
Bab 56. Daratan Benua Timur Tengah (1).
Cao Tian Jun terus-menerus menerima sambaran petir hingga waktu enam dupa berlalu. Selama itu, dia tidak mengalami luka serius karena perlindungan dari zirah perangnya. Walaupun begitu, dia masih memuntahkan darah segar karena organ dalamnya yang terluka.
Namun, semua luka dalamnya seketika sembuh total setelah Kesengsaraan Petir Air Danau berlalu. Setelah kondisinya pulih, dia segera kabur sebelum kedua penguasa Pegunungan Lima Jari menyerangnya. Dia tiba-tiba menghilang dari hadapan dua penguasa itu.
Saat ini, Cao Tian Jun bersembunyi di dalam Cincin Dimensi, sengaja tidak menggunakan Teknik Teleportasi dikarenakan akan menerobos ke tingkat selanjutnya, kekuatan yang sempat terhambat karena belum menjalani Kesengsaraan Petir.
Ketika berada di dalam Cincin Dimensi, dia melihat Nuwa Kecil yang tertidur pulas. Cao Tian Jun belum mengetahui jika Nuwa Kecil tidak sadarkan diri. Dia segera masuk ke dalam kamar pribadi untuk lanjut berkultivasi.
Di saat Cao Tian Jun yang sedang berkultivasi, Fang Yin dan timnya telah tiba di akademi, mereka segera menuju ke tempat tinggalnya, dan sengaja tidak segera melapor hasil misinya ke Balai Pekerjaan Umum.
Setibanya di rumah, mereka terkejut karena tidak melihat Cao Tian Jun. Segera mereka berpencar untuk mencari keberadaan kekasihnya di akademi, kecuali Fang Yin.
Setelah Tim Phoenix keluar dari rumah, Fang Yin melacak keberadaan Cao Tian Jun dengan menggunakan Cakram Mata Dewa. Setelah beberapa waktu pencarian, dia masih belum menemukan keberadaan kekasihnya.
Dengan rasa khawatir, dia memanggil Fang Guotin, "Paman!"
Fang Guotin tiba-tiba sudah duduk di kursi yang berada di dalam kamar pribadi Fang Yin, dia segera berbicara, "kemungkinan besar dia bersembunyi di tempat rahasia. Oleh karena itu, Cakram Mata Dewa tidak bisa melacaknya."
Sebelum Fang Yin bertanya, Fang Guotin kembali berbicara, "terakhir, Cakram Mata Dewa melacak posisinya berada di wilayah Sekte Yin. Namun setelah itu, tidak diketahui lagi."
"Kenapa dia berada di wilayah yang dihuni oleh wanita, apa kurang dengan memiliki banyak kekasih dan masih mencari wanita lain!" sungut Fang Yin yang mengira Cao Tian Jun mencari kekasih baru.
Fang Guotin tertawa melihat tingkah keponakannya yang cemburu. Namun tawanya langsung berhenti saat Fang Yin melotot kepadanya.
"Aku akan mencarinya!" Setelah berbicara, Fang Guotin langsung menghilang sebelum terkena amarah keponakannya.
Kepergian Fang Guotin membuat Fang Yin gelisah, bukan karena pamannya, melainkan karena Cao Tian Jun. Dia kembali mengalirkan energi spiritual ke Cakram Mata Dewa untuk mencari keberadaan kekasihnya.
"Apa karena si Yin Meili itu!" gumam Fang Yin yang khawatir jika Cao Tian Jun tertarik kecantikan dari Sekte Yin, sekte yang dipenuhi dengan wanita-wanita cantik.
Cakram Mata Dewa memperlihatkan wilayah Sekte Yin. Setelah beberapa saat pencarian, Fang Yin terkejut saat melihat wajah Cao Tian Jun di papan pengumuman pencarian orang bermasalah.
"Ya ampun, dia membuat masalah baru!" gerutu Fang Yin setelah membaca pengumuman itu, "apa yang dia lakukan sehingga menjadi target pencarian?" lanjutnya dengan bertanya pada diri sendiri.
Fang Yin mengendalikan Cakram Mata Dewa untuk mencari keberadaan Yin Meili. Setelah beberapa saat pencarian, ia menemukannya. Mendengar obrolan Yin Meili dan Ketua Yin Jiali, membuat Fang Yin tersenyum.
__ADS_1
Fang Yin mendengar obrolan mereka, awal di mana Cao Tian Jun yang tidak sengaja tertidur di dekat Bukit Makam Leluhur Yin. Karena telah masuk ke wilayah Sekte Yin tanpa izin, maka menyatakan Cao Tian Jun sebagai penyusup.
"Syukurlah! Mungkin saat itu dia tersesat karena memang tidak mengenal wilayah. Tapi ke mana dia sekarang?" gumam Fang Yin yang belum puas jika sebelum melihat kekasihnya.
Yang tidak diketahui oleh Fang Yin, ternyata Fang Guotin tidak mencari keberadaan Cao Tian Jun, dia berada di atas rumah dan mendengarkan gumaman keponakannya.
Fang Guotin geleng-geleng kepalanya, lalu membatin, "apa yang harus aku katakan kepada ayahnya nanti, jika tahu putrinya telah jatuh cinta pada putranya Tian Sun? Saat ini misi kita tinggal mendapatkan Ular Langit Tujuh Warna, sedangkan Kitab Ulat Sutera Langit telah didapatkan...!"
Fang Guotin kebingungan untuk mencari alasan sewaktu-waktu kembali dan melapor kepada pemimpin Klan Fang.
Ya, Fang Yin dan Fang Guotin mendapatkan misi rahasia dari Klan Fang, yaitu menjinakkan Ular Langit Tujuh Warna dan mendapatkan Kitab Ulat Sutera Langit. Selain misi utama itu, ada misi yang lain, dianggap sub misi, yaitu menemukan keberadaan putra Tian Sun dan juga Kitab Tujuh Lapis Langit serta Kitab Pelangi Surga...
...****************...
Di Gedung utama akademi berkumpul banyak orang penting. Bai Guan Chu Xing-fu sedang menemui Guru Senior Dong Jian dan Zhan Bowen yang lalai melindungi Cao Tian Jun.
"Bagaimana kalian bisa kehilangan jejaknya hanya karena The Witcher Dark, padahal kalian berdua sebenarnya mampu mengalahkannya!" Bai Guan ingin kejelasan secara detail.
Ya, setelah Cao Tian Jun dan Tim Phoenix mulai mengerjakan misinya, kedua Guru Senior itu juga mengikuti. Mereka juga tahu jika Cao Tian Jun mendapatkan madu Kumbang Api. Sayangnya, karena Cao Tian Jun yang membuat masalah, justru mereka berdua yang terkena imbas kemarahan Kumbang Api.
Setelah lolos dari ribuan Kumbang Api, mereka segera menyusul Cao Tian Jun, dan melihat Cao Tian Jun berhasil kabur dari kediaman The Witcher Dark, mereka kehilangan jejak sewaktu berada di tempat gua air terjun. Mereka baru meninggalkan tempat terakhir Cao Tian Jun bersembunyi, saat The Witcher Dark datang.
Bai Guan, Chu Xing-fu dan yang lain menghela napas berat karena kebodohan Ling Dong dan timnya yang tidak meminta izin.
"Hukum mereka sesuai aturan dan panggil juga orang tua mereka!" perintah Chu Xing-fu yang ingin meminta pertanggung jawaban kepada pihak keluarga besar Ling Dong, Tan Wong dan Tang Wei.
"Dan, aku sendiri yang akan mencari junior Tian." Bai Guan kini menjadi enggan mengandalkan para Guru Senior untuk melindungi murid andalannya, dia menggetarkan tubuh dan menghilang dari hadapan semua orang.
Setelah Guru Senior Dong Jian dan Zhan Bowen melapor kepada Chu Sying, ruang pertemuan kembali sepi. Mereka melakukan pekerjaannya masing-masing...
...****************...
Di wilayah Kerajaan Bintang Laut, tepatnya di bagian selatan dari Benua Timur, dikenal dengan sebutan Daratan Benua Timur Tengah. Penguasanya bernama Yuan Wei, yang dikenal dengan nama Raja Yuan. Sedangkan permaisurinya bernama Ao Zhen Juan, atau yang dikenal dengan nama Permaisuri Juan.
Daratan Benua Timur Tengah terbagi menjadi beberapa wilayah. Pertama, Wilayah Tengah sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Bintang Laut. kedua, Wilayah bagian Barat adalah bagian dari Wilayah Kuil Mata Dewa.
Ketiga, Wilayah Selatan merupakan Wilayah Padang Pasir. Keempat, wilayah bagian Timur sebuah tempat yang sering terjadi badai, yaitu Wilayah Strom Heaven. Kelima, wilayah bagian Utara dari Kuil Mata Dewa, yaitu wilayah pegunungan - Limestone Mountain (Gunung Kapur).
__ADS_1
Dalam 2 hari ini, telah terjadi peperangan besar, di mana binatang mistik yang dipimpin oleh Tian Sun, menyerang Kerajaan Bintang Laut dalam skala besar.
Kerajaan Bintang Laut bekerja sama dengan Perguruan Mata Dewa dalam menghadapi serangan binatang mistik, dan juga dibantu oleh banyak kultivator serta didukung oleh para penduduk.
Raja Yuan, telah memberikan kabar serangan binatang mistik kepada Yang Mulia Kaisar Xia, dia meminta bantuan kepada penguasa Benua Timur. Namun hingga saat ini, Kaisar Xia belum mengirimkan pasukan kekaisaran.
Raja Yuan tidak terlalu berharap bantuan akan segera tiba, dikarenakan harus menyebrang Laut Pusaran Hitam (Black Vortex Sea) yang sangat luas, serta berbahaya.
Kejadian beberapa hari ini diluar dugaan banyak orang, mereka pikir telah berhasil memburu banyak binatang mistik yang berevolusi. Namun nyatanya, masih banyak binatang mistik yang bersembunyi.
Dan, dari Daratan Benua Timur Tengah, asal muasal binatang mistik berevolusi, yang kini inti binatang telah berubah menjadi berwarna hitam.
Serangan binatang mistik selalu terjadi saat di malam hari, situasi yang lebih menguntungkan bagi binatang jenis apapun. Anehnya lagi, Tian Sun sengaja tidak memerintahkan pasukannya untuk segera menghancurkan dinding pertahanan, padahal binatang mistik yang jumlahnya lebih banyak dari manusia mampu merobohkan pertahanan.
"Bagaimana rasanya tiap malam hidup kalian gelisah dan ketakutan? Inilah yang dialami oleh keluargaku waktu itu!" gumam Tian Sun sambil melihat matahari akan terbenam.
Dia sedang membicarakan tentang Raja Yuan dan pemimpin Kuil Mata Dewa yang ikut andil dalam menghancurkan Klan Tian. Tian Sun jelas dendam kepada musuhnya ini. Oleh karena itu, dia sengaja ingin membuat semua orang di wilayah Kerajaan Bintang Laut merasakan ketakutan.
Selain itu, Perguruan Mata Dewa yang merupakan musuhnya juga, adalah otak penyebab musnahnya Klan Tian, hanya karena menginginkan kitab ciptaannya. Oleh karena dendam membara, maka Tian Sun memutuskan untuk terlebih dahulu menguasai Daratan Benua Timur Tengah.
"Kamu, segera serang mereka setelah hari telah gelap dengan skala yang lebih besar dari sebelumnya. Alihkan perhatian mereka, sebelum aku mendapatkan Third Eye Stone!" perintah Tian Sun kepada sosok pria tua yang telah dikendalikannya.
Pria itu adalah orang penting dari Kuil Sembilan Kematian, dia adalah wakil ketua Lou Bingwen. Lou Bingwen dengan mudah dikendalikan oleh Tian Sun karena terlalu banyak menyerap inti binatang yang telah terkontaminasi oleh Dark Matter.
"Baik, Yang Mulia." Lou Bingwen segera mempersiapkan pasukan binatang mistik yang bersembunyi di hutan.
Setelah memberikan perintah, Tian Sun segera berdiri dari kursi kebesarannya yang berada di tandu emas, tandu itu di atas panggung seekor gajah mistik, bentuknya menyerupai gajah purba, yaitu Mammoth. Hanya saja ukurannya tiga kali lebih besar dari binatang Mammoth, serta memiliki dua pasang tanduk.
Setelah melihat persiapan pasukannya, Tian Sun berubah menjadi kabut hitam. Kabut itu melesat ke arah Wilayah Kuil Mata Dewa. Setelah memakan waktu selama satu batang dupa, akhirnya dia melihat Pagoda Emas tempat bersemayamnya Third Eye Stone.
Keunggulan dari Third Eye Stone adalah mampu membangkitkan kehidupan yang telah mati, mengendalikan mayat dan juga untuk penyembuhan luka maupun penyakit.
Tujuan Tian Sun mendapatkan Third Eye Stone terlebih dahulu, karena membutuhkan banyak pasukan untuk menguasai Benua Timur. Setelah itu, baru berlanjut untuk mengambil Batu Keabadian yang lainnya.
Karena sudah hafal setiap tempat di Daratan Benua Timur Tengah, dia tidak kesulitan untuk menemukan Pagoda Emas. Dari Pagoda Emas inilah, dia mulai menyatukan beberapa kitab menjadi satu, dan terciptalah Kitab Tujuh Lapis Langit dan Kitab Pelangi Surga.
Tian Sun tersenyum tipis saat menggenang awal-awal menjadi murid Kuil Mata Dewa. Seperti halnya murid baru, dia juga merasakan intimidasi dari seniornya, melewati ujian masuk dan lain sebagainya. Sampai akhirnya menjadi guru yang disegani di Benua Timur Tengah hingga kekaisaran.
__ADS_1
Karena prestasi yang menjulang tinggi, dia melamar Xia Junsu yang selalu dicintai selama ini. Kaisar Xia sangat senang memiliki menantu seperti Tian Sun. Dan akhirnya, mereka menikah dan dikaruniai seorang putra yang tampan bernama Tian Jun.
"Dulu ketika aku menjadi guru, Kuil Mata Dewa memiliki banyak prestasi. Tetapi karena keserakahan, kini kalian hanyalah sampah, bahkan masih lebih baik Akademi Merpati Putih kelas dua!" ejekan Tian Sun yang membanggakan masanya ketika menjadi guru.