
Bab 105. Perburuan Bendera, Fase Awal.
Dikarenakan Cao Tian Jun tidak terbunuh, maka Biksu Lao memutuskan untuk membuka kompetisi tahunan yang dimulai dari Kuil Atas Awan.
Gong pun dibunyikan tanda kompetisi dimulai. Segera panitia membuka pintu Kuil Waktu yang menjadi pintu masuk ketempat kompetisi di Tanah Prestasi (Achievement Land).
Semua peserta kompetisi dari berbagai institusi pendidikan segera masuk, jumlah totalnya 300 peserta. Saat berada di dalam Kuil Waktu, semua orang melihat gapura setinggi 3 meter dan lebar 1,5 meter. Gapura itu terlihat biasa saja, di belakangnya terdapat patung seorang Dewa yang duduk bersila.
"Setelah memasuki gapura ini, kalian akan tiba di Kota Peristirahatan secara acak. Setelah itu kalian harus segera menemukan teman yang terpisah, batas waktu hingga sore hari. Di pagi berikutnya, baru kalian mulai berburu bendera hingga sore hari. Untuk informasi selebihnya, kalian bisa bertanya kepada pemandu di Kota Peristirahatan. Baiklah, segera kalian masuk ke gapura dengan tertib. Semoga berhasil!"
Setelah panitia memberikan penjelasan singkat, dinding gapura itu mengeluarkan cahaya, lalu muncul lorong waktu. Bagi peserta yang sudah pernah mengikuti kompetisi, melihat lorong waktu bukan sesuatu yang mengherankan.
Wang Yelu, Lu Butong dan timnya terlebih dahulu memasuki lorong waktu, kemudian disusul Tim Yin Meili yang berjumlah 10 peserta. Tim Phoenix yang dipimpin oleh Cao Tian Jun adalah peserta yang terakhir memasuki lorong waktu.
Cao Tian Jun yang melihat lorong waktu, seakan-akan dirinya sudah sering kali melewatinya, padahal ini baru pertama kalinya.
"Jangan khawatir, ini adalah satu-satunya jalan kita menuju ke Tanah Prestasi!" jelas Xue Yue saat Cao Tian Jun tiba-tiba berhenti di depan gapura.
Cao Tian Jun mengangguk sebagai respon, padahal dirinya tidak sedikit khawatir. Hanya saja, nalurinya merasakan adanya bahaya di dalam lorong waktu. Dia segera masuk dan diikuti oleh timnya.
Saat berada di dalam lorong waktu, kaki semua peserta seperti berjalan sendiri dengan kecepatan tinggi, melebihi kecepatan terbang seekor burung elang.
Setelah semua peserta masuk ke lorong waktu, tiba-tiba gapura bergetar hebat. Kejadian ini membuat semua guru menjadi panik karena tidak pernah terjadi selama ini...
Di dalam lorong waktu, semua peserta ketakutan karena merasakan guncangan hebat. Lalu muncul retakan di sepanjang dinding lorong waktu.
Cao Tian Jun sebagai kekasih sekaligus pemimpin tim, mengetahui adanya bahaya seperti ini, segera bereaksi dengan mengeluarkan kekuatan jiwa untuk menyelimuti seluruh tubuh kekasihnya. Dalam sekejap mata, semua kekasihnya menghilang dari lorong waktu dan muncul di dalam Cincin Dimensinya.
Tim Phoenix jelas panik karena Cao Tian Jun berada di luar Cincin Dimensi, mereka berusaha sekuat tenaga untuk keluar namun segala upayanya sia-sia.
Wang Lee dan Ling Dong tercengang karena telah berada di tempat yang tidak dikenali. Mereka pun bertanya kepada Xue Yue, namun dijawab dengan kebohongan karena ini adalah rahasia kekasihnya. Xue Yue berkata jika saat ini berada di dalam kantong spasial.
Kemudian, Cao Tian Jun melihat empat tim yang tampak tenang, mereka dari Perguruan Hitam Kelam, Kuil Atas Awan, Kuil Sembilan Kematian, dan Perguruan Langit Kesembilan. Lalu dia melihat Tim Yin Meili dan tim yang lainnya, mereka terlihat panik.
Namun, sebelum Cao Tian Jun menyelamatkan kecantikan, tiba-tiba, "Boom...!!" Lorong waktu meledak. Kemudian, pemandangan berubah, seperti berada di luar angkasa, dan bermunculan banyak pusaran badai angkasa yang menghisap semua peserta.
Cao Tian Jun yang memiliki kekuatan tertinggi, tidak mampu menahan hisapan badai angkasa, dia dan semua peserta dengan pasrah masuk ke dalam pusaran badai...
*****
Di Tanah Prestasi.
__ADS_1
Akibat lorong waktu meledak, geografis alam di Tanah Prestasi mengalami perubahan besar-besaran, terjadi gempa dimana-mana hingga memicu fenomena Likuifaksi (pelulukan tanah/ pembuburan).
Bukit-bukit dan gunung pun bergeser. Kemudian, tiga kota terkubur di dalam tanah, dan tersisa dua Kota Peristirahatan. Dan medan gravitasinya juga berubah, menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Setelah bencana berlangsung kurang satu batang dupa, Tanah Prestasi kembali tenang. Untung saja tidak ada korban jiwa disetiap kota, sebab penghuninya adalah boneka wayang. Semua binatang yang tinggal di Tanah Prestasi juga mampu menyelamatkan diri dari bencana alam.
Akan tetapi, akibat bencana itu, bermunculan kabut hitam. Kabut hitam itu merasuki tubuh hampir semua binatang di Tanah Prestasi. Binatang yang dirasuki berubah ukurannya, menjadi dua kali lipat besarnya, sifatnya juga berubah menjadi lebih ganas dan brutal...
Dari langit, berjatuhan banyak orang yang berteriak keras, jarak mereka satu dengan yang lain sangat jauh. Mereka adalah peserta kompetisi. Tubuh mereka terjatuh di pepohonan sehingga mempermudahkan tangan untuk berpegangan pada ranting.
Saat ini, Cao Tian Jun berdiri di atas batang pohon, dia melihat sekelilingnya yang geografis alamnya tidak sama dengan peta yang didapatkan dari Kuil Atas Awan. Dia dan semua peserta tidak tahu jika baru saja terjadi bencana alam.
Melihat Gunung Putih, Cao Tian Jun tersenyum, sebab gunung itu menjadi pusat petunjuk arah agar tidak mudah tersesat. Setelah turun ke tanah, dia mengeluarkan Tim Phoenix dari dalam Cincin Dimensi. Baru saja dikeluarkan, Cao Tian Jun mendapatkan omelan dari kekasihnya.
"Yang penting kita aman dan tidak terpisah!" alasan Cao Tian Jun agar kekasihnya berhenti mengomel.
Semua orang melihat sekitarnya, dan merasakan tubuhnya menjadi lebih berat. Ketika Cao Tian Jun ingin terbang, tubuhnya seakan-akan dihantam oleh benda berat dari atas. Sudah dipastikan memang dilarang menggunakan energi spiritual.
"Apakah Tanah Prestasi seperti ini?" tanya Fang Yin kepada Xue Yue yang pernah mengikuti kompetisi Kuil Atas Awan, ia melihat sekelilingnya yang banyak perubahan.
"Banyak perubahan. Tetapi kita bisa menjadikan Gunung Putih sebagai navigasi. Ayo, kita menuju ke kota terdekat!" jawab Xue Yue yang memimpin jalan bagi timnya.
Cao Tian Jun dan timnya mengikuti Xue Yue ke arah timur menuju ke Kota Peristirahatan. Baru berjalan sejauh 500 meter, kering mulai bercucuran karena tubuh menjadi lebih berat. Mereka melihat Cao Tian Jun yang tidak sedikitpun berkeringat karena basis kultivasinya lebih tinggi. Setelah keluar dari hutan, mereka melihat jalan yang sering dilalui.
"Kurang dari 3 km. Dengan mengikuti jalan ini, kita akan sampai di kota!" jawab Xue Yue, ia mengeluarkan sapu tangan dan mengusap keringat.
Xue Yue dan timnya belum mengetahui jika akibat Likuifaksi tanah menjadi bergeser. Kota yang seharusnya seharusnya dekat menjadi lebih jauh, bergeser sejauh 4 km.
"Apakah kita saat ini diawasi?" tanya Cao Tian Jun kepada Xue Yue yang lebih berpengalaman.
"Belum. Kita diawasi saat perburuan bendera dimulai!" jawab Xue Yue.
Akhirnya Tim Phoenix pun tiba di Kota Peristirahatan. Mereka disambut oleh salah satu boneka wayang yang menjadi pemandunya. Wajah serta fisik mereka semuanya sama, dan sulit untuk dibedakan.
Di Kota Peristirahatan, hanya ada lima bangunan; penginapan, rumah makan, gedung penghitungan hasil perburuan, gedung Alkemis, dan gedung senjata. Semua itu adalah fasilitas untuk peserta kompetisi.
"Selamat datang! Anda semua pasti kelelahan setelah berjalan jauh. Mari ikuti saya ke tempat penginapan!" sapaan akrab dari boneka wayang.
Melihat boneka wayang yang lebih canggih, jelas membuat Cao Tian Jun kagum. Dia tiba-tiba yang memeriksa boneka wayang itu dengan membuka pakaiannya.
Tindakannya membuat timnya malu. Boneka wayang itu hanya diam saja tanpa menghentikan tindakan Cao Tian Jun yang membuka pakaiannya.
__ADS_1
"Memalukan!" omelan Xue Yue sambil menarik tangan Cao Tian Jun agar tidak membuat pakaian boneka wayang.
Tim Phoenix jelas tidak tahu, jika tindakan Cao Tian Jun yang memalukan ini, dia ingin mempelajari boneka wayang yang mampu bergerak selayaknya manusia normal, sebab boneka wayangnya tidak seperti ini, hanya bisa bertarung sesuai perintah.
"Apakah gadis-gadis ini kurang memuaskan?" bisik Wang Lee sambil menahan tawa.
Bisikannya dengan jelas didengar oleh semua wanita, mereka segera melayangkan kepalan tangan ke arah Wang Lee dan Ling Dong, tetapi mereka berdua keburu kabur. Wang Lee dan Ling Dong sudah terbiasa di kota ini karena pernah mengikuti.
Cao Tian Jun tersenyum masam karena melihat tatapan tajam kekasihnya, tangan kirinya segera dipegang oleh Chu Sying, dan tangan kanannya dipegang oleh Fang Yin. Mereka tidak ingin Cao Tian Jun melakukan tindakan yang memalukan lagi.
Tim Phoenix mengikuti boneka wayang menuju ke penginapan, penginapan gratis selama mengikuti kompetisi. Cao Tian Jun melihat penginapan tanpa nama, berlantai 8 yang mampu menampung 200 orang.
"Satu kamar saja, aku ingin kamar terbaik!" pinta Xue Yue setelah masuk ke penginapan.
"Sesuai keinginan Anda!" jawab boneka wayang yang segera mengantarkan Tim Phoenix.
Baru saja masuk, datang beberapa tim, salah satunya adalah Tim Wang Yelu. Lu Butong melihat Cao Tian Jun, dia segera menghampirinya, namun dicegah oleh Wang Yelu.
"Ingat aturan di sini!" peringatan Wang Yelu agar tidak ingin didiskualifikasi karena membuat masalah di Kota Peristirahatan.
"Lihat saja nanti!" kegeraman Lu Butong sambil melihat punggung Tim Phoenix.
Cao Tian Jun dengan jelas mendengar ancaman Lu Butong, dia pun menjadi teringat akan janjinya kepada Wang Mei, yang mana telah berjanji untuk membunuh Wang Yelu.
Setelah berada di kamar penginapan, Cao Tian Jun dan Tim masuk ke dalam Cincin Dimensinya untuk beristirahat...
Ketika hari menjelang pagi, Cao Tian Jun keluar dari dalam Cincin Dimensi, bersiap-siap untuk perburuan bendera. Sebelum itu, perlu untuk mengisi perut, baru setelah itu menuju ke gudang persenjataan untuk mendapatkan senjata.
Cao Tian Jun dan timnya menuju ke rumah makan. Seperti kebiasaannya, dia memesan banyak menu makanan, apalagi gratis. Tim Phoenix tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, mereka sudah tidak lagi heran melihat kekasihnya yang banyak makan.
Peserta lain yang baru mengenal Cao Tian Jun, jelas melihatnya dengan tatapan aneh. Karena aturan ketat di dalam kota, tidak ada satupun peserta yang mencari masalah, walaupun masih ada ucapan yang mengejek Tim Phoenix karena tidak memiliki prestasi.
Tim Phoenix tidak peduli ejekan mereka, mereka tetap makan dengan lahap.
Setelah kenyang, mereka menuju ke gedung senjata, dan disusul oleh peserta lain yang sudah selesai makan.
Di gedung persenjataan, semua peserta mendapatkan senjata yang sama, yaitu Armament Grade Human tahap rendah. Senjata jenis ini mampu meningkatkan kekuatan serangan sebesar 10%.
Cao Tian Jun memiliki senjata tombak, sebab kebanyakan timnya memilih pedang karena lebih mudah digunakan. Kecuali Fang Yin yang memiliki cambuk sebagai senjatanya.
Setelah mendapatkan senjata, semua peserta berkumpul di depan pintu keluar kota, bersiap-siap untuk memulai perburuan bendera di fase awal...
__ADS_1
(Note: Likuifaksi adalah suatu proses yang membuat tanah kehilangan kekuatannya dengan cepat, dikarenakan getaran yang diakibatkan oleh gempa bumi kuat pada kondisi tanah berbutir halus dan jenuh air. Umumnya, terjadinya Likuifaksi akibat gempa berkekuatan diatas skala 7,0 magnitudo.)