8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Dua Wanita Takluk.


__ADS_3

Bab 70. Sekali Tembakan 2 Orang Takluk.


Saat hari menjelang subuh, Permaisuri Juan tidak mampu lagi melayani Cao Tian Jun, ia menang sekali tapi kalah berkali-kali. Tak terhitung sudah berapa kali telah mencapai puncak kenikmatan. Ia merasakan seluruh tulang-tulangnya akan rontok dan sangat kelelahan.


Akhirnya, Permaisuri Juan menyerah dan pingsan. Di dadanya sudah banyak bercak merah bibir, dan lecet karena gigitan Cao Tian Jun, organ kewanitaannya menjadi lebar dan sangat perih seperti baru pertama kehilangan kegadisannya.


Cao Tian Jun yang sadar telah terpengaruh sifat binatang segera mengenakan pakaian Permaisuri Juan. Setelah beres, dia menggendongnya dan membaringkan di ranjang secara perlahan. Kemudian, dia mengeluarkan dua butir Pil Pemulih Energi dan memasukkan ke dalam mulut Permaisuri Juan agar segera pulih kembali.


Namun, melihat pakaian bawah Yuan Zhen yang tersingkap dan memperlihatkan paha mulus dan putih, Cao Tian Jun kembali terpancing. Tapi, akal pikirannya masih bisa dikendalikan.


Karena ingin lebih bebas lagi saat berhubungan intim, dia mengeluarkan bendera Formasi Array, lalu menancapkan pada pembatas dalam tenda hingga membentuk heksagonal.


Setelah Formasi Array kedap suara telah aktif, dia segera menghampiri Yuan Zhen. Tanpa menunggu Yuan Zhen bangun, dia segera membaringkan tubuhnya.


Yuan Zhen mendapatkan perilaku ini jelas kaget, ia akan berteriak keras namun melihat itu adalah Cao Tian Jun, segera menyambut ciumannya, ia melirik ibunya yang tertidur lelap dengan tubuh terselimuti.


Setelah beberapa saat dan sebelum suasana makin memanas karena hasrat, Yuan Zhen melepaskan ciuman sambil menahan tubuh Cao Tian Jun, ia berbicara dengan nada lirih, "nanti ibu bangun!"


"Tidak apa-apa, asal pelan!" jawab Cao Tian Jun karena tahu Permaisuri Juan pingsan dan butuh beberapa waktu baru siuman.


Yuan Zhen melihat kembali ibunya, ia menepuk-nepuk ranjang untuk menguji apakah ibunya akan terbangun. Ternyata Permaisuri Juan tidak terbangun, bergerak sedikitpun tidak.


"Ingat, pelan-pelan!" pesan Yuan Zhen kepada Cao Tian Jun dan menunggu reaksi Cao Tian Jun.


Sejujurnya, organ kewanitaannya masih merasakan perih setelah mendapatkan banyak hujaman tongkat beberapa waktu malam lalu. Tetapi, mengingat ibunya yang tampak tertarik dengan calon suaminya, ia akan menuruti kemauan Cao Tian Jun agar tidak kehilangan.


Cao Tian Jun segera melepaskan pakaian Yuan Zhen hingga telanjang bulat. Demikian juga dengan Yuan Zhen yang tidak mau berdiam diri. Kini, mereka berdua tidak lagi mengenakan sehelai kain pada tubuhnya.


Setelah pemanasan beberapa saat, mereka berdua telah berpacu dalam hasrat cinta, dan membuat ranjang bergoyang tanpa peduli Permaisuri Juan di sisinya...


Yuan Zhen telah mencapai puncak kenikmatan sebanyak enam kali, dan Cao Tian Jun baru sekali. Permaisuri Juan terbangun tapi berpura-pura masih tidur. Ia segera membalikkan badan ke arah putrinya yang sedang berada di atas tubuh Cao Tian Jun.


Yuan Zhen segera berhenti karena kaget ibunya bangun. Namun, melihat ibunya memejamkan mata tanda masih tidur, ia bernapas lega dan kembali menaikkan turun pantatnya dengan lebih cepat.


Ketika Yuan Zhen berpacu dalam hasrat, Permaisuri Juan sedikit membuka mata untuk melihat aksi percintaan mereka berdua. Lambat laun hasratnya bangkit karena melihat adegan panas. Karena tubuhnya tertutup selimut, perlahan-lahan tangan kirinya meraba organ kewanitaannya yang masih basah.

__ADS_1


Cao Tian Jun merasakan gerakan tangan Permaisuri Juan, dia melirik sambil tersenyum tipis mengetahui perbuatannya. Dipikirannya, memikirkan suatu ide yang gila.


Ketika sedang asyik menikmati diri sendiri, Permaisuri Juan kaget dengan tindakan Cao Tian Jun yang membuka selimutnya. Yuan Zhen juga terkejut dan menghentikan tindakannya, ia makin terkejut melihat tangan ibunya menyentuh organ kewanitaannya sendiri.


Permaisuri Juan kebingungan harus berkata apa. Demikian juga Yuan Zhen yang tertangkap basah berhubungan intim dalam satu ranjang dengan ibunya.


"I-ibu...!" Yuan Zhen tidak mampu berkata-kata untuk mencari alasan.


"Ibu... Aku..!!" demikian juga dengan Permaisuri Juan yang tidak mampu berbicara karena terpergok.


Cao Tian Jun tersenyum tipis, lalu dia segera berbicara untuk menengahi ibu dan anak ini, "jadikan ini rahasia kita bertiga, jangan sampai ada orang luar yang tahu! Itu juga, jika kalian Ibu dan Anak mau berbagi cinta!"


Perkataan Cao Tian Jun menghangatkan hati Permaisuri Juan, ia jelas mau berbagi cinta dengan putrinya, asalkan selalu mendapatkan kepuasan batin dari Cao Tian Jun.


Berbeda dengan Yuan Zhen yang tidak tahu harus berkata apa. Perasaan buruk kemarin sore kini telah terbukti, ingin menolak tapi takut kehilangan Cao Tian Jun, dan juga dibenci oleh ibunya.


Permaisuri Juan memegang tangan putrinya, lalu berkata, "Ibu sudah terbiasa berbagi cinta dengan selir ayahmu. Anggap saja ini pembalasan, sebab ayahmu tidak mampu memenuhi kebutuhan batin Ibumu selama menjadi istrinya. Kalau kamu menolak calon suamimu yang tampan dan hebat ini, Ibu tetap akan...,"


"Aku mau. Tapi, Ibu harus berprilaku seolah-olah suamiku tetap sebagai menantu dan bukan kekasih!" sela Yuan Zhen sebelum ibunya selesai berbicara.


Perkataan Permaisuri Juan "kalau kamu menolak suamimu yang tampan dan hebat..." Sudah membuat Yuan Zhen takut kehilangan Cao Tian Jun, daripada kehilangan lebih baik berbagai cinta.


"Tentu. Ibu tidak bodoh!" jawab Permaisuri Juan dengan nada tegas sambil duduk.


Cao Tian Jun tersenyum bahagia melihat dua wanita ditaklukkan dalam satu ranjang. Mereka tidak menyadari, bahwa pikirannya telah terpengaruh aroma afrodisiak. Lalu dia menghentakkan pinggulnya ke atas dan membuat Yuan Zhen melenguh panjang.


Permaisuri Juan segera mendekati putrinya dan membekap mulut agar tidak mengeluarkan suara. Ia tersenyum melihat Yuan Zhen sangat puas seperti dirinya.


"Jangan khawatir! Seluruh dalam tenda telah aku pasangi Formasi Array kedap suara," kata Cao Tian Jun sambil memainkan dada kanan milik Permaisuri Juan, sedangkan tangan kanannya memegang dada kiri milik Yuan Zhen.


Permaisuri Juan melihat putrinya makin gencar menaikkan turun pantatnya dan menikmati hantaman tongkat. Ia tidak tinggal diam dengan mencium bibir Cao Tian Jun...


Ketika hari akan menjelang siang, mereka berdua dikalahkan oleh Cao Tian Jun. Untung saja mereka tidak pingsan, hanya kelelahan setelah berulangkali mencapai kenikmatan, dan kini membuat mereka tertidur lelap sambil berselimutkan kain bulu yang tebal.


Sedangkan Cao Tian Jun, dia tetap segar karena manfaat menyerap Energi Yin dari kedua wanitanya. Dia duduk bersila karena akan segera menerobos.

__ADS_1


Cao Tian Jun yang cepat naik level berkat menyerap Energi Yin murni milik Yuan Zhen, ditambah lagi setelah berhubungan intim berulangkali dengan kedua wanitanya ini.


Cao Tian Jun membayangkan, bagaimana jika kekasihnya yang berada di akademi diserap Energi Yin nya, selain mendapatkan kenikmatan juga meningkatkan kekuatan dengan cepat.


Akhirnya Cao Tian Jun menerobos satu level, dan untungnya tenda telah terlindungi oleh Formasi Array sehingga energi terobosan tidak dirasakan oleh pihak luar. Dia segera mengambil bendera Formasi sebelum kedatangan orang yang selalu menunggu di depan tenda, lalu duduk di kursi sambil berpura-pura tidur.


Para pelayan yang menunggu di luar tenda kebingungan karena tidak biasanya Permaisuri Juan bangun siang, tapi tidak heran jika Yuan Zhen yang bangun kesiangan.


Kepala pelayan berinisiatif untuk masuk tanpa harus menunggu panggilan Permaisuri Juan karena sudah menjadi tugas melayani, ia membuka pintu tenda perlahan dan melihat Cao Tian Jun tertidur sambil duduk.


Kepala pelayan lalu memanggil lima pelayan untuk segera melaksanakan kewajibannya. Kepala pelayan dengan buru-buru membuka kelambu tempat tidur Permaisuri Juan karena khawatir, ia melihat ibu dan anak masih tertidur pulas dan membuatnya lega.


Namun, samar-samar dia mencium aroma khas, aroma ****** *****. Dia memeriksa sekitarnya dan melihat banyak noda putih dimana-mana, lalu menyentuh noda putih itu yang terasa kental dan bau amis.


Akhirnya, si Kepala pelayan tahu apa yang telah dilakukan oleh Permaisuri Juan, Putri Yuan Zhen dan pria muda tampan ini. Ia memerintahkan para pelayan agar melakukan hal lain, dan ia akan membersihkan jejak perbuatan dua wanita satu pria ini.


Kepala pelayan sangat melindungi rahasia dan privasi pribadi tuannya apapun yang terjadi, karena mereka juga bagian dari hidupnya.


Kepala pelayan telah lama mengabdi kepada Kerajaan Bintang Laut, ketika Ao Zhen Juan baru menikah dengan Raja Yuan, waktu itu usainya baru 18 tahun. Semenjak itu hingga sampai diangkat menjadi Kepala pelayan, ia selalu setia kepada keluarga kerajaan, khususnya kepada Permaisuri Juan.


"Selama aku tertidur, apakah binatang mistik bisa diatasi?" tanya Cao Tian Jun yang tiba-tiba.


Kepala pelayan terkejut dengan segera membalikkan badannya, ia melihat pria yang berbicara adalah Cao Tian Jun.


"Berkat bantuan Tuan Muda, semua binatang mistik yang tersisa dengan mudah dikalahkan, bahkan Putri Yuan Zhen telah mendapatkan banyak elemen api dan kayu!" jawab Kepala pelayan dengan sikap hormat sambil sedikit membungkuk tubuhnya.


"Untung saja kalau begitu! Aku tertidur lama karena kelelahan telah melewati batas kemampuan dalam menggunakan teknik aktif. Jika aku tidak mengeluarkan kemampuan di luar batas, hari ini kita semua mungkin sudah menjadi mayat!" jelas Cao Tian Jun kenapa diri tidak keluar dari tenda orang terhormat di seluruh wilayah Kerajaan Bintang Laut.


Semua pelayan segera membungkukkan badannya sebagai bentuk rasa terima kasih telah ditolong.


"Bersikaplah biasa saja. Lanjutkan apa yang menjadi tugas kalian." Setelah berbicara Cao Tian Jun keluar dari tenda karena mencium aroma wanita yang masih perawan, dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Kepala pelayan dan yang lainnya.


Dia menemui panglima perang dan disambut suka cita oleh banyak orang. Sebelum banyak pertanyaan kenapa lama berada di dalam tenda, Cao Tian Jun mengulangi ucapan yang sama ketika berbicara dengan Kepala pelayan.


"Itu hal wajar, apalagi menggunakan salah satu teknik yang tidak bisa dipelajari oleh Kaisar Xia. Anda murid yang sangat jenius!" pujian panglima perang sambil memberikan secangkir teh hangat kepada Cao Tian Jun, "saya secara pribadi, mewakili semua orang, mengucapkan terima kasih telah dibantu!" Lanjutnya sambil mengangkat cangkir tepat di depan matanya sedikit ke depan, itu sebagai bentuk penghormatan kepada Cao Tian Jun.

__ADS_1


Cao Tian Jun mengikuti sebagai tanggapan baik, lalu semua prajurit dan penduduk yang merasa berhutang budi kepadanya juga memberikan hormat.


Di dalam hati Cao Tian Jun, dia berkata, "sekali tembakan, 2 orang takluk!"


__ADS_2