8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Kebenaran.


__ADS_3

Bab 173. Kebenaran.


Saat berada di atas dek kapal angkasa milik Fang Yin, Cao Tian Jun melihat Ao Fengying yang ikut naik. Xue Li Xia segera menceritakan siapa sebenarnya Ao Fengying.


Mengetahui jika asisten Mi Bowen adalah adik dari Ao Zhen Juan, Cao Tian Jun segera menyambut baik bergabungnya Ao Fengying. Patriark Fang juga naik ke kapal angkasa milik putrinya untuk berbicara kepada menantunya.


Saat semua orang berada di dalam kabin kapal angkasa, Patriark Fang segera membuka pembicaraan, namun sebelum itu dia melihat Xia Junsu.


"Saya sebenarnya sudah tahu siapa Anda yang sebenarnya. Anda adalah Tian Jun putra dari Tian Sun dan Xia Junsu...," Patriark Fang berhenti berbicara.


Cao Tian Jun jelas kaget karena identitasnya telah diketahui, dia tidak tahu harus berkata apa. Xia Junsu menghela nafas panjang karena tidak mungkin selamanya menyembunyikan kebenaran ini dari putranya, dan ia memahami tujuan Patriark Fang yang ingin tahu silsilah keluarga besar Tian Jun, sebab akan ada pernikahan.


"Apakah saya yang berbicara atau Anda?" tanya Patriark Fang yang tidak ingin melewati batas kewenangannya sebagai pihak luar.


Cao Tian Jun melihat Senior Junsu dengan pikiran yang bingung. Jujur saja, pembicaraan ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dia pikir, mertuanya ini ingin berbicara mengenai kemampuannya atau pernikahan yang akan datang.


Selain Fang Yin, Tim Phoenix jelas terkejut karena tidak menyangka bahwa kekasihnya ini adalah putra dari orang yang menciptakan Kitab Tujuh Lapis Langit dan Kitab Pelangi Surga.


"Maafkan Ibu, Nak!" ucap Xia Junsu yang tidak sanggup menatap wajah putranya karena bersalah. Hal yang paling disesalinya adalah ketika secara tidak sadar berhubungan intim dengan putranya.


Tubuh Cao Tian Jun gemetaran karena situasi yang tak terduga. Hatinya antara bahagia karena ibunya masih hidup, dan juga merasa bersalah karena telah berhubungan badan dengan ibu kandungnya. Dia segera berdiri dan ingin keluar dari kabin kapal angkasa karena pikirannya berkecamuk.


"Putraku, maafkan Ibumu ini!" mohon Xia Junsu sambil memegang tangan Tian Jun agar memaafkannya.


Akan tetapi, Cao Tian Jun menepis tangan ibunya dan segera keluar dari kapal angkasa. Fang Yin segera memeluk Xia Junsu yang ingin mengejar Tian Jun


"Ibu, Tian Jun butuh waktu untuk berpikir," kata Fang Yin.


Chu Sying Chun juga memeluk Xia Junsu dari belakang untuk menenangkan hati ibu mertuanya ini. Sebenarnya, dia dan Tim Phoenix juga terkejut dengan kebenaran ini, mereka tidak menyangka bahwa Xia Junsu adalah ibu kandung dari kekasihnya.


Mereka pikir janda Xia Junsu mengikuti kekasihnya karena jatuh cinta, bukan cinta sebagai seorang ibu ke anaknya. Kejadian ini tidak sedikitpun pernah terpikirkan oleh mereka.


Ao Fengying, wanita Ras Kucing yang bernama Miao Miao, dan wanita Ras Duyung yang bernama Duyi Nuan, mereka yang baru bergabung dengan keluarga besar Cao Tian Jun, jelas kebingungan dengan situasi ini. Maio Miao dan Dìyù Nuan buru-buru menyusul Cao Tian Jun.


"Seharusnya, sejak awal Anda harus mengungkapkan jati diri sehingga situasi ini tidak terjadi!" teguran Patriark Fang kepada Xia Junsu, lalu dia keluar dari kabin karena tujuannya telah terselesaikan, yaitu agar menantunya mengetahui siapa Xia Junsu yang sebenarnya.


Xia Junsu hanya bisa menangis sejadi-jadinya karena merasa bersalah. Apa yang dikatakan oleh Patriark Fang memang benar. Karena kekhawatirannya, saat mengetahui putranya masih hidup tidak segera mengungkapkan kebenaran.


Wang Mei yang paling tua dari Tim Phoenix, hanya bisa menghela nafas panjang. Dia segera ikut memeluk ibu mertuanya...


Saat berada di ruang kendali kapal, Patriark Fang bertanya kepada Fang Guotin, "kemana dia?"

__ADS_1


"Tuan Muda Jun dan kedua pelayannya tadi berdiri di ujung dek kapal. Setelah itu mereka menghilang! Memangnya ada apa?" jawab Fang Guotin dan bertanya balik.


"Xia Junsu dan putranya!" jawab Patriark Fang yang ambigu, namun mudah dipahami oleh Fang Guotin yang juga tahu identitas asli Cao Tian Jun alias Tian Jun putra dari Tian Sun.


"Semoga tuan muda Jun bisa menerima semua ini dengan hati jernih!" harapan Fang Guotin.


Saat tahu Xia Junsu bergabung dengan Tim Phoenix, Patriark Fang dan Fang Guotin sudah curiga jika Xia Junsu belum mengungkapkan kebenaran, sebab Tian Jun tidak pernah memanggil Xia Junsu dengan sebutan ibu.


Namun, mereka juga memahami tujuan Xia Junsu yang tidak mengungkapkan jati diri dikarenakan khawatir jika Tian Jun menjadi sasaran musuh.


Patriark Fang terbang menuju ke kapalnya sendiri sambil memikirkan hal ini...


Cao Tian Jun berteleportasi secara acak dan muncul di pesisir pantai yang indah, tempat yang tidak diketahuinya. Dia membaringkan tubuh di pasir laut, merasakan air laut yang membasahi tubuhnya. Tatapannya kosong melihat langit biru. Sedangkan Kedua pelayan yang bersamanya duduk di sisi kanan dan kirinya.


"Tuan Muda...!" Miao Miao bingung harus berkata untuk menghibur tuannya.


Duyi Nuan melihat sekitarnya dengan raut wajah serius, dia tahu di mana ini sekarang. Tempat mereka saat ini berada di wilayah Kerajaan Li bagian Barat Daya, dekat dengan perbatasan wilayah Kerajaan Ming.


Lalu Duyi Nuan melihat beberapa orang yang keluar dari semak belukar dengan membawa senjata, bukan prajurit tetapi perampok. Mereka menuju ke arahnya.


"Tuan Muda, ada perampok Taring Serigala!" Duyi Nuan melapor dengan nada panik.


Miao Miao dan Dìyù Nuan terkejut saat kekuatannya yang disembunyikan sudah diketahui oleh tuannya.


"Tuan Muda, bagaimana bisa kita yang lemah membunuh mereka? Jika kita kuat, tidak mungkin kita ditangkap oleh perompak Laut Besar!" alasan Miao Miao yang tidak ingin mengungkapkan kekuatannya.


"God Warrior level 3 dan level 2, jelas tidak mungkin menang melawan God General level 7!" ungkap Cao Tian Jun yang tahu kekuatan kedua pelayannya barunya ini.


Kekuatan God General level 7 yang dimaksudkan oleh Tian Jun adalah Tan Ping wakil dari Gao Tao. Dengan kekuatan yang dimiliki oleh Tan Ping, jelas kedua pelayannya akan dengan mudah ditangkap.


Tian Jun mengetahui semuanya karena memiliki Mata Surgawi. Maio Miao dan Dìyù Nuan tersenyum masam karena tidak bisa menyembunyikan kekuatan dari tuannya.


"Jika kalian tidak memiliki kemampuan, mana mungkin aku mau menerimamu! Bunuh mereka!" imbuhnya dan diakhiri dengan perintah. Tian Jun ingin tahu kehebatan pelayannya ini.


Karena sudah diketahui, mau tidak mau Miao Miao dan Dìyù Nuan mematuhi perintahnya dengan wajah cemberut. Mereka segera menyerang para perampok Taring Serigala.


Sebenarnya, Miao Miao dengan sengaja agar dirinya ditangkap oleh perompak Laut Besar, tujuannya ingin keluar dari tempat tinggalnya karena ingin berpetualang menjelajahi Continent Twins Moon.


Sedangkan Dìyù Nuan, ia tertangkap saat sedang bermain-main dengan temannya di pesisir pantai wilayah Kerajaan Angsa, yang berada di bagian Utara dari Kekaisaran Yao.


Tian Jun memiringkan kepalanya untuk melihat kedua pelayannya yang bertarung dengan perampok Taring Serigala. Ia melihat gerakan Maio Miao yang sangat lincah, kedua tangannya mengeluarkan cakar tajam dan mencabik-cabik tubuh para perampok.

__ADS_1


Lalu melihat Dìyù Nuan yang ahli dalam mengendalikan air, menjadikan elemen air sebagai senjata, yang mana air berubah menjadi ribuan jarum. Ribuan jarum itu menusuk tubuh para perampok.


Melihat kehebatan dari kedua pelayannya, membuat Tian Jun sedikit terhibur. Dia tidak menyangka bahwa Senior Junsu adalah ibu kandungnya, sungguh hal yang tidak terduga.


Setelah kejadian di Mysterious Land waktu itu, entah disebut apa hubungannya sekarang, apa masih bisa dikatakan sebagai ibu dan anak, atau sebaliknya. Hal ini yang membuat pikirannya berkecamuk.


"Apakah ayahku masih hidup?" gumam Tian Jun sambil menatap langit biru, dia tidak tahu harus bagaimana jika ayahnya masih hidup.


Boom boom...


Suara ledakan energi ketika Maio Miao melepaskan pukulan jarak jauh ke arah perampok Taring Serigala. Demikian juga dengan Dìyù Nuan yang selalu menggunakan elemen air sebagai senjatanya, setiap serangan tidak mengeluarkan suara keras.


Dengan kombinasi serangan cepat dari Maio Miao, serta serangan kuat dari Dìyù Nuan, para perampok Taring Serigala dengan mudah dikalahkan. Sebagian perampok melarikan diri sebelum terbunuh.


"Jangan dikejar!" cegah Tian Jun sebelum kedua pelayannya mengejar perampok Taring Serigala.


Maio Miao dan Dìyù Nuan segera kembali ke sisi Tian Jun dengan hati gembira karena diberi acungan jempol dari tuannya.


"Tuan Muda, apakah kita akan bermalam di sini?" tanya Dìyù Nuan dengan nada lembut.


Tian Jun mengaktifkan Mata Surgawi untuk melihat posisi rombongan Patriark Fang. Setelah itu dia menjawab, "iya, sampai mereka datang! Buat tanda agar mereka tahu kita di sini!"


Maio Miao segera memotong pepohonan yang akan dijadikan tanda. Sedangkan Dìyù Nuan membuat tenda kayu yang beratapkan dedaunan di tepi pantai, dekat dengan pohon kelapa.


Dan, Tian Jun saat ini, entah kenapa dirinya menjadi enggan melakukan apapun, seolah-olah kehilangan semangat setelah mengetahui kebenaran ini. Saat berada di dalam Dunia Jiwanya, dia sebenarnya sempat keheranan melihat Xia Junsu yang selalu menghindarinya, ternyata dia adalah ibunya, dan ibunya tidak ingin mengulangi kejadian waktu itu.


"Anggap saja waktu itu tidak terjadi!" gumam Tian Jun yang menyemangati diri sendiri agar tidak berlarut-larut dalam situasi hati yang berkecimpung.


Dia duduk dan melihat kedua pelayannya yang membuat tenda kayu, dia tersenyum melihat mereka yang begitu semangat. Padahal, mereka tidak perlu membuat tenda karena tidak bermalam di sini, tetapi tinggal di dalam cincin dimensinya.


Tian Jun menghampiri Miao Miao dan mengandeng tangan kirinya. Miao Miao jelas kaget karena tidak menyangka tuannya mengandeng tangannya, padahal sebelumnya hanya memegang bahunya dan tiba-tiba muncul di tempat ini. Dia hanya bisa mengikuti keinginan tuannya yang berjalan menuju ke arah Dìyù Nuan.


Setelah mengandeng tangan Dìyù Nuan, Tian Jun masuk ke dalam cincin dimensinya. Miao Miao dan Dìyù Nuan tercengang karena sudah berada di tempat lain, tempat yang dipenuhi dengan harta melimpah.


"Kita akan tinggal di sini. Rapikan semua batangan emas dan harta sesuai dengan jenisnya!" perintah Cao Tian Jun kepada pelayannya.


"Baik, Tuan Muda!"


Dengan segera Miao Miao dan Dìyù Nuan mematuhi perintahnya dengan hati gembira, sebab tugasnya sangat mudah, apalagi dikelilingi dengan harta.


Setelah itu, Tian Jun keluar dari dalam cincin dimensinya untuk mengelilingi tempat baru sebelum kedatangan rombongan Patriark Fang. Diperkirakan, Patriark Fang akan tiba di pesisir pantai dalam waktu 2 hari.

__ADS_1


__ADS_2