8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Buah Suci, Leaping Toadstool.


__ADS_3

Bab 47. Buah Suci, Leaping Toadstool.


Cao Tian Jun muncul di tempat semula saat bersembunyi, masih banyak Horned Lizard yang berkeliaran. Kemudian, dia berubah menjadi angin dan menuju ke puncak gunung tertinggi di Pengunungan Lima Jari.


Dengan wujudnya menjadi angin, Cao Tian Jun dengan bebas bergerak. Fang Yin segera memerintahkan pengawalnya untuk mengikuti Cao Tian Jun.


Sayangnya, Fang Guotin dan bawahnya kehilangan jejaknya. Tapi, mereka berkeyakinan jika Cao Tian Jun menuju ke lokasi Leaping Toadstool, dan mereka pun mengikuti sesuai perintah Fang Yin.


Saat menuju ke lokasi utama, Cao Tian Jun menyempatkan diri untuk mengambil tanaman roh dan obat yang tumbuh subur. Walaupun dijaga oleh binatang mistik, wujudnya tidak diketahui.


Binatang mistik hanya merasakan desiran angin, dan meraung-raung ketika kehilangan hartanya. Fang Guotin dan lima bawahannya segera mengetahui apa yang terjadi, di mana ada jejak tanaman roh yang telah diambil oleh Cao Tian Jun.


Dan ternyata, skill Fang Guotin dan lima bawahannya mirip dengan Teknik Perubahan Wujud, hanya saja kemampuan mereka lebih cenderung berkamuflase, merubah wujudnya mengikuti lingkungan.


"Putra Tian Sun memang hebat, skillnya melebihi teknik Klan Fang kita!" pujian Fang Guotin yang kagum karena tidak mengetahui keberadaan Cao Tian Jun dengan tepat, tapi dia hanya bisa merasakan angin yang berbeda dari hembusan angin pegunungan.


"Ketua, ke mana nona muda Yin berada?" tanya salah satu bawahannya yang tidak mengetahui keberadaan Fang Yin.


"Bersamanya, tapi Nona Muda tidak memberitahukan kepadaku di mana tempatnya bersembunyi. Yang penting nona muda aman!" jawab Fang Guotin dan tetap mengikuti desiran angin yang dipicu oleh pergerakan Cao Tian Jun.


Fang Guotin dan bawahannya berhenti saat melihat tanaman roh langka tiba-tiba menghilang, mereka tersenyum kecut karena kemampuan Cao Tian Jun yang tidak diketahui oleh binatang mistik.


"Teknik apa yang tuan muda Tian gunakan?" tanya salah satu bawahannya.


Fang Guotin berpikir sejenak. Sebelum bawahannya bertanya, dia sudah memikirkan tentang teknik yang digunakan oleh Cao Tian Jun.


"Apa kalian tahu tentang kelebihan dari Pagoda Emas Crown Stone di Sekte Yin?" tanya Fang Guotin sebelum menjawab, dia ingin tahu apakah bawahannya memiliki wawasan tinggi


Kemampuan dari Crown Stone, mampu mengendalikan banyak elemen. Sekte Yin yang baru-baru ini mewartakan berita jika Crown Stone telah memilih murid terbaik. Dan yang dipilih oleh Tujuh Batu Keabadian disebut Anak Surga.


Selain terkenal dengan adanya Crown Stone, Sekte Yin juga terkenal dengan tekniknya, yaitu Kitab Sembilan Rembulan. Keunggulan Sekte Yin dalam keahliannya, yaitu seni tari, musik, Formasi Array dan juga Alkemis. Tapi mereka lebih condong dalam ilmu seni.


Dugaan Fang Guotin, skill yang digunakan oleh Cao Tian Jun berasal dari Crown Stone, di mana mampu mengendalikan banyak elemen yang dikhususkan dalam seni bela diri pasif, dengan metode penyembunyian diri menyerupai elemen apapun.

__ADS_1


Akan tetapi, Sekte Yin tidak mendapatkan jenis teknik pasif seperti yang digunakan oleh Cao Tian Jun. Teknik yang diberikan oleh Crown Stone hanya jenis Teknik Aktif memanipulasi elemen, seperti serangan menjadi angin yang membentuk tornado. Merubah pukulan menjadi api dan lain sebagainya.


Kelima anak buah Fang Guotin menggelengkan kepalanya tanda tidak mengetahui.


"Suatu hari nanti, kita juga akan tahu. Saat ini tidak perlu dibicarakan lagi," kata Fang Guotin yang enggan menjelaskan jika bawahannya kurang dalam wawasan, padahal Batu Keabadian sudah terkenal di mana-mana.


Sedangkan Cao Tian Jun, dia tidak mengetahui jika Fang Yin memerintahkan pengawalnya untuk melindunginya. Saat ini, dia kembali melesat ke tujuannya sambil memikirkan Yan Yan yang menghilang.


Wajah Nuwa Kecil yang mirip dengan Yan Yan, membuat Cao Tian Jun tidak bisa melupakannya. Yan Yan adalah teman satu-satunya semasa kecil, dan jelas dia mengkhawatirkannya.


"Kenapa aku merasa Nuwa Kecil adalah Yan Yan! Apa karena aku terlalu merindukannya dan juga khawatir?" gumamnya sambil melihat sekitarnya.


Cao Tian Jun berhenti ketika melihat sekelompok orang yang berjumlah sepuluh, dua orang pria tua yang membawa delapan murid laki-laki. Pergerakan mereka sangat cepat hingga seperti bayang-bayang, tapi kedua orang tua itu sengaja menurunkan kecepatan agar bisa diikuti muridnya.


Tujuan mereka sama dengan Cao Tian Jun, dia melihat logo yang tersemat di dada kiri mereka, dia bergumam, "Perguruan Hitam Kelam!"


Perguruan Hitam Kelam sangat jauh dari Pegunungan Lima Jari, hal aneh mereka sampai berada di sini. Wilayah mereka berada di bagian Timur Utara, dekat dengan wilayah Kekaisaran Xia yang berbatasan dengan Iron Hill. Jika ingin menuju ke Pegunungan Lima Jari, maka harus melewati wilayah Snow Field dan Kerajaan Bintang Terang.


Kedua pria tua itu adalah pemimpin Perguruan Hitam Kelam, namanya Yu Zhong, dan wakilnya bernama Luan Jin.


Karena kehadiran Perguruan Hitam Kelam, pemikiran Cao Tian Jun tentang Yan Yan jadi teralihkan. Semakin naik ke puncak gunung, angin juga semakin kencang dan memperlambat pergerakannya. Namun, berhubungan Cao Tian Jun menyerupai angin, dia tidak merasakan hambatan apapun.


Jarak antara dia dan anggota Perguruan Hitam Kelam semakin jauh. Demikian juga dengan Fang Guotin yang masih bisa mengikuti pergerakan Cao Tian Jun.


Fang Yin yang memiliki peta lengkap Pegunungan Lima Jari karena Fang Guotin yang lebih dahulu menjelajahinya. Oleh karena itu, Fang Guotin hafal betul geografis alamnya yang lebat serta dipenuhi dengan bahaya.


Anggota Perguruan Hitam Kelam tidak mengetahui telah dilewati oleh Fang Guotin, mereka terhambat karena hembusan angin kencang yang memperlambat pergerakan.


Akhirnya, Cao Tian Jun tiba di lokasi Leaping Toadstool, dia langsung berhenti ketika melihat seekor burung setengah manusia, yaitu Raja Gale si penjaga Leaping Toadstool.


Ternyata, Raja Gale tidak sendirian, dia bersama segerombolan binatang Kera Gunung. Kera Gunung dipimpin oleh Raja Kera yang berteman dengan Raja Gale. Saat ini mereka sedang mengelilingi Leaping Toadstool.


Cao Tian Jun perlahan mendekati Leaping Toadstool, membuat jantung Tim Phoenix menjadi berdebar-debar, bahkan Nuwa Kecil yang ikut melihat sambil memakan buah langsung berhenti mengunyah.

__ADS_1


Cao Tian Jun menjadi waspada karena kekuatan Raja Kera dan Raja Gale setara dengan kultivator tingkat Great God. Kekuatan yang jauh dari tingkatannya saat ini. Sedangkan, para kera-kera itu juga memiliki kekuatan, yang terendah di tingkat Body Refining, dan tertinggi pada tingkat Crossing Tribulation.


Lalu datang segerombolan Elang Emas dari arah lain, juga datang lagi kera-kera lainnya. Ada dua kera yang memiliki kekuatan tingkat Profound Immortal level 8.


Sejujurnya, Cao Tian Jun juga takut dan khawatir, sebab kekuatannya jelas berbeda. Detak jantungnya berpacu ketika semakin dekat dengan Raja Kera dan Raja Gale. Tapi, dengan berkumpulnya para Kera dan burung Elang, membuat Cao Tian Jun penasaran.


Saat ini, Cao Tian Jun cukup jelas melihat targetnya, di mana ada dua Leaping Toadstool yang berusia lebih dari 300 tahun. Bentuknya sama seperti jamur pada umumnya, bagian batangnya berwarna putih susu, bagian mahkotanya berwarna merah muda. Hanya saja ukurannya lima kali lebih besar dari pada jamur pada umumnya, mahkotanya berdiameter 45 cm.


Yang menjadi daya tarik bagi Raja Kera dan Raja Gale, bagian tengah pada dua kepala Leaping Toadstool muncul kuncup bunga yang akan mekar. Kuncup itu perlahan mulai mekar, lalu muncul satu buah yang aneh.


Buahnya berwarna merah darah, mengeluarkan cahaya yang berkedip-kedip seperti lampu hias. Selain itu juga mengeluarkan aroma wangi, dan energi spiritual yang sangat besar.


Kemunculan buah itu membuat awan hitam berkumpul di atas puncak gunung, tampaknya akan terjadi bencana petir. Segera Raja Kera dan Raja Gale menuju ke puncak pohon, mereka melindungi Leaping Toadstool sebelum tersambar petir. Kera dan burung Elang Emas lainnya juga mengelilingi pohon yang menjadi rumah bagi Leaping Toadstool.


"Itu Buah Suci tingkat Peri tahap menengah, namanya Buah Suci Leaping Toadstool. Setelah menjalani Kesengsaraan Petir, cepat kamu ambil sebelum mereka mengambilnya!" pinta Fang Yin yang tahu betul tentang Leaping Toadstool.


Cao Tian Jun tidak menjawab, sebab dia sedang memikirkan cara untuk bisa mendapatkan targetnya.


Ya, Buah Suci Leaping Toadstool akan menjalani Kesengsaraan Petir karena itu sudah menjadi hukuman atas keberadaannya yang telah menyalahi aturan alam semesta. Jika Leaping Toadstool mampu bertahan hidup dari sambaran petir, maka Buah Suci sangat bermanfaat bagi siapapun untuk meningkatkan kekuatan dengan cepat. Namun jika gagal menjalani Kesengsaraan Petir, maka hanya menjadi nutrisi bagi Leaping Toadstool sebagai induknya.


Jarak antara Cao Tian Jun dan Leaping Toadstool terpaut 74 meter dari permukaan tanah, dia bisa dengan mudah mengambilnya jika tidak ada para kera yang melindungi.


Fang Guotin dan bawahannya berhenti di bawah pohon tertinggi di Pegunungan Lima Jari itu, keberadaan mereka tetap tidak diketahui oleh siapapun, jarak mereka dengan Cao Tian Jun terpaut 200 meter.


Sedangkan, anggota Perguruan Hitam Kelam segera mempercepat pergerakannya saat melihat Kesengsaraan Petir akan terjadi, mereka tahu jika Buah Suci telah muncul. Jarak mereka masih sangat jauh, terpaut 800 meter lebih dari pohon tertinggi.


"Kalian di sini saja, biar Guru yang mengambil Leaping Toadstool!" perintah Yu Zhong kepada muridnya, dia tidak ingin terlambat untuk mendapatkan Buah Suci yang sudah lama ditunggu-tunggu.


"Hati-hati, Guru. Raja Kera dan Raja Gale kekuatannya setara dengan Anda!" peringatan salah satu murid yang khawatir jika orang nomor dua di Perguruan Hitam Kelam terluka.


Yu Zhong mengangguk paham, dia bersama dengan Luan Jin segera melesat ke arah Cao Tian Jun yang sudah menunggu kesempatan untuk mengambil Leaping Toadstool.


Fang Guotin dan bawahannya mengetahui mereka, dia segera memerintahkan dua anak buahnya untuk mencegah Yu Zhong dan Luan Jin.

__ADS_1


"Kalian berdua, lumpuhkan mereka!"


Segera dua orang turun sesuai perintah, mereka tidak sedikitpun takut dengan kekuatan pemimpin Perguruan Hitam Kelam.


__ADS_2