
Bab 57. Kekalahan Raja Yuan dan Musnahnya Kuil Mata Dewa.
Setelah menggenang untuk beberapa saat, Tian Sun yang masih menjadi kabut hitam, segera melesat ke arah Pagoda Emas. Karena hari sudah malam, kabut hitam itu tidak terlihat oleh siapapun yang memiliki basis kultivasi rendah.
Saat ini, situasi di Kuil Mata Dewa terlihat lenggang tidak seperti biasanya. Biasanya, banyak murid dan guru yang masih beraktivitas hingga larut malam, hanya ada beberapa ketua, Guru Senior dan Junior yang bertugas untuk melindungi Kuil Mata Dewa, terutama melindungi Pagoda Emas.
Tian Sun langsung masuk ke puncak Pagoda Emas melalui celah jendela tanpa khawatir diketahui oleh penjaga. Setelah masuk, dia segera kembali menjadi wujud aslinya. Di dalam dia melihat sebuah benda berbentuk mata, dan mata itu melayang-layang di tengah ruangan.
Ketika Tian Sun datang, mata itu terbuka; bagian pinggir berwarna putih dan tengahnya berwarna hitam. Di tengah mata itu terlihat sebuah batu, yang tidak lain adalah Third Eye Stone, berwarna ungu lembayung (indigo).
"Dari dulu saranku tidak pernah digubris! Hari ini akan kubuktikan... Kalian akan tahu begitu mudahnya Third Eye Stone ini kuambil!" gumamnya sambil mendekati targetnya.
Dia dulu pernah memberikan nasihat kepada pemimpin Kuil Mata Dewa, yaitu untuk membuatkan Formasi Perlindungan agar meningkatkan keamanan. Sayangnya, karena biaya pembuatan Formasi Array sangatlah mahal, maka nasihatnya tidak dihiraukan.
Setelah jaraknya terpaut satu meter, dia berhenti, lalu berkomunikasi dengan Third Eye Stone, "sesuai janjiku, aku akan kembali. Apakah kamu mau mengikutiku?"
Third Eye Stone berkedip sebanyak tiga kali sebagai tanggapan atas perkataan Tian Sun, yang artinya tidak ingin mengikutinya. Menerima penolakan Third Eye Stone, Tian Sun tidak marah.
"Apa alasanmu tidak mau mengikutiku?" tanyanya.
Third Eye Stone mengeluarkan seberkas cahaya yang menerangi dinding, lalu muncul tulisan yang segera dibaca oleh Tian Sun.
"Karena kau telah bersekutu dengan kegelapan! Seandainya kau masih seperti dahulu, saya kemungkinan besar akan mengikutimu, tetapi bukan berarti milikmu"
"Hahaha!!" Tian Sun tertawa terbahak-bahak setelah membaca tulisan itu. Setelah tertawa, dia mendekati Third Eye Stone. Namun, tubuhnya terhalang dinding energi tak kasat mata.
"Kamu menginginkan tindakan kasar? Baiklah jika itu kemauanmu!" ancamnya, dia segera berubah wujud menjadi kabut hitam dan menyelimuti tempat tinggal Third Eye Stone.
Third Eye Stone tidak menanggapi perkataan Tian Sun, malah tempatnya yang berbentuk mata besar mulai terpejam, seakan-akan kabut hitam bukanlah marabahaya baginya.
Secara perlahan mata besar itu mulai menyusut setelah terselimuti kabut hitam. Setelah beberapa saat, Tian Sun kembali menjadi wujud aslinya, lalu melihat telapak tangan kanannya telah memiliki mata tunggal.
Setelah itu, dia pun tertawa terbahak-bahak dengan keras, tawanya sampai membuat Pagoda Emas bergetar. Dia merasakan kekuatan bertambah besar setelah menyatu dengan Batu Keabadian.
Segera dia kembali berubah wujud menjadi kabut hitam ketika para penjaga berdatangan ke puncak Pagoda Emas, dia keluar melalui celah jendela dan menuju ke pusat Kuil Mata Dewa.
Sepeninggal Tian Sun, para ketua dan penjaga tercengang tidak melihat Third Eye Stone. Sontak mereka menjadi panik dan segera mencari keberadaan si pencuri. Saat baru keluar dari Pagoda Emas, mereka mendengar suara ledakan energi di pusat Kuil Mata Dewa.
Tian Sun meledakkan banyak infrastruktur penting kebanggaan Kuil Mata Dewa, dia menguji kehebatan tangan kanannya. Dari telapak tangan kanannya, mampu menyerap apapun yang ditargetkannya. Aksinya, jelas membuat kalang kabut para murid yang sedang berkultivasi maupun beraktivitas, banyak di antara mereka tidak mampu menyelamatkan diri dari serangannya.
__ADS_1
Para guru dan penjaga tidak tinggal diam, mereka bekerja sama melawan musuh yang sosoknya sangat mengerikan, mereka belum mengetahuinya jika orang itu adalah guru Tian Sun, mantan guru berprestasi di Kuil Mata Dewa hingga ke Benua Timur.
Sayangnya, setiap serangan energi spiritual dari para guru dan murid, tidak sedikitpun melukai si Tian Sun, malahan mereka meregang nyawa ketika terkena serangan balik.
Setelah Kuil Mata Dewa hancur total, Tian Sun membangkitkan para korbannya. Para korbannya hidup kembali, dan seperti mayat hidup yang masih memiliki kekuatan. Segera dia memimpin mereka untuk menyerang Kerajaan Bintang Laut. Rencananya, malam ini juga harus berhasil menjadikan Raja Yuan sebagai budak, termasuk semua pasukan Kerajaan Bintang Laut...
Di ibu kota Kerajaan Bintang Laut, Raja Yuan bersama dengan pendukungnya melawan serangan binatang mistik. Kini, para pimpinan itu tidak hanya memberikan perintah saja, tetapi terjun langsung ke medan peperangan karena binatang mistik berhasil menghancurkan dinding pertahanan.
Awalnya, Raja Yuan dan pendukungnya berhasil memukul mundur binatang mistik yang dipimpin oleh Luo Bingwen. Namun, kedatangan Tian Sun yang membawa ratusan mayat hidup membuat Raja Yuan dipukul mundur.
"Yang Mulia, segera evakuasi keluarga kerajaan dan penduduk. Kami akan menghalang-halangi mereka!" ucap panglima perang sambil mengayunkan pedangnya ketika binatang mistik jenis Harimau Putih menyerangnya.
Raja Yuan berpikir keras atas saran dari panglimanya. Apa yang diucapkan oleh panglima perangnya memang benar, keturunannya lebih penting karena akan melanjutkan kepemimpinan.
"Kamu segera evakuasi keluargaku dan para penduduk. Aku bersama pelindung Kuil Mata Dewa dan yang lainnya yang akan mengulur waktu!" perintah Raja Yuan yang mempercayai panglima perangnya untuk melindungi keluarganya.
"Tapi, Yang Mul--"
"Segera patuhi perintahku! Setelah kalian telah berhasil tiba di dermaga, kita akan segera menyusul!" sela Raja Yuan sebelum panglima perangnya membantah.
Panglima perang berhasil menumbangkan Harimau Putih, lalu dia menghela napas berat karena tidak bisa melindungi rajanya.
Panglima perang memimpin keluarga kerajaan dan penduduk melewati jalan rahasia, jalur rahasia menuju ke dermaga. Namun, mereka diikuti oleh seekor burung hantu yang menjadi mata-mata bagi Tian Sun.
"Hahahaha!! Hari ini kalian semua akan menjadi budakku!"
Suara tawa Tian Sun melihat banyak prajurit yang tewas di serang pasukannya, lalu dia melihat Raja Yuan bersama para jenderal yang bahu membahu melawan pasukannya. Kemudian, dia melihat para petinggi Kuil Mata Dewa yang menjadi musuh utamanya.
Raja Yuan dan pendukungnya melihat sosok kabut hitam yang membentuk tubuh manusia yang duduk di tandu emas seekor gajah mistik, mereka tidak sedikit pun takut dengan wujud Tian Sun yang mengerikan.
"Itu King Dark Matter, kita harus bersama-sama untuk fokus membunuhnya!" perintah Raja Yuan kepada pendukungnya.
Ya, Tian Sun menyebut dirinya sebagai King Of Dark Matter, karena sudah mengganggap dirinya sebagai penguasa Benua Timur. Dia juga mengakui bahwa inti binatang yang berevolusi karenanya.
"Hmm! Entah kalian bodoh atau terlalu pintar!" cibir Tian Sun saat melihat musuhnya berinsiatif untuk menyerang dan bukannya berinisiatif untuk melarikan diri.
"Lebih baik kalian menyerah dan menjadi budakku dengan suka rela, daripada harus merasakan rasa sakit sebelum ajal menjemput!" ujar Tian Sun dengan suara yang keras, dia percaya diri mampu mengalahkan musuhnya dengan mudah, walaupun tanpa mengandalkan Batu Keabadian.
Perkataannya, tidak dihiraukan oleh Raja Yuan, malahan bergerak maju ke arahnya bersama dengan pendukung kerajaan. Akan tetapi, Raja Yuan dan pendukungnya dihalangi oleh banyak binatang mistik, sehingga sangat sulit untuk mendekati posisinya.
__ADS_1
Tian Sun tertawa puas melihat banyak pasukan kerajaan telah tewas, dia juga bertepuk tangan memuji pasukan binatang mistik. Setelah itu, dia melesat ke arah pemimpin Kuil Mata Dewa yang bernama Lin Zhaoyang Hong.
Lin Zhaoyang Hong melihat Tian Sun yang menyerangnya, dia bersama dengan pelindung Kuil Mata Dewa - Pelindung Lim, tidak tinggal diam. Mereka berdua juga terbang sambil melepaskan energi spiritual secara maksimal. Jurus yang mereka berdua keluarkan berasal dari Kitab 9 Matahari, di mana pukulan berenergi mengeluarkan tapak api.
Boom boom boom...
Tiga energi spiritual salah berbenturan dengan sangat hebat sehingga menghempaskan banyak binatang mistik dan para prajurit Kerajaan Bintang Laut.
Kedua orang penting dari Kuil Mata Dewa berguling-guling di udara, karena kalah dalam hal basis kultivasi, namun mereka tidak terluka dan segera menyetabilkan tubuhnya.
Raja Yuan dan pendukungnya segera berkumpul bersama dua pimpinan Kuil Mata Dewa itu. Mereka melihat Tian Sun yang tertawa puas.
"Sebelum kalian mati, aku akan menunjukkan jati diriku!" ungkap Tian Sun.
Semua orang sedikit terkejut dengan pernyataan King Of Dark Matter. Selama ini, mereka hanya tahu wujud Tian Sun dalam bentuk kabut hitam yang menyerupai manusia mengerikan.
Dengan cepat Tian Sun berubah menjadi wujud aslinya sebagai manusia. Melihat itu, sontak Raja Yuan dan pendukungnya kaget setengah mati, mereka tidak menduga sama sekali jika Tian Sun adalah King Of Dark Matter.
"Mustahil!!" seruan Raja Yuan yang masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya, sebab dia tahu dengan mata kepala sendiri, jika Tian Sun disegel di Jurang Kematian.
"Tidak ada yang mustahil di dunia ini! Hari ini sudah lama aku tunggu-tunggu untuk membalas dendam kepada kalian. Rasa sakitku, akan kalian rasakan juga dan lebih dari yang kualami!" sahut Tian Sun.
"Kamu mengorbankan jiwa untuk mempelajari teknik terlarang? Benar-benar seorang guru yang tidak patut dicontoh!" cemoohan Lin Zhaoyang Hong, dia dan semua orang menduga jika Tian Sun bisa sangat kuat karena menggunakan teknik terlarang.
Tian Sun tertawa terbahak-bahak dengan perkataan Lin Zhaoyang Hong yang selalu saja memfitnahnya. Setelah tertawa, dia berbicara, "jika iya, kenapa? Aku tidak peduli dengan perkataan kalian. Saat ini dan di malam ini, sebelum kalian mati, adakah keinginan terakhirmu?"
"Yang Mulia, jika kita tidak berhasil mengalahkannya, Yang Mulia segera melarikan diri!" Pelindung Lim berkomunikasi telepati dengan Raja Yuan.
"Kita lihat keadaannya nanti!" Raja Yuan tetap bersikeras untuk tetap melawan Tian Sun.
"Ayo, kita sedang bersama-sama dengan kekuatan penuh!" perintah Raja Yuan kepada pendukungnya, dia sengaja tidak memberikan kesempatan kepada pendukungnya untuk berbicara lagi.
Segera semua orang mengeluarkan kekuatan terbaiknya untuk mengalahkan Tian Sun, sebab secepat mungkin musuhnya kalah, maka akan mengurangi angka kematian serta kerugian.
Akhirnya, Tian Sun menggunakan kemampuan dari Third Eye Stone yang bersemayam di telapak tangan kanannya. Serangan Raja Yuan dan pendukungnya dengan mudah dilahap oleh telapak tangan kanannya. Kemudian, dia menyerang balik dengan mengeluarkan jurus dari Kitab Tujuh Lapis Langit yang dipadukan dengan kemampuan Third Eye Stone.
Dengan Third Eye Stone dan Kitab Tujuh Lapis Langit, Tian Sun mengalahkan musuh-musuhnya, dia tertawa terbahak-bahak karena rasa sakitnya telah terbalaskan. Sayangnya, karena terlalu berpuas diri, dia belum menyadari jika Raja Yuan berhasil kabur dengan luka parah.
...****************...
__ADS_1