of Dark Matter.


Cao Tian Jun balik yang tertawa, dan itu jelas menyinggung Lou Bingwen. Setelah tertawa, dia berbicara, "yakin bisa membuatku kaya raya dan juga mengabulkan permintaanku?"


Rasa tersinggung sedikit terobati karena pertanyaan Cao Tian Jun, Lou Bingwen segera menjawab dengan tegas dan percaya diri, "tentu, tapi setelah kita membuat kontrak jiwa. Baru setelah itu, kamu akan mendapatkan apapun yang diinginkan."

__ADS_1


"Aku bukan anak kecil yang mudah dibodohi. Siapa yang mau kontrak jiwa tanpa diberikan hadiah terlebih dahulu!" sahut Cao Tian Jun.


Perkataannya membuat Lou Bingwen tertawa karena lucu, itu hanya karena kata hadiah, menandakan jiwanya masih anak-anak.


__ADS_2