
Bab 133. Kekaguman Xue Li Xia Terhadap Kehebatan Cao Tian Jun.
Ketika hari menjelang subuh, Cao Tian Jun tersenyum melihat tingkah Jie Liangyi. Selama pergulatan intim, dia merasa bangga karena membuat mertuanya itu mengakui kehebatannya dalam memuaskan wanita.
"Jangan katakan kejadian ini kepada siapapun! Ingat, ini rahasia kita!" ucap Jie Liangyi yang mewanti-wanti agar Cao Tian Jun tidak membocorkan hubungan mereka.
Setelah berpesan, Jie Liangyi keluar dari kamar Cao Tian Jun dengan tubuh sangat kelelahan, jalannya tidak lagi normal karena organ kewanitaannya terasa perih. Dia semalaman bergulat dengan batin antara menikmati puncak berkali-kali, tetapi di sisi lain dia mengkhianati suaminya.
"Pria ini sangat berbahaya bagi kaum wanita!" batin Jie Liangyi setelah berada di dalam kamarnya, dia menuju ke ruang kultivasi untuk melihat Patriark Wang Liang suaminya. Ia menatap wajah suaminya yang sedang berkultivasi, ada rasa bersalah di hatinya.
Dia tidak menyangka kejadian ini dimulai dari dirinya sendiri yang kehilangan kendali. Jie Liangyi menghela nafas berat dan menutup pintu ruang kultivasi, dia menuju ke ranjangnya untuk istirahat sejenak.
Sambil memejamkan mata, dia berusaha keras untuk melupakan kejadian semalam yang tidak pernah dialaminya. Baru kali ini dia mencapai kenikmatan duniawi berkali-kali, biasanya dengan suami hanya sekali saja, dan itupun suaminya menggunakan dukungan obat kejantanan pria agar bertahan lama...
Cao Tian Jun berendam di dalam bathtub dengan air hangat. Ketika akan ketiduran, dia teringat akan janjinya kepada Xue Li Xia. Buru-buru dia keluar dari kamar mandi, lalu mengenakan pakaian. Setelah itu, dia mengaktifkan Mata Surgawi untuk mencari keberadaan Xue Li Xia.
Kedua mata menuju ke arah tempat terakhir bertemu dengan Xue Li Xia, namun tidak menemukan wanita itu. Lalu matanya menuju ke wilayah Suku Es. Di wilayah itu, dia melihat banyak orang Suku Es yang bersembunyi di lembah bersalju.
Karena tidak menemukan Xue Li Xia di tempat itu, Cao Tian Jun terus mencarinya. Setelah beberapa waktu mencari, akhirnya dia melihat sosok wanita cantik yang familiar.
Saat ini, Xue Li Xia terjebak di dalam pertempuran di Pegunungan Lima Jari. Ia tidak bisa menuju ke Akademi Merpati Putih kelas dua dikarenakan rute perjalanannya terhalang oleh Pasukan Kegelapan.
Cao Tian Jun dengan serius melihat kehebatan Xue Li Xia yang mampu mengalahkan Pasukan Kegelapan dengan menggunakan elemen es. Ketika elemen Es membekukan tubuh Pasukan Kegelapan, Serigala Salju menghancurkan tubuh mereka dengan cakarnya.
Wilayah disekitar Xue Li Xia menjadi beku karena pengaruh elemen es yang dikeluarkannya. Tubuh Pasukan Kegelapan yang hancur, tidak mampu meregenerasi karena pengaruh elemen es.
Namun, di saat Xue Li Xia telah menjauh, secara otomatis elemen es yang membekukan sekitarnya menjadi mencair. Setelah itu, tubuh yang hancur kembali meregenerasi dan membuat Pasukan Kegelapan hidup kembali. Tetapi, pergerakan mereka menjadi lambat karena masih ada pengaruh suhu dingin dari elemen es.
Xue Li Xia menyadari hal ini, tetapi dia tidak peduli karena perjalanannya tidak lagi terhalangi. Yan Denglong, Yan Houcun, Raja Kelelawar dan banyak orang yang melihat kehebatan Xue Li Xia, mereka senang karena mendapatkan bantuan.
Walaupun bantuannya hanya membuat Pasukan Kegelapan melambat karena pengaruh elemen es, setidaknya telah membantu mereka.
Yan Houcun menjadi tertarik dengan Xue Li Xia bukan karena kecantikannya, melainkan kehebatannya dalam mengendalikan elemen es. Dia segera mendekatinya, namun Xue Li bersikap dingin dan mengabaikannya.
Yan Denglong menghentikan tindakan putranya yang berusaha mencari simpati dari Xue Li Xia, dia berkata, "dia dari Suku Es yang telah lama menutup diri. Jangan sekali-kali bersinggungan dengan mereka!"
Peringatan Yan Denglong tidak dihiraukan oleh Yan Haocun, dia menyahut dengan nada percaya diri, "cinta tidak memandang status, dan usaha keras tidak mengkhianati hasil!
__ADS_1
Namun, ketika Yan Houcun akan menyusul Xue Li Xia, dia diserang oleh Pasukan Kegelapan. Mau tidak mau, dia mengurungkan niatnya dan melawan musuh.
Mata Surgawi milik Cao Tian Jun selalu tertuju kepada Xue Li Xia. Karena telah melupakan janjinya, dia segera berteleportasi dan muncul tidak jauh dari lokasi Xue Li Xia yang masih berusaha keluar dari medan peperangan.
Ketika Cao Tian Jun muncul, Pasukan Kegelapan segera menyerangnya. Dia tidak panik, justru senang karena tidak lagi khawatir dengan kabut hitam. Dia segera mengaktifkan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa sambil melepaskan pukulan berenergi ke arah musuhnya.
Ledakan energi membuat Xue Li Xia melihatnya, dia tersenyum senang melihat Cao Tian Jun. Akan tetapi, senyumannya menghilang karena terkejut melihat tubuh Cao Tian Jun menyerap energi kabut hitam.
Karena kabut hitam memasuki tubuh Cao Tian Jun, Pasukan Kegelapan tidak mampu hidup kembali. Dantian-nya penuh dengan kabut hitam, namun Batu Keabadian segera bertindak agar dirinya tidak dikendalikan oleh kabut hitam.
Batu Keabadian juga ikut menyerap energi kabut hitam. Bagi mereka, kabut hitam adalah makanannya. Hal ini membuat Cao Tian Jun semakin bersemangat untuk menyerap energi kabut hitam.
"Apakah itu tidak berbahaya baginya?" batin Xue Li Xia sambil mengeluarkan elemen es, dan membuat tubuh Pasukan Kegelapan membeku. Kemudian, Serigala Salju menghancurkan tubuh Pasukan Kegelapan.
Antara heran dan kagum yang saat ini dirasakan oleh Xue Li Xia ketika melihat kehebatan Cao Tian Jun, dia segera memerintahkan Serigala Salju untuk mendekatinya.
Boom boom boom...
"Maaf aku terlambat menemuimu!" alasan Cao Tian Jun sambil melepaskan pukulan berenergi ke arah musuhnya.
"Naik ke Serigala Salju, kita keluar dari sini!" pinta Xue Li Xia yang ingin membawa Cao Tian Jun ke wilayah Suku Es.
Dia segera tiba di depan Serigala Salju, lalu berbisik di telinganya. Xue Li Xia melihat tindakan Cao Tian Jun dan membuatnya keheranan, karena tunggangannya tidak marah.
Biasanya Serigala Salju tidak mau berkomunikasi dengan siapapun selain dirinya, dan hal ini baru pertama kali dilihatnya.
Segera Cao Tian Jun melompati dan duduk di atas punggung Serigala Salju, dan memeluk tubuh Xue Li Xia agar tidak jatuh. Sontak membuat Xue Li Xia kaget karena baru pertama kali dipeluk oleh pria. Tetapi mau bagaimana lagi, ini juga karena permintaannya agar Cao Tian Jun duduk di tunggangannya.
Xue Li Xia segera memacu tunggangannya, namun dia kembali kaget karena Serigala Salju tidak mau dikendalikan, diam saja dan tidak mau memutar arah.
"Ke arah barat!" perintah Cao Tian Jun kepada Serigala Salju sebelum Pasukan Kegelapan mendekatinya.
Serigala Salju melesat ke depan dengan sangat cepat. Sekali lagi membuat Xue Li Xia kaget, dan tubuh tersentak ke belakang karena kecepatan tunggangannya. Untung saja di belakang ada Cao Tian Jun.
Serigala Salju meninggalkan medan pertempuran. Yan Denglong, Yan Houcun dan Raja Kelelawar melihat mereka. Muncul kebencian di hati Yan Houcun karena Xue Li Xia lebih memilih pria muda dan lebih tampan darinya.
"Kembali fokus!" perintah Yan Denglong agar putranya tidak memikirkan wanita.
__ADS_1
Segera Yan Haocun menyerang Pasukan Kegelapan, dia melampiaskan kemarahannya kepada musuh...
"Apa yang kamu lakukan kepada Serigala-ku?" tanya Xue Li Xia karena tujuannya bukan ke arah barat, melainkan ke arah Timur Laut.
Dia juga ingin tahu apa yang dibisikkan oleh Cao Tian Jun sesaat lalu kepada tunggangannya hingga menjadi patuh dan memiliki kecepatan tinggi, padahal sebelumnya Serigala Salju tidak secepat ini dan hanya patuh kepadanya.
"Binatang juga seperti manusia, dia butuh perhatian, pujian dan juga rasa hormat. Jika kita melakukan itu, binatang jenis apapun akan patuh dan menganggap kita bagian dari mereka!" penjelasan Cao Tian Jun.
Xue Li Xia terdiam memikirkan perkataan Cao Tian Jun, dia selama ini menganggap Serigala Salju hanya sebagai tunggangan kesayangan, dan tidak lebih dari itu.
"Keluargaku ingin bertemu denganmu," kata Xue Li Xia.
"Untuk apa ingin bertemu denganku?" tanya Cao Tian Jun yang keheranan.
"Keluargaku ingin mengenalmu lebih baik!" jawab Xue Li Xia yang sengaja tidak ingin mengutarakan tujuan keluarganya.
Cao Tian Jun mengerutkan keningnya karena memikirkan tujuan keluarga wanita ini yang ingin bertemu dengannya. Hari ini adalah hari kedua bertemu dengan Xue Li Xia, dan inipun bertujuan untuk transaksi penjualan pil.
Serigala Salju telah dekat dengan wilayah Kerajaan Lentera, tepatnya di dekat pos pengawas Pegunungan Lima Jari milik Akademi Merpati Putih.
"Aku masih ada hal yang penting di Keluarga Wang, dan masih beberapa hal yang harus kuselesaikan terlebih dahulu. Nanti setelah semuanya beres, aku akan mengunjungi tempatmu!" ucap Cao Tian Jun dengan jujur sambil menepuk-nepuk pantat Serigala Salju agar berhenti.
Serigala Salju berhenti secara perlahan. Cao Tian Jun segera turun dan mendekati kepala Serigala Salju dan memberikan Pil Sky Soul Qi tahap rendah level 1.
Segera Serigala Salju membuka mulutnya dan mengunyah Pil Sky Soul Qi, dia sangat senang mendapatkan hadiah yang tidak pernah diberikan oleh Xue Li Xia. Dia memejamkan mata karena dantian-nya bergejolak tanda akan segera meningkatkan kekuatan.
Pil Sky Soul Qi, Pil Sky Soul Esensi, dan Pil Sky Soul God adalah pil khusus untuk segala jenis binatang. Pil ini seperti halnya Pil Kultivasi yang mampu meningkat kekuatan. Pil khusus untuk binatang terbagi menjadi sembilan tahapan. Dan, yang berkualitas terbaik adalah Pil Sky Soul God tahan atas level 9.
Xue Li Xia melongo melihat Pil Sky Soul Qi yang sangat langka diberikan kepada tunggangannya. Dia melihat Cao Tian Jun yang membelai kepala tunggangannya.
"Itu pil langka dan kamu memberikannya begitu saja? Apakah kamu baik-baik saja?" Xue Li Xia keheranan melihat Cao Tian Jun yang begitu royal kepada binatang.
"Pil langka? Ini aku buat pertama kali saat mulai belajar meramu pil. Kata guruku, jika Pil Sky Soul Qi level 1 disukai oleh binatang, maka aku dinyatakan mampu untuk membuat pil bagi dirinya sendiri dan orang lain. Jika binatang tidak suka, itu tandanya aku belum mampu membuat pil untuk diri sendiri!" penjelasan Cao Tian Jun.
Dia tidak tahu bahwa resep Pil Sky Soul tidak ada di Benua Timur. Walaupun ada, sulit untuk membuatnya karena membutuhkan bantuan binatang buas sebagai uji coba. Selain itu, mencari bahan-bahan juga langka. Jikalau ada, sudah pasti akan dijaga oleh binatang.
Xue Li Xia melongo mendengar penjelasan Cao Tian Jun. Hari ini, dia sudah dibuat berulangkali heran, kagum dan terkejut sehingga tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
"Aku ikut denganmu sampai urusanmu selesai!" pinta Xue Li Xia yang tidak ingin melepaskannya Cao Tian Jun, dia ingin sesegera mungkin mengajaknya untuk menemui keluarga besar Suku Es.