
Bab 73. Melatih Yuan Zhen.
Kepala pelayan telah melepaskan semua pakaiannya, tidak ada lagi sehelai kain yang menutup tubuh indahnya.
Cao Tian Jun melihat dada Yi Panyun yang ukurannya sama dengan Yuan Zhen, pinggang ramping tanpa noda luka, lalu dia melihat organ intimnya sedikit ditumbuhi bulu-bulu halus terpotong rapi dengan bentuk segitiga.
"Layani suamiku sampai puas, Yun'er!" perintah Permaisuri Juan sambil menunjuk ke arah tongkat kepuasan.
"Hamba akan berusaha sebaik mungkin untuk melayani Tuan Muda, Yang Mulia!" jawab Yi Panyun, lalu ia melihat Cao Tian Jun.
Yi Panyun mencium aroma afrodisiak yang membuatnya ingin menerjang Cao Tian Jun, namun da mampu menahan hasratnya. Kemudian, dengan berjongkok di depan Cao Tian Jun, ia memegang kepala tongkat dengan tangannya yang halus dan gerakan lembut.
Permaisuri Juan tersenyum melihat Yi Panyun, lalu ia mencium bibir Cao Tian Jun yang selalu memainkan biji dadanya. Kemudian, ia menindih tubuhnya dengan pantat besar berada dihadapan Yi Panyun yang sedang menciumi tongkat.
Tubuh Permaisuri Juan tersentak ketika merasakan lidah Yi Panyun menyulur ke organ intimnya yang masih basah kuyup setelah meraih kenikmatan, ia makin bersemangat dengan mencium bibir Cao Tian Jun.
Bergantian Yi Panyun menjilati kepala tongkat dan organ intim milk Permaisuri Juan, tidak ada rasa jijik baginya, malahan makin berhasrat saat mencium aroma wangi pada kejantanan milik Cao Tian Jun.
"Semoga ini bisa masuk ke milikku!" batin Yi Panyun yang sudah tidak sabar untuk memasukkan tongkat ke organ intimnya.
Yi Panyun segera memposisikan tubuhnya dengan menempatkan pantatnya di atas kepala tongkat, ia juga terus memainkan organ intim milk Permaisuri Juan dengan tangan kanan. Lalu, dengan tangan kirinya memegang batang tongkat sambil menggesek-gesekkan ke bibir organ intimnya.
Yi Panyun melenguh pelan ketika merasakan sensasi nikmat untuk pertama kalinya. Dan tanpa sengaja memasukkan jari telunjuknya ke organ intim milk Permaisuri Juan.
Permaisuri Juan melenguh keras karena jari telunjuk Yi Panyun. Ia menoleh ke belakang dan melihat Yi Panyun telah siap untuk melepaskan keperawanannya. Lalu ia kembali mencium bibir Cao Tian Jun.
"Hmm...!!" lenguhan Yi Panyun ketika kepala tongkat merangsek masuk ke dalam lubang organ intimnya, sedikit rasa perih karena baru pertama kali dan juga masih sempit.
Namun, rasa perih tidak menghentikannya, ia menurunkan pinggulnya hingga merasakan selaput daranya terkoyak. Baru setelah itu, ia berhenti sejenak setelah kehilangan keperawanan, ia melihat darah segar mengalir melalui celah-celah dari batang tongkat.
Yi Panyun meneteskan air mata telah kehilangan keperawanannya yang telah dijaga selama ini.
"Kamu juga akan menjadi istriku," kata Cao Tian Jun yang mengejutkan Yi Panyun.
Permaisuri Juan tidak marah karena perkataan Cao Tian Jun. Sedangkan bagi Yi Panyun, perkataanya sangat berarti besar baginya, ia kembali menurunkan pinggulnya. Berhubungan ****** ***** mengalir terus, besarnya tongkat itu dengan mudah masuk hingga memenuhi rahimnya.
Sedangkan, Yuan Zhen segera memblokir panca indera pendengarannya agar fokus untuk menyerap energi kristal elemen, ia anggap suara lenguhan serta rintihan kenikmatan sebagai batu ujian mental. Sebagai seorang ahli Alkemis, suara gangguan apapun harus mampu diatasi ketika meramu pil, situasi saat inilah momen tetap baginya untuk berlatih...
__ADS_1
Ketika hari menjelang sore, Permaisuri Juan dan Yi Panyun akhirnya menyerah, mereka kalah telah dari Cao Tian Jun. Sedangkan Cao Tian Jun baru dua kali mencapai puncak dan membagi air surganya secara merata, dia segera memasukkan dua butir Pil Pemulih Energi ke mulut mereka berdua agar segera pulih.
Karena mendapatkan Energi Yin yang melimpah, terutama mendapatkan Energi Yin murni dari Yi Panyun, Cao Tian Jun segera masuk ke dalam Cincin Dimensi karena akan menerobos satu level lagi.
Cao Tian Jun berpikir bahwa mendapatkan wanita suci lebih besar manfaatnya jika ingin cepat meningkatkan kekuatan, pemikiran itu muncul setelah mendapatkan pengalaman setelah berhubungan intim dengan Yuan Zhen dan Yi Panyun.
Karena ada 5 pelayan wanita yang kemungkinan masih murni, Cao Tian Jun berinisiatif untuk menjadikan mereka sebagai mitra berkultivasi ganda, dengan tujuan mendapatkan Energi Yin murni. Akan tetapi, lagi-lagi dia teringat pesan gurunya.
"Hargailah semua wanita layaknya ibu kandungmu sendiri. Kasihi mereka, lindungi mereka dan bersikaplah lemah lembut. Sekuat-kuatnya wanita, mereka tetap lemah dihadapan pria."
Energi terobosan meluap-luap keluar dari tubuh Cao Tian Jun, dia segera menstabilkan pondasi kekuatannya yang meningkat lagi. Setelah beberapa waktu, dia membuka mata dengan wajah berseri-seri. Segera dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai, dia memeriksa Nuwa Kecil. Saat berada di dalam kamar adiknya, Nuwa Kecil masih dalam hibernasi untuk meningkatkan kekuatannya. Cao Tian Jun tidak tahu darimana asal energi yang meningkat kekuatan Nuwa Kecil.
Dia hanya menduga, bahwa semua energi itu didapatkan dari makanan daging yang dimakan oleh Nuwa Kecil.
Cao Tian Jun telah kembali ke dalam tenda, dia melihat Permaisuri Juan dan Yi Panyun masih tertidur. Lalu dia melihat Yuan Zhen yang tubuhnya samar-samar mengeluarkan hawa panas khas pemilik elemen api.
"Kamu sudah membangkitkan elemen api, waktunya untuk belajar mengendalikannya," kata Cao Tian Jun kepada Yuan Zhen.
Mendengar suaranya, Yuan Zhen segera berhenti berkultivasi, ia melihat tubuhnya yang masih telanjang karena terbakar. Segera ia memakai pakaiannya, lalu menghampiri Cao Tian Jun yang sedang duduk.
Walaupun sebagian seorang Putri kerajaan, belum tentu kekayaan keluarganya mampu mendapatkan dua jenis pil yang sangat langka, dan juga mahal harganya hanya untuk memiliki akar spiritual elemen api dan kayu.
"Aku siapa sampai kamu berulangkali mengucapkan itu? Sebagai gantinya, kamu harus selalu setia dan jangan pernah kecewakanku!" protes Cao Tian Jun karena ucapan Yuan Zhen, sebab hal ini sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai seorang pria.
Yuan Zhen merasa terharu dengan perkataan Cao Tian Jun, ia memeluknya erat sambil meneteskan air mata. Ia mengingat awal pertemuan yang tak terduga hingga akhirnya berhubungan intim.
Seandainya, tidak terjadi hubungan intim pada waktu itu, kemungkinan besar ia tidak akan mendapatkan berkah seperti ini, dan juga sudah berpisah dengan Cao Tian Jun saat tiba di Dermaga Bunga Lou.
"Ayo, kita keluar. Aku akan mengajarimu untuk mengendalikan elemen api dan kayu!" ajak Cao Tian Jun yang menyadarkan Yuan Zhen dari lamunannya.
Yuan Zhen mengusap air matanya, lalu dia bergandengan tangan dengan Cao Tian Jun keluar dari tenda. Saat berada di luar, dia meminta kepada pelayan untuk menyiapkan makan malam yang terbaik untuk suaminya.
Kemudian, Panglima Perang menghampiri Cao Tian Jun, dia terkejut melihat aura Putri Yuan Zhen makin kuat, dan tanda baru saja menerobos.
"Apakah berkah ini dari Tuan Muda?" tebakan panglima perang peningkatan Yuan Zhen terkait dengan Cao Tian Jun.
__ADS_1
"Benar, Paman!" jawab Yuan Zhen tanpa niat menyembunyikan kontribusi besar yang diberikan oleh Cao Tian Jun, "dan aku sekarang sudah memiliki 3 elemen baru yang berbeda, yaitu air, api dan kayu!" imbuhnya yang mengejutkan Panglima Perang.
Jelas Panglima Perang terkejut, pasalnya memiliki elemen air dan api akan merugikan dirinya sendiri karena saling bermusuhan. Namun, melihat Cao Tian Jun yang selalu saja memberikan aura misterius, dia yakin Putri Yuan Zhen pasti mendapatkan bimbingan serta bantuan.
"Usia muda mampu memberikan bimbingan kepada yang lebih tua adalah sosok pemimpin di masa depan!" batin Panglima Perang yang makin menaruh harapan besar kepada Cao Tian Jun.
"Tetua, saya mau melatih dia untuk mengendalikan elemen. Tolong, cegah para penduduk yang ingin mendekati kita saat berlatih!" pinta Cao Tian Jun dengan ramah.
Panglima Perang tertawa renyah karena baru sadar belum memperkenalkan namanya, makanya dia merasa aneh jika Cao Tian Jun memanggil dengan sebutan tetua.
"Panggil saja saya Paman Sun. Panglima Perang hanyalah nama gelar," katanya, "baik, saya akan jauhkan penduduk agar tidak mendekati Anda!" imbuhnya.
"Terima kasih, Paman Sun."
Cao Tian Jun dan Yuan Zhen telah keluar dari puncak pohon mati, mereka menjauh agar dampak api milik Yuan Zhen tidak membahayakan para penduduk.
Saat berada di bawah pohon mati, Cao Tian Jun menjelaskan bagaimana cara mengendalikan air dan api. Sedangkan untuk elemen kayu, itu lebih mudah dikendalikan serta dipelajari. Jadi, Cao Tian Jun hanya menjelaskan tentang dua elemen yang bertolak belakang, terutama elemen api yang merupakan unsur penting bagi seorang Alkemis.
Yuan Zhen dengan seksama mendengar penjelasan Cao Tian Jun, ia tidak sedikitpun melewati setiap detail penjelasannya. Setelah beberapa waktu, akhirnya Cao Tian Jun selesai menjelaskan.
"Waktunya praktik, mulailah dari elemen api terlebih dahulu. Fokus adalah inti dari semuanya," kata Cao Tian Jun.
Yuan Zhen mengangguk paham, lalu dia berjalan sedikit jauh dari Cao Tian Jun. Ia menarik napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan, dan melakukannya sebanyak tiga kali. Setelah siap, Yuan Zhen merentangkan telapak tangan kanan ke depannya dengan fokus mengeluarkan api.
Secara perlahan, keluar bola api berukuran kecil di tengah telapak tangannya. Lalu secara perlahan diperbesar ukurannya hingga seukuran ibu jari. Karena Yuan Zhen terbiasa menggunakan elemen air, apinya dengan cepat padam sehingga percobaan pertamanya pun gagal.
Cao Tian Jun tersenyum tanpa berkomentar. Namun, di saat akan melihat telapak tangan Yuan Zhen, dia melihat sekelebat bayangan dari balik pepohonan. Dengan Mata Surgawi, dia melihat bayangan itu adalah seekor burung gagak yang sedang mengamati pohon mati.
Cao Tian Jun mengambil sebuah kerikil di bawahnya, lalu menyentilnya ke arah burung gagak. Kerikil melesat ke sangat cepat dan langsung membunuh burung gagak.
Boom...
Akhirnya Yuan Zhen berhasil membuat bola api, dan kebetulan melemparkan ke arah tepat di mana burung gagak tergeletak. Seketika area itu terbakar dan menghanguskan burung gagak.
Aksinya selalu diperhatikan oleh para penduduk dari puncak pohon mati, terdengar suara mereka yang memuji kehebatan Putri Yuan Zhen yang berhasil membuat bola api.
Cao Tian Jun melihat kabut hitam keluar dari mayat burung gagak, dia langsung menebak jika itu adalah mata-mata dari The King Of Dark Matter.
__ADS_1
"Bagus! Langkah pertama telah berhasil. Selanjutnya, buat bola api dan kendalikan tanpa harus menghancurkan seperti tadi. Mengendalikan api sesuai kemauan, merupakan hal penting bagi seorang Alkemis!" pujian Cao Tian Jun sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian Yuan Zhen agar lebih bersemangat, dia kembali sedikit memberikan arahan.
Yuan Zhen kembali fokus untuk mengeluarkan bola api sesuai instruksi, keringat bercucuran diwajahnya tidak dipedulikan lagi.