8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Keluarga Besar Wang.


__ADS_3

Bab 129. Keluarga Besar Wang.


Setelah berkultivasi selama dua hari, Cao Tian Jun meninggalkan akademi menuju ke arah Klan Wang, dia ingin membantu Wang Mei. Agar tidak diketahui pihak akademi, dia menggunakan delapan boneka wayang untuk menggantikan posisinya, Tim Phoenix dan termasuk Chu Sying Chun. Semua kekasihnya saat ini berada di dalam Cincin Dimensi.


Tim Phoenix dan Guru Junior Chu Sying Chun akhirnya mengetahui jika selama ini telah dibohongi oleh Cao Tian Jun yang selalu berkultivasi tertutup. Namun, mereka tidak marah karena tahu tujuan Cao Tian Jun yang tidak bisa dikekang oleh pihak akademi. Mereka senang karena bisa berpetualang tanpa khawatir diketahui oleh pihak akademi


Setelah berkultivasi ganda, Kekuatan Jiwanya telah pulih, siap untuk melawan Pasukan Kegelapan dengan menyerap energi kabut hitam. Melihat Pasukan Kegelapan yang masih jauh dari akademinya, dia bergegas menuju ke arah barat.


Lokasi Keluarga Besar Wang berada di sisi barat dari wilayah Kerajaan Lentera, terpaut jarak 57 km dari kerajaan. Ketika melewati Ibu Kota Kerajaan Lentera, Cao Tian Jun melihat situasinya yang sepi karena banyak pasukan Kerajaan Lentera sedang mendukung Kerajaan Kelelawar yang melawan Pasukan Kegelapan...


...****************...


Sesuai janji, Xue Li Xia menunggu kedatangan Cao Tian Jun selama dua hari ini di tempat awal bertemu. Namun yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang.


Dia mendapatkan perintah dari pemimpinnya agar mengajak Cao Tian Jun berkunjung ke wilayah Suku Es. Selama ini, Suku Es tidak memperbolehkan pihak luar memasuki wilayahnya, dan Cao Tian Jun adalah orang satu-satunya yang diundang.


"Apakah dia baik-baik saja!" gumam Xue Li Xia yang khawatir jika Cao Tian Jun mendapatkan kendala dalam masa-masa peperangan ini.


Karena mendapatkan tugas ini, Xue Li Xia memutuskan untuk menemui Cao Tian Jun. Ia telah mengetahui indentitasnya dengan mudah karena Cao Tian Jun tidak menggunakan penyamaran saat bertemu.


Cao Tian Jun memang benar-benar lupa telah berjanji kepada Xue Li Xia, sebab dia memikirkan masalahnya yang belum terselesaikan.


Dengan menggunakan Serigala Salju sebagai tunggangannya, Xue Li Xia menuju ke arah selatan, menuju ke Akademi Merpati Putih kelas dua...


...****************...


Setelah berteleportasi sebanyak dua kali, Cao Tian Jun akhirnya tiba di wilayah Keluarga Besar Wang. Wilayah yang dikuasai oleh keluarga ini cukup besar yang terbagi menjadi dua, wilayah selatan dikuasai oleh Ketua Wang Wen, dan wilayah utara dikuasai oleh Patriark Wang Liang.


Di tengah kedua wilayah itu adalah Kota Wang, dijadikan basis pertemuan dua keluarga besar, menjadi pusat perdagangan, industri dan sebagainya. Di tempat itu juga kompetisi diadakan.


Kedatangan Cao Tian Jun tanpa menyamar di pusat keramaian jelas menarik perhatian banyak orang, sebab namanya sudah dikenal luas sebagai juara pertama turnamen. Dia sengaja tidak menyamar karena ingin menarik perhatian Ratu Ular Surgawi.


Semua orang yang melihat Cao Tian Jun berspekulasi bahwa kedatangannya untuk mendukung Wang Mei dan Wang Lee. Pihak keluarga Ketua Wang Wen jelas tidak suka dengan hadir Cao Tian Jun, salah satu dari pendukung Ketua Wang Wen segera melapor.


Cao Tian Jun berjalan menuju arena pertandingan. Jalan yang dilewati merupakan pemisah antara dua wilayah yang saling berseteru untuk merebutkan kepemimpinan.


Datang seorang pria paruh baya yang menjadi pendukung Patriark Wang Liang, salah satu dari keluarganya melapor kepada Patriark Wang Liang. Dia adalah pedagang sembako yang memenuhi kebutuhan Keluarga Besar Wang dan siapapun yang berkunjung di Kota Wang.


"Apakah Anda datang untuk mendukung Wang Lee?" tanya pria paruh baya dengan nada bersemangat.


"Iya, Wang Lee adalah temanku, dan Wang Mei adalah kekasihku!" jawab Cao Tian Jun dengan jujur.

__ADS_1


Pria paruh baya itu tertawa lepas karena tahu bahwa juara pertama turnamen ini akan menjadi bagian dari keluarga besar Wang.


"Mari, ikut saya untuk menemui Patriark Wang!" ajak pria paruh baya itu. Karena bahagia, dia lupa memperkenalkan dirinya.


"Kapan acara pemilihan Patriark dimulai?" tanya Cao Tian Jun.


"Dua hari lagi setelah pertarungan antar generasi muda. Dengan dukungan dari Anda, pihak kita pasti menang. Dengan begitu, Keluarga Besar Wang tidak jatuh ke tangan Ketua Wang Wen yang menjadi tangan kanan dari Yu Zhong. Jika Wang Wen menjadi pemimpin kita, Keluarga Besar Wang dipastikan dalam masa-masa suram!" jawab pria paruh baya itu yang panjang lebar agar Cao Tian Jun mengetahui situasi keluarganya.


Setelah pria paruh baya itu berbicara, datang 7 orang dengan raut wajah yang tidak sedap dipandang, di belakang mereka ada lebih dari 20 anak buahnya. Cao Tian Jun melihat mereka.


"Ketiga orang yang memiliki logo mawar hitam di dadanya adalah orang bayaran yang disewa oleh Ketua Wang Wen, mereka berasal dari Paviliun Bunga Kematian. Empat orang yang lainnya adalah adalah pendukung Wang Wen, mereka anggota Guild Smelting!" ungkap pria paruh baya dengan nada serius.


Chu Sying Chun dan Tim Phoenix melihat apa yang terjadi diluar Cincin Dimensi. Mereka pun berbicara kepada Cao Tian Jun jika masalah Keluarga Besar Wang tidak sesederhana ini.


Keterlibatan Paviliun Bunga Kematian sudah mengidentifikasikan bahwa Ketua Wang Wen dan Yu Zhong memiliki rencana besar dibalik perebutan kekuasaan antar keluarga ini


"Sayang, kamu harus berhati-hati dalam bersikap!" pesan Xue Yue agar Cao Tian Jun tidak ceroboh bertindak, ia berkomunikasi dengan telepatinya.


"Kau tidak diundang, pergi dari sini!" hardik salah satu dari anggota Guild Smelting yang tidak menginginkan Cao Tian Jun merusak rencana Ketua Wang Wen.


"Siapa yang tidak mengundangnya?" sela wanita muda yang suaranya datang dari belakang pendukung Ketua Wang Wen.


"Hahaha! Aku tahu saudara iparku pasti akan datang!" Wang Lee sangat senang karena kedatangan Cao Tian Jun sudah dinanti-nantikan.


Wang Lee memeluk Cao Tian Jun selayaknya sahabat lama. Setelah itu, Wang Mei tanpa malu juga memeluknya dihadapan mata banyak orang. Kemudian, dia mengandeng tangan kanan Cao Tian Jun sambil menatap tajam ke arah pendukung Ketua Wang Wen.


"Dia adalah calon suamiku. Tanpa diundang, dia layak datang ke tempat ini!" ucap Wang Mei dengan nada tegas.


Salah satu dari tiga orang bayaran maju, lalu dia berkata kepada Cao Tian Jun dengan maksud mengancam, "sayangilah nyawamu!"


Swosh.... Bang...


Cao Tian Jun yang diancam jelas tidak terima. Tanpa basa-basi dia memukul wajah pria yang mengancamnya. Pria itu terpental ke kanan sehingga menabrak banyak orang. Tidak berhenti pada pria itu, dia memukul dua orang bayaran tanpa menggunakan energi supranatural.


Kecepatannya membuat setiap orang tercengang. Dengan kekuatan fisiknya saja menumbangkan anggota Paviliun Bunga Kematian dengan sangat cepat, bahkan mereka tidak sempat menghindar setiap serangannya. Padahal, ketiga orang bayaran itu memiliki kekuatan yang mumpuni, berada di tingkat Great Principle Golden Immortal, setingkat dengan Guru Senior.


Keempat anggota Guild Smelting tidak sedikitpun menyangka bahwa seorang Murid Dalam mampu mengalahkan anggota Paviliun Bunga Kematian seseorang diri. Yang menjadi pertanyaan besar dibenak mereka, sejak kapan Akademi Merpati Putih kelas dua memiliki murid yang mengerikan ini.


Cao Tian Jun menepuk-nepuk telapak tangannya setelah memukuli ketiga orang bayaran itu hingga pingsan. Dia tidak menargetkan pendukung Ketua Wang Wen.


"Phak luar adalah kalian. Pergi!? Jika aku melihat batang hidung kalian, berikutnya nyawa kalian yang kuambil!" hardik Cao Tian Jun yang membalas perkataan mereka.

__ADS_1


Empat anggota Guild Smelting dan anak buahnya membawa pergi ketiga orang bayaran yang pingsan. Mereka buru-buru kembali karena ketakutan. Wang Lee dan banyak orang yang menertawakan mereka.


Wang Mei menyunggingkan senyuman bahagia karena tindakan Cao Tian Jun sangatlah tepat, kedatangannya merubah suasana hatinya yang selalu gelisah karena keterlibatan anggota Paviliun Bunga Kematian.


Kemudian, Wang Mei mengajak Cao Tian Jun untuk menemui ayahnya. Selama perjalanan, ia banyak bercerita mengenai permasalahan keluarganya.


"Apakah Ketua Wang Wen menyewa orang untuk bertarung besok lusa?" tanya Cao Tian Jun.


"Tidak ada orang yang bisa disewa karena situasi di Benua Timur yang dalam masa-masa suram. Selain ketiga orang yang kamu hajar, ada dua orang muda yang juga anggota Paviliun Bunga Kematian. Mereka yang akan menjadi petarung. Tetapi dengan kehadiranmu, masalah ini tidak lagi memusingkan kepala kita!" jawab Wang Mei sambil memeluk erat tangan Cao Tian Jun, ia merasakan aman dan nyaman bersama kekasihnya ini.


"Naga Bumi saja dihajar saudara iparku, bagaimana mereka mampu melawan!" sahut Wang Lee yang kini hatinya bisa lega, dia bergantung kepada Cao Tian Jun.


Tidak berselang lama, Cao Tian Jun dan Wang Mei tiba di Balai Keluarga. Patriark Wang Liang dan beberapa orang penting sudah menunggu kedatangan Cao Tian Jun.


Ibu dari Wang Mei juga ikut menyambut kedatangan menantunya, namanya Jie Liangyi, usia 40 tahun, cantik seperti putrinya.


Patriark Wang Liang tertawa lepas melihat Cao Tian Jun yang bergandengan mesra dengan putrinya. Dia sangat bahagia karena calon menantunya meringankan beban masalah keluarga Wang.


Cao Tian Jun menyapa kedua mertuanya, lalu menyapa semua orang yang menyambutnya. Kemudian, Cao Tian Jun diajak ke ruang pertemuan keluarga.


"Saya sudah lama menunggu kedatangan Anda. Tetapi Putriku mengatakan bahwa Anda sedang berkultivasi tertutup. Syukurlah Anda datang tepat waktu!" kata Patriark Wang Liang dengan suara khasnya yang serak-serak basah, dia duduk berdampingan dengan istrinya Jie Liangyi.


"Iya, karena saya ingin segera meningkatkan kekuatan agar bisa bersaing dengan jenius dari benua lain!" alasan Cao Tian Jun.


"Mystical Beast Mountain... Saya juga ingin berpartisipasi dalam perburuan yang akan datang. Tetapi, keluarga ini belum bisa ditinggalkan!" sesal Patriark Wang Liang yang tahu tujuan Cao Tian Jun berkultivasi tertutup.


Semua wanita yang berada di dalam cincin dimensi tertawa karena tahu Cao Tian Jun berbohong kepada Patriark Wang Liang. Padahal, berkultivasi tertutup hanyalah alasan agar bisa keluar dari akademi.


"Ngomong-ngomong soal Paviliun Bunga Kematian, sedekat apa hubungan mereka dengan Ketua Wang Wen?" tanya Cao Tian Jun


Ditanya soal Paviliun Bunga Kematian, Patriark Wang Liang menghela nafas berat karena masalah ini selalu menghantui pikirannya.


"Sederhananya, selama mereka dibayar, maka apapun keinginan si penyewa jasa sudah pasti ditindaklanjuti. Penyewa jasa mereka tidaklah murah... Ketua Wang Wen memiliki modal berkat dukungan dari Yu Zhong!" jawab Patriark Wang Liang.


Perkataannya mengisyaratkan bahwa tidak mengetahui seberapa besar hubungan antara Ketua Wang Wen dan Paviliun Bunga Kematian, dia hanya tahu jika pavilun itu mau bertindak sesuai dengan bayaran.


"Karena saya sudah menjadi bagian dari keluarga ini, izinkan saya yang turun tangan!" pinta Cao Tian Jun yang ingin membereskan anggota Paviliun Bunga Kematian.


Dengan keterlibatannya, maka Wang Mei dan keluarganya tidak menjadi sasaran pembunuh bayaran. Patriark Wang Liang melihat putrinya yang mengangguk sebagai jawaban.


Patriark Wang Liang kembali tertawa lepas karena bantuan dari Cao Tian Jun sangat besar artinya bagi Keluarga Besar Wang. Dia mengizinkan Cao Tian Jun untuk membereskan anggota Paviliun Bunga Kematian, dengan catatan jangan membunuh pendukung Ketua Wang Wen.

__ADS_1


__ADS_2