8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Long Yung.


__ADS_3

Bab 174. Long Yung dan Bao Dong.


Di malam hari, Tian Jun berjalan ke arah Timur menyusuri hutan. Sendirian di malam hari membuat hatinya tenang, walaupun terdengar suara raungan binatang yang menakutkan.


Dia lupa bahwa Paviliun Bunga Kematian sedang memburunya. Di manapun Tian Jun berada, mereka akan mengetahuinya dengan menggunakan alat khusus. Setiap target pembunuhan selama masih berada di Continent Twins Moon, dengan mudah ditemukan.


Conglin akan membayar anggotanya yang berhasil membunuh Cao Tian Jun, senilai 500 miliar koin emas. Nilai fantastis yang tidak mungkin ditolak oleh siapapun orangnya. Ternyata, Conglin tidak hanya memberikan tugas ini kepada anggotanya saja, melainkan kepada setiap kultivator yang dikenalnya, salah satunya adalah Pendekar Pedang.


Pendekar Pedang yang memegang teguh prinsip, yaitu tidak mau melawan musuh lemah. Tetapi, dengan nilai 500 miliar koin emas, meruntuhkan prinsipnya. Dari wilayah Kekaisaran Dao, dia bergegas menuju ke Benua Tengah setelah mengetahui posisi targetnya dari pemimpin Paviliun Bunga Kematian. Nilai fantastis itu, jelas membuat siapapun yang lurus hatinya seketika menjadi bengkok.


Bahkan, Conglin juga menyebarkan informasi ini kepada semua target Paviliun Bunga Kematian, kecuali Ratu Shima dan tiga penguasa yang menyewa jasanya. Tujuannya bisa terbilang brilian, yang mana menginginkan semua target pembunuhan saling membunuh berebut kepala Tian Jun.


Jika rencananya sukses, Conglin akan meraup untung besar tanpa harus membayar jasa anggotanya. Total anggota Paviliun Bunga Kematian berjumlah lebih dari 1.000 orang, yang tersebar di seluruh penjuru Continent Twins Moon.


Untuk menyakinkan para pemburu kepala Tian Jun, Conglin memberikan informasi bahwa target utamanya adalah kekasih dari Ratu Shima, Xia Junsu dan Fang Yin. Untuk lebih meyakinkan lagi, ia menambahkan informasi, yang mana target utamanya menjarah harta di Mystical Beast Mountain dan juga menculik dua Putra Mahkota Kekaisaran Cao.


Mengenai informasi basis kultivasi targetnya, Conglin memberikan informasi yang benar kepada seluruh anggotanya dan kultivator, bahwa kekuatan targetnya berada di tingkat God Warrior level 9, kekuatan terakhir yang diketahuinya, dan juga telah mendapatkan Stempel Giok Maharaja. Dia tidak berpikir, bahwa targetnya mampu menyerap dalam waktu singkat energi yang terkandung di dalam Stempel Giok Maharaja.


Anggota Paviliun Bunga Kematian sendiri tidak tahu rencana pemimpinnya, yang mereka tahu hanya mendapatkan tugas besar, misi yang hanya diketahui oleh sesama anggota pembunuh bayaran.


Semua kultivator dan seluruh anggota Paviliun Bunga Kematian yang mengetahui hal ini, menyimpan rapat-rapat informasi dari Conglin, mereka tidak ingin Tian Jun direbut oleh pihak lain. Mereka membentuk tim pilihan agar perburuan ini lebih terjamin tingkat keberhasilannya.


Seperti pasangan suami-isteri Bao Dong, Dongxi dan tiga rekannya. saat ini, mereka kembali mengikuti Tian Jun. Mereka memang menggunakan Giok Teleportasi untuk kabur dari serangan gabungan sewaktu di Pulau Paus Biru, namun mereka segera kembali mengejar target utamanya.


Dengan Infomasi dari Conglin, wajar saja jika kepala Tian Jun dihargai 500 miliar koin emas. Yang lebih membuat semua pembunuh bayaran semakin bersemangat, dikarenakan targetnya memiliki banyak harta. Dan siapapun yang berhasil membunuh target, mereka akan memiliki semua yang dimiliki oleh Cao Tian Jun, kecuali Stempel Giok Maharaja yang diinginkan oleh tiga penguasa.


Setiap pemburu kepala Tian Jun, membawa sketsa wajah targetnya, dan telah mempelajari kemampuan target yang berasal dari Akademi Merpati Putih kelas dua.


Leluhur Xia sudah tahu jika orang yang merugikannya menjadi incaran para kultivator kuat, namun tidak tertarik untuk memburu Tian Jun, sebab Kaisar Xia masih dalam kondisi kritis.


Saat ini, dia melihat tabib istana sedang mengobati Kaisar Xia, dengan menggunakan Hati Naga Hitam yang diperoleh dari Conglin. Conglin memberikan Hati Naga Hitam tidak secara cuma-cuma, tetapi meminta wilayah Kerajaan Lentera sebagai gantinya.


Awalnya Leluhur Xia menolak keinginan Conglin, sebab Kerajaan Lentera merupakan wilayah subur dan kaya akan sumber daya alamnya. Namun, dia berubah pikiran karena keselamatan Kaisar Xia lebih utama. Dengan berat hati, dia membuat perjanjian dengan Conglin, memberikan wilayah Kerajaan Lentera demi mendapatkan Hati Naga Hitam.


Leluhur Xia dan Conglin belum mengetahui jika Ratu Ular Surgawi telah menguasai separuh wilayah Kekaisaran Xia...


Kembali ke Tian Jun.

__ADS_1


Saat ini, dia berada di depan air terjun yang berkilauan karena sinar rembulan, dia menatap ke arah air terjun. Dia tidak mengangumi keindahan alam air terjunnya, melainkan melihat beberapa anggota Taring Serigala sedang keluar masuk dari gua di balik air terjun.


Mereka tampak sibuk memasukkan hasil rampokan ke dalam gua. Tian Jun melihat salah satu pria muda yang feminim dengan pakaian serba putih, rambut panjang berwarna hitam, tinggi badan mencapai 175 cm, kulit putih sehalus giok dan wajahnya seperti seorang wanita, gerakannya lemah gemulai seperti wanita tulen.


Tidak tampak jika pria itu salah satu dari anggota perampok Taring Serigala yang mengenakan pakaian serba hitam. Jika pakaiannya yang digunakan adalah milik wanita, jelas pria muda itu akan menjadi seperti wanita asli dengan wajah cantik. Pakaian yang saat ini digunakan sudah membuatnya seperti seorang wanita.


Ketika mendengar suara bass dan sedikit serak yang keluar dari mulut pria itu, Tian Jun baru yakin orang itu memang asli pria. Pria muda itu memang memimpin Taring Serigala, anak buahnya memanggil dengan sebutan Bos Long Yung.


"Cepat buruan dimasukkan!" perintah Long Yung yang khawatir dua wanita di pesisir pantai itu mengejar anak buahnya.


Dia khawatir kepada Miao Miao dan Dìyù Nuan yang telah membunuh 13 anggotanya. Yang dikhawatirkan bukanlah kekuatan dari kedua pelayan Tian Jun, melainkan khawatir jika persembunyian hartanya diketahui oleh pihak luar gara-gara kedua wanita itu menyebarkan informasinya.


Anggotanya memang tidak sengaja bertemu dengan Tian Jun dan kedua pelayannya, saat itu mereka sedang berpatroli di sekitar wilayah persembunyian perampok Taring Serigala. Karena tiga orang yang tidak dikenali masuk ke dalam wilayahnya, maka anggota patroli itu berinisiatif untuk menyerang agar wilayah mereka tidak diketahui oleh siapapun.


Untung saja beberapa anggota Taring Serigala yang selamat segera memberitahukan kejadian ini kepada Long Yung. Oleh sebab itu, Long Yung dan semua anggota memasukkan semua harta rampokan, dan menghilang jejak di luar gua.


Tanpa sengaja, Tian Jun menginjakkan rantai kering sehingga terdengar oleh Long Yung dan anggotanya. Mereka melihat ke arah hutan yang menjadi tempat sumber suara, tapi tidak melihat siapa-siapa.


Long Yung memerintahkan kepada anggotanya untuk memeriksa tempat sumber suara ranting kering. Dia semakin khawatir gua hartanya diketahui oleh pihak luar. Segera ia membantu anggotanya untuk menghilangkan jejak di luar gua air terjun.


Boom boom...


Long Yung menjadi marah karena melihat anggotanya diserang oleh enam orang, dan mereka adalah Bao Dong dan timnya . Mereka menyerang anggota Taring Serigala untuk melampiaskan kemarahannya karena kehilangan jejak dari Tian Jun yang tiba-tiba menghilang.


Tidak sedikitpun rasa takut dengan kekuatan tingkat Half Alfa dan tiga God Emperor, Long Yung seorang diri menyerang enam anggota Paviliun Bunga Kematian. Dia melepaskan pukulan jarak jauh secara bertubi-tubi ke arah musuhnya.


Demikian juga dengan Bao Dong dan keempat rekannya, mereka serempak menyerang Long Yung.


Boom boom boom...


Suara rentetan ledakan energi ketika saling berbenturan, dampak gelombang kejut energi memporak-porandakan sekitarnya. Long Yung menatap tajam ke arah anggota Paviliun Bunga Kematian.


"Bao Dong, kalian mau mencari masalah denganku! Belum kapok dulu pernah kuhajar habis-habisan, hah?!" bentakan Long Yung yang kenal dengan anggota Paviliun Bunga Kematian.


"Jangan marah-marah, wanita tampan! Kita tidak sengaja melukai anggotamu, yang kami kira adalah Cao Tian Jun!" alasan si Bao sambil berjalan mendekati Long Yung, dia membusungkan dada besarnya untuk dipamerkan kepada Long Yung.


Si Dong sebagai suami, tidak sedikitpun cemburu melihat istrinya berjalan lenggak-lenggok dan memamerkan buah dadanya yang masih terbalut pakaian, sebab dia sudah terbiasa melihatnya. Justru, dia menatap wajah Long Yung dengan nafsu.

__ADS_1


"Alasan saja!? Pergi kau wanita iblis, sebelum kesabaranku habis!?" hardik Long Yung yang tidak sedikit tertarik dengan kemolekan tubuh si Bao, dia tidak suka wanita.


Si Bao tertawa kecil dan terus mendekati Long Yung. Justru Long Yung yang berjalan mundur menjauhinya.


Lalu ia berhenti, dengan kaki kanan bertumpu pada batu besar dan memperlihatkan pahanya yang mulus. Ia berkata dengan nada serius, "aku berkata jujur, buruan kita tadi menuju ke tempat ini! Entah bagaimana caranya dia bisa hilang dari pengelihatan kita. Apakah kamu melihatnya?"


Long Yung menatap wajah si Bao dengan kewaspadaan tinggi karena tahu kelicikannya. "Selain Taring Serigala, aku tidak melihat siapapun!" jawabnya dengan jujur.


Si Bao mengeluarkan sketsa wajah targetnya, lalu memperlihatkan kepada Long Yung. "Pria muda tertampan ini adalah target kita. Dia sangat berbahaya, cerdas dan banyak cara untuk mengalahkan lawan lebih kuat! Yakin kamu tidak melihatnya pujaan hatiku ini?" jelasnya dan bertanya balik.


Sekali lagi si Dong tidak sedikitpun cemburu dengan ucapan istrinya yang menyukai Tian Jun. Long Yung menatap sekte wajah Tian Jun tanpa berkedip, dan dia sangat suka dengan pria tampan seperti yang dilihatnya.


"19 tahun... Sehebat apa dia sampai kalian berkumpul untuk memburunya?" selidik Long Yung sambil mengangkat tangan kanannya ke depan, lalu dengan skill Telekinesis menarik sketsa wajah yang dipegang oleh si Bao.


Si Bao tidak menahan sketsa wajah targetnya karena timnya masih memilikinya. Melihat wajah Tian Jun dari dekat, Long Yung memanggil anak buahnya yang berhasil kabur dari Miao Miao dan Dìyù Nuan.


"Apakah ini orangnya?" tanya Long Yung kepada anak buahnya sambil menunjukkan sketsa wajah Tian Jun.


"Ini dia pemimpin dari dua wanita kuat itu, Bos!" jawab anak buahnya dengan sangat yakin karena sempat melihat wajah Tian Jun yang sedang berbaring di atas pasir laut.


Setelah itu, Long Yung memerintahkan anak buahnya untuk kembali beraktivitas. Kemudian dia melihat si Bao dan berkata sambil menyimpan sketsa wajah Tian Jun, "seperti yang kalian sudah dengar... Jika dia ada di sini, tidak mungkin aku melepaskannya karena telah membunuh anak buahku!"


Di saat Long Yung berhadapan dengan Bao Dong, Tian Jun dengan wujud menjadi udara masuk ke dalam gua harta. Di dalam, ia menumbangkan anggota Taring Serigala tanpa mengeluarkan suara keributan.


Di dalam gua itu, memang banyak harta rampokan yang telah lama dikumpulkan oleh Long Yung. Walaupun tidak kekurangan harta, Tian Jun jelas tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, dia segera mengambil semua harta milik Long Yung.


Miao Miao dan Dìyù Nuan sampai kewalahan merapikan harta yang diperoleh tuannya. Walaupun begitu, mereka berdua tertawa senang karena tuannya tidak pelit harta, mereka diperbolehkan mengambil harta apapun selama diperlukan.


Di luar gua. Mengetahui jika kepala Tian Jun bernilai tinggi, Long Yung akhirnya bergabung dengan Bao Dong setelah beberapa kali diajak. Ketika Long Yung membalikkan badan, ia merasa keheranan karena tidak melihat anak buahnya di luar gua.


"Ayo, kita cari dia. Persiapkan dirimu!" ajak si Bao yang tidak ingin berlama-lama di tempat ini


"Mungkin mereka bersembunyi di dalam!" batin Long Yung yang segera masuk ke dalam gua setelah si Bao berbicara.


"Sialan!? Arghhh...!?"


Tidak berselang lama, Bao Dong dan timnya mendengar suara teriakan kemarahan Long Yung yang menggema di dalam gua. Mereka buru-buru masuk ke dalam gua, dan melihat anggota Taring Serigala telah menjadi mayat. Mereka geleng-geleng kepala melihat kesialan yang dialami oleh Long Yung, dan sudah menduga siapa pelakunya.

__ADS_1


Dongxi mengeluarkan alat pelacak untuk melihat posisi targetnya. Setelah beberapa saat mengotak-atik alat pelacak, dia tidak menemukan keberadaan targetnya.


Jelas alat pelacak itu tidak menemukan Tian Jun, sebab targetnya sedang berada di dalam cincin dimensi setelah menjarah harta milik Long Yung. Apalagi jika Tian Jun berada di dalam Dunia Jiwanya, jenis apapun alat pelacak tidak bisa melacaknya.


__ADS_2