
Bab 114. Kepergian Fang Yin.
Akhirnya, semua orang kembali ke tempatnya masing-masing dengan menggunakan transportasi kapal angkasa.
Sepanjang perjalanan menuju ke akademi, Guru Junior Chu Sying Chun memberikan informasi tambahan terkait perburuan di wilayah Mystical Beast Mountain.
Ketika kapal angkasa memasuki Pegunungan Lima Jari, datang Elang Emas berukuran besar yang dengan cepat menghadang jalan kapal angkasa. Karena besarnya ukuran Elang Emas, di punggungnya terdapat bangunan kotak yang digunakan sebagai hunian.
Kapal angkasa milik akademi segera berhenti melayang di udara, demikian juga dengan Elang Emas. Lalu terlihat lima orang berdiri di atas kepala Elang Emas, dua pria muda dan tiga pria paruh baya.
Setelah kedatangan Elang Emas, lima orang terbang dari arah bawah dan berkumpul dengan mereka. Yang baru bergabung itu adalah Fang Guotin dan anak buahnya.
Mengetahui siapa yang datang, Bai Guan segera menyambut mereka. Cao Tian Jun melihat semua orang sedang menatap Fang Yin karena ada hubungannya dengan kedatangan mereka.
"Apakah kamu kenal dengan mereka?" tanya Cao Tian Jun kepada Fang Yin.
"Iya. Mereka dari Kerajaan Sihir, Klan Fang, keluargaku! jawab Fang Yin sambil melihat ke arah keluarganya.
"Dua pria muda itu adalah murid jenius dari Akademi Sihir Yin Yang. Yang berpakaian warna putih adalah Fang Sha Kai, dan sebelah kirinya adalah Fang Xian Ming. Orang yang sedang berbicara dengan Pelindung Bai adalah pemimpin akademi, namanya Fang Hao-Yu, beliau adalah pamanku yang ketiga...," Fang Yin memperkenalkan mereka.
Di sisi kanan dari Fang Hao-Yu adalah wakilnya, namanya Fang Bo Jiali. Sedangkan yang berada di sisi kiri adalah ketua bela diri yang bernama Fang He Zhang.
Ketika Bai Guan berbicara dengan Fang Hao-Yu, dua Murid Inti dari Akademi Sihir Yin Yang menghampiri Fang Yin. Mereka berdua melihat Tim Phoenix tanpa peduli dengan adanya Guru Senior Dong Jian, Zhan Bowen dan yang lainnya.
"Saudari Yin, lama kita tidak bertemu!" sapa Fang Sha Kai, wajahnya tampak bahagia karena berhadapan dengan pujaan hatinya, "kita datang untuk menjemput Anda. Alasannya pasti Anda sudah tahu!" lanjutnya.
"Apakah ayahku yang memintanya?" tanya Fang Yin dengan nada ketus, ia sudah menduga semenjak Mystical Beast Mountain akan dibuka, sudah pasti keluarganya akan menjemputnya.
Fang Sha Kai tidak tersinggung dengan tanggapan dari Fang Yin, sebab sudah terbiasa diperlakukan seperti ini. Lalu dia menjawab, "benar! Beliau meminta kita menjemput Anda, sekaligus meminta izin untuk keluar dari akademi buruk ini!"
Jawaban Fang Sha Kai yang tidak menyenangkan telinga, membuat Tim Phoenix dan semua guru menjadi geram. Berhubungan status mereka lebih tinggi, Tim Phoenix dan semua guru hanya diam.
"Buruk katamu? Jika memang kita buruk, lawan aku!" tantang Cao Tian Jun yang tidak terima Akademi Merpati Putih kelas dua dihina, karena sudah menjadi bagian dari keluarga besarnya. Suaranya keras sehingga didengar oleh Bai Guan, Fang Hao-Yu dan yang lainnya.
Fang Guotin dan anak buahnya geleng-geleng kepala karena sudah tahu hasilnya jika Fang Sha Kai menerima tantangan ini, sebab kekuatan mereka berdua terpaut jauh. Fang Sha Kai hanya berada di tingkat Golden Immortal level 4. Sedangkan kekuatan Cao Tian Jun berada di tingkat Golden God level 9.
Kekuatan dari Fang Sha Kai setara dengan para Guru Senior di Benua Timur. Melihat dari kekuatan itu saja, menandakan bahwa Benua Tengah lebih unggul dari Benua Timur. Benua Tengah dipimpin oleh Kaisar Yao, masih ada hubungan saudara dengan Klan Fang.
__ADS_1
Fang Yin dengan sengaja tidak mencegah Cao Tian Jun yang menantang Fang Sha Kai. Tujuannya, agar Cao Tian Jun membuka mata keluarganya, terutama murid-murid dari Akademi Sihir Yin Yang, yang terkenal sombong kepada siapapun.
Fang Sha Kai menyunggingkan senyum mengejek, seolah-olah Cao Tian Jun bukan apa-apa baginya.
"Gurumu saja tidak layak melawan kami, apalagi kau yang hanya seorang Murid Dalam!" hinaan Fang Xian Ming.
"Jangan begitu! Kita juga sama-sama murid, tetapi dia murid yang tak berguna!" sambung Fang Sha Kai yang juga menghina Cao Tian Jun, dia dan temannya tertawa.
Cao Tian Jun yang baru pertama kali direndahkan seperti ini, jelas sangat marah. Melihat kekasihnya, Tim Phoenix segera mundur, termasuk semua gurunya.
Tiba-tiba, Cao Tian Jun mengangkat tangan kanannya, gerakannya sangat cepat sehingga sulit dilihat oleh semua orang. Dia menyentilnya hidung dari Fang Sha Kai dan Fang Xian Ming.
Boom boom...
Kedua pria muda itu terpental ke belakang dan menabrak pembatas geladak kapal angkasa. Tidak berhenti di situ, mereka berdua keluar dari kapal angkasa. Fang Guotin dan anak buahnya, segera menolong kedua murid itu sebelum menghantam tanah.
Semua tamu yang baru mengenal Cao Tian Jun, jelas tercengang melihat dua Murid Inti dari Akademi Sihir dengan mudah dikalahkan. Bahkan mereka tidak melihat gerakan tangan dari Cao Tian Jun. Bai Guan geleng-geleng kepala, tetapi hatinya sangat senang karena Cao Tian Jun melindungi harga diri akademi.
Hidung dari Fang Sha Kai dan Fang Xian Ming, mencucurkan darah segar, dan juga bengkak, menandakan tulang hidungnya patah. Mereka berdua menatap tajam ke arah Cao Tian Jun.
Fang Sha Kai dan Fang Xian Ming jelas sangat marah karena dihina, mereka seperti menelan ludah sendiri. Sebelum membalas perkataannya, Cao Tian Jun tiba-tiba muncul dihadapan mereka.
Fang Guotin dan anak buahnya segera menjauhi Cao Tian Jun, sebab khawatir jika Fang Sha Kai dan Fang Xian Ming dipukul. Mereka segera berdiri di belakang Fang Hao-Yu. Cao Tian Jun tersenyum sinis melihat kedua pria itu yang sesaat lalu sombong menjadi ketakutan kepadanya.
"Ingat, setinggi-tingginya langit, masih ada langit yang lebih tinggi! Yang harus kalian ingat seumur hidup, ada banyak galaksi di alam semesta ini. Dan kita hanyalah debu, yang berusaha bertahan hidup dari entitas yang lebih kuat!" teguran Cao Tian Jun saat mengingat perkataan Tian Long gurunya, lalu dia membalikkan badan dan berkumpul dengan Tim Phoenix.
"Murid Anda sangat luar biasa. Sungguh, membuat saya malu!" pujian dari Fang Hao-Yu yang tertuju kepada Bai Guan, dia juga menyesal karena kesombongan muridnya.
Fang Yin, Tim Phoenix, Wang Mei, Chu Sying Chun dan semua guru memberikan acungan jempol sebagai bentuk pujian kepada Cao Tian Jun yang telah memberikan pelajaran.
Bai Guan menahan rasa senang karena pujian ini, pujian dari seseorang yang disegani di Benua Tengah. Dia berkata, "ini hanya perseteruan antara murid, hal biasa!"
"Hmm...! Ya, ini hanya gesekan kecil antar murid yang baru saling kenal!" sahut Fang Hao-Yu yang tidak ingin berlama-lama di Benua Timur, lalu lanjut berbicara sambil memberikan kantong spasial kepada Bai Guan, "ini adalah hadiah dari pemimpin Klan Fang sebagai bentuk rasa terima kasih beliau, karena Anda telah merawat putrinya dengan baik. Saya meminta izin untuk membawa Fang Yin kembali. Terima kasih sekali lagi!"
Bai Guan dengan senang hati menerima pemberiannya, dan jika ditolak akan menyinggung perasaan Fang Hao-Yu. "Sudah kewajiban kami merawat setiap murid. Sampaikan salam kami untuk Patriark Fang!"
Berpisah dari Cao Tian Jun, membuat Fang Yin meneteskan air mata, ia memeluk kekasihnya yang disambut dengan hangat. Ia tidak peduli dengan kehadiran keluarganya. Cao Tian Jun dan Fang Yin mengingat awal-awal pertemuannya ketika berada di Kota Naga Hitam.
__ADS_1
"Jemput aku secepat mungkin!" pinta Fang Yin tanpa melepaskan pelukannya.
"Pasti, aku pasti menjemputmu. Tidak hanya aku, tetapi kita, Tim Phoenix akan menjemputmu!" jawab Cao Tian Jun dengan nada suara gemetaran karena menahan kesedihannya.
Tim Phoenix juga memeluk Fang Yin yang belum melepaskan pelukannya dari Cao Tian Jun. Tim Phoenix juga ikut meneteskan air mata, sebab Fang Yin sudah menjadi bagian dari keluarga.
"Keponakanku, ayo kita kembali!" ajak Fang Hao-Yu yang sudah berada di belakang Tim Phoenix bersama dengan Bai Guan.
Fang Yin tidak menghiraukan ajakan pamannya, ia memeluk satu per satu Tim Phoenix, lalu berlanjut memeluk Guru Junior Chu Chu Sying dan Wang Mei. Setelah itu, dia berpamitan dengan semua guru termasuk Bai Guan.
Fang Hao-Yu menghampiri Cao Tian Jun, dia menepuk bahunya sambil berkata, "hubungan kalian terlihat sangat akrab, lebih dari sekedar teman! Jika kamu benar-benar mencintai keponakanku, temui ayahnya. Dan juga, kamu harus mengalahkan semua pria yang menyukai keponakanku!"
Cao Tian Jun menatap kedua mata dari Fang Hao-Yu, lalu membalas ucapannya, "tentu, saya pasti akan menemui ayah mertua. Di wilayah Mystical Beast Mountain, saya harap beliau juga hadir!"
Fang Hao-Yu mengangguk sebagai respon, lalu dia melihat Fang Yin. Sebelum pergi, Fang Yin sekali lagi memeluk Cao Tian Jun karena enggan berpisah.
"Secepatnya kita akan menjemputmu," kata Cao Tian Jun dengan nada lembut yang terdengar di telinga Fang Yin.
Fang Yin melepaskan pelukannya dan membalikkan badan sebelum hatinya semakin berat berpisah. Lalu dia dan pamannya meninggalkan kapal angkasa menuju ke Elang Emas.
Melihat kemesraan Cao Tian Jun dan Fang Yin, jelas membuat Fang Sha Kai dan Fang Xian Ming tidak terima, apalagi berpelukan di depan matanya. Namun, mereka tidak bisa bergerak karena kehadiran Fang Guotin.
Elang Emas segera terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke Benua Tengah. Cao Tian Jun mengaktifkan Mata Surgawi untuk melihat kepergian Fang Yin, wanita pertama yang dicintainya.
"Hanya 4 bulan, nanti kalian akan bertemu lagi. Saat waktu itu tiba, kamu harus lebih berprestasi agar menarik minat Patriark Klan Fang!" motivasi dari Bai Guan agar Cao Tian Jun lebih bersemangat dengan perpisahan ini.
"Tentu. Saya itu tiba, saya sudah menerobos ke tingkat berikutnya!" sahut Cao Tian Jun.
Sontak perkataannya membuat Bai Guan dan semua orang terkejut, sebab mengerti apa yang diucapkannya, yang mana Cao Tian Jun sudah memiliki solusi untuk menyelesaikan hambatan dalam berkultivasi.
"Jadi... Kamu sudah mendapatkan solusinya?" tanya Bai Guan dengan nada bersemangat.
"Dua solusi malahan!" ungkap Cao Tian Jun.
Bai Guan tertawa terbahak-bahak, dan semua wanita ikut kegirangan. Wang Lee dan Ling Dong memukul lengan Cao Tian Jun sebagai bentuk persahabatan.
Akan tetapi, reaksi Cao Tian Jun kembali seperti awal-awal dikenal semua orang, kembali dingin dan acuh tak acuh. Semua orang tidak mengetahui jika untuk menyelesaikan masalahnya butuh perjuangan ekstra hati-hati dan kerja keras.
__ADS_1