8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Benteng Pertahanan Dikuasai.


__ADS_3

Bab 199. Benteng Pertahanan Dikuasai Oleh Leluhur Yao.


Saat malam hari yang diterangi oleh cahaya bulan, binatang yang terinfeksi energi kabut hitam bergerak terlebih dahulu sebelum Pasukan Kegelapan. Tanah bergetar seiring derap langkah kaki binatang yang berlari.


Jutaan binatang mistik menerjang jebakan sihir yang telah dibuat sebelumnya. Binatang meraung-raung keras karena jebakan itu melukai tubuhnya, namun tetap saja terus bergerak tanpa peduli dengan luka diderita.


Leluhur Yao dan Niao Wushi keheranan melihat benteng pertahanan yang tampak sepi tak berpenghuni, hanya terlihat kobaran api yang dijadikan penerangan. Kondisi seperti ini membuat mereka was-was karena khawatir adanya jebakan dan penyergapan.


Sebelum para binatang melangkah lebih jauh, Leluhur Yao menghentikannya, ia tidak ingin pasukan binatangnya masuk ke dalam penyergapan, pengalaman sebelumnya telah memberikan pelajaran berharga.


Niao Wushi memerintahkan para Penyihir Hitam untuk menyelidiki situasi benteng pertahanan yang sepi. Sekitar 200 Penyihir Hitam segera berubah menjadi burung gagak, terbang ke arah benteng pertahanan.


Pendekar Pedang, Leluhur Xia, Kaisar Xia, Raja Li, Bao Dong, Dongxi dan beberapa pembunuh bayaran segera menyusul Leluhur Yao yang berada di barisan terdepan.


Melihat benteng pertahanan yang sepi seperti ini, mereka akhirnya tahu kenapa Leluhur Yao menghentikan pergerakan pasukannya. Mereka pun khawatir akan adanya penyergapan seperti sebelumnya.


"Apakah tidak ada informasi terbaru dari mata-mata?" tanya Niao Wushi kepada Leluhur Yao.


"Belum ada laporan!" jawab Leluhur Yao singkat sambil melihat lorong yang menjadi pintu masuk ke Lembah Neraka.


Samar-samar dia mendengar suara-suara yang membuat bulu kuduk berdiri, seperti ada suara tangisan anak-anak dan wanita. Niao Wushi dan muridnya terkenal tidak takut yang namanya hantu atau sejenisnya sampai dibuat berkeringat dingin.


"Jadi ini Lembah Neraka yang terkenal itu?" tanya Leluhur Xia yang belum pernah mengunjungi tempat berbahaya ini, dia hanya mendengar cerita dari orang lain.


"Iya. Dari sinilah keluarga besar Tian yang kau hancurkan itu menjadi terkenal!" jawab Leluhur Yao sambil membalikkan badan dan melihat Leluhur Xia.


"Apakah benar Cao Tian Jun adalah Tian Jun putra dari Tian Sun?" tanya Leluhur Yao yang belum sempat bertanya kepada Leluhur Xia dan Kaisar Xia sewaktu di istana Kerajaan Li.


**** Flash back ****


Karena Leluhur Yao dikalahkan oleh Tian Jun yang memiliki Pasukan Binatang, ia segera bergerak cepat untuk menginfeksi semua binatang di wilayah Kerajaan Long, Kerajaan Niao, Kerajaan Li dan wilayah kekuasaannya.


Leluhur Yao berubah menjadi kabut hitam yang menyebar ke segala arah, termasuk Pasukan Kegelapan sesuai dengan perintahnya. Niao Wushi dan semua muridnya diperintahkan untuk menunggunya di Kerajaan Li.


Karena berubah wujud menjadi energi kabut hitam, keadaan ini melemahkan Leluhur Yao saat akan menginfeksi semua binatang. Oleh karena itu, ia tidak menginfeksi binatang di wilayah musuh, khawatir jika Tian Jun menyerap energinya, dan juga energi Pasukan Kegelapan yang tidak berkumpul.


Agar tidak diketahui oleh Tian Jun dan mata-mata Kerajaan Sihir, energi kabut hitam bergerak rendah di atas permukaan tanah. Karena itu, Tian Jun tidak tahu jika Leluhur Yao dengan sangat cepat mengumpulkan banyak binatang di Benua Tengah.


Setelah berhasil memiliki banyak binatang karena terinspirasi dari Tian Jun, membuat Leluhur Yao senang dan yakin akan mampu mengalahkan Pasukan Binatang milik Tian Jun. Walaupun dia sangat kelelahan, rasa lelahnya menghilang karena kekuatannya mampu mengimbangi Patriark Fang setelah menginfeksi banyak binatang.


Dalam wujud energi kabut hitam, Leluhur Yao memerintahkan semua binatang terinfeksi dan Pasukan Kegelapan berkumpul di Gurun Liyao karena lokasinya sangat luas, cocok untuk mengumpulkan semua pasukannya.


Setibanya di Gurun Liyao, Niao Wushi dan sekutunya sudah menyambut kedatangan dengan sorak-sorai karena Leluhur Yao berhasil mendapatkan kekuatan militer baru.


Leluhur Yao dan pendukungnya segera menuju ke Istana Kerajaan Li untuk berdiskusi tentang startegi melawan Tian Jun. Namun, saat baru akan memulai rapat, datang penguasa dari Benua Timur, Leluhur Xia dan Kaisar Yao.


Kondisinya terlihat mengenaskan, tidak lagi seperti seorang penguasa yang ditakuti, mengenakan pakaian rakyat jelata. Jika Pendekar Pedang tidak mengenali wajah mantan pemimpinnya, sudah pasti mereka berdua dijadikan sebagai budak oleh Leluhur Yao.


Setelah itu, Leluhur Xia dan Kaisar Xia bergantian menceritakan tentang nasib yang menimpanya di Benua Timur. Semua itu gara-gara Ratu Shima si Ratu Ular Surgawi yang menguasai Benua Timur, dan itu terjadi ketika perburuan di Mystical Beast Mountain.


Sebelum Leluhur Yao bertanya tentang Tian Jun, seorang prajurit datang membawa laporan tentang kemunculan portal dimensi Gurun Liyao, tepat di belakang berkumpulnya pasukan binatang yang baru diinfeksi.


"Kita memiliki musuh yang sama. Ayo, kita bertarung bersama melawan mereka! Anda akan memimpin pasukan Kerajaan Niao," kata Leluhur Yao sebelum pergi ke Gurun Liyao.


"Terima kasih atas dukungannya! Kita lawan mereka apapun caranya!" Dengan semangat berapi-api, Leluhur Xia dan Kaisar Xia menerima menjadi sekutu.


Setelah itu, dengan tergesa-gesa dan gelisah, Leluhur Yao dan pendukungnya pergi ke Gurun Liyao. Mereka khawatir terjadi penyergapan seperti sebelumnya. Pendekar Pedang yang dulu pernah mengabdi di Kekaisaran Xia, segera berbicara dengan Kaisar Xia tentang pertempuran semalam...


Setibanya di Gurun Liyao, mereka segera mengatur barisan pasukan, dan siap untuk menyerang siapapun orangnya yang keluar dari portal dimensi. Leluhur Yao dan sekutunya berada di barisan terdepan.


Dengan jantung berdebar-debar karena menantikan siapa yang akan keluar. Akhirnya dua orang keluar dari portal dimensi secara bersamaan. Mereka adalah Zhong Nushi Zhu dan Zhong Nanren Wei.


Leluhur Yao dan pendukungnya terkejut karena kedua orang itu memiliki sayap berwarna hitam, kontras dengan kulitnya yang berwarna cerah. Wajah cantik Jenderal Zhu membuat kaum pria terpesona, wajah tampan Jenderal Wei membuat Niao Wushi dan muridnya meneteskan air liurnya.


Jenderal Zhu dan Jenderal Wei menghirup udara di Gurun Liyao yang sangat miskin energi. Mereka terlihat tidak senang berada di planet miskin energi dan sumber daya alam. Saat melihat energi kabut hitam yang menginfeksi rakyat jelata dan binatang, mereka dua ingin tertawa karena pasukan itu sangatlah lemah.


Leluhur Yao dan semua orang segera sadar bahwa dua orang ini yang keluar dari portal dimensi bukan berasal dari Continent Twins Moon, melainkan entitas dari galaksi lain. Penampilan mereka yang berbeda dari penduduk di dunia ini jelas mudah tebak.


"Jadi ini Continent Twins Moon, tempat jatuhnya Batu Keabadian?" tanya Jenderal Wei kepada semua orang yang menatapnya.

__ADS_1


Leluhur Xia segera maju mewakili semua orang, lalu menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk salam. Namun, salamnya tidak dibalas, malahan dibalas dengan tatapan sinis.


"Benar. Tepatnya tidak di sini, melainkan di Benua Timur. Tujuh Batu Keabadian telah diambil oleh Ratu Shima!" jawab Leluhur Yao dengan jujur.


"Siapa Anda, lawan atau kawan?" sambungnya menyelidiki.


"Dua-duanya! Kami datang ke dunia ini untuk mengambil Batu Keabadian, dan pastinya menguasai Continent Twins Moon. Tunduk atau kalian mati!" Jenderal Wei tanpa basa-basi mengutarakan tujuannya datang ke Continent Twins Moon.


Sedangkan Jenderal Zhu diam saja, tetapi kedua matanya memeriksa seluruh wilayah Benua Tengah yang sangat sepi, tidak banyak aktivitas. Kecuali di wilayah bagian selatan di benteng pertahanan.


Perkataan Jenderal Wei yang terang-terangan jelas membuat Leluhur Yao dan pendukungnya murka. Namun anehnya, Pendekar Pedang dan anggota Paviliun Bunga Kematian tampak tenang, seperti kenal dengan dua pendatang itu. Mereka perlahan mundur menjauhi Leluhur Yao.


"Kalian datang hanya untuk mencari kematian?!" Leluhur Yao jelas tidak terima, sebab tidak senang adanya pesaing baru.


Dia berubah menjadi kabut hitam dan melesat ke arah pendatang baru. Anehnya, Jenderal Zhu dan Jenderal Wei tetap tenang, tidak takut dengan energi kabut hitam, malahan mereka tersenyum sinis.


Leluhur Yao menyelimuti tubuh kedua musuhnya ini. Namun, dia terkejut karena tidak bisa masuk ke dalam pori-pori kulit musuhnya. Justru dirinya menjadi lemah seakan-akan tubuh musuhnya ini adalah tandingan dari energi kabut hitam.


"Bodoh, mereka itu entitas cahaya, lawan yang tidak mudah dibunuh oleh energi kabut hitam!" bentakan Yao Lao kepada Leluhur Yao putranya yang ceroboh.


Segera Leluhur Yao menjauhi kedua jenderal itu. Dia kembali menjadi manusia. Di hatinya jelas takut, namun tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan kepada lawan dan pendukungnya.


Jenderal Wei mengangkat jari telunjuk tangan kanan sambil digoyangkan. "Kitab Alam Melahap Jiwa tidak akan berpengaruh terhadap kita Ras Malaikat, manusia bodoh!" ucapnya dengan rasa bangga.


Sontak ucapan Jenderal Wei mengejutkan semua orang. Mereka pikir Ras Malaikat hanya mitos belaka dan juga imajinasi. Mitos dan imajinasi itu menggambarkan bahwa Ras Malaikat memiliki sayap berwarna putih bukan hitam seperti mereka.


Dari semua orang, Leluhur Yao yang paling terkejut, sebab musuh barunya ini mengetahui tentang Kitab Alam Melahap Jiwa. Dia hanya memberitahukan kitab ini kepada pihak Raja Long, dan belum banyak orang yang mengetahuinya.


"Kalian berdua tidak mungkin mampu mengalahkan kita, apalagi menguasai Continent Twins Moon. Apakah kalian pikir kita akan begitu saja tunduk kepadamu? Tidak-tidak... Tidak semudah itu!" Leluhur Yao jelas tidak akan tunduk kepada musuhnya.


Baru saja Leluhur Yao selesai berbicara, dari dalam portal dimensi keluar banyak prajurit berkulit coklat dan hitam yang juga memiliki sayap. Leluhur Yao dan pendukungnya gemetaran karena jumlah mereka mencapai 20 ribu prajurit yang memiliki kekuatan sama di tingkat Almighty God.


"Tunduk atau mati!" sekali lagi Jenderal Wei memberikan kesempatan mereka untuk memilih sebelum melakukan pembantaian.


Leluhur Xia segera berkomunikasi telapati dengan Leluhur Yao, "manfaatkan kesempatan ini untuk melawan Ratu Shima dan Tian Jun!"


"Anda saja yang bicara!" pinta Leluhur Yao karena kurang pintar dalam bernegosiasi.


"Banyak manfaatnya, salah satunya kita tidak akan membunuh kalian. Aku tahu kalian sedang melawan musuh kuat, mereka juga musuh kita. Jika kalian sudah tahu maksudku, segera bersiap untuk melawan mereka. Kami akan selalu mendukung kalian dari belakang!" interupsi dari Jenderal Zhu yang telah memeriksa seluruh Benua Tengah.


"Berikan kami waktu!" pinta Leluhur Xia yang ingin berdiskusi dengan Leluhur Yao dan semua orang penting.


Jenderal Zhu mengangguk sebagai jawaban. Lalu dia memerintahkan dua ribu prajuritnya untuk memblokir Benua Tengah agar tidak ada satupun orang yang bisa keluar.


Leluhur Yao melihat dua ribu prajurit lawan terbang menyebar ke seluruh wilayah Benua Tengah. Segera ia dan pendukungnya menjauhi musuhnya itu. Mereka segera berdiskusi tentang musuh baru ini yang sangat kuat.


Setelah berdiskusi, Leluhur Xia mewakili semua orang untuk berbicara. Mereka tidak lagi melihat Jenderal Zhu, dan hanya ada Jenderal Wei yang memimpin 18.000 prajurit.


"Kami AKAN tunduk dan setia asal diperlakukan secara adil, menguntungkan kita semua... Intinya, kita bukan teman atau lawan, tetapi kita adalah koalisi yang saling menguntungkan. Sikap dan tindakan Anda akan menjadi contoh bagi kita! Apakah kondisi ini bisa diterima oleh Anda?"


"Iya. Segera atur pasukanmu!" Jenderal Wei terlalu malas dengan retorika seperti ini.


Dia segera menuju ke istana Kerajaan Li yang akan dijadikan markasnya selama berada di Benua Tengah. Semua orang memberikan jalan kepada Jenderal Wei dan Pasukan Dark Angel.


Leluhur Yao dan Leluhur Xia tersenyum tipis karena Jenderal Wei tidak meminta diadakannya perjanjian koalisi, hal yang sangat menguntungkan bagi mereka.


Segera, Leluhur Yao dan pendukungnya mengatur barisan pasukannya...


...****************...


Kembali ke Benteng Pertahanan.


Leluhur Xia dan Kaisar Xia masih melihat lorong Lembah Neraka karena penasaran apa yang ada di dalamnya.


"Apakah benar Cao Tian Jun adalah Tian Jun putra dari Tian Sun?" tanya Leluhur Yao yang belum sempat bertanya kepada Leluhur Xia dan Kaisar Xia sewaktu di istana Kerajaan Li.


"Benar. Jika tidak, tidak mungkin cucuku Xia Junsu mau bersama dengannya, bahkan memusuhi keluarganya sendiri!" terang Kaisar Xia yang merasakan dadanya sesak karena menahan kebencian terhadap Ratu Shima dan Tian Jun.


Wushh...

__ADS_1


Angin berhembus kencang dari lorong Lembah Neraka sehingga membuat semua orang merinding. Semua orang segera kembali melihat ke lorong.


Ketika terfokus melihat ke dalam lorong Lembah Neraka, Leluhur Yao, Niao Wushi dan semua orang dibuat kaget karena melihat mata berukuran besar berwarna merah, namun hanya sesaat saja, dan mata itu menghilang.


"Apa itu?" tanya salah satu murid yang ketakutan melihat mata berukuran besar yang tidak pernah dilihatnya seumur hidup.


"Tidak tahu!" jawab temannya.


200 Penyihir Hitam akhirnya kembali. Lalu mereka memberikan laporan kepada Leluhur Yao, dan laporan mereka sama, bahwa benar benteng pertahanan telah ditinggalkan.


"Kuasai benteng mereka. Hancurkan semua penghalang!" perintah Leluhur Yao kepada Pasukan Kegelapan.


Segera binatang terinfeksi menghancurkan semua jebakan di depan benteng pertahanan. Sedangkan Pasukan Kegelapan menghancurkan bebatuan dan pohon yang menutupi jalur tebing Lembah Ular.


Dalam waktu singkat, benteng pertahanan telah dikuasai oleh Leluhur Yao. Semua binatang dan Pasukan Kegelapan berada di luar benteng pertahanan untuk berjaga-jaga. Sedangkan semua orang penting dan para prajurit mendirikan tenda di dalam benteng.


Malam ini, mereka mengadakan pesta merayakan keberhasilan menguasai benteng pertahanan. Rencananya, besok pagi mereka akan menyerang wilayah Kerajaan Ming yang paling dekat dengan benteng pertahanan.


...****************...


Tian Jun berada di Akademi Sihir Yin Yang. Ia sibuk memasukkan semua pengungsi ke dalam cincin dimensinya, termasuk keluarga besar Fang dan Ming. Tersisa Dragon Spaceship yang parkir di lapangan latihan Akademi Sihir Yin Yang, menunggu satu orang yang belum datang.


Ada salah satu wanita murid Akademi Sihir Yin Yang yang menjadi pesaing Fang Yin, dia adalah Xiao Meixing, usianya 20 tahun, lebih tua 2 tahun dari Fang Yin. Dia juga dijuluki sebagai bidadari akademi karena kecantikannya yang setara dengan Fang Yin.


Selama ini, Xiao Meixing berkultivasi tertutup dan tidak tahu apa yang sedang terjadi di Benua Tengah. Dia mulai berkultivasi saat Fang Yin menempuh pendidikan di Akademi Merpati Putih kelas dua di Benua Timur.


Xiao Meixing yang berkultivasi dihentikan oleh Fang Hao-Yu gurunya. Anehnya, biasanya kultivator akan marah jika kultivasinya diganggu, namun dia tidak sedikitpun marah.


"Guru butuh bantuanmu. Saat ini Benua Tengah dalam situasi genting menghadapi kekejaman Leluhur Yao. Ayo, kita bertarung bersama melawan iblis itu!" alasan Fang Hao-Yu yang menghentikan Xiao Meixing berkultivasi.


"Baik, Guru! Beri saya waktu sebentar untuk bersiap diri!" pinta Xiao Meixing dan segera berdiri.


"Guru tunggu di lapangan latihan sihir!" Fang Hao-Yu segera keluar dari ruang kultivasi khusus untuk murid kebanggaannya ini.


Setelah kepergian Fang Hao-Yu, Xiao Meixing menyeringai lebar. Dia segera mengganti pakaiannya yang lusuh karena sudah lama tidak diganti karena terus berkultivasi.


Dia melihat cermin dan memandangi wajah sendiri. "Cantik!" gumamnya yang memuji diri sendiri. Lalu mengeluarkan parfum dan menyemprotkan ke seluruh tubuhnya.


Setelah itu dia keluar dari ruang kultivasi. Di dalam ruang itu, tergeletak mayat wanita muda yang bersimbah darah. Mayat wanita muda itu disembunyikan di dalam peti harta.


Ketika keluar dari kediamannya, Xiao Meixing tidak heran melihat akademi menjadi sepi. Dia dengan santainya menuju ke lapangan latihan sihir sesuai perintah. Saat berada di lapangan, ia melihat banyak murid akademi.


"Ayo, cepat naik!" perintah Guru Fang Hao-Yu yang sudah menunggu muridnya itu.


Karena teriakan Fang Hao-Yu, semua murid pria melihat Xiao Meixing yang semakin cantik semenjak terakhir bertemu. Segala rayuan segera dilontarkan oleh murid-murid Akademi Sihir.


Fang Yin dan Tim Phoenix langsung menatap Xiao Meixing, muncul benih-benih persaingan. Wang Mei segera mengajak Tian Jun berbicara sebelum melihat wajah cantik Xiao Meixing.


"Kita semua sudah siap," kata Wang Mei agar Tian Jun tidak melihat Xiao Meixing.


"Waktunya kita bergerak!" perintah Tian Jun yang melihat musuhnya telah menguasai benteng pertahanan.


Segera 500 orang pilihan terkuat masuk ke dalam Dragon Spaceship, dan 100 orang di dek kapal, termasuk Tim Phoenix yang berdiri di belakang Tian Jun. Xiao Meixing segera naik dan menyapa semua guru akademi.


Xia Junsu tersenyum melihat Tim Phoenix dengan sengaja menghalangi pandangan mata Tian Jun agar tidak melihat Xiao Meixing. Dia segera mengaktifkan proyektor pelindung. Lalu mengendalikan Dragon Spaceship yang melaju dengan kecepatan 4 Mach.


Selama ini, Tim Phoenix kompak untuk tidak membicarakan tentang murid-murid wanita yang terkenal cantik dan pesaing berat Fang Yin. Mereka tidak ingin Tian Jun mendapatkan kekasih lagi.


Setelah menyapa semua orang penting, Xiao Meixing melihat kepala belakang Tian Jun.


"Dia adalah Tian Jun, calon Maharaja di Continent Twins Moon," kata Fang Hao-Yu karena muridnya belum berkenalan dengan Tian Jun.


"Saya ingin mengenalnya." Xiao Meixing segera mendekati Tian Jun yang berada di ujung dek Dragon Spaceship.


Akan tetapi, Tim Phoenix segera menutup jalan bagi Xiao Meixing, dengan cara saling berdempetan dan bergandengan tangan. Mereka mengobrol tentang apapun dan berpura-pura tidak tahu jika di belakangnya ada Xiao Meixing.


Semua orang hanya tersenyum melihat Tim Phoenix khawatir jika Tian Jun akan tertarik dengan kecantikan Xiao Meixing. Raja Fang segera bertindak agar Tim Phoenix memberikan kesempatan kepada Xiao Meixing, namun dia dihentikan oleh Permaisuri Kuang agar tidak ikut campur...


Tian Jun berencana untuk menyerang musuh yang menguasai benteng pertahanan. Dengan Dragon Spaceship, dia yakin mampu mengurangi jumlah musuhnya itu.

__ADS_1


Dragon Spaceship melaju dengan cepat tanpa membuat tubuh penumpangnya bergoyang-goyang. Semua orang merasakan kapal melaju sangat pelan, padahal melaju sangat cepat...


__ADS_2