8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Aku Harus Bertahan.


__ADS_3

Bab 195. Full Moon, Aku Harus Bertahan.


Penduduk Kerajaan Ming dan Kerajaan Sihir terlihat semakin gelisah karena waktu begitu cepat berlalu, dan tidak terasa hari menjelang sore. Banyak penduduk yang usianya di atas 55 tahun yang tidak kuat mentalnya, segera menuju ke tempat pengungsian di Akademi Sihir Yin Yang, atmosfer peperangan sungguh menguras pikiran dan mental.


Banyaknya penduduk usia tua yang tidak ikut berperang, justru meringankan beban bagi Raja Ming dan Raja Fang. Kedua raja itu tak henti-hentinya memperkuat dan memeriksa dinding pertahanan agar tidak mudah diterobos pihak lawan. Bahkan jalur tebing tidak luput dari perhatian mereka untuk terus diperkuat.


Tian Jun dan Tim Phoenix selalu memperhatikan matahari yang perlahan terbenam. Ketika matahari lelah menerangi dunia, semua aktivitas di benteng pertahanan segera berhenti.


Kemudian, para prajurit lalu lalang untuk menepati posisinya masing-masing dengan segera. Mereka telah membekali diri dengan berbagai macam perlindungan tubuh dan senjata.


Dalam waktu singkat, dinding pertahanan dipenuhi dengan prajurit yang berbaris. Para penduduk muda-mudi dan dewasa juga telah siap berperang dengan menggunakan persenjataan seadanya.


Tian Jun menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan, lalu memejamkan mata untuk sesaat. Dia telah banyak berbicara dengan Batu Keabadian terkait dengan energi kabut hitam.


Di dalam pembicaraan itu, tidak ada cara lain yang lebih baik jika terdesak, yaitu tetap harus menyerap energi kabut hitam secara berlebihan, tujuan untuk menekan angka kematian di pihaknya. Rencananya ini jelas tidak diutarakan kepada semua pemimpin, terutama kepada Tim Phoenix yang jelas akan menentangnya.


Bahkan dalam situasi terburuk, Tim Phoenix telah membuat rencana bersama, yaitu melarikan diri ke Benua Timur dengan membawa sebanyak mungkin keluarga dan penduduk di dua negara. Dan, tempat untuk menampung banyak orang adalah di cincin dimensi milik Tian Jun, dan Dunia Jiwa khusus bagi keluarga besar Fang dan Ming.


Xia Junsu sebagai ibu dan kekasih, tahu apa yang dipikirkan oleh Tian Jun yang tampak tenang setelah gagal mengurangi jumlah pasukan lawan. Dia sampai keheranan melihat putranya mampu menghadapi situasi tegang di usia muda, melebihi orang-orang yang telah berpengalaman dan hidup lama.


Ketika matahari benar-benar terbenam, bulan dengan malu-malu mulai memperlihatkan dirinya kepada semua orang di Benua Tengah. Namun, munculnya bulan, membuat pihak lawan di Barat dan Timur bergerak.


Semua penduduk yang ikut mendukung pasukan, segera mengambil granat tangan di gerobak, siap untuk didistribusikan kepada semua prajurit. Tubuh mereka gemetaran ketika merasakan derap langkah kaki dari Pasukan Kegelapan dari dua arah.


"Hahaha...!"


Tawa Leluhur Yao yang menggelegar semakin membuat semua orang gelisah dan sesak nafas. Tawa itu seakan-akan mengejek semua orang yang ketakutan dengannya.


Tim Phoenix dan para pimpinan yang berdiri di dek Dragon Spaceship, mengikuti arah pandangan mata Tian Jun yang melihat bulan. Mereka melihat Leluhur Yao dan Niao Wushi yang tubuhnya menutupi bulan.


"Jadilah pengikutku daripada menjadi Pasukan Kegelapan. Ini kesempatan terakhir kalian. Menjadi pengikutku, kehidupan kalian akan terjamin hingga tujuh turunan. Atau... Jika kalian tidak mau menjadi kedua-duanya, kalian harus menyerahkan Cao Tian Jun! Ya, karena dialah penyebab semua kekacauan ini. Dengan kalian menyerahkannya, kematian di malam ini tidak akan terjadi!"


Leluhur Yao mencoba untuk menghasut semua penduduk dan semua orang yang mendukung Tian Jun. Dengan merasuki tubuh Tian Jun, maka Leluhur Yao memiliki apapun yang dimilikinya. Dan tujuan utamanya adalah mendapatkan Stempel Giok Maharaja dan Buah Dao untuk menghidupkan Fang He Mei istrinya.


Hasutan Leluhur Yao dimakan oleh penduduk di dua kerajaan. Mereka segera meminta Raja Ming dan Raja Fang untuk menyerahkan Tian Jun daripada terjadi peperangan.


Patriark Fang segera bereaksi dengan berkata tegas kepada rakyat, "jangan termakan hasutan iblis itu! Apakah kalian tidak tahu, dia saja sangat tega mengorbankan nyawa penduduk di Kekaisaran Yao untuk menjadi mayat hidup, apalagi kalian yang bukan siapa-siapa! Intinya, dia menggunakan kita sebagai penduduk Benua Tengah untuk menguasai Continent Twins Moon. Jika aku, aku tidak peduli dengan hasutannya! Lebih baik mati terhormat dengan berjuang sampai titik darah penghabisan!"


Seketika semua penduduk terdiam karena berkata Patriark Fang begitu berapi-api. Namun, salah satu pria dewasa menyahut dengan suara keras.


"Dan itu semua karena Cao Tian Jun! Semenjak dia ada di Benua Tengah, kehidupan tidak lagi menjadi damai. Dialah penyebab semua ini. Serahkan dia!"


"Serahkan dia.. serahkan dia!"


Semua penduduk dengan kompak berteriak keras untuk menyerahkan Tian Jun kepada Leluhur Yao. Tian Jun dan Tim Phoenix segera melihat provokator itu. Tim Phoenix sudah jelas sangat marah.


Tiba-tiba Tian Zhi muncul di depan provokator itu, dia dengan sekuat tenaga memukul rahang pria itu. Pria itu terpental ke kanan dan tubuhnya menabrak banyak penduduk.


Semua penduduk segera menjauhi Tian Jun karena ketakutan. Mengetahui siapa provokator yang menyamar itu. Tiga jenderal Kerajaan Sihir segera menangkapnya. Dan provokator itu adalah Zong Lin si manusia buaya yang dikutuk oleh Fang He Mei.


"Hahaha...!!" Leluhur Yao tertawa keras karena mata-mata tertangkap basah.

__ADS_1


Boom...


Ledakan keras ketika tubuh Zong Lin meledak bunuh diri. Tiga jenderal terpental ke segala arah akibat ledakan itu, dan banyak penduduk yang meregang nyawa sebelum bertempur. Setelah ledakan itu, keluar kabut hitam yang merasuki mayat penduduk.


Tian Jun segera bertindak dengan menyerap energi kabut hitam itu sebelum menginfeksi mayat dan semua penduduk di sekitarnya. Dalam waktu sesingkat mungkin, energi kabut hitam telah diserap oleh Tian Jun.


"Biadab kau iblis!?" bentakan Patriark Fang dan diikuti oleh semua orang yang sangat marah dengan kekejaman Leluhur Yao.


Leluhur Yao sedikit terkejut karena energi kabut hitam tidak berpengaruh pada Tian Jun. Dia kembali tertawa terbahak-bahak karena bentakan banyak orang.


Patriark Fang dan istrinya segera melesat ke arah Leluhur Yao yang bersama dengan Niao Wushi. Mereka akan menangkap kedua orang kejam itu. Namun, Niao Wushi dan Leluhur Yao segera menghilang menggunakan sihir teleportasi.


"Skala kecil, sangat kecil. Apakah kau sanggup menyerap semua energi kabut hitam dari jutaan Pasukan Kegelapan? Hahaha!"


Terdengar suara Leluhur Yao dan tawanya membuat telinga penduduk berdengung. Semua orang melihat Tian Jun yang secara terang-terangan menyerap energi kabut hitam. Dan, seandainya Tian Jun tidak mengetahui penyamaran Zong Lin, sudah dipastikan banyak korban jiwa berjatuhan di dalam benteng pertahanan.


Tian Jun melayang di udara menghadap ke arah Timur. Dia tidak peduli dengan tatapan mata semua orang. Yang ada dipikirannya, dia harus menghentikan semua ini walaupun harus mengorbankan hidupnya.


Xia Junsu segera mendekati Tian Jun dan diikuti oleh Tim Phoenix. Patriark Fang dan istrinya juga mendekati Cao Tian. Semua penduduk terlihat malu karena termakan hasutan Leluhur Yao, dan hampir saja menjadi korban kekejamannya jika tidak ada Tian Jun.


"Kita berjuang bersama-sama, kamu tidak sendirian," kata Xia Junsu yang memberikan semangat kepada Tian Jun.


"Ya, aku tidak sendirian... Aku bersama dengan orang-orang yang menyayangiku! Sesuai rencana, ayo kita bertempur!"


Ucapan Xia Junsu membuat Tian Jun tidak lagi memikirkan sesuatu yang belum terjadi dan dicoba. Dia menatap wajah-wajah cantik kekasihnya yang mengembangkan senyuman hangat.


Segera mereka menepati posisinya masing-masing di Dragon Spaceship saat pasukan musuh berhenti di depan jebakan sihir. Suasana sangat mencekam dan hanya terdengar suara angin malam, serta suara api unggun sebagai penerangan di benteng.


Raja Ming bersama dengan jenderal, pejabat dan perwira, siap untuk melawan musuh di Barat. Raja Fang bersama pendukungnya, melawan musuh di Timur.


Demikian juga dengan pihak keluarga besar Tim Phoenix yang berkumpul di Akademi Merpati Putih kelas dua, bahkan Ao Zhen Juan, Yuan Zhen dan Yi Panyun juga telah datang ke akademi. Saat ini, mereka juga melihat Cermin Sihir.


Semua orang, tak henti-hentinya selalu melihat ke bulan, berharap bulan itu tiba-tiba menghilang agar tidak memberikan kekuatan kepada Pasukan Kegelapan.


Tian Jun dan pendukungnya juga melihat ke bulan. Dia mengerutkan kening saat melihat siluet tubuh binatang seperti ular. Dengan segera ia mengaktifkan Mata Surgawi, namun binatang seperti ular itu menghilang.


Selain Tian Jun, tidak ada satupun orang yang melihat sosok binatang seperti ular tersebut. Sebelum menonaktifkan Mata Surgawi-nya, dia dikejutkan saat melihat di belakang bulan ada dua kepala ular dengan ukuran berbeda. Belum sempat mengamati dengan cermat, ular itu kembali menghilang.


"Ular apa sebesar itu?" batin Tian Jun yang baru pertama kali melihat ular yang berukuran sangat besar.


Dengan jarak bulan yang sangat jauh, bisa melihat kepala ular di belakang bulan, sudah dipastikan ukurannya di luar nalar. Lalu dia melihat ke arah Timur saat Leluhur Yao muncul di depan Pasukan Kegelapan.


"Ayo, kita hitung bersama-sama sampai bulan sempurna! Satu," kata Leluhur Yao yang ingin menghancurkan mental lawannya. Saat menghitung, suaranya sangat keras dan diikuti oleh pendukungnya.


"Pandai membuat mental lawan runtuh! Layak disematkan sebagai orang yang biadab!" kegeraman Matriark Fang, mentalnya hampir saja merosot jika tidak melihat Tian Jun yang tetap tenang dengan situasi tegang ini.


Di hitungan kedua, Pasukan Kegelapan meraung keras sampai menggetarkan hati setiap lawannya. Tian Jun sekali lagi melihat ke bulan karena penasaran dengan sosok itu. Namun, dia tidak melihatnya. Yang dilihatnya separuh bulan telah berwarna merah darah.


"Ayo semangat! Kita hitung bersama-sama. Tiga...!" Sekali lagi Leluhur Yao berhitung dan seakan-akan kemenangan sudah digenggamnya.


Keyakinannya itu karena memiliki banyak Pasukan Kegelapan, dan juga akan mendapatkan energi bukan purnama yang meningkatkan kekuatan hingga dua kali lipat.

__ADS_1


Detak jantung setiap orang berdebar-debar, dinginnya angin malam justru membuat keringat dingin bercucuran karena tegang dengan situasi saat ini. Apalagi Leluhur Yao terus-menerus berkata-kata yang meruntuhkan metal lawan.


Perlahan, Benua Tengah menjadi gelap karena bulan purnama akan sempurna. Sedangkan Leluhur Yao tak kenal lelah selalu berhitung, dan disusul dengan tawa mengejek lawan.


Yang mengejutkan Tian Jun dan pendukungnya, saat melihat ke arah Utara, yang mana berdatangan puluhan ribu manusia Kelelawar dan Burung Gagak.


"Penyihir Hitam dan Kelelawar Penghisap darah!!" seruan salah satu prajurit pengawas menara.


Dengan segera prajurit pemanah membidik Burung Gagak dan Manusia Kelelawar. Namun, anak panah tidak segera dilepaskan karena di luar jangkauan tembak. Puluhan ribu kelelawar dan gagak berterbangan di atas benteng pertahanan.


Pemimpin Akademi Sihir Yin Yang segera memimpin anggotanya. Mereka sudah siap melawan Penyihir Hitam yang bersekutu dengan Manusia Kelelawar. Mereka adalah musuh bebuyutan selama ribuan tahun.


Tian Jun tertawa keras karena lawannya semakin bertambah, dia tertawa untuk menghilangkan kegelisahan hatinya. Dia keluar dari Dragon Spaceship dengan melayang di udara. Tim Phoenix tidak mengikutinya karena memiliki tugasnya masing-masing.


Setelah itu, bulan purnama telah sempurna, kegelapan pun menyelimuti Benua Tengah. Pasukan Kegelapan meraung-raung keras saat mendapatkan kekuatan dari bulan purnama. Setelah itu, Pasukan Kegelapan dari arah Barat dan Timur memasuki jebakan sihir pertama.


"Aktifkan Formasi Perlindungan!!" perintah Patriark Fang kepada ahli Formasi Array.


Segera benteng pertahanan diselimuti oleh kubah Formasi Array. Kemudian, Catalpult pihak lawan melepaskan tembakan batu ke arah benteng pertahanan. Namun, bebatuan besar itu berjatuhan di parit karena di luar jangkauan tembak.


Pasukan Kegelapan yang memasuki jebakan sihir dengan cepat meloloskan diri, tetapi dalam keadaan tubuh yang tidak lagi utuh. Karena adanya energi kabut hitam, anggota tubuh yang hilang segera meregenerasi.


Saking banyaknya Pasukan Kegelapan, jebakan sihir pertama hancur sehingga pasukan kerajaan lawan bisa melewati tanpa terluka. Catalpult pihak musuh segera merangsek maju.


Melihat dengan mudahnya Pasukan Kegelapan menghancurkan jebakan sihir pertama, para Penyihir Putih menghela nafas berat karena upayanya seolah-olah tidak berarti apa-apa bagi pihak lawan.


Untuk mengatasi serbuan Pasukan Kegelapan dari dua arah, Tian Jun segera membangkitkan kerangka manusia dan binatang di luar benteng pertahanan. Kemunculan kerangka manusia dan binatang menggetarkan tanah. Setelah keluar dari tanah segera menyerang Pasukan Kegelapan.


Pertempuran antara mahkluk mengerikan segera terjadi di luar Formasi Perlindungan yang melindungi benteng pertahanan. Niao Wushi muncul di atas kubah besar Formasi Perlindungan. Dia juga segera mengendalikan kerangka manusia dan binatang yang dikendalikan oleh Tian Jun.


Namun, dia terkejut karena kekuatannya tidak sanggup mengendalikan kerangka manusia dan binatang, justru membuatnya sakit kepala akibat benturan energi yang tidak seimbang. Niao Wushi segera menghilang dan muncul di samping Leluhur Yao.


Sedangkan Burung Gagak dan Manusia Kelelawar melepaskan bola-bola energi untuk menghancurkan Formasi Perlindungan. Dragon Spaceship dan semua Penyihir Putih melepaskan sihir dari dalam Formasi Perlindungan.


Tak terhitung jumlahnya Burung Gagak dan Manusia Kelelawar berjatuhan menghantam dinding Formasi Perlindungan. Kerangka manusia dan binatang dengan sengit bertempur dengan Pasukan Kegelapan.


Tetapi, karena energi kabut hitam yang mampu meregenerasi Pasukan Kegelapan, lambat laun kerangka manusia dan binatang dipukul mundur. Perlahan Pasukan Kegelapan mendekati dinding Formasi Perlindungan.


Ketika Pasukan Kegelapan dan kerangka bertarung di parit, para prajurit segera melemparkan granat tangan, demikian juga dengan Catalpult yang melemparkan bebatuan yang dibakar.


Para penduduk tak henti-hentinya mendistribusikan granat tangan kepada para prajurit. Xia Junsu melihat wajah Tian Jun perlahan memucat, tanda jika energinya mulai terkuras. Dia segera keluar dari ruang kendali kapal angkasa yang diambil oleh Wang Mei.


Xia Junsu meletakkan telapak tangannya ke punggung Tian Jun untuk memberikan energinya sendiri. Lalu disusul oleh Matriark Fang, Permasuri Suyin dan Permasuri Kuang. Mereka juga memberikan energinya agar Tian Jun terus mempertahankan kendalinya terhadap kerangka manusia dan binatang.


Leluhur Yao tertawa puas melihat lawannya hanya mengandalkan Tian Jun untuk bertarung dengan Pasukan Kegelapan. Dia semakin bersemangat, karena Niao Wushi berubah menjadi wanita cantik, lalu menari dihadapannya bersama dengan semua murid.


Pendekar Pedang dan pembunuh bayaran berada di belakang pasukan Kerajaan Li, mereka akan bergerak saat Formasi Perlindungan dihancurkan oleh Pasukan Kegelapan.


Sedangkan Tian Jun, dia terus mengeluarkan energi untuk mengendalikan kerangka manusia dan binatang yang jumlahnya mencapai jutaan. Dia mengusap darah yang keluar dari hidungnya, tanda jika terlalu memaksakan diri melebihi batas kemampuannya.


"Aku harus bertahan!" batin Tian Jun yang menyemangati diri sendiri.

__ADS_1


Tiba-tiba, bulan purnama tertutupi oleh sesuatu sehingga kekuatan Pasukan Kegelapan kembali seperti semula. Akibatnya, Pasukan Kegelapan perlahan dipukul mundur oleh kerangka manusia dan binatang.


Tian Jun belum menyadarinya karena terfokus untuk mengendalikan kerangka. Sedangkan Leluhur Yao menikmati tarian erotis dari Niao Wushi dan murid-murid Perguruan Sihir Wushi....


__ADS_2