
Bab 109. Tujuan Junsu.
Akhirnya, lorong waktu berhasil diperbaiki, dan situasi di Tanah Prestasi juga kembali pulih seperti sediakala.
Segera Biksu Lao dan semua orang menggunakan lorong waktu. Mereka menyelamatkan murid-murid, dan membentuk tim pencarian besar-besaran untuk menemukan keberadaan Cao Tian Jun yang diculik.
Wang Mei, Chu Sying Chun dan Tim Phoenix, menjadi satu dalam pencarian. Selama pencarian, Wang Mei selalu meneteskan air mata karena kekasihnya belum ditemukan.
Cao Tian Jun yang telah berhasil membunuh Wang Yelu, Wang Mei secara diam-diam memberikan kabar kepada ayahnya. Wang Mei juga mengatakan bahwa Cao Tian Jun sudah menjadi pasangan Dao-nya.
Patriark Wang jelas bahagia, namun juga bersedih karena menantunya diculik, dia hanya berharap segera mendapatkan berita baik dari anaknya yang saat ini sedang mencari keberadaan menantunya.
****
Di suatu tempat, jauh dari wilayah Kuil Atas Awan, tepatnya berada Mysterious Island, tempat itu berada ditengah-tengah The Great Sea.
Ada rumah kayu di tengah Pulau Misterius, yang dikelilingi hutan lebat. Di dalam rumah itu ada empat ruang; satu kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi dan dapur.
Muncul lingkaran sihir di depan rumah kayu, lalu muncul orang berjubah hitam yang mengendong Cao Tian Jun. Orang itu masuk ke dalam rumah kayu, menuju ke kamar tidur dan membaringkan Cao Tian Jun di ranjang kayu, lalu orang itu membuka penutup kepalanya.
Ternyata orang berjubah hitam itu adalah seorang wanita dewasa usia 37 tahun, tetapi penampilannya seperti gadis usia 20 tahun, tinggi badan mencapai 170 cm. Ketika melepaskan jubah penyamarannya, tubuhnya langsing dan proposional sehingga lekuk tubuhnya mampu memabukkan setiap pria, wanita itu tidak kalah cantik dengan Fang Yin. Pakaiannya yang berwarna biru putih semakin mengeluarkan aura kecantikannya.
Wanita itu menatap wajah Cao Tian, entah apa yang dipikirkannya. Kemudian, ia memasukkan Pil Pemulih Energi ke dalam mulut Cao Tian Jun.
Kedua kelopak mata dari Cao Tian Jun bergerak-gerak, tanda akan segera siuman. Segera wanita itu duduk sedikit jauh dari Cao Tian Jun, duduk di kursi yang ada di kamar.
Akhirnya, Cao Tian Jun membuka matanya, dia melihat langit-langit kamar yang hanya ditutupi oleh jerami. Lalu dia melihat sekelilingnya dan melihat seorang wanita yang sangat cantik. Segera dia bangun dan melompat dari ranjang, dia waspada terhadap wanita yang tidak dikenalinya.
"Siapa Anda?" tanya Cao Tian Jun yang siap kapanpun untuk menyerang wanita itu.
"Orang yang menyelamatkanmu dari serangan Naga Bumi!" jawab wanita itu.
Jawabannya membuat Cao Tian Jun teringat apa yang baru saja dialaminya, dia pun mengendurkan kewaspadaannya karena wanita ini telah menyelamatkannya.
Sebelum dia pingsan, masih melihat Naga Bumi yang terbang, yang dia pikir waktu itu jika akan di serang kembali oleh Naga Bumi. Karena kehabisan stamina setelah terhantam aura kekuatan tingkat Ancient God, dia tidak bisa lagi bertarung dan akhirnya pingsan.
"Silakan duduk!" pinta wanita itu dengan nada lembut.
Cao Tian Jun segera duduk di kursi kayu dan berhadapan dengan wanita itu. Lalu dia berbicara, "terima kasih sudah menyelamatkan saya! Siapa nama Anda?"
__ADS_1
"Masalah sepele! Panggil saya, Junsu!" jawab wanita itu.
"Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih, Senior Junsu!" Cao Tian Jun menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan.
"Istirahatlah, aku akan buatkan masakan untuk kita," kata Junsu sambil berdiri, ia tampak tidak suka dengan ucapan Cao Tian Jun terus berterima kasih.
Sebelum Junsu menuju ke dapur, Cao Tian Jun segera bertanya, "di mana kita?"
"Pulau Misterius, jauh dari wilayah Kekaisaran Xia!" jawab Junsu tanpa melihat Cao Tian Jun, ia keluar dari kamar.
Cao Tian Jun jelas terkejut karena tidak menyangka wanita ini sangat hebat, mampu masuk ke dalam Tanah Prestasi dan keluar tanpa hambatan. Dia berpikir bahwa wanita ini bukanlah orang sembarangan, dan menebak jika memiliki Teknik Teleportasi.
Cao Tian Jun segera keluar dari kamar, dia mengikuti Junsu. Melihat Junsu sedang memasak, dia memutuskan untuk keluar dari rumah kayu yang sederhana. Setelah berada di luar, dia mengaktifkan Mata Surgawi untuk melihat keseluruhan Pulau Misterius.
Ternyata, lokasinya saat ini berada di tengah-tengah lembah yang dipenuhi dengan pepohonan. Luar lembah juga hutan, lalu di luar hutan adalah pesisir pantai yang indah. Di pulau ini dihuni binatang yang jinak; seperti kelinci, babi hutan, ayam hutan, dan ribuan jenis burung. Melihat itu semua, nama Pulau Misterius tidaklah cocok, sebab tidak ada sesuatu yang berbau misteri.
"Tinggal di sini dengan waktu lama tidak akan membosankan," gumam Cao Tian Jun yang mulai betah di tempat ini.
"Apa yang kamu lihat, semuanya hanyalah ilusi. Pulau ini terdapat Formasi Alami yang membuat mata siapapun akan tertipu. Siapapun yang masuk ke pulau ini, sudah dipastikan tidak akan bisa keluar. Majulah dua belas langkah dari posisimu, kamu akan melihat yang sebenarnya!" sahut Junsu yang mengetahui apa yang dilihat oleh Cao Tian Jun, walaupun dirinya berada di dapur sedang menggoreng ayam hutan.
"Wanita yang kuat!" batin Cao Tian Jun yang tidak menduga Junsu tahu pikirannya, lalu dia segera berjalan sambil menghitung langkah kakinya.
Dua belas langkah adalah lokasi lingkaran sihir yang dibuat oleh Junsu, tetapi lingkaran itu menghilang setelah digunakan. Ketika Cao berada di tengah bekas lingkaran sihir, dia seketika terkejut saat melihat sekelilingnya, yang mana melihat banyak jebakan beracun, dan banyak binatang mistik yang terkontaminasi kabut hitam.
Mata Surgawi saat ini bisa melihat yang sebenarnya di pulau ini. Dia geleng-geleng kepala karena tidak tahu bagaimana bisa Mata Surgawi-nya menjadi aneh seperti ini.
"Formasi Alami ini di tingkat apa?" tanya Cao Tian Jun yang sudah berdiri di belakang Junsu, terpaut dua meter.
"Formasi Alami tidak ada tingkatan, tetapi kehebatan dilihat dari usianya. Semakin tua, semakin kuat energi Formasi Alami ini. Formasi ini usianya lebih dari satu juta tahun!" jawab si Junsu yang telah selesai memasak.
Formasi Array dan Formasi Alami jelas berbeda, tetap fungsinya tetap sama. Seperti yang sudah diketahui oleh semua orang, Formasi Array membutuhkan keahlian khusus untuk membuatnya, dan membutuhkan material.
Sedangkan Formasi Alami, sesuai dengan namanya, muncul secara alami. Seseorang yang tidak mengetahuinya, maka setelah masuk akan kesulitan untuk keluar, walaupun orang tersebut sangatlah kuat tetap tidak akan bisa keluar. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk dan keluar setelah memahami struktur Formasi Alami.
"Apa tujuan Anda menyelamatkan saya, kita kan tidak saling kenal?" selidik Cao Tian Jun.
Junsu membalikkan badan sambil membawa dua piring berisi ayam goreng dan sayuran, ia berjalan menuju ke ruang tamu. Cao Tian Jun mengikutinya dan duduk setelah Junsu.
"Kita sudah saling kenal, bahkan sejak kamu lahir!" jawab Junsu sambil mengeluarkan dua piring bersih dan sumpit dari kantong spasialnya, lalu meletakkan satu di depan Cao Tian dan dirinya sendiri.
__ADS_1
Cao Tian Jun mengerutkan keningnya karena tidak mengingat pernah bertemu dengan wanita ini, yang dikenalnya ketika kecil hanyalah Yan Yan dan gurunya.
Sebelum Cao Tian kembali bertanya, si Junsu berbicara, "ya, aku menyelamatkanmu karena membutuhkan bantuan. Bisakah kamu membuatku?"
Banyak pertanyaan di benak Cao Tian Jun mengenai wanita dihadapannya ini, namun dia segera menepisnya karena ingin membalas kebaikan wanita ini.
"Selama saya bisa dan tidak melampaui batas kemampuan, saya akan berusaha semaksimal mungkin. Bantuan seperti apa yang bisa saya lakukan untuk Anda?"
"Sebelumnya kamu harus tahu apa yang menjadi kesulitanku. Aku membutuhkan esensi dari Naga Bumi, tetapi sulit untuk mendapatkannya. Aku sudah seringkali mengambilnya dari Naga Bumi, tetapi selalu gagal! Esensi ini sangat penting untukku...," Junsu mengungkapkan tujuannya yang menyelamatkan Cao Tian Jun.
Junsu melihat kehebatan Cao Tian Jun melalui Cermin Sihir. Setelah mengetahui kemampuan fisiknya yang kuat, dia segera menyelamatkannya. Tujuannya agar mendapatkan bantuan untuk mendapatkan esensi Naga Bumi yang berada di dalam Gunung Putih.
Tanpa sepengetahuan pihak Kuil Atas Awan, Junsu seringkali memasuki Tanah Prestasi hanya untuk mendapatkan esensi Naga Bumi, tetap selalu berakhir dengan kegagalan.
"... Aku ingin kamu memancing Naga Bumi keluar dari sarangnya. Ketika kamu berhasil memancingnya keluar, aku akan segera mengambilnya!" Junsu panjang lebar berbicara kepada Cao Tian Jun.
Setelah Cao Tian Jun mendengarkan penjelasan si Junsu, ada yang aneh. Seharusnya, ketika Naga Bumi bertarung dengannya, Junsu bisa dengan mudah mengambil esensi Naga Bumi, tetapi kenapa justru tidak memanfaatkan kesempatan ini? Pikirnya.
"Jika hanya untuk memancingnya keluar, ini hal mudah, saya bisa membantu Anda! Kapan kita mengambilnya?" tanya Cao Tian Jun dengan percaya diri karena sudah berhadapan dengan Naga Bumi.
Junsu tersenyum tipis sambil mengambil sepotong ayam goreng untuk Cao Tian. Lalu ia berkata, "Naga Bumi tidak hanya ada satu, tetapi sepasang. Dia keluar dari sarangnya setelah terjadi bencana. Naga Bumi yang kamu hadapi adalah jantan, yang betina lebih kuat. Makan dulu, nanti kita bicarakan lagi!"
Cao Tian Jun seketika melongo mendengar jawabannya. Dia tidak pernah berpikir jika Naga Bumi memiliki pasangan. Naga Bumi yang dihadapinya sudah sekuat ini, apalagi yang betina, sudah pasti menyulitkannya.
Pantas saja wanita kuat ini selalu gagal mendapatkan esensi Naga Bumi, karena ada dua pasangan, pikirnya. Karena sudah berjanji akan membantu Junsu, dia hanya bisa menepatinya. Selain itu, ini juga bentuk dari balas budinya.
Cao Tian Jun yang biasanya makan dengan lahap, kali ini seperti sudah kekenyangan. Yang dipikirkannya saat ini, bagaimana caranya untuk memancing dua ekor Naga Bumi? Hal ini yang membuatnya tidak berselera makan. Satu Naga Bumi sudah membuatnya kewalahan dan berakhir pingsan, apalagi menghadapi dua ekor.
Junsu tersenyum melihat Cao Tian Jun yang tidak bersemangat. Setelah mengunyah makanannya, ia berbicara, "seandainya dantian mu tidak dalam masalah, esensi Naga Bumi bisa meningkatkan kekuatanmu!"
Cao Tian Jun segera menatap wajah cantik dari Junsu, sebab masalahnya hanya diketahui oleh orang yang dikenalinya.
"Kita bagi dua esensi Naga Bumi jika berhasil didapatkan!" imbuhnya agar Cao Tian Jun bersemangat lagi.
"Siapa sebenarnya Anda?" selidik Cao Tian Jun sambil meletakkan sumpitnya.
"Suatu hari nanti kamu akan mengetahuinya! Setelah makan, kita istirahat. Besok baru kita kembali ke Tanah Prestasi. Tidak masalah kan jika kita satu ranjang?" jawab Junsu yang sengaja mengalihkan pembicaraan, ia mengembangkan senyuman menggoda agar Cao Tian Jun tidak mengejar jawaban.
"Hati-hati jika satu ranjang denganku!" peringatan Cao Tian Jun dan segera makan dengan lahap.
__ADS_1
Junsu tersenyum senang karena berhasil membuat Cao Tian Jun kembali bersemangat. Ia dengan sengaja mengabaikan peringatannya. Dia pikir, tidak mungkin Cao Tian berani macam-macam dengannya, sebab kekuatannya lebih tinggi.
"Seandainya kamu tahu siapa aku ini ...?" batin si Junsu sambil mengambilkan sayuran untuk Cao Tian Jun.