8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Tantangan Pendekar Pedang.


__ADS_3

Bab 193. Tantangan Pendekar Pedang.


Semua pemimpin dan tim Phoenix melihat Tian Jun yang begitu tenang walaupun portal dimensi telah dihancurkan. Ketenangannya itu membuat semua orang tertular, emosi sebelumnya perlahan memudar.


Patriark Fang telah mengabarkan berita buruk ini kepada Xue Delun Hai dan Ratu Shima. Wang Mei dan Chu Sying Chun juga mengabarkan berita ini kepada keluarganya di Benua Timur. Saat ini, tinggal menunggu tindakan Tian Jun menghadapi lawan tanpa dukungan Ratu Shima dan Benua Timur.


Tian Jun berdiri di tepi pagar pengaman Dragon Spaceship, melihat ke arah Barat, melihat pasukan musuh yang dipimpin oleh Pendekar Pedang dan Kaisar Yao, mereka masih belum bergerak kembali.


Tian Jun yang diam membuat semua orang segan untuk memulai berbicara. Banyak yang ingin diutarakan setelah portal dimensi yang menjadi transportasi cepat bagi bala bantuan dihancurkan, namun keinginan untuk berbicara sulit terucap, seolah-olah jiwanya menghendaki untuk diam.


"Jika mereka tidak menyerang, kita yang menyerang," Tian Jun mencairkan keheningan, namun perkataannya justru mengejutkan semua orang.


Bagaimana tidak terkejut, pasukan lawan di Barat berjumlah lebih dari 800 ribu personil, belum lagi Pasukan Kegelapan mencapai lebih dari tiga juta prajurit. Sedangkan di pihaknya jumlah keseluruhan prajurit tidak lebih dari dua juta empat ratus ribu pejuang, itu sudah termasuk kultivator, boneka dan Pasukan Binatang.


Belum lagi pihak lawan di Timur, yang mana Pasukan Kegelapan dua kali lipat lebih banyak, jelas tidak mungkin pihaknya mampu mengalahkan mereka walaupun telah mengerahkan seluruh kekuatan militer yang ada.


"Bagaimana mungkin kita bisa mengalahkan mereka? Bertahan adalah solusi terbaik! Dengan bertahan, kita bisa mengurangi jumlah lawan, dan ada kemungkinan kita menang walau harus banyak berkorban!" interupsi dari Raja Fang yang berpikir logis, sesuai dengan perhitungan kekuatan militer kedua belah pihak.


"Benar, bertahan adalah solusi terbaik! Dengan kita tidak menyerang secara langsung akan mengurangi kerugian kita. Berkumpul di sini dan bertahan bersama akan lebih efektif menghadapi lawan yang menang jumlah!" dukungan Patriark Fang.


"Dragon Spaceship," kata singkat dari Miao Miao.


"Mampu menahan serangan setingkat True Delta. Hebat, kan?" sambung Mu Bingyun.


"Dengan kecepatan tinggi yang mencapai 10 Mach, siapa yang bisa mengejarnya?" imbuh Chu Sying sambil mengeluarkan Teknik Bayangan Merpati Putih, dan dirinya bersembunyi di bayangan Tian Jun.


"Dua senjata meriamnya mampu menumbangkan kekuatan Tingkat Half Theta. Walaupun satu kapal, kita mampu mengurangi jumlah lawan!" tutup Wang Mei.


Tian Jun membalikkan badan dan tersenyum melihat Miao Miao yang memahami pikirannya, yang akhirnya diikuti oleh tiga anggota Tim Phoenix yang mendeskripsikan tentang kehebatan Dragon Spaceship.


"Mengurangi lawan sebelum bulan purnama ... Jika kita menunggu mereka menyerang... Anggap saja kekuatan militer mereka bertambah dua kali lipat, apakah kita siap untuk menahan gempuran mereka?"


Keinginan Tian Jun yang didukung oleh Tim Phoenix, apalagi mengungkapkan kehebatan Dragon Spaceship, akhirnya semua pemimpin mengerti tujuannya dan mendukungnya.


Tian Jun berencana untuk mengurangi jumlah pasukan lawan, terutama untuk mengurangi jumlah kultivator dan prajurit yang lebih sulit dikalahkan daripada Pasukan Kegelapan.


Seperti sebelumnya, Patriark Fang mengumpulkan orang-orang kuat yang berjumlah 540 jiwa, sudah termasuk Tim Phoenix dalam hitungan. Sedangkan Patriark Fang, Raja Fang, Raja Ming, para jenderal dan pejabat istana tetap berada di benteng pertahanan.


Di saat Dragon Spaceship akan melaju, salah satu prajurit pengawas dinding pertahanan berteriak keras, memberitahukan bahwa ada beberapa orang penting dari arah Barat sedang mendekati benteng pertahanan.


Tian Jun segera melesat ke arah Barat di dinding pertahanan, dan mendarat di atasnya. Semua orang penting segera menyusul, mendarat di belakang dan sampingnya.


Semua orang melihat Pendekar Pedang, Raja Niao dan Kaisar Yao, di belakang mereka ada 100 orang kuat yang rata-rata berasal dari Paviliun Bunga Kematian.


Mereka berhenti sebelum masuk ke dalam jebakan sihir yang dibuat oleh anggota Akademi Sihir Yin Yang. Tampaknya mereka sudah mengetahui adanya jebakan, dan tidak mengejutkan Tian Jun serta pendukungnya.


"Lepaskan Pangeran Yimin, Pangeran Qi dan Permaisuri Kwan Liiu!" Pendekar Pedang mengutarakan tujuan mewakili para pimpinan karena menjadi andalan.


Dia melihat Xia Junsu yang berdiri di sisi kanan Tian Zhi. Namun, Xia Junsu membuang muka karena memang tidak suka dengan Pendekar Pedang semenjak menjadi perwira tinggi di Kekaisaran Xia. Apalagi sekarang, semakin benci karena mendukung musuh.


"Apa untungnya bagi kita?" tanya Tian Jun.


"Sangat untung! Aku tidak akan membunuhmu, tapi aku akan mengambil Stempel Giok Maharaja dan semua hartamu!" jawab Pendekar Pedang yang seolah-olah mampu mengalahkan Tian Jun.


Keyakinan itu karena kekuatannya jauh di atas Tian Jun, dan juga memiliki segudang pengalaman bertarung melawan banyak kultivator kuat dengan berbagai macam kelebihan. Menghadapi Tian Jun yang baru berusia 18 tahun, seperti melawan seorang anak kecil.


Tian Jun melihat Ketua Hukum Akademi Sihir yang bernama Ceng Fuzhu. Ketua Chen paham, dan segera memerintahkan kepada bawahannya untuk mengeluarkan dua pangeran Kerajaan Niao.

__ADS_1


Tidak berselang lama empat orang menyeret dua pangeran itu. Semua orang memberikan jalan bagi dua pangeran yang diikat dengan rantai besi.


Tian Jun mencengkeram erat leher Pangeran Yimin, dan mengangkatnya ke depan, siap untuk dijatuhkan dari atas benteng. Pangeran Yimin jelas meronta-ronta agar terlepas dari cengkeraman tangan, namun basis kultivasinya disegel sehingga tidak memiliki kekuatan untuk lepas.


Tindakannya memicu kemarahan Raja Niao dan pejabat Istana Kerajaan Niao. Mereka mengucapkan kata-kata umpatan agar Tian Jun melepaskan putra mahkota.


"Dua pecundang ini akan tetap hidup jika pihak Kerajaan Niao tidak ikut campur Permaisuri Kwan... Tergantung kau, jika kau menyerang kami, hidupnya aku jamin tersiksa!" ancaman Tian Jun, tujuan bernegosiasi dengan Raja Niao dan Kaisar Yao.


Tiba-tiba muncul kabut hitam di antara Pendekar Pedang dan Kaisar Yao yang segera mundur. Kabut hitam itu menjadi sosok pria dan wanita tua, yang tidak lain adalah Leluhur Yao dan Niao Wushi.


Xia Junsu segera mundur, dan melesat ke arah Dragon Spaceship. Lalu diikuti oleh Tim Phoenix dan semua orang pilihan. Kemudian, Xia Junsu menggerakkan Dragon Spaceship mendekati Tian Jun dengan posisi melintang, dua senjata meriam mengunci lawan. Tim Phoenix dan semua orang yang di dek kapal mengangkat senjata busurnya yang membidik lawan.


"Kalian serangan Pasukan Kerajaan Long!" perintah Tian Jun kepada Tim Phoenix dengan menggunakan komunikasi telepati.


Xia Junsu segera mengendalikan Dragon Spaceship secara perlahan, dia menurunkan ketinggian kapal agar tidak dilihat oleh pihak lawan. Lalu bergegas menuju ke arah Timur.


"Kemenangan membutuhkan pengorbanan! Putra mahkota dan Permaisuri Kwan adalah pahlawan. Kem--!


"Mereka adalah putraku dan bukan keturunanmu. Jangan seenaknya sendiri Anda memutuskan hidup mati mereka!" sela Raja Niao sebelum Leluhur Yao selesai berbicara.


Dia menyela pembicaraan karena tidak mau putranya disebut sebagai pahlawan demi keegoisan Leluhur Yao. Dan juga, dia sudah merelakan rakyatnya yang dijadikan sebagai Pasukan Kegelapan, tetapi tidak dengan anak kandung dan keluarganya.


Leluhur Yao menjadi kabut hitam dan melesat ke arah Raja Niao yang berada di belakang samping kanan Kaisar Yao. Raja Niao segera mundur sambil akan melepaskan pukulan berenergi. Namun, kabut hitam lebih cepat merasuki tubuhnya.


Semua orang menjauhi Raja Niao yang kejang-kejang karena terinfeksi kabut hitam. Niao Wushi yang melihat tidak sedikitpun iba maupun marah, sebab Raja Niao secara tidak sopan menyela pembicaraan Leluhur Yao.


Niao Wushi juga tidak suka dengan sikap Raja Niao yang kurang tegas dalam pemimpin kerajaan, dan aturan yang kebanyakan menguntungkan Akademi Sihir Yin Yang.


Melihat kehebatan dan kekejaman Leluhur Yao, Pendekar Pedang dan pihaknya jelas ketakutan, tetapi hanya di hatinya. Dalam sekejap mata, tubuh Raja Niao menjadi hitam. Setelah itu, Leluhur Yao keluar dari tubuhnya, dan kembali menjadi wujud aslinya.


Raja Niao segera berlutut ala prajurit di hadapan Leluhur Yao. "Siap menerima perintah!" ucapnya.


"Menentang jika tidak menguntungkan!" jawab Pendekar Pedang dengan tegas tanpa ada rasa takut dengan metode kejam Leluhur Yao.


"Mendukungku pasti menguntungkan. Tetapi, keuntungan juga butuh usaha dan kerjasama," kata Leluhur Yao yang meyakinkan.


Lalu melihat ke arah Tian Jun, ia melihat semua orang yang mendukung musuhnya. Ada rasa bangga karena menunjukkan kehebatannya kepada pihak lawan. Namun, dia keheranan melihat Tian Jun yang tersenyum tipis seolah-olah mengejeknya.


"Jadi pecundang ini tidak perlu lagi hidup?" tanya Tian Jun kepada Leluhur Yao.


"Karena wanita, mereka jadi tidak berguna. Bunuh saja!" jawab Leluhur Yao dengan tegas.


Dia tahu Pangeran Yimin dan Pangeran Qi tidak mematuhi rencananya sehingga menjadi berantakan, semua itu gara-gara berebut hati Lao Yung. Seandainya kedua pangeran itu tetap bertindak sesuai perintah, dia tidak perlu melakukan tindakan yang lebih kejam.


Tian Jun mematahkan leher Pangeran Yimin di hadapan mata semua orang, lalu menjatuhkannya. Pejabat istana Kerajaan Niao menahan amarahnya karena putra mahkota dibunuh di depan mata. Yang bisa mereka lakukan hanya meneteskan air mata kesedihan.


Pangeran Qi meronta-ronta ketika Tian Jun melihatnya. Namun, karena mulutnya disumpal, basis kultivasinya disegel, dan tubuhnya diikat dengan rantai, dia tidak bisa bergerak menjauhinya.


"Ampun! Tolong ampuni!" mohon Pangeran Qi sambil membenturkan kepala hingga mengeluarkan darah, untungnya masih bisa berkomunikasi telepati dengan Tian Jun.


"Mereka hanya korban!" Patriark Fang merasa iba melihat Pangeran Qi bernasib sama seperti Pangeran Yimin.


Tian Jun melihat semua pendukung yang memintanya agar tidak membunuh Pangeran Qi. Membunuh Pangeran Yimin sudah lebih dari cukup. Tetapi, Tian Jun mengingat pesan gurunya yang tidak memperbolehkan untuk melepaskan musuh.


Namun, setelah dipikir-pikir, Pangeran Qi dan Pangeran Yimin memang hanyalah korban. Mereka masih muda dan mudah mengikuti perintah, apalagi demi masa depannya. Selain itu, jika dia membunuh Pangeran Qi, sama saja seperti Leluhur Yao yang kejam, dan segala tindakannya juga akan mempengaruhi kepercayaan pendukungnya.


"Hancurkan basis kultivasinya, maka dia bisa bebas!" keputusan Tian Jun.

__ADS_1


Patriark Fang tersenyum sambil menepuk-nepuk pundak menantunya. "Ada kalanya boleh kejam agar tidak diremehkan. Ada kalanya harus bisa berpikiran bijak tanpa terpengaruh keegoisan semata!" Pujinya.


Ketua Ceng Fuzhu segera memukul perut Pangeran Qi dengan telapak tangannya. Pangeran Qi sangat kesakitan karena dantian-nya dihancurkan, namun dia berusaha untuk menahan rasa sakitnya.


Sambil meneteskan air mata, dia membenturkan kepala sebagai bentuk rasa terima kasih telah dibebaskan. Walaupun menjadi manusia biasa, setidaknya lebih baik daripada harus mati seperti kakaknya.


Kemudian, dua prajurit mengeluarkan Pangeran Qi melalui jalur tebing Lembah Ular. Beberapa pengawal putra mahkota segera melesat menuju ke jalur tebing. Setelah dibebaskan, Pangeran Qi berlari sekuat tenaga menuju ke arah Barat.


Sayangnya, lepas dari kematian, tetapi nasibnya sungguh sial, Pangeran Qi terperosok ke Jurang Neraka. Para pengawal segera menolongnya, tidak peduli dengan resiko yang akan dialaminya...


Tian Jun mengeluarkan Permaisuri Kwan dari dalam Dunia Jiwa, kondisinya juga sama seperti Pangeran Qi, di rantai, basis kultivasi disegel dan mulut disumpal kain. Permaisuri Kwan menatap tajam wajah Tian Jun.


"Apakah wanita cantik ini juga tidak berharga?" tanya Tian Jun kepada Kaisar Yao dan Leluhur Yao.


"Lepaskan Istriku, apapun yang kau minta pasti kuberikan!" mohon Kaisar Yao yang tidak ingin kehilangan istri tercinta, satu-satunya wanita yang selalu mendampinginya semenjak muda sebelum menjadi kaisar.


"Permintaanku sederhana. Tinggalkan Benua Tengah bersama dengan pasukanmu!" keinginan Tian Jun.


"Tidak mungkin!? Kau ...!" tolak Leluhur Yao dan berhenti berbicara saat Kaisar Yao berlutut di hadapannya.


"Tolong, biarkan sekali ini saja saya membuat keputusan. Tolong!" mohon Kaisar Yao, tindakan pernah dilakukan selama ini.


Tubuh Leluhur Yao gemetaran karena menahan amarah dan juga kasihan kepada keturunannya. Dia menatap tajam ke arah Tian Jun sambil berpikir keras.


"Kau... Cucu yang tidak berguna!!"


Leluhur Yao menendang perut Kaisar Yao dengan sangat keras hingga berguling-guling. Karena dantian-nya dihancurkan oleh leluhurnya, fisiknya dengan cepat menjadi tua.


Permaisuri Kwan meneteskan air mata kesedihan melihat suaminya menjadi seperti ini demi menyelamatkannya. Tiba-tiba, dia menghancurkan dantian-nya sendiri demi rasa cintanya kepada suami.


Patriark Fang dan semua orang geleng-geleng melihat nasib tragis yang dialami oleh Kaisar Yao dan Permaisuri Kwan. Kemudian, dua prajurit membawa Permaisuri Kwan yang pingsan. Kedua prajurit itu menyerahkan Permaisuri Kwan kepada Kaisar Yao.


"Pasukan Kekaisaran berada dalam perintahku. Kalian berdua enyah dari hadapanku!?" usir Leluhur Yao, lalu kembali melihat musuhnya di atas dinding pertahanan.


Buru-buru Kaisar Yao mengendong istrinya dan pergi menuju ke arah Barat. Diam-diam, beberapa orang setia mengikutinya tanpa sepengatahuan Leluhur Yao.


"Sekarang, sudah tidak ada lagi yang perlu dinegosiasi. Malam hari adalah kematian kalian! Hahaha!"


Setelah berbicara kepada musuhnya, Leluhur Yao memeluk pinggang Niao Wushi, mereka menjadi kabut hitam dan menghilang. Suara tawanya yang keras membuat rakyat di benteng pertahanan mengigil ketakutan.


Setelah kepergian Leluhur Yao dan Niao Wushi, Tian Jun menggunakan Siput Komunikasi, dia memerintahkan kepada Tim Phoenix untuk mundur sebelum Leluhur Yao berkumpul dengan pasukannya.


Raja Niao dan pendukungnya segera kembali ke tempat berkumpulnya Pasukan Kegelapan. Tersisa Pendekar Pedang dan anggota Paviliun Bunga Kematian yang tidak pergi.


Pendekar Pedang menatap tajam ke arah Tian Jun, dan berkata, "aku menantangmu!"


Tian Jun menyimpan Siput Komunikasi. Lalu menjawab tantangan Pendekar Pedang, "kekuatan kita tidak seimbang!"


"Aku bisa menyesuaikan kekuatan. Tunjukkan kekuatanmu!" pinta Pendekar Pedang, tujuannya agar Tian Jun keluar dari benteng pertahanan.


"Jangan menerima tantangannya!" cegah Patriark Fang yang hafal dengan sepak terjang Pendekar Pedang.


"Tenang saja, Ayah!" Tian Jun menyakinkan Patriark Fang.


"Apa untungnya aku menerima tantanganmu?" tanyanya kepada Pendekar Pedang.


Pendekar Pedang menarik Cincin Dimensi tingkat menengah dari jari manis tangan kanan. Lalu menunjukkannya kepada Tian Jun sambil menjawab, "hartaku ada di sini. Aku perkirakan, semua kekayaanku ada 170 miliar koin emas. Kau cukup mempertaruhkan Stempel Giok Maharaja!"

__ADS_1


Anggota Paviliun Bunga Kematian tercengang karena Pendekar Pedang memiliki banyak kekayaan. Jika Pendekar Pedang lemah, sudah pasti mereka akan merebutnya dan meninggalkan Benua Tengah.


__ADS_2