
Bab 186. Sumpah Pangeran Zeming.
Pertarungan antara Niao Wushi dan Xia Junsu berlangsung sangat sengit. Mereka berdua mengerahkan segala kemampuan dan pengalamannya. Niao Wushi yang mampu membangkitkan kerangka manusia, selalu dihancurkan oleh Xia Junsu.
Namun, karena Xia Junsu mengenakan zirah perang bersayap, Niao Wushi kesulitan untuk melukai lawannya. Alhasil, energi sihir yang dikeluarkan membuatnya kelelahan.
"Soul Demon Attack!!" gumam Niao Wushi yang mengeluarkan sihir andalannya, ia melayang di ketinggian 500 meter, dan mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Xia Junsu.
Lalu awan hitam tiba-tiba muncul di Kota Kiew yang disertai dengan angin kencang. Kemudian, bermunculan ratusan tengkorak api dari dalam awan hitam yang melesat ke arah Xia Junsu dan Tim Phoenix.
Melihat lawan mengeluarkan sihir terkuat, Tim Phoenix dan murid Perguruan Sihir Wushi segera menjauhi dari medan pertarungan antar Sacred-level Divination Witch. Mereka merasakan energi sihir hitam yang menyesakkan dada.
Xia Junsu juga mengeluarkan kehebatannya dengan berteriak keras untuk membangkitkan semangat juang, dia melayang sambil mengarahkan tongkat sihirnya ke arah lawan.
"Cahaya Suci Memusnahkan Kejahatan (Holy Light Annihilates Evil)!"
Tiba-tiba awan hitam terbelah. Lalu muncul lingkaran cahaya yang seketika memusnahkan tengkorak api sebelum mengenai Xia Junsu. Tidak berhenti di situ, di cahaya itu keluar banyak para malaikat bersayap yang menyerang Niao Wushi.
"Sialan!!" umpatan Niao Wushi yang merasakan kengerian sihir lawannya.
Walaupun peringkat sihirnya seimbang, dia tetap kalah dikarenakan basis kultivasinya di bawah Xia Junsu, berada di tingkat Profound God level 8. Jika kekuatannya berada di tingkat Ancient God level 9 puncak, kemungkinan besar masih mampu mengalahkan Xia Junsu. Dengan catatan, Xia Junsu tidak menggunakan Winged Golden Armor Ring.
Sebelum para malaikat bersayap itu menebaskan pedang ke arah Niao Wushi, ia segera berubah menjadi Burung Gagak berukuran besar, lebih besar daripada burung elang. Ia berniat untuk melarikan diri.
Melihat Niao Wushi kabur, muridnya yang tersisa 45 orang juga mengikuti dengan berubah menjadi burung gagak. Akan tetapi, para malaikat bersayap itu mengejar mereka karena mengeluarkan energi sihir hitam.
Boom boom boom boom...
Ledakan keras ketika energi sihir putih menghujani tubuh Niao Wushi dan muridnya. Mereka terpelanting ke tanah. Yang mengejutkan, mereka ternyata masih hidup, tetapi mengalami luka dalam. Mereka bisa bertahan hidup dikarenakan memiliki jimat pelindung.
Sebelum Xia Junsu dan Tim Phoenix menyerang. Niao Wushi berubah menjadi ular dan masuk ke dalam tanah, lalu diikuti oleh semua muridnya.
Tian Jun yang melihat pertarungan Tim Phoenix, bertepuk tangan sebagai bentuk apresiasi terhadap mereka yang telah berjuang keras melawan Penyihir Hitam. Tim Phoenix segera berkumpul dengan Tian Jun.
"Bagaimana dengan anak-anak dan wanita yang akan ditumbalkan?" tanya Fang Yin dengan nada khawatir, dia sangat peduli dengan rakyat kecil terutama anak-anak.
Tian Jun menatap kedua mata Fang Yin, lalu menjawab, "mereka aman! Butuh sedikit perawatan karena sebagian ada yang disiksa!"
"Masukkan kita untuk merawat mereka!" pinta Xia Junsu yang tidak kenal lelah setelah bertarung habis-habisan melawan Niao Wushi.
Sebelum, Tian Jun memasukkan mereka ke dalam cincin dimensinya, Chu Sying bertanya, "bagaimana dengan nenek jahat itu yang kabur, apakah tidak membuat masalah lagi?"
"Membuat masalah sudah pasti, tetapi tidak dalam waktu dekat! Mereka butuh waktu lama setelah terkena seranganku!" sela Xia Junsu sebelum putranya menjawab.
Mengingat pesan dari gurunya, Tian Jun jelas tidak akan memberikan kesempatan musuhnya melarikan diri dari Benua Tengah. Sedangkan Tim Phoenix sedikit lega karena Niao Wushi dan muridnya terluka.
Tian Jun melihat Fang Yin dan bertanya, "di mana markas mereka?"
"Di Hutan Niao. Dari sini tempat itu berada di Barat Laut, dekat dengan Jembatan Niao Yao!" jawab Fang Yin.
Tian Jun mengangguk paham, lalu dia memasukkan Tim Phoenix ke dalam cincin dimensinya. Setelah itu, dia berpikir, apakah harus menyerap energi kabut hitam terlebih dahulu, atau memusnahkan Penyihir Hitam?
Dia pun memutuskan untuk memusnahkan Niao Wushi yang sewaktu-waktu bisa melakukan kejahatan kembali. Sedangkan Leluhur Yao dan Pasukan Kegelapan, sudah pasti akan mendapatkan perlawanan sengit dari para raja, dan butuh waktu untuk mengalahkan prajurit kerajaan.
__ADS_1
Tian Jun bergegas menuju ke arah Hutan Niao dengan menggunakan skill teleportasi. Tidak butuh waktu lama, dia telah tiba di Jembatan Niao Yao yang tidak ada penjaganya. Dia melihat ke arah Hutan Niao dengan menggunakan Mata Surgawi.
Di Hutan Niao, terdapat banyak jebakan beracun, bahkan banyak sekali jebakan sihir ilusi mata. Yang sedikit mengejutkannya, ketika melihat banyak bintang boneka wayang yang terbuat dari bahan besi dan baja. Boneka wayang itu setingkat Profound God level 8.
Tian Jun tidak sedikitpun takut dengan banyaknya binatang boneka wayang, sebab memiliki 345 boneka wayang dengan kekuatan yang sama dengannya. Boneka wayangnya merupakan kartu andalannya disaat lawan menang dalam jumlah.
Dia tidak lagi membuat banyak boneka wayang dikarenakan membutuhkan energi kekuatannya. Setiap kali memberikan energi pada boneka wayangnya, Tian Zhi selalu kelelahan, dan butuh waktu untuk memulihkan energi.
Untung saja, dia memiliki banyak kekasih yang siap membantu disaat energinya terkuras, dengan cara berkultivasi ganda.
Sebenarnya, Tian Jun total memiliki 550 boneka wayang, tetapi diberikan kepada Ao Zhen Juan sebanyak 80 unit, Matriark Yin sebanyak 50 boneka wayang.
Sisanya yang 25 unit diberikan kepada Bai Guan untuk melindungi akademi dan seluruh keluarga dari Tim Phoenix. Kekuatan boneka wayang itu masih berada di tingkat God Warrior level 9 puncak, sebab menyesuaikan kekuatannya pada waktu itu.
Oleh sebab itu, dia tidak khawatir melepaskan kepergian mereka yang kembali ke tempatnya masing-masing di Benua Timur. Selain itu, Ratu Ular Surgawi berjanji akan melindungi keluarga besar Tim Phoenix dan Kerajaan Bintang Laut.
Melihat binatang boneka wayang yang dibuat oleh Pandai Besi tingkat Saint Tahap Puncak, Tian Jun tersenyum senang karena bisa menaklukkan semua boneka wayang milik Niao Wushi.
Jika memiliki binatang boneka wayang itu, dia cukup meningkatkan kualitas boneka wayang hingga naik tingkat Peri Benua Tahap Puncak. Walaupun masih perlu menambahkan material, tetapi tidak menguras energi dan tenaganya daripada harus memulai dari nol.
Dengan Mata Surgawi, Tian Jun mencari sumber energi milik binatang boneka wayang itu. Setelah beberapa saat, dia menemukan bagian perut merupakan sumber energinya.
Dia segera berubah wujud udara dan melesat ke arah binatang boneka wayang yang berada di bagian luar dari wilayah Hutan Niao. Dengan memukul perut binatang boneka wayang itu, seketika boneka itu kehilangan energi dan tidak lagi aktif. Setelah itu, dia memasukkan binatang boneka wayang ke dalam Dunia Jiwanya.
Karena wujudnya menjadi udara, pergerakannya tidak terdeteksi oleh semua binatang boneka wayang yang tidak memiliki kemampuan dalam panca indera. Bahkan tidak sedikitpun memicu mekanisme jebakan.
Setelah mendapatkan 212 binatang boneka wayang yang ada di Hutan Niao, Tian Jun bergegas menuju ke markas Perguruan Sihir Wushi.
Setibanya di markas lawan, dia tidak menemukan satupun orang. Kembali Tian Jun menggunakan Mata Surgawi untuk mencari persembunyian Niao Wushi. Sayangnya, dia tidak menemukan mereka di Hutan Niao.
Dari semua murid Niao Wushi, kedua wanita itu tergolong memiliki penampilan yang menarik, walaupun tidak mengunguli kecantikan Tim Phoenix, sedikit di bawah kecantikan dari Zhang Xinyu dan Feng Meiyu. Jika dinilai, kecantikan Meishin dan Lanying berada di angka 6,5 dari angka 10.
Kemudian, dia melihat kedua wanita itu sedang menyiksa Pangeran Zeming yang kondisinya sangat mengenaskan. Bisa dikatakan sekarat dan tunggu waktu untuk ajal menjemputnya.
"Mereka tidak ada di sini! Apakah ada tempat persembunyian yang lainnya?" tanya Tian Jun kepada Fang Yin.
"Mungkin mereka bersembunyi di wilayah Kerajaan Niao, coba cari di sana!" jawab Fang Yin.
Dia hanya tahu Hutan Niao yang menjadi markas Niao Wushi, dan menduga jika musuhnya itu yang dibenci oleh seluruh keluarga Fang, bersembunyi di Kerajaan Niao yang menjadi tempat kekuasaan keluarga besar Niao.
"Yang perlu kamu diketahui, Kerajaan Niao masih banyak Penyihir Putih yang baik. Usahakan jangan melukai mereka!" Fang Yin melanjutkan ucapannya.
Dia tidak ingin Tian Jun asal membunuh penyihir, sebab banyak Penyihir Putih yang lulusan dari Akademi Sihir Yin Yang. Hingga saat ini, jebolan Akademi Sihir Yin Yang masih berhubungan baik dengan keluarga Fang.
"Apa ciri-ciri mereka?" tanya Tian Jun.
"Mereka bisa berubah menjadi Angsa. Jika menjadi wujud aslinya, kamu akan melihat simbol Yin Yang di dada mereka. Tetapi, kamu juga harus waspada, biasanya ada beberapa Penyihir Hitam yang menggunakan lambang Yin Yang untuk menipu orang yang bukan asli penduduk Benua Tengah!" jawab Fang Yin yang berada di dalam cincin dimensi milik Tian Jun.
Tian Jun tersenyum karena penampilannya dan Tim Phoenix sangat mudah dikenali. Tetapi dia tidak takut jika ada Penyihir Hitam yang bisa menipunya. Kepercayaan dirinya dikarenakan memiliki Kekuatan Jiwa.
"Nenek seram itu memiliki banyak harta. Aku akan mengambilnya dulu," kata Tian Jun yang tidak mungkin menyia-nyiakan harta di depan matanya.
"Kekayaanmu tidak akan habis lebih dari tujuh turunan, mau buat apa jika tidak digunakan!" Ao Fengying keheranan karena kekasihnya masih saja menginginkan harta milik orang lain.
__ADS_1
"Itu untuk masa depan. Jika ada kesempatan, jangan disia-siakan!" sahut Tian Jun yang menirukan ucapan gurunya yang masih diingat.
Dengan wujud yang masih menjadi udara, dia bergegas menuju ke ruang bawah tanah. Tanpa kesulitan menerobos mekanisme jebakan sihir. Tidak butuh waktu lama, Tian Jun berdiri di belakang Meishin dan Lanying.
"Ayo katakan, bagaimana rasanya menikmati tubuh kita?" tanya Meishin yang sengaja mengejek Pangeran Zeming.
Sayangnya, karena lidah terpotong, jelas Pangeran Zeming tidak bisa berbicara, dia hanya bisa menggunakan komunikasi telepati sambil menatap tajam ke arah kedua wanita yang menyiksanya.
"Bunuh aku, cepat?!" bentakan Pangeran Zeming yang hanya bisa didengarkan oleh Meishin dan Lanying.
Kedua wanita itu tertawa. Mereka jelas tidak mungkin membunuhnya karena memiliki bola kristal kehidupan yang dibawa oleh Kaisar Yao dan Leluhur Yao.
Lalu Lanying menggunakan belati tajam dan menyayat wajah Pangeran Zeming yang sudah tidak lagi dikenali. Dia dan temannya tertawa terbahak-bahak saat Pangeran Zeming kesakitan sampai menangis. Karena tidak kuat merasakan penyiksaan, putra mahkota itu pun kembali pingsan.
"Daripada menyiksanya, lebih baik langsung dibunuh saja," kata Tian Jun.
Sontak membuat Meishin dan Lanying kaget setengah mati. Secara naluri, mereka mengayunkan belatinya ke arah belakang. Tapi, Tian Jun dengan mudah melucuti senjata mereka dengan sentilan saja.
Saat melihat wajah tampan Tian Jun yang tidak menggunakan Teknik Perubahan Wujud, mereka terpana melihat ketampanannya. Tim Phoenix yang melihat kedua wanita itu terpesona dengan wajah kekasihnya, jelas kesal dan cemburu.
"Bunuh saja kedua wanita kejam itu!" pinta Chu Sying yang menggunakan komunikasi telepati, dan Tian Jun berpura-pura tidak mendengar ucapannya.
Meishin dan Lanying segera sadar bahwa pria tampan ini adalah musuh gurunya. Mereka menyerang Tian Jun dengan tongkat sihirnya. Akan tetapi, mereka melongo karena Tian Jun dengan mudah menetralisir serangannya.
"Kalian cocok menjadi Assassin. Bergabunglah denganku!" tawaran Tian Jun yang ingin merekrut Meishin dan Lanying.
Karena misinya menjadi penguasa tunggal di Continent Twins Moon, dia membutuhkan orang-orang yang memiliki ketrampilan, mental kuat dan berpengalaman. Melihat metode penyiksaan yang dilakukan oleh Meishin dan Lanying sangat terlatih, sayang sekali jika mereka dibunuh.
Tim Phoenix mendengus kesal karena keinginan Tian Jun. Mereka tahu dan hafal tabiat buruk kekasihnya yang mampu menaklukkan wanita tanpa susah payah, dan korbannya mau menyerahkan tubuh untuk dimanfaatkan Energi Yin-nya.
"Tidak sudi!" tolak Lanying dengan tegas dan kembali menyerang Tian Jun, dan diikuti oleh Meishin yang mengeluarkan semua kemampuannya yang telah dipelajarinya.
Chu Sying dan Chu Sying Chun bertepuk tangan saat kekasihnya mendapatkan penolakan. Dari dalam cincin dimensi, semua orang melihat Tian Jun dengan mudah menetralisir serangan sihir hitam.
Tian Jun dengan sangat cepat merebut tongkat sihir kedua wanita itu. Lalu menggunakan tongkat sihir untuk memukuli wajah mereka. Tim Phoenix sampai dibuat melongo melihat kekasihnya yang tega terhadap wanita, mereka pikir kekasihnya tidak berani memukul wajah wanita.
"Menjinakkan wanita liar, harus dengan kekerasan!" Tian Jun terus-menerus memukuli wajah kedua wanita itu tanpa peduli dengan teriakan kesakitan.
"Ampun!!" pinta Meishin sambil meringkuk sambil menutup wajahnya.
Sebagai wanita, wajah adalah kebanggaannya. Demikian pula dengan Lanying yang meringkuk saat Tian Jun terus memukuli wajahnya tanpa berhenti.
Mendengar teriakkan dari Meishin dan Lanying, Pangeran Zeming siuman. Dengan tatapan sayu, ia terkejut melihat Tian Jun dengan ganas memukuli kedua wanita yang seharian ini menyiksanya.
"Tolong aku! Apapun kemauanmu pasti aku berikan!" pinta Pangeran Zeming yang menggunakan komunikasi telepati dengan nada memelas.
Tian Jun segera berhenti dan menatap wajah Pangeran Zeming. Lalu dia memberikan perintah kepada Meishin dan Lanying, "bunuh dia atau kalian yang kubunuh!"
Karena tidak ingin dibunuh oleh Tian Jun, kedua wanita itu segera mengambil belati yang terjatuh, lalu menusuk leher Pangeran Zeming dengan belatinya. Pangeran Zeming tersenyum tipis karena lebih baik mati daripada disiksa oleh musuhnya.
Sebelum memejamkan mata untuk selamanya, Pangeran Zeming mengeluarkan sumpah serapah, "semua orang... yang kau cintai akan... mati mengenaskan... Lebih dariku!
Boom...
__ADS_1
Ledakan keras ketika Tian Jun melepaskan pukulan berenergi ke arah Pangeran Zeming. Meishin dan Lanying yang berada di dekatnya seketika terpental dan menghantam tumpukan harta. Mereka seketika pingsan karena kuatnya pukulan berenergi itu.