8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Perintah Keenam.


__ADS_3

Bab 49. Perintah Keenam.


Raja Kera serta Raja Gale melacak keberadaan si pencuri, mereka mengetahui dari jejak aroma yang ditinggal oleh Cao Tian Jun ketika mencabut Leaping Toadstool dari batang pohon tertinggi.


Sebelumnya, kedua raja tersebut saling menuduh yang mengambil Buah Suci Leaping Toadstool. Namun, setelah penyelidikan singkat dengan mengandalkan bantuan dari burung Gagak Mata Biru dan binatang Anjing Ekor Api, akhirnya menemukan aroma si pencuri, mereka memutuskan berdamai untuk sementara waktu.


Raja Gale, merupakan penguasa udara segera memerintahkan burung Gagak Mata Biru untuk mencari keberadaan Cao Tian Jun, kemampuan burung gagak ini bisa mencium jejak si pencuri, dan juga bisa melihat skill apapun yang mampu menyembunyikan diri.


Ribuan burung Gagak Mata Biru menyebar ke segala arah di Pegunungan Lima Jari. Demikian juga dengan Raja Kera yang memerintah binatang Anjing Ekor Api untuk melacak keberadaan si pencuri. Kemampuan Anjing Ekor Api juga sama seperti burung Gagak Mata Biru.


Sedangkan Yu Zhong, Luan Jin dan delapan murid segera kabur karena gagal mendapatkan Buah Suci Leaping Toadstool, mereka tidak ingin berseteru dengan Raja Kera yang sangat marah.


Namun, bukan berarti mereka melepaskan Buah Suci Leaping Toadstool begitu saja, Yu Zhong berniat untuk memanfaatkan situasi jika keberadaan si pencuri ditemukan.


Pegunungan Lima Jari menjadi kacau balau dengan keluarnya Raja Kera dan Gale. Mengetahui itu, banyak murid dan kultivator yang mencari tanaman roh serta berburu binatang mistik segera keluar dari wilayah pegunungan.


Dimana-mana terdengar suara pertarungan ketika binatang Kera melintasi wilayah binatang mistik. Tetapi, tidak ada satupun binatang mistik maupun Kera yang berani melewati wilayah kekuasaan The Witcher Dark, dan juga wilayah para Penyihir Hitam lainnya.


Satu hal lagi, para binatang mistik juga tidak berani melewati wilayah siluman. Namun, itu tidak berarti bagi Raja Kera dan Raja Gale, mereka masih berani mendekati bahkan bertarung dengan The Witcher Dark dan para siluman.


Cao Tian Jun belum mengetahui jika dirinya sedang diburu oleh dua raja Pengunungan Lima Jari, saat ini dia bersama dengan Nuwa Kecil dan wanitanya, mereka berada di dalam cincin dimensi.


Fang Yin selalu bertanya mengenai skill yang digunakan oleh Cao Tian Jun, yaitu pindah tempat secara instan dengan jarak yang sangat jauh. Cao Tian Jun hanya mengatakan jika kemampuannya itu bakatnya semenjak lahir, dan juga tidak bisa digunakan terus-menerus karena menguras banyak energi spiritual.


Kemudian, Cao Tian Jun mengajak semua wanitanya ke Gedung Alkemis untuk memilah tanaman yang telah didapatkan sebelumnya. Sedangkan Nuwa Kecil, tidak mempedulikan apa yang dilakukan orang dewasa, ia terus memakan buah-buahan segar.


Setelah tiba, semua wanita mengambil tanaman sesuai misinya. Sambil memilah, Mu Bingyun bertanya, "di tingkat apa peringkat Alkemis-mu?"


Semua orang menghentikan aktivitas ketika Mu Bingyun bertanya, mereka juga ingin tahu. Mu Bingyun sendiri adalah seorang ahli Alkemis, tapi masih berada pada tingkat Disciple tahap puncak, satu tahap lagi akan menerobos ke tingkat Master.


"Hanya setingkat Grand Master tahap rendah!" jawab Cao Tian Jun yang berbohong.


"Mustahil! Bagaimana bisa kamu sudah mencapai tingkat itu, kan usiamu baru 17 tahun. Pamanku Mu Zeming si Kaisar Alkemis, mencapai tingkat Grand Master tahap puncak saat usianya 100 tahun lebih. Saat ini paman sudah mencapai tingkat Kaisar di usianya yang ke 175 tahun!" Mu Bingyun jelas tidak mempercayai ucapan Cao Tian Jun, sebab untuk mencapai tingkat itu membutuhkan waktu lama dan pengalaman.


Semua wanita juga tidak mempercayainya, sebab mereka belum pernah melihat Cao Tian Jun meramu pil. Namun, Cao Tian Jun hanya tersenyum tipis, dia juga tidak perlu untuk membuktikannya karena ada waktu untuk beraksi, suatu saat nanti.


"Karena kalian sudah mendapatkan tanaman sesuai misi, aku akan berkultivasi sampai esok pagi." Cao Tian Jun segera berdiri untuk pergi ke kamar pribadinya.


"Sebelum kamu berkultivasi, kita akan memasak makanan yang terbaik sebagai perayaan akan hasil hari ini. Nanti kita panggil," kata Fang Yin yang ingin memberikan hadiah berupa masakan sebagai ucapan terima kasihnya.

__ADS_1


"Aku tunggu!" jawab Cao Tian Jun sambil berjalan keluar dari Gedung Alkemis.


"Apakah dia tersinggung karena aku tidak mempercayainya?" tanya Mu Bingyun yang merasa bersalah akan ucapannya tadi.


"Tidak. Menurut sepengetahuanku tentang karakternya, dia tidak perlu membuktikan apapun. Kalian suatu saat nanti akan mengetahuinya sendiri pada momen yang tepat!" sahut Fang Yin dengan segera, ia tidak ingin suasana hangat menjadi ambigu karena hal ini.


"Dia memicu Pilar Prestasi Heptagon Chaos tidak terlalu peduli, padahal peristiwa itu sudah membuat perbincangan dimana-mana, apalagi hanya sekedar peringkat keahlian!" imbuh Xue Yue yang hadir ketika Cao Tian Jun mendaftar sebagai murid di Kota Naga Hitam.


"Ya sudah. Ayo, kita masakan dia yang paling enak dan terbaik!" ajak Fang Yin yang tidak ingin membahas tentang keahlian Cao Tian Jun.


Semua wanita bergegas menuju ke Mansion. Fang Yin menyempatkan diri untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Nuwa Kecil, dan segera menyusul rekannya setelah tahu.


Sesampainya di dapur, mereka segera mengeluarkan daging rusa yang telah diburu sebelum masuk ke Cincin Dimensi. Aroma daging membuat perut Nuwa Kecil keroncongan, ia segera berlari menuju ke dapur di dalam Mansion.


Sedangkan Cao Tian Jun sudah berada di kamarnya, dia sedang duduk di kursi yang telah tersedia. Dari telapak tangannya muncul sebuah gulungan bambu. Karena itu, dia berpamitan kepada wanitanya untuk berkultivasi, padahal dia merasakan getaran pada gulungan bambu.


"Perintah keenam!" gumam Cao Tian Jun yang keheranan, sebab perintah kelima belum terselesaikan tapi sudah mendapatkan lagi misi yang baru.


Dengan rasa penasaran dengan perintah apa yang akan dikerjakannya, dia segera membuka gulungan bambu. Perlahan mulai terlihat tulisan khas gurunya, dan mulai membacanya.


"Tan Cheng dan Tan Wong telah melakukan banyak kejahatan atas perintah raja Kerajaan Lentera. Tugasmu selanjutnya, eksekusi Raja Yan Ju Long. Tapi, kamu harus berhati-hati karena dia berhubungan dengan Raja Kelelawar. Batas waktumu 2 tahun. Pergunakan waktu ini untuk meningkatkan kekuatan agar bisa menyelesaikan tugasmu."


"Marga Yan! Raja Yan Ju Long adalah manusia dan Raja Kelelawar juga bermarga Yan. Apakah Yan Yan ada hubungannya dengan mereka jika dikaitkan dengan marganya?" Cao Tian Jun bermonolog di dalam hatinya karena tugasnya, dia menjadi teringat dengan Yan Yan.


Cao Tian Jun mengingat-ingat apapun yang telah dilaluinya. Mengingat ketika Raja Kelelawar begitu panik mencari anaknya yang bernama Putri Su, Cao Tian Jun menduga Yan Yan adalah Putri Su, tapi dia juga masih ragu.


Ketika Cao Tian Jun sedang melamun, pintu kamarnya diketuk.


"Kakak, ayo makan!"


Terdengar suara Nuwa Kecil yang begitu melengking setelah mengetuk pintu. Cao Tian Jun segera tersadar dari lamunan, dan beranjak dari tempat duduknya.


"Jika ketemu, aku akan bertanya kepadanya!" gumam Cao Tian Jun sambil membuka pintu, dan tidak melihat Nuwa Kecil.


"Soal makanan, bocah itu sangat cepat!" gerutunya dengan berjalan terburu-buru, dia jelas tidak ingin makanan dihabiskan Nuwa Kecil.


Sesampainya di ruang makan, semua wanita sudah menunggunya. Sedangkan Nuwa Kecil telah makan daging dengan lahap tanpa menunggunya. Xue Yue telah memasak daging khusus Nuwa Kecil. Sedangkan Fang Yin dan lainnya khusus memasak untuk Cao Tian Jun.


Nuwa Kecil mengigit daging panggang sampai mulutnya penuh, sambil mengunyah ia berbicara kepada Cao Tian Jun, "Kakak lelet sekali!"

__ADS_1


Cao Tian Jun tidak mempedulikan ocehan Nuwa Kecil, dia melihat meja penuh dengan hidangan lezat. Buru-buru dia duduk di kursi yang kosong dan khusus untuknya, duduk di antara Fang Yin dan Chu Sying.


"Mulut penuh makanan, tidak boleh berbicara, nanti tersendat, loh!" tutur Xue Yue dan berada di sebelah Nuwa Kecil, tetapi tidak ditanggapi.


"Selamat makan!" ucap semua orang dengan serempak dan mulai menyantap hidangan.


Melihat Cao Tian Jun yang makan dengan lahap tanpa melihat ke kanan dan kiri, membuat semua wanita tersenyum senang karena kekasihnya sangat menyukai masakannya.


Ketika Fang Yin sedang makan, ia mendengar suara telepati dari Fang Guotin.


"Nona Muda, banyak burung dan anjing pengintai berada di luar gua. Saya rasa mereka mengetahui siapa yang telah mengambil Buah Suci Leaping Toadstool."


Mendapatkan peringatan dari Fang Guotin, Fang Yin segera membalas suara telepatinya, "Paman tahu apa yang harus dilakukan. Yang terpenting, lokasi gua tidak diketahui mereka!"


"Itu mudah. Nona Muda bisa tenang berkultivasi!" balasan Fang Guotin.


Fang Yin tidak membalas komunikasi telepati dari Fang Guotin, ia tetap makan dengan santai dan menyuap makanan untuk Cao Tian Jun.


Di luar gua atau tepatnya di tepian sungai, banyak Anjing Ekor Api yang sedang mengendus, mereka sedang mencari keberadaan si pencuri. Lalu datang Raja Kera dan Raja Gale di luar gua.


"Ke arah mana si pencuri kabur?" tanya Raja Kera kepada pemimpin Anjing Ekor Api.


Pemimpin Anjing Ekor Api memiliki ekor bercabang tiga, dia berkomunikasi dengan bahasa binatang. Kemudian, salah satu ekor Anjing Ekor Api melompat sangat tinggi ke atas air terjun.


"Kalian periksa di balik air terjun itu, dengar-dengar dari binatang lain, ada gua yang tersembunyi!" perintah Raja Gale kepada salah satu burung Gagak Mata Biru.


Burung Gagak Mata Biru terbang sesuai perintah. Sesampainya di balik air terjun, dia tidak melihat adanya gua yang tersembunyi, hanya ada dinding tebing. Dia segera kembali untuk melaporkan kepada Raja Gale.


Akhirnya semua binatang meninggalkan area air terjun untuk mencari keberadaan si pencuri Buah Suci Leaping Toadstool. Gua itu yang tiba-tiba menghilang karena pengaruh sihir yang dibuat oleh Fang Guotin.


"Tidak kuat tapi merepotkan jika harus bertarung dengan banyak binatang," kata Fang Guotin yang sebenarnya bisa dengan mudah mengalahkan dua penguasa gunung tertinggi di Pegunungan Lima Jari.


"Ketua, ke mana larinya Ular Langit Tujuh Warna? Seharusnya setelah terkena sihir Yin dan Yang, bisa kita ketahui!" tanya salah satu pengawal kepada Fang Guotin yang masih belum menemukan jejak target utama.


"Walaupun sihir kita hebat, bukan berarti tidak ada tandingannya. Kemungkinan besar, Ular Langit Tujuh Warna mendapatkan sesuatu dari Dewi Kasih yang bisa menyelamatkan dirinya!" jawab Fang Guotin sambil tiduran di lantai gua.


"Bisa jadi!" serempak para pengawal itu menyahut.


"Tapi ngomong-ngomong, soal Nuwa Kecil, apakah Ketua tidak mencurigainya?" tanya salah satu pengawal yang lain.

__ADS_1


"Iya, Nona Muda dan Saya sudah mencurigai Nuwa Kecil, tapi kita juga masih ragu! Jikalau benar dia adalah Ular Langit Tujuh Warna, sulit untuk menjinakkannya karena adanya tuan muda Tian!" jawab Fang Guotin yang memang sudah curiga jika Nuwa Kecil adalah penjelmaan dari Ular Langit Tujuh Warna, hanya saja dia kekurangan bukti nyata.


__ADS_2